
"Iya ada cicak yang nempel di pintu, jadi aku ingin menangkap cicaknya," susah payah Aliyah mencari alasan yang tepat.
Bima akhirnya tertawa, ia tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Aliyah, lagian kan aku melihat dari CCTV.
"Oh cicak ya," ledeknya semakin jail.
Aliyah tampak kesal, ini orang kenapa sih? Jika aku jujur aku pasti malulah, mau taruh dimana wajah cantik aku yang imut-imut ini?
"Ayo pulang sudah malam!" ajak Aliyah ketus.
"Al, ini baru sore hari malam darimana?" tanya Bima bingung dan Ayuna juga ikut bingung. "Iya Kakak Cantik ini masih sore," sambung Ayuna dengan nada polosnya.
Aliyah menggaruk-garuk kepalanya, Al kenapa kamu menjadi seperti ini? Malam darimananya coba?
Akhirnya mereka bertiga itu pulang, di perjalanan pulang tak henti-hentinya Bima terus menggoda Aliyah dengan jail.
"Ayuna mau lihat cicak tidak?" tanya Bima pada Ayuna, membuat Aliyah menatapnya sinis. .
"Dimana ada cicak, Pa?" tanya Ayuna penasaran.
"Itu cicak gede di sebelah Ayuna," jawab Bima membuat Ayuna melirik ke sebelah dan yang ia lihat Aliyah.
"Mana, Papa?" tanyanya bingung.
"Itu yang sedang mengandeng tangan Ayuna," lirikan Bima membuat Aliyah semakin kesal. "Dasar duda tapi jail," gumam Aliyah dalam hati.
"Maksudnya, Papa, Kakak Cantik cicaknya?" tanya Ayuna dengan polosnya dan di anggukin oleh Bima.
__ADS_1
Kini Aliyah berlari-lari kecil hendak memukul Bima tapi tidak kena, Ayuna juga ikut berlari-lari kecil dan mereka terlihat seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.
**
Malam menunjukkan pukul 9 malam, Arumi berada di rumahnya sendirian, karena kedua orang tuanya sedang pergi keluar kota untuk bisnis mereka. Sendirian sudah biasa, para Art nya juga libur karena sedang pulang kampung, jadi Arumi di rumah benar-benar sendirian.
Arumi yang sangat kesepian, ia mau pergi ke rumah Aliyah tapi malas keluar, akhirnya ia menelpon Azka untuk menemaninya di rumah, lagian besok libur sekolah ini, pikir Arumi.
Azka yang di hubungi oleh Arumi, ia dengan cepat siap-siap dan langsung bergegas ke rumah Arumi, apalagi saat mendengar Arumi hanya sendirian di rumah rasa semangatnya berkibar. Azka pergi ke rumah Arumi menggunakan mobilnya, tidak lupa ia membawa peralatan untuk mengajak Arumi bermain di atas ranjang nanti.
Setelah beberapa lama akhirnya Azka sampai di rumahnya Arumi, ia langsung masuk karena Arumi sudah bilang pintunya tidak di kunci dan Arumi juga tidak bodoh, ia mematikan semua CCTV rumahnya agar tidak ketahuan oleh kedua orang tuanya.
Azka mengunci pintu rumah Arumi, lalu ia langsung menuju ke kamarnya Arumi. Azka sudah hafal karena ini bukan pertama kalinya ia datang ke rumah Arumi.
"Sayang," lirih Arumi manja dengan pakaian seksi yang membalut tubuhnya yang semakin montok ini.
Sambil memeluk Arumi, satu tangannya menyusup masuk ke sela-sela paha mulusnya, bukannya menolak Arumi malah memberikan jalan untuk tangan Azka dan membuka lebih lebar di bawa sana, Arumi sudah paham kalau tangan Azka itu pasti ingin bermain-main dengan rumah siputnya. Sudah beberapa lama tidak di sentuh oleh Azka, rasanya ada rasa yang begitu ingin aku salurkan.
Azka mendorong Arumi hingga terduduk di tepi ranjang, kini tangannya dengan nakal berada di rumah siput milik Arumi. "Emmhh," desah Arumi saat merasakan permainan Azka dengan tangannya.
"Enak sayang?" tanya Azka, agak menekan-nekan bagian yang sedang ia mainkan dengan nikmat. "Hmmm," hanya itu yang keluar dari dalam mulut Arumi. Sanking nikmatnya dengan permainan Azka, baru tangannya belum keris pusakanya.
Setelah beberapa lama Azka dengan senang hati langsung melancarkan aksinya. Mereka bergulat di atas ranjang seperti yang biasa mereka lakukan dan itu sudah tidak ada kecanggungan lagi di antara mereka, keduanya saling menikmati dan saling ketagihan. Ajaran Azka yang tidak benar, buat yang belum menikah jangan pernah coba-coba ya!
***
Esok pagi yang begitu cerah, karena hari ini libur, Aliyah pergi ke rumah Arumi dan ia cukup kaget melihat mobil Azka ada di halaman rumah milik Arumi.
__ADS_1
"Azka di sini, ini baru jam setengah 6 pagi," gumam Aliyah perasannya tidak enak tapi ia buru-buru menepisnya.
Tanpa menunggu lama, Aliyah langsung memencet bell rumah milik Arumi.
"Ting... tong.....!!"
Saat mendengar bunyi bell rumahnya, Arumi langsung beranjak dari tempat tidurnya, ia mencari-cari pakaiannya yang sudah berserakan entah kemana?
"Azka bangun...!!"
"Ada yang datang," lanjut Arumi panik.
Kedua sama-sama panik, setelah memakai pakaian mereka kembali keduanya langsung keluar dari dalam kamar secara bersamaan.
Arumi menyuruh Azka duduk di sofa, sedangkan Arumi pergi membukakan pintu rumahnya.
"Lama sekali Rumi..." gumam Aliyah lirih.
"Ceklek....."
Saat pintu terbuka, Aliyah cukup terkejut melihat penampilan Arumi yang menurutnya cukup acak kadul tidak jelas.
Entah apa yang akan terjadi?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1