Duda Tampan Pujaan Hati

Duda Tampan Pujaan Hati
Di makan tikus cantik


__ADS_3

Aliyah melangkahkan kakinya menuju ke pintu, lalu ia membuka pintu dengan hati-hati.


"Ceklek....."


Melihat senyum manis laki-laki yang ada di hadapannya seketika hati Aliyah langsung melehoy yang diiringi cenat-cenut di dalam sana.


"Emm Tuan..."


"Hush jangan panggil aku Tuan!'' potong Bima, ia menaruh jari telunjuknya tetap di bibirnya Aliyah.


Desiran darah Aliyah mengalir dengan cepat saat senyuman Bima semakin lebar. Bahkan kini jari telunjuk Bima membungkam bibir mungilnya yang tipis.


"Ehh iya, ada apa Mas?" tanya Aliyah sangat gugup di hadapan Bima, reflek Bima buru-buru menyingkirkan jari telunjuk dari bibir Aliyah. Bima merasa kalau jari telunjuknya itu sudah sangat nakal sekali, punya keberanian darimana coba?


"Aku bawakan donat buat kamu," dengan senang hati Bima memberikan satu kotak donat yang di bawa di tangannya, tampak gugup raut wajah Bima.


Aliyah menerima satu kotak donat yang di berikan oleh Bima dengan senang hati. "Terimakasih," ucapnya dengan suara lirih dan senyum kecil di sudut bibirnya.


"Sama-sama, aku permisi," pamit Bima gugup dan berlalu pergi dari hadapan Aliyah.


Aliyah mengangguk sambil terus menatap satu kotak donat yang di berikan oleh Bima padanya, kira-kira di dalam kotak itu isinya ada 6 biji donat.


Sambil berjalan menuju ke rumahnya, Bima tampak kesal sambil menggaruk-garuk bagian lehernya yang tidak merasa gatal sama sekali.

__ADS_1


"Bim, bukannya tadi niatnya dari rumah kamu mau mengajak gadis itu makan donat berdua? Tapi aku malang pulang, bukannya masuk ke dalam rumah gadis itu," dengan langkah yang cukup malas Bima terus saja mengutuki kebodohannya dirinya sendiri.


Niat awalnya membeli donat untuk di makan berdua dengan Aliyah tapi akhirnya hanya pulang begitu saja, dasar Bima memang tidak jelas.


Bima masuk ke dalam rumahnya, lalu ia merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas sofa dan tiba-tiba Ayuna datang lalu duduk di pangkuan sang papa.


"Papa, tadi aku melihat ada donat di atas meja makan, tapi aku mau makan sudah tidak ada, apa Papa yang memakannya?" tanya Ayuna begitu polos, ia mengira donat itu Papanya membelikan untuk dirinya maka ia bertanya sama Papanya.


Bima kembali membodoh-bodohi dirinya sendiri, hari ini dia kenapa? Bima saja bingung, bahkan ia beli donat saja sampai melupakan anaknya dan hanya membeli satu kotak saja untuk Aliyah, Bima memang akhir-akhir ini sering kali kepikiran Aliyah tanpa sebab.


"Emm tidak sayang, mungkin di ambil tikus donatnya," kilahnya karena tak ingin jujur kepada Ayuna, selain takut Ayuna akan menangis ia juga kalau Ayuna langsung meminta ke rumah Aliyah untuk makan donat bersama disana.


Ayuna tampak berpikir keras, apa di rumah sebersih dan semewah ini ada tikus? Kan dari dulu juga tidak pernah ada tikus, entah tikus yang mana yang papa maksud ini?


"Memangnya ada tikus ya Pa?" tanya Ayuna karena tidak ada mau penasaran.


"Memangnya Papa bisa mengetahui jenis kelamin tikus? Kok Papa bilang tikusnya cantik, itu berati tikusnya perempuan dong Pa," sahut Ayuna yang lagi-lagi begitu polos.


Bima hanya tersenyum kecil, inilah putrinya selalu saja ada jawaban yang membuat Bima harus benar-benar berpikir keras. Sungguh pusing karena pertanyaan Ayuna yang menggemaskan sekali.


"Sudah jangan di bahas lagi, bagaimana kalau Papa ajak kamu makan donat di tempatnya?" tawar Bima, karena tidak mau kalau Ayuna melanjutkan banyak pertanyaan lagi pada dirinya.


"Beneran Pa?" tanya Ayuna antusias.

__ADS_1


"Iya Nak," jawab Bima semangat.


Akhirnya Bima dan Ayuna pergi ke toko donat untuk makan donat di tempatnya, tidak sesuai dengan rencananya, padahal ia ingin makan donat berdua dengan Aliyah tapi jadinya makan donat berdua dengan putrinya. Tapi Bima tetap bahagia, karena putri kecilnya ini juga sangat bahagia sekali.


****


Disaat Bima sedang asik makan donat berdua dengan Ayuna, di sisi lain Aliyah malah makan donat berdua dengan Arumi.


"Donatnya manis sekali," kata Arumi yang memakan donat pemberian Bima dengan nikmat.


"Iya Rum, manis seperti yang ngasih," sambung Aliyah senyam-senyum, ia tak kalah menikmati saat memakan donat pemberian dari Bima.


"Dasar, Al kenapa kalian belum ada perkembangan sama sekali?" Arumi bertanya penasaran.


"Rum, mendekati duda itu sangatlah sulit, butuh perjuangan panjang," sahut Aliyah.


Arumi sudah habis satu donat, lalu ia mengambil satu donat lagi dan memakannya dengan lahap. Aliyah juga sudah habis satu, ia juga sudah ambil yang baru lagi.


"Duda itu laki-laki yang sudah berpengalaman Al, coba kamu dekati dengan cara agak nakal," ujar Arumi pada Aliyah..Aliyah menatap Arumi serius, maksudnya cara nakal bagaimana? Aliyah juga bingung karena tidak tahu.


"Cara nakal bagaimana Rum?" tanya Aliyah pada Arumi.


Arumi tersenyum penuh arti, entah cara nakal seperti apa yang akan Arumi ajarkan kepada Aliyah? Lalu apakah Aliyah akan setuju dengan cara yang di berikan oleh Arumi?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2