Dunia Mencari Bakat

Dunia Mencari Bakat
3


__ADS_3

Mereka kemudian menunggu sekitar 15 menit dan muncul 4 orang sisanya. Kita sebut saja mereka menggunakan huruf A, B, C, dan D. Mereka datang dengan pakaian yang rapi dan tidak minim sih, hanya agak kaget saat tahu Sakura memakai hijab.


"Oh, ikut kelompok kita?" Tanya A pada Sakura.


"Iya. Kenapa? Aneh ya?" Tanya Sakura sambil tersenyum.


"Tidak kok tapi apa tidak akan apa-apa? Kan yaa Teteh berhijab gitu bukannya kalau nanti berjoget akan susah?" Tanya B sambil menggeser kursinya.


Mereka menatap Sakura agak kurang nyaman. Sakura hanya tersenyum menatap ke arah mereka, dimana dia juga tahu kalau mereka keberatan.


"Aaah, hijab itu bukan masalah bukan penghalang juga kalau untuk mengembangkan kemampuan, why not? Hijab tidak boleh dianggap sebagai beban. Atau... kalian memang tidak mau saya masuk?" Tanya Sakura.


"Tidak, kami tidak bermaksud begitu kok ya siapa tahu jadi susah bergerak," kata C.


Lalu mereka bertujuh berembuk soal gerakan dan lagi yang akan mengiringi gerakan mereka.


"Oh ya, nama grup juga belum kan? Kami sudah punya namanya," kata D dengan nada dingin.


"Apa tuh?" Tanya Linda.


"Pretty Girl," kata A tersenyum.


Keempatnya senang mengakui nama grup itu. Sakura berwajah aneh dengan kedua mata jadi setitik. Linda dan Stella mendengus.


"Norak ah! Apaan tuh?" Tanya Stella lalu tertawa.


"Ya baguslah. Kita semua kan memang wanita cantik," kata A.


"Buat nama grup yang sesuai karakter kek, sifat kek atau mungkin kegemaran," kata Linda sebel.


"Warna misalnya. Hmmm," kata Sakura berpikir.


"Kalian punya ide juga tidak? Jangan asal ngomong ya," kata B.


"Bagaimana kalau Blinkiez saja? Blink sudah ada yang punya kan," kata Sakura.


"Blinkiez?" Tanya semuanya lalu berpikir.


"Alasannya?" Tanya Linda.


"Tidak tahu juga. Apa aneh ya?" Tanya Sakura.


Mereka semua mendengus, mereka saling berpikir. "Kalian semua sula bunga?" Tanya Sakura.


"Aku Jasmine," kata A.


"Amarilis," jawab B.


"Aster," jawab C.


"Begonia," jawab D


"Camelia," jawab Linda.

__ADS_1


"Daffodil. Teteh apa?" Tanya Stella.


"Bunga Sakura itulah kenapa nama Teteh Sakura. Kalau begitu kita buat Flowery saja ya. Alasannya sebut saja kita menyukai berbagai macam bunga. Bagaimana? Ya ini yang paling mudah sih," kata Sakura.


"Tidak terlalu centil," kata Linda.


"Bisa diartikan sebagai cantik juga," kata C.


"Kesannya juga bagus karena kita kan perempuan pasti suka bunga. Aku setuju," kata Stella.


lalu sudah dipastikan juga lagu yang akan mereka ambil adalah R&B. Agak ngeBeat lompat-lompat juga.


"Bagaimana kalau lagu Mashup saja jadi kita tidak perlu cari lagu satu per satu," kata A.


"Bolehlah. Kamu mau ide kan lagu apa?" Tanya Linda.


"Demons x Jar of Hearts. Menurutku lagu ini lumayan enak kalau dipakai lalu kita campur juga dengan salah satu lagu milik BTS. Kita potong saja," kata B memberikan saran.


Semuanya setuju. "Lalu soal latihannya kita beri waktu seminggu ya dari sekarang," kata A.


Mereka setuju. Dan hari pertama dilakukan di hari berikutnya, mereka bergerak, berlatih, membuat koreo dengan sangat kacau! Setiap orang saling berpendapat bahwa gerakan yang bagus adalah menurut masing-masing dirinya.


Tempo lagu dengan gerakan, sama sekali tidak beraturan, posisi saling pindah seenaknya. D sangat ingin mendominasi semua gerakan serta lagu. Tidak ada satupun yang bisa bekerjasama, Linda dan Stella keberatan dengan adanya gerakan balet.


Sakura kebingungan melihat mereka semua seperti mirip anggota tawuran daripada grup. Akhirnya diputuskan untuk rehat sejenak.


"Kamu sudah daftarkan kita semua kan?" Tanya Sakura pada Stella.


"Dengan anggota yang begini?" Tanya Stella menatap A dan D masih mengatur posisi.


Dengan malas mau tidak mau Stella harus mendaftarkan mereka berempat. Kebetulan ada mobil pendaftaran untuk ditujukan ke Jakarta, Stella lalu menerima nomor yang dengan nama di belakangnya.


Mereka bersorak menerima nomor beserta nama mereka.


"Ayo, kita semangat!" Sambut C dengan gembira.


Kembali mereka mencoba memperagakan gerakan yang telah mereka lakukan untuk diuji. Boleh juga sih mereka berempat yang mengambil alih gerakan.


"Kamu salah, harusnya kamu itu di sini posisinya! Lalu gerakkannya begini bukan memutar!" Kata D dengan nada marah.


Alhasil semua gerakan yang mereka coba lakukan hampir semuanya salah! Membuat mereka semakin cemberut. Berakhir sekali lagi dengan mempertahankan pendapat masing-masing.


"Sakura! Kamu juga salah," kata D.


"Salah bagaimana? Situ yang dari tadi tidak ada gerakan," kata Sakura.


Padahal Sakura, Linda dan Stella sudah berusaha menyamakan gerakan tapi selalu dianggap salah terus. Ketiga temannya pun akhirnya menyerah.


"Kalau begini lebih baik bubar saja deh!" kata Sakura yang sudah malas.


Mereka semua terdiam, duduk di lantai keramik.


"Kan aku sudah bilang, Sakura gerakannya itu begini tapi kamu malah..." kata A.

__ADS_1


"Idih, kamu juga dari tadi salah ambil posisi. Enak sekali nuduh orang tapi dirinya sendiri tidak merasa salah?" Tanya Stella.


"Aku kan pemimpin. Baru sehari saja berlatih sudah sekacau ini," kata D.


"Pemimpin? Siapa juga yang tunjuk kamu jadi pemimpin? Grup Flowery itu justru aku yang buat kalian kan hanya masuk saja," kata Stella sudah kesal.


Mereka kembali berantem, Sakura hanya menyaksikan mulut mereka yang menampar satu sama lainnya. Sakura garuk-garuk kepala, sudah pusing dengarnya.


"ENOUGH!!! Kalau kalian terus mempertahankan ide sendiri, kapan kita akan selesai? Ingat ya minggu depan kita terbang ke Jakarta! Kita mau menampilkan gerakan yang kacau begini? Lebih baik aku keluar deh!" Seru Sakura yang kesal.


Gerakan yang ditampilkan A salah, B kacau, C lebih berantakan dan D sendiri hanya sebagai tukang perintah.


"Ya terus kita harus bagaimana?" Tanya A memandang semuanya.


"Yah mikir dong kamu katanya mau jadi ketua grup. Mana wibawanya? Salahkan ini itu padahal kamu sendiri sama sekali tidak bergerak! Ketua harusnya banyak mencari solusi bukan semakin ribet urusannya," kata Sakura mengomel.


"Ya sudah terus kita mau bagaimana nih? Seminggu kita berlatih, seminggu juga kita akan ke Jakarta," kata D.


Semuanya hanya terdiam, mereka sudah terlalu lelah.


"Kalau kamu pikir mudah menjadi ketua lalu bisa seenaknya main perintah, menurut aku kamu bukan ketua yang sesungguhnya. Belajar dong dari seorang RM leader grup tuh. Lihat bagaimana caranya dia bisa atur anggotanya. Bukan seperti ini!" Kata Sakura marah.


Mereka terdiam.


"Menurut Teteh bagaimana? Untuk saat ini, Linda mau tahu pendapat Teteh," kara Linda.


"Mau bilang tadi juga kan kalian semua seru berantem. Jadi Teteh diam saja," kara Sakura.


"Habis," kata A lalu diam lagi.


"Menurut aku sekarang yang jadi utamanya adalah ciptakan dulu deh gerakan kalian masing-masing. Di sini kan kebetulan setiap sudut sepi, kalian bisa ambil posisi yang menurut kalian enak. Tugas: Buat gerakan sebanyak mungkin. Kita juga berpencar, kalau mau. Selaraskan gerakannya dengan lagu," kata Sakura memberikan saran.


"AH! Iya ya lagunya tidak pas dengan gerakan tadi ya," kata Linda.


"Iyalah! Lagunya sudah oke tapi... lagu kemana, gerakan kemana. Lalu nih ya buat kamu D, aku lihat kamu bisa balet ya," kata Sakura.


"Iya. Aku kan belajar balet sudah sejak 5 tahun sampai sekarang. Kenapa? Mau belajar? Tapi aku sibuk mana bisa ajarkan yang berhijab," katanya dengan agak angkuh.


"Bukan itu. Aku ingin kamu lebih membuka mata ya kalau kita berenam tidak ada yang bisa mengikuti gerakan balet kamu. Jadi lebih baik jangan ditunjukkan lagi," kata Sakura.


"Tapi kan ikonik sekali gerakan itu," kata C.


"Kalau begitu jangan ikut grup. Kan ada yang pilihan single, lagian kenapa sih tidak pilih itu saja? Kalau memang kamu bakatnya balerina," kata Sakura agak aneh.


"Karena tidak ada teman Teh, dia kan inginnya pamer saja," kata Stella mencibir.


D berwajah memerah dan memandangi ke arah lain.


"Ya memang bagus lebih bagus lagi kalau kuta memang bisa kan. Tapi lebih baik cari gerakan uang mudah deh. Kita bukan balerina seperti kamu. Oke? Kita sudah dari pagi lho disini masa kita mau sia-siakan dengan gerakan kacau?" Tanya Sakura memandang ke semuanya.


"Baiklah. Kalau yang ini aku setuju lalu kita mau sampai jam berapa latihannya?" Tanya C.


"Aku terserah," Jawab sakura.

__ADS_1


"Sampai jam 7 sajalah jangan terlalu malam. Kalian bisa beli kuota lalu pasang lagunya sekalian dan pikirkan gerakan yang pas," kaya Linda.


Bersambung ...


__ADS_2