Duda Tampan Pujaan Hati

Duda Tampan Pujaan Hati
Azka kemana?


__ADS_3

Sesampainya di depan rumahnya Aliyah, Aliyah dan Arumi berpisah, Aliyah mengajak Arumi untuk mampir tapi Arumi menolak karena mau istirahat biar cepat sehat.


Muntah-muntah yang di rasakan olehnya, Arumi hanya menganggap sebagai masuk angin biasa dan setelah di bawa istirahat Arumi yakin pasti nanti baik-baik saja.


Aliyah membuka buku pelajaran yang besok untuk ujian selanjutnya, ia belajar dengan fokus karena berharap nilainya bagus.


"Kasian Rumi sakit, apa aku bawakan dia bubur saja ya? Tapi dia bilang mau istirahat, jika aku ke sana nanti malah menganggu istirahatnya," kata Aliyah pada dirinya sendiri.


Akhirnya Aliyah kembali fokus belajar, berharap Arumi baik-baik saja dan hanya masuk angin biasa saja.


***


Di sebuah Mall elit yang biasa Azka kunjungi dengan Arumi. Hari ini tampak beda, karena hari ini Azka membawa gadis lain dan gadis yang di bawa hari ini juga beda sekolah dengan Azka.


"Azka, kamu beneran tidak punya kekasih kan? Aku takut kekasihmu marah saat tahu kamu jalan sama aku," tanya Silvi yang tidak lain adalah gadis incaran Azka, mereka berkenalan melalui salah satu sosial media mereka.


Faras Silvi yang cantik nan bahenol membuat Azka ingin mencicipi lekuk tubuhnya itu. Lihat saja aku pasti bakal mendapatkan tubuh mulus Silvi, biarpun Silvi sudah tidak prawan lagi aku tidak peduli.


"Benaran Sil, apa kamu mau melihat kartu Identitasku? Biar kamu percaya kalau aku ini beneran masih lajang," canda Azka sok asik.


"Aku tahu kamu masih lajang, tapi jika kamu punya kekasih bagaimana?" sahut Silvi dengan nada lembut.


"Aku tidak punya kekasih Sil," pungkas Azka berbohong.


Dasar Azka laki-laki laknat, ia lupa dengan Arumi yang begitu mencintainya tapi ia tega berkhianat di belakang Arumi.

__ADS_1


"Baiklah, kita main ke rumahku yuk! Kebetulan rumahku juga kosong, enakan buat berduaan," dengan nakal Silvi menatap Azka cukup mesum.


"Apa boleh?" Azka dengan senang hati bertanya pada Silvi.


Silvi mengangguk, tanpa menunggu lama akhirnya Silvi dan Azka langsung pulang ke rumahnya Silvi.


***


Arumi duduk di tepi ranjang, perutnya rasanya masih tidak enak, rasa ingin muntah juga terus terasa.


"Aku kok mual terus.."


Arumi terdiam, tatapan matanya terarah ke kalender yang ada di atas nakas dekat tempat tidurnya.


"Astaga, harusnya aku sudah datang bulan dan ini sudah lewat satu minggu. Ya Tuhan apa aku hamil dan aku telat datang bulan," tangis Arumi pecah, ia tidak tahu apa yang harus di lakukan saat ini?


Arumi meraih ponselnya lalu ia menelpon Azka tapi tidak ada jawaban, di kirim pesan juga tidak ada balasan. Di saat seperti ini, entah Azka ini kemana?


Arumi memutuskan pergi ke Apotek untuk membeli taspcak, biarpun perasaannya sangat takut tapi Arumi memberanikan diri. Entah hasil tes nya akan seperti apa?


***


Aliyah terdiam sendirian di teras rumahnya, ya dia sengaja duduk di teras rumahnya karena nungguin duda tampan pujuan hatinya dan calon anak tiri kesayangannya.


Rasanya kangen tidak bermain dengan Ayuna beberapa hari ini.

__ADS_1


"Ayuna, Mas Bima....!"


Aliyah beranjak dari tempat duduknya, lalu ia berjalan menhampiri Bima yang sedang mengendong Ayuna.


Kini mereka duduk di taman depan rumahnya Bima.


"Ada apalagi?" tanya Bima ketus, terlihat ia masih kesal karena rasa cemburunya.


Tatapan Bima membuat Aliyah takut, tapi Aliyah juga tidak mau kalau kesalahan pahaman ini terus berlanjut dan membuat dirinya gelisah.


"Mas, apa kamu marah padaku?" tanyanya dengan nada lembut.


"Apakah penting aku marah atau tidak? Lagian kamu sudah punya pacar, untuk apalagi kamu datang ke aku?" Bima menjawabnya dengan ketus.


"Mas, kamu benaran marah? Martin bukan pacarku, aku hanya berbohong padamu," kata Aliyah dengan jujur.


Bima sekilas tersenyum, Ayuna juga diam-diam tersenyum. "Kakak Cantik, ternyata dia belum punya pacar," batin Ayuna dalam hati.


"Lalu, apa pentingnya buat aku?" Bima sok jual mahal, ia tidak ingat kemarin panas seperti cacing ke panasan.


"Yakin tidak penting, berati boleh dong beneran pacaran sama Martin," goda Aliyah membuat Bima langsung melolot tajam.


"Kamu..."


Bersambung

__ADS_1


Mampir yuk ke karya temannya Asti 😊



__ADS_2