
Saat Art yang menyambut kedatangannya pergi ke belakang, Aliyah masuk ke dalam dan ia mencari ruangan kerjanya Bima.
Untung saja Ayuna pernah menunjukkan ruangan kerjanya Mas Bima padaku, jadi aku tahu dimana tempatnya? Aku harus cepat-cepat kesana.
Dengan rasa penasaran yang cukup dalam, Aliyah berjalan memberanikan diri menuju ke ruangan kerjanya Bima. Sesampainya di depan ruangan kerjanya Bima, ia melihat pintu ruangan itu tertutup rapat membuat rasa penasarannya lebih dalam.
"Pintunya tertutup rapat, kira-kira apa yang sedang mereka lakukan? Atau mungkin mereka sedang berbuat yang tidak-tidak?" Aliyah tampak berpikir keras, ingin mengetuk pintu ruangan itu tapi ia takut dan tidak punya keberanian sama sekali.
Aliyah menempelkan telinganya ke dinding pintu dengan harapan bisa mendengar percakapan dari dalam namun hasilnya nihil, tidak ada yang bisa aku dengan dan dengusan kesal terdengar dari mulut Aliyah.
Aliyah terdiam, lalu dia menatap lama pintu ruangan kerjanya Bima itu.
Tanpa Aliyah tahu ternyata Bima melihat Aliyah dari CCTV, melihat Aliyah mengendap-endap dan menempelkan telinganya di dinding pintu, itu membuat Bima ingin tertawa. Tapi apa yang gadis itu sedang lakukan di depan ruang kerjaku? Lalu kapan dia datang?
Bima mengalihkan pandangannya ke Nessa, dengan genit Nessa menatap Bima dalam-dalam.
"Tuan, sudah jelaskan dengan penjelasan saya?" tanya Nessa dengan nada genit, ia baru saja menjelaskan isi sebuah kontrak kerja dengan perusahaan xx kepada Bima.
"Sudah, jika sudah selesai, kamu boleh pulang Nes," jawab Bima sedikitpun tidak tertarik dengan Nessa, biarpun Nessa cantik dan seski, tapi Nessa itu bukan gadis idamanku.
Nessa merasa kesal, kenapa sih duda ini sulit sekali di taklukkan? Padahal aku sudah cantik, seksi dan goyangan aku pasti enak, apa dia tidak mau mencoba goyanganku? Nessa mendesis, ia sangat kesal pada Bima.
"Tapi Tuan Bima, bagaimana kalau kita pergi.makan berdua dulu?" tawar Nessa sebelum pergi.
"Maaf Ness, aku masih ada urusan dan anakku sudah tidur," tolak Bima. Sangat malas pergi dengan Nessa, aku tidak suka wanita genit.
__ADS_1
Nessa kembali menelan kekesalannya, selalu saja di tolak. Lihat saja aku akan terus berjuang, aku akan membuat kamu jatuh ke dalam pelukanku.
"Baiklah, saya permisi dulu," pamit Nessa geram dan beranjak dari tempat duduknya dengan kasar.
Saat Nessa sudah beranjak dari tempat duduknya, Bima sekilas melihat CCTV dan Aliyah masih ada di luar sana.
Kini mereka berdua keluar bersama-sama, Nessa membenarkan kancing bajunya yang tadi sengaja ia lepas agar terlihat seksi tapi ternyata gagal untuk menggoda Bima.
Saat pintu sudah terbuka lebar, Aliyah kaget dan langsung tegang, tatapan kedua matanya terus tertuju ke Nessa yang sedang membenarkan kancing bajunya. "Tidak salah lagi, pasti sesuatu telah terjadi di dalam sana," batin Aliyah dalam hatinya.
"Kamu siapa?" tanya Nessa setelah selesai dengan urusan kancing bajunya, di kibaskan lah rambutnya yang panjang membuat Aliyah semakin melotot.
"Emmm aku.....aku....."
"Aku apa? Sedang apa kamu di sini?" cecar Nessa kepada Aliyah.
"Aku sedang....."
"Kakak Cantik," panggil Ayuna dan langsung berlari ke pelukan Aliyah.
Bima hanya bisa menyembunyikan tawanya, melihat Aliyah gugup rasanya ingin tertawa.
"Ayuna sayang," jawab Aliyah penuh kasih sayang.
"Oh iya aku sedang bermain di sini, tadi mau mengajak Ayuna membeli es krim," jawab Aliyah pada Nessa.
__ADS_1
Nessa menatap Aliyah tidak suka, apalagi saat melihat Ayuna begitu dekat dengan Aliyah. Kamu mau merebut Mas Bima dariku, itu tidak akan aku biarkan!
"Beli es krim, ayo Kakak!" ajak Ayuna antusias.
Aliyah lupa entah tadi tujuan kesini untuk apa? Sekarang ia malah pergi dengan Ayuna untuk membeli es krim, tapi tidak apa-apalah Ayuna kamu adalah penyelamatku.
Nessa semakin tidak suka saat melihat keakraban Ayuna dan Aliyah.
"Tuan Bima,"
"Nessa aku antarkan mereka beli es krim dulu," potong Bima dan langsung mengejar Aliyah dan Ayuna ke depan. Setidaknya aku bisa terlepas dari Nessa, lega rasanya.
Nessa kembali di abaikan, lalu ia pun akhirnya pulang dengan rasa kecewa yang begitu dalam sedangkan Aliyah, Bima dan Ayuna malah asik makan es krim di taman dekat rumah.
"Tadi apa yang kamu lakukan di depan ruangan kerjaku? Kamu sudah seperti cicak saja mengendap-endap di pintu," sindir Bima secara halus.
Ayuna menatap Aliyah bingung, lalu ia kembali fokus ke es krimnya.
"Aku sedang, itu tadi ...."
"Tadi apa?" Bima semakin jail membuat Aliyah semakin gugup.
"Iya ada cicak yang nempel di pintu, jadi aku ingin menangkap cicaknya," susah payah Aliyah mencari alasan yang tepat.
Bima akhirnya tertawa, ia tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Aliyah, lagian kan aku melihat dari CCTV.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia