Duda Tampan Pujaan Hati

Duda Tampan Pujaan Hati
Ketegasan Aliyah


__ADS_3

Debaran jantung Aliyah sangat kencang, perasaan tidak enak kini menyelimuti hatinya, takut sekali menatap kedua manik mata sang Bibi yang saat ini matanya penuh api kemarahan.


"Masuk dulu Bi, Paman, tidak enak mengobrol di luar," kata Aliyah dengan sopan, padahal jantungku sudah sangat tak beraturan debarannya. Mungkin harus di periksa ke Dokter, takut rasanya, tidak biasa Bibi dan Pamanku datang tiba-tiba seperti ini juga.


Kini ketiga manusia itu sudah duduk di sofa.


"Bibi dan Paman mau minum apa?" tanya Aliyah, saat suasana di ruangan ini sangat tegang. Sungguh berasa mau coblosan tegang sekali, aku tidak nyaman.


"Tidak usah!" tolak Rita dengan galak.


Aduh aku semakin takut di buatnya, kedua manusia yang sudah agak tua ini sama-sama galak, mereka seperti akan menerkamku bag singa jantan dan singa betina.


"Al, katakan siapa duda itu?" tanyanya dengan suara lantang pada Aliyah. Bibir Rita bergetar, terlihat ia sangat marah, tidak rela kalau ponakannya dekat dengan seorang duda, apalagi banyak pengusaha muda yang mengincarnya.


"Duda yang mana, Bi?" kilah Aliyah pura-pura tidak tahu.


Regi sang Paman hanya diam saja, membiarkan istrinya yang berbicara kepada ponakannya ini.

__ADS_1


"Al, sudahlah katakan saja! Kamu sedang menyukai seorang duda kan," cecar Rita kekeh.


"Bibi,"


"Al, banyak pengusaha muda yang menginginkanmu menjadi istrinya, kenapa harus duda? Duda mana yang kamu suka?" teriaknya begitu geram, kedua tangannya mengepal sempurna sanking marahnya Rita.


Aliyah terdiam, kenapa harus duda? Aku sendiri tidak tahu, karena perasaan itu tumbuh dengan sendirinya. Pengusaha muda, Bibiku ini tidak tahu saja seperti apa kelakuan Rona? Dia sungguh menjijikkan, jika aku harus menikah dengan dia aku tidak akan mau. Mending aku sama duda anak satu tapi jelas baik hati, lihat saja saat dia bucin nanti aku yakin bumi saja akan kaget. Aliyah malah senyam-senyum tidak jelas, sungguh Aliyah sudah gila karena duda tampan pujaan hatinya itu.


"Aliyah kenapa kamu diam saja? Kamu malah senyam-senyum, kamu itu ya," lanjut Rita dengan nada membentak.


"Bibi, Aliyah sudah besar, Aliyah tidak mau dengan pengusaha muda pilihan Bibi. Aliyah lebih suka dengan duda tampan pilihan Aliyah," jawab Aliyah tegas.


"Salah satunya itu, tapi yang jelas dia jauh berbeda dari Rona pengusaha muda pilihan Bibi itu," sahut Aliyah dengan tegas.


Bukannya aku bermaksud berani kepada Bibiku, aku hanya ingin tegas untuk kehidupanku, lagian laki-laki pilihan Bibiku itu tidaklah baik, dia laki-laki brengsek.


"Duda, lihat saja hidupmu tak akan bahagia. Rona itu laki-laki yang baik, kamu saja yang bodoh tidak mau dengan Rona," pungkas Rita terlalu geram, hatinya juga di penuhi dengan amarah.

__ADS_1


Regi yang sedari tadi diam, ia melihat ke arah Aliyah.


"Aliyah, kalau kamu menikah dengan Rona maka perusahaan kita akan lebih besar," sambar Regi dengan entengnya.


Aliyah hanya tersenyum kecil, Paman dan Bibi tidak tahu saja siapa duda tampan itu?


"Kamu juga pasti akan hidup bahagia," sambung Rita.


"Paman, Bibi, kalian tidak usah kawatir, akan aku pastikan hidup aku nanti bahagia," kata Aliyah dengan yakin.


Regi dan Rita saling menatap satu sama lain, menurut mereka ponakannya ini terlalu sombong, kita lihat saja nanti apa terjadi di masa depan?


Tanpa berkata-kata lagi Regi dan Rita beranjak dari tempat duduknya dengan kasar, mereka meninggalkan rumah Aliyah begitu saja, sambil jalan keluar mereka berdua sama-sama mengdumel.


Lihat akan seperti apa kehidupan Aliyah ke depannya?


Bersambung

__ADS_1


Mampir yuk ke karya temannya Asti 🙏😊



__ADS_2