Duda Tampan Pujaan Hati

Duda Tampan Pujaan Hati
Rona ini siapa?


__ADS_3

"Cara nakal bagaimana Rum?" tanya Aliyah pada Arumi.


Arumi tersenyum penuh arti, entah cara nakal seperti apa yang akan Arumi ajarkan kepada Aliyah? Lalu apakah Aliyah akan setuju dengan cara yang di berikan oleh Arumi?


"Kenapa kamu tidak mencoba menggoda duda tampan itu dengan tubuh mulusmu? Aku yakin dia pasti tidak akan menolaknya," tutur Arumi kepada Aliyah, membuat Aliyah menggelidik jijik.


"Astaga Rum, memangnya aku gadis apaan?" jawab Aliyah sambil menggelengkan kepalanya.


"Al, laki-laki jaman sekarang itu hanya butuh kepuasan, saat kita para wanita bisa memberikan mereka kepuasan, maka hati laki-laki itu akan mudah kita dapatkan," jelas Arumi begitu yakin.


Tapi tidak semua laki-laki seperti itu ya, tidak semua wanita juga rela menggoda laki-laki dengan cara nakal, karena masih banyak wanita yang dengan kuat menjaga kesuciannya dan kehormatannya.


"Rum tidak semua laki-laki seperti itu, lagian Mas Bima juga bukan laki-laki yang seperti itu," tutur Aliyah dengan nada lembut. Aku yakin karena Mas Bima saja betah menduda selama ini, aku yakin dia pasti laki-laki yang setia.


"Kamu sudah memanggilnya dengan sebutan Mas? Cie ternyata sudah ada kode-kode nih," ledek Arumi dengan jail.


"Apa sih Rum," cebik Aliyah yang pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.


"Sudah sana pulang! Ingat besok sekolah ya, oh iya buku catatan yang kamu mau pinjam ini dan ingat jangan sampai rusak," kata Aliyah pada Arumi panjang lebar.


Hari sudah semakin sore Arumi juga sangat lelah efek liburan beberapa hari ini bersama dengan Azka, bukan lelah karena jalan-jalan tapi lelah karena di ajak bermain di atas ranjang tempat tidur.


Setelah Arumi pulang, Aliyah kembali duduk di sofa ia menatap donat yang tadi di kasih oleh Bima.

__ADS_1


"Al, duda itu memang lebih menggoda daripada bujang rasa duda seperti Ivan," sebum Aliyah begitu miris, laki-laki setampan Ivan, ia juga masih SMA kelas 3 sama seperti Aliyah tapi pacarannya yang begitu sangat berlebihan, untung saja aku tidak pernah mau jadi pacarnya selama ini. Karena aku tahu Ivan itu seperti apa?


Aliyah hendak bergegas masuk ke dalam kamarnya, tapi pintu rumahnya kembali ada yang mengetuknya lagi, siapa lagi yang datang? Apa jangan-jangan Mas Bima yang datang, Aliyah buru-buru berjalan ke pintu depan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek...."


Melihat ternyata Rita dan Regi yang datang Aliyah tersenyum kepada kedua orang yang sudah tidak mudah lagi, iya mereka adalah Tante dan Paman Aliyah yang selama ini mengurusnya.


"Aliyah," sapa Rita dengan senyum manis.


Aliyah tersenyum, lalu ia menyalami kedua tangan mereka secara bergantian dengan sopan, mereka masuk ke dalam rumahnya Aliyah.


Kini mereka duduk di sofa sambil mengobrol dengan Aliyah.


"Maaf Tan, Aliyah sangat sibuk dengan tugas sekolah akhir-akhir ini," jawab Aliyah dengan nada lembut juga.


"Uang jajan kamu masih ada, Nak?" tanya Regi dengan nada lembut juga, Aliyah juga tersenyum pada pamannya itu.


"Tinggal sedikit Paman, apa Paman mau memberikan tambahan untuk uang jajanku?" tanya Aliyah yang diiringi candaan, membuat Rita juga tertawa kecil.


Setelah kepergian kedua orang tuanya Aliyah. Rita dan Regi yang selama ini mengantikan perannya sebagai orang tuanya. Mereka juga tampak menyayangi Aliyah dengan sepenuh hati mereka.


"Mas, transfer uang tambahan untuk jajan Aliyah!" titah Rita pada suaminya.

__ADS_1


"Iya sayang, nanti Mas transfer," sahut Regi dengan nada lembut.


Aliyah tersenyum senang, setelah mengobrol beberapa lama, Rita dan Regi mengajak Aliyah untuk makan diluar, Aliyah juga tidak menolak, ia dengan senang hati menerima ajakan Tante dan Pamannya.


Mereka bertiga langsung berangkat pergi ke restoran yang tidak jauh dari dari rumah Aliyah, menuju ke restoran dari rumah Aliyah hanya butuh waktu 15 menit dan akan sampai.


Setelah 15 menit berlalu akhirnya mereka sampai di restoran yang di tuju oleh mereka.


"Aliyah, duduklah Nak!" titah Rita, tapi Aliyah malah diam dan melihat laki-laki tampan yang kini sudah berada di meja itu, itu membuat hati Aliyah bertanya-tanya, laki-laki ini siapa?


"Al, duduklah Nak!" titah Regi pada Aliyah, akhirnya Aliyah duduk biarpun masih dengan perasaan yang sangat bingung.


"Oh iya, Rona kenakalan ini ponakan Tante," katanya pada laki-laki tampan yang ada di hadapan Aliyah saat ini.


Aliyah tersenyum canggung, laki-laki itu mengukur tangannya pada Aliyah, Aliyah menerima uluran tangan itu dengan tatapan tidak senang. Setelah berkenalan laki-laki itu kembali duduk di tempat duduknya, Aliyah juga sudah duduk.


"Maaf Paman, Tante, Rona ini siapa?" tanya Aliyah dengan tatapan serius.


"Al, Rona ini adalah...."


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2