
Mereka berempat terdiam, masa iya? Tapi mungkin juga memang begitu untungnya Sakura memakai hijab dan ternyata dalam beberapa kelompok, hanya mereka saja yang anggotanya ada yang berhijab.
"Kamu tidak malu? Di kelompok kita saja lho yaitu kamu yang memakai hijab," kata C memandangi grup lainnya.
Sakura juga menyadari dan lumayan membuat ciut. Ini juga salahnya siapa coba kan Sakura sudah menolak.
"Halah! Untuk apa juga mempermasalahkan kepala ada hijab atau tidak. Yang penting itu kemampuannya dong," kata Linda yang merasa ada benarnya.
"Yah sudahlah. Biarkan saja masalah sekali mau ada yang berhijab atau tidak yang penting, aturannya menggunakan seragam bukan yang ketat, kerudung bukan yang pendek," kata Sakura agak menyindir ke A.
Jungkook yang ada di belakang Sakura dan Linda tersenyum sambil membetulkan topinya lalu pergi untuk membersihkan lobby depan.
"Kelompok Glitter!" Teriak MC yang kebingungan mencari.
"YA!" Jawab semuanya kemudian berdesakan menuju depan.
"Kalian bawa kan nomor pesertanya? Ingat ya jangan sampai hilang," kata MC.
Mereka semua bingung memegang nomor tersebut.
"Ini nomor untuk tampil? Tapi kami kan kelompok," kata Stella.
"Sebenarnya untuk misi lain sih," jawab MC.
"Misi lain?" Tanya kelompok lain yang mendengarkan juga.
Sakura menempelkan nomor itu dengan peniti di bajunya, yang lainnya pun begitu ditempel di bagian yang mencolok. Sakura nomor 18, Linda 29 dan Stella 15 ternyata semuanya diberi nomor acak.
Mereka lalu disarankan untuk mengganti baju seragam, inilah yang dinantikan keempatnya.
"Oh ya satu lagi sebelum kalian semua berganti baju dengan dinas. Kalian harus mengambil nomor tampil yang ada dalam sterofom akuarium ini," kata MC membawakan akuarium yang lumayan besar.
Mereka semua saling mundur karena takut mengambil nomor yang terlarang yaitu 1, 2 atau 3.
"Siapa nih yang mau ambil?" Tanya Stella. Yang lainnya saling menunjuk.
"Sakura saja deh," kata D.
"Apapun nomor yang aku ambil jangan menyesal, jangan mengeluh, atau marah ya," kata Sakura sebelum menuju depan.
Mereka semua mengangguk, A dan lainnya agak menyesal juga karena sudah diperingatkan sebelum mengambil nomor.
Jin yang menyamar menjadi petugas pemegang akuarium menatap Sakura dengan penasaran. Sakura tidak melihatnya lalu mengambil gulungan.
"Silakan buka saja," kata MC.
Sakura lakukan dan dia bengong melihatnya. Jin juga agak membeku nomor berapa?
"Berapa?" Tanya MC yang agak ketawa.
"Dua," kata Sakura menganga.
MC dan lainnya menahan tawa. "Kelompok Glitter di nomor 2!"
"HAH!?" Teriak semuanya.
"Ingat ya jangan marah-marah. Ini sudah takfir dan bukankah lebih enak menjadi yang pertama?" Tanya Linda.
Sakura menghela nafas lalu tertawa. "Semangat semuanya," katanya.
"Ini sih memang buat kita tegang ya. Tapi kamu pasti tidak masalah kan, sudah hafal juga bukan?" Tanya Stella ke A yang membeku.
A menelan ludahnya. Iya sudah hafal tapi kalau ternyata mendapat nomor pagi hari sih, siapapun juga akan tegang.
"Tenang Tenang acaranya dimulai pukul 1 siang, ini hanya nomor saja," kata MC.
"Iya jam 1 siang tapi ini sudah pukul 11. Kita siap-siap saja deh pakai seragamnya supaya tidak rusuh. Nomor 2," kata D menatap nomor itu.
Sakura dan lainnya kemudian mengambil koper tidak ada yang berkomentar karena sudah janji.
"Kita harus maksimal. Ingat ya nama grup kita Glitter," kata D.
"Lalu kalau namanya Glitter, kita harus bagaimana lagi? Itu nama tidak ada ciri khas kita lho. Harusnya kalau Glitter, artinya kita harus memukau banyak guna warna dan eyeshadow mengkilat," kata C.
"Teh Sakura peralatan dandannya lengkap lho apa kalian mau sekalian dia per bagus pakai glitter?" Tanya Linda.
Yang lainnya berpikir. "Benar juga sih, mau diubah juga sudah tanggung. Ya sudah deh dandani kami dengan glitter yang bagus ya," kata B dengan nada menyebalkan.
__ADS_1
"Teteh bisa kan nanti dandanin Linda juga? Kira-kira waktunya pas tidak ya?" Tanya Linda melihat jam tangannya.
"Lebih baik kita saja deh yang pakai glitter soalnya kan posisi kita paling depan," kata D.
"Bisa kok. Tenang, cepat kok kebetulan Teteh baru saja beli glitter 24 warna jadi nanti akan dibuat berbagai macam bentuk supaya mencolok," kata Sakura.
A dan lainnya tidak bisa lagi bicara memang benar kalau Sakura sulit dikendalikan.
Mereka berjalan, Sakura, Stella dan Linda berada di paling belakang mereka mengobrol. Tengah B dan D lalu depan ada A dan C.
Sakura sempat menatap seorang petugas berkulit sangat putih yang sedang membersihkan jendela, yaitu Suga.
"Kenapa Teh? Terpesona sama petugas kebersihan?" Tanya Linda.
Mereka semua tertawa.
"Tipenya rendah sekali sih," kata A mengejek.
Sakura sama sekali tidak mendengar. "Eh, kalian sadar tidak sih petugas gedung ini semuanya tampan-tampan," kata Sakura.
Suga tidak memperhatikan mereka dan dengan cermat membersihkan jendela yang lebar dan tinggi. Mereka semua sulit melihat wajahnya yang tampan.
"Oh! Iya iya Teh. Jadi bukan hanya Linda saja ya. Kalau kata Stella sih petugas di gedung ini justru sudah pada berumur alias tua. Mungkin mereka membuka lowongan pegawai baru," kata Linda memperhatikan.
Suga sudah tentu memasang alat penerjemah dan akhirnya harus tertawa lumayan keras. Untungnya Sakura dan kelompok lain sudah cukup jauh.
Mereka sampai di ruangan ganti tapi harus kecewa karena harus mengantri. Dan pertama yang mengantri sudah tentu kelompok cosplay.
"Ya ampun, mereka kan lama!" Teriak B.
Yang lainnya setuju.
"Kita cari kamar lain yuk, tidak apa kan kalau gudang," kata Sakura melihat ke depan dan belakang.
Akhirnya mereka menemukan gudang yang hanya bisa dimasuki 3 orang. Tapi itu lebih baik, sebagian kelompok mengantri kamar gudang dan bergantian.
Meskipun A dan lainnya menolak, tapi karena giliran mereka sangatlah dekat jadi harus ditahan rasa tidak sukanya.
"Teh, kita buat sendiri yuk ruang gantinya tidak mungkin bisa menunggu mereka," bisik Linda.
akhirnya mereka cari tempat yang kosong dan saling berjaga dengan beberapa peserta lainnya.
"Wah! Serius! Teteh punya kosmetik spesial," kata Stella menganga.
"Iya dong enak loh jadi lebih simpel tidak butuh waktu lama. Jadi kan memang bisa kok Teteh dandanin kalian semua. Ayo sini kalian berdua dulu nanti yang lainnya," kata Sakura mengeluarkan beberapa kosmetik.
Suga, Jin dan RM berada di lorong tempat dimana Sakura tengah sibuk mendandani mereka berdua. Memperhatikan Sakura yang sibuk membuat motif di kedua pipi mereka dengan warna glitter yang manis.
"Teteh suka warna yang terang ya? Glitternya juga banyak ini," kata Linda takjub.
"Soalnya mata Teteh kan sipit dan putih jadi harus pakai warna-warna mencolok atau terang dan sedikit kilauan bubuk peri," kata Sakura yang sekarang mewarnai wajahnya dengan kosmetik.
"Kekurangannya biar kita sendiri yang buat. Masih banyak waktu juga ternyata," kata Stella memakai miliknya.
Setelah itu mulai Linda yang di rias dengan balutan warna yang ringan dan diberikan hiasan glitter sedikit di mata dan pipi.
Mereka bertiga yang melihatnya takjub, memperhatikan hasilnya memang cantik, tidak menor dan masih bisa dibilang sederhana.
"Teh sekalian buat hiasan juga yang jadi ciri khas nama grup," kata Stella.
""Boleh. Mau apa?" Tanya Sakura.
"Teh Sakura kan kreatif coba deh buatkan kita hiasan yang menarik dan ceria," kata Linda.
"Hmmm, kita perlu semacam piring plastik untuk mencampurkan warna. Ya sudahlah pakai tangan Teteh saja," kata Sakura.
"Excuse me," kata RM yang datang menghampiri mereka.
Mereka bertiga kaget, mereka memandang RM dengan kepala yang mendongak.
"Tinggi sekali," kata Sakura.
Suga dan Jin datang ditambah Jimin yang mendadak gabung dengan wajah malu.
"Yes?" Jawab mereka bertiga.
"Instead of you using your hands, you better try it on our hands
__ADS_1
( Daripada kamu menggunakan tanganmu sendiri, kamu lebih baik menggunakan di tangan kami saja )," kata RM menawari.
Mereka saling berpandangan. Jimin dan Suga mengagumi dandanan wajah mereka bertiga yang masih terlihat alami dan mereka menyukainya.
"Are you sure?
( Apa kamu yakin )?" Tanya Linda agak ragu.
"Yes, of course my friends will help you too
( Ya, tentu saja teman-temanku akan membantu juga )," kata RM sambil menarik baju mereka.
"Oh well. Let's do it we don't have more time
( Oh baiklah. Ayo lakukan kita tidak punya banyak waktu )," kata Sakura yang mulai mengeluarkan banyak warna dan glitter.
Mereka berempat kemudian membuka baju lengan dan memajukan ke depan Sakura.
"I only need the surface of hands and back. It is ok?
( Aku hanya memerlukan permukaan tangan dan belakangnya. Apa tidak apa )?" Tanya Sakura memastikan.
"Oh, Ok no problem
( Oh, baiklah tidak masalah )," jawab Jimin sambil senyum.
Dengan ijin mereka, Sakura tidak ada keraguan lagi dan mulai menggoreskan beberapa warna pada tangan RM, lalu warna lain yang dicampur di tangan Jimin dengan ditambah glitter putih.
Sakura membuatkan 4 campuran warna yang terang, redup dan gelap juga glitter di setiap tangan mereka. Kemudian mulai membuat semacam bentuk pola.
Linda Dan Stella berdiri diam saat Sakura melukiskan sesuatu di kedua pipi dengan hiasan yang berbeda. Lalu ditambahkan hiasan daun atau bunga.
Mereka berempat sangat kagum melihat Sakura tanpa keraguan membuat gambar bunga sakura tanpa ada yang salah. Lalu memoleskan warna yang terang dan hiasan bintang.
"Nih lihat," kata Sakura memberikan cermin.
"WAAAH!!" Teriak mereka berdua.
"WOW! Keren. Aku mau dong," kata yang lainnya mengerubungi mereka.
Keempatnya juga ada mereka terkejut melihat penampilan mereka bertiga yang kini berubah sesuai nama grup mereka.
"Ayo, selanjutnya kalian berempat," kata Sakura.
Mereka bergantian dan Sakura memberikan warna yang sama dengan motif berbeda.
Dalam tas Sakura terdapat berbagai macam cetakan yang berbeda-beda. Mereka berempat memilih yang lumayan sulit. Tapi Sakura senang tidak terlihat susah dan memberikan warna menarik.
"Pakai ini, kita tempelkan di pinggir mata supaya lebih ceria," kata Sakura membuka kotak kecil.
Lalu terakhir Sakura membuka sebuah tube yang berisi cairan bening dan meneteskannya di tangan mereka berempat. Ternyata untuk menghapuskan warna sebelumnya dengan bersih.
Mereka terkesan dan memegang tangannya. Lembut.
"Wow! That's so cool
( Wow! Itu sangat keren )," kata Suga keceplosan.
Sakura tersenyum kepada mereka. Lalu memperlihatkan warna lain pada mereka yang isinya sama bening namun ada bintang kecil di dalamnya.
" Thanks. I already try it mix at home. Well, I try it to my face and that's so good
( Terima kasih. Aku sudah mencobanya di rumah. Yah, aku mencoba ke wajahku dan hasilnya sangat bagus )," kata Sakura dengan tertawa dan menempelkan jarinya lalu menempelkannya pada semua.
Cairan bening dan bintang itu untuk membuat wajah mereka tetap segar. Serta dandanan mereka tidak mudah luntur, semacam handsanitizer tapi ini untuk wajah.
"Tidak perih ya dan segar sekali," kata B agak takut.
"Iya dong. Keren kan makanya aku beli agak banyak, apalagi kita mau tampil sebisa mungkin aku cari cairan yang bisa membuat wajah kita tetap segar," kata Sakura.
Jimin dan Jin mencoba ke wajah mereka dan mereka berdua terkejut karena memang segar. RM dan Suga tertawa melihatnya.
"Mereka orang Korea Teh," bisik Linda.
Sakura mengangguk. Siapakah mereka?
"Suara mereka kok sepertinya familiar ya," kata B dan C bersamaan. Membuat mereka semua lalu terdiam dan menyikut.
__ADS_1
Bersambung ...