Duda Tampan Pujaan Hati

Duda Tampan Pujaan Hati
Sama-sama Panas


__ADS_3

Aliyah semakin tidak tenang, Martin yang ada di sebelahnya tampak kesal.


"Al, dia kan hanya seorang duda. Mending kamu sama aku," kata Martin pada Aliyah.


"Ayo susul dia!" ajak Aliyah, tapi Martin malah menghela nafas berat.


"Mau di susul kemana?" jawabnya cuek, bahkan males sekali.


Apa gadis ini buta? Jelas-jelas aku yang masih bujangan, lah ini malah tergoda sama duda anak satu, tapi wajar sih duda itu memang tampan ya gimana Aliyah tidak klepek-klepek.


Aliyah terdiam, iya benar mau di susul kemana? Sedangkan aku saja tidak tahu, Mas Bima mau cari Mama baru untuk Ayuna dimana?


Aliyah tiba-tiba teringat dengan wanita pakaian kurang bahan yang beberapa waktu lalu datang ke rumah Bima, apa Mas Bima pergi ke rumah wanita itu? Aduh, rumahnya dia dimana ya? Aku harus mencaritahunya, tapi aku harus bertanya sama siapa?


"Sudahlah Al, lebih baik kamu belajar yang rajin! Kita kan sudah mau ujian kelulusan daripada mikirin duda anak satu," nasehat Martin dengan sungkan.


"Sana kamu pulang saja! Kamu membuatku pusing," oceh Aliyah ke Martin.


Akhirnya Martin pamitan pulang, sedangkan Aliyah gelisah di depan rumahnya sendirian.


***


Bima menghentikan mobilnya di sebuah kedai es krim, lalu ia turun dari mobil sambil menggendong Ayuna masuk ke kedai itu.


"Papa, kok kesini?" Ayuna bertanya dengan polosnya.

__ADS_1


"Memangnya Yuna mau kemana? Bukannya makan es krim enak," tanya Bima sambil menaruh Ayuna di kursi.


Ayuna menggelengkan kepalanya, membuat Bima menatapnya bingung.


"Katakan Yuna mau kemana?" tanya Bima penuh perhatian, kelihatan sekali kedua mata anak kesayanganku ini sedih.


"Mau cari Mama baru, kan Kakak Cantik sudah punya pacar, berati Kakak Cantik tidak mau menjadi Ibunya Yuna," terdengar sendu nada bicara Ayuna.


Aliyah, lihtalah! Kamu membuat anak kecil yang tidak mengerti apa-apa menjadi sedih, kasian Ayuna.


"Nanti Papa cari ya Nak, sekarang kita makan es krim dulu! Soalnya hati Papa sedang panas," ujar Bima dan langsung memesan dua cup es krim untuk dirinya dan juga anaknya.


Biarin Aliyah kalang kabut di rumah, padahal Bima tidak sungguh-sungguh mencari Mama baru untuk Ayuna, paten dalam hatinya sudah terukir nama Aliyah gadis bau kencur yang menggemaskan.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, tapi mobil Bima belum juga pulang, sekali-kali Aliyah mengintip mobil Bima dari jendela rumahnya.


"Aliyah, kamu bodoh!"


"Lihat, pasti Mas Bima duda menemukan calon Mama baru untuk Ayuna," tiba-tiba Aliyah sedih dan dia menangis.


Niatnya hanya manas-manasin Bima, eh malah kepanasan sendirian, dasar Aliyah gadis bau kencur.


***


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Martin tiba-tiba datang ke rumah Paman dan Bibinya Aliyah, entah ada kepentingan apa?

__ADS_1


Martin mengetuk pintu rumahnya Regi dan Rita, Rita yang sedang duduk sambil menonton televisi, ia beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek," suara gagang pintu.


"Loh Nak Martin, tumben datang ada apa? Ayo masuk!" dengan nada lembut Rita bicara pada Martin.


Martin mengikuti langkah kaki Rita masuk ke dalam rumahnya, lalu ia duduk di sofa.


"Bi, aku mau kasih tahu kalau Aliyah itu suka pada seorang Duda," dengan mantap Martin mengadu pada Rita.


"Apa? Dasar anak tidak tahu di untung, padahal sudah Bibi jodohkan dengan Rona pengusaha muda yang kaya raya, dia malah menyukai seorang duda, tak habis pikir aku," dengan geram Rita berulang kali menggelengkan kepalanya.


"Besok Bibi akan datang ke rumahnya Aliyah, dia itu ya di atur susah sekali," kemarahan Rita semakin menjadi, ia tidak suka jika Aliyah harus menjalin hubungan dengan seorang duda.


"Iya Bi, aku juga nasehati Aliyah tapi ya tetap saja dia tidak mau mendengarkanku," dengan sengaja Martin malah memanas-manasi Bibinya Aliyah.


Setelah mengadu kepada Bibinya Aliyah, Martin senyam-senyum, lihat saja Aliyah aku yakin hubunganmu dengan duda itu pasti akan segera berakhir.


Rita begitu marah, entah apa yang akan terjadi nanti?


Bersambung


Mampir yuk ke karya temannya Asti 🙏


__ADS_1


__ADS_2