Dunia Mencari Bakat

Dunia Mencari Bakat
17


__ADS_3

"Glitter. Itulah nama kelompok kami," kata B bersikukuh.


"Bukan..Saya rasa kurang cocok mendengarnya. Oke, bagaimana pendapatmu soal itu hmmm Linda?" Tanya Rossa.


Mic lalu diserahkan pada Linda.


"Flowery," kata Linda mengedipkan sebelah mata ke Sakura dan Stella.


Empat anggota yang lain menganga mendengar jawaban Linda dan tampak berbisik kesal.


"Kenapa?" Tanya Rossa dengan tersenyum.


"Karena kami menggunakan karakter masing-masing yang berbeda, dimaknai dengan beraneka ragam bunga," jawab Linda kemudian memberikan mic pada MC.


"Iya aku setuju lho itu. Bagaimana dengan yang lain?" Tanya Vidi.


Mic menuju Stella. "Aku setuju dengan nama Flowery karena semua perempuan menyukai bunga dan tidak semua perempuan juga menyukai Glitter," jawabnya dengan kalem.


Semuanya bertepuk tangan lalu tertawa. B dan D hanya tersenyum sinis mendengarnya.


"Lalu kenapa akhirnya kalian menamai tim ini Glitter?" Tanya Kiara.


"Saya ketuanya, saya yang menamai tim ini begitu jadi mereka harus menurut kan," jawab D dengan tegas.


Para juri dan penonton tertawa mendengarnya, beberapa peserta saling berbisik.


"Oke kalau begitu tapi kalau memang kamu mau tim ini bernama Glitter, seharusnya mulai dari dandanan, seragam, sepatu dan lainnya mencerminkan bubuk peri itu ya. Benar-benar wajah juga terlihat glowing tapi nyatanya ya maaf ya kalian biasa," jawab Jupi agak meresahkan D dan A.


"Baik," kata D dengan wajah merah semu.


"Itu nama awal tim kalian? Atau masih coretan?" Tanya Kiara.


"Nama awal," Jawab semuanya dengan tertahan.


"Yang anehnya kok diubah? Padahal sudah bagus lho, kalau Flowery kalian mau tampilannya bagaimana juga ya sesuai maknanya kan," kata Vidi menganggukkan kepalanya.


"Setidaknya menurut saya kalau mau maknanya Glitter, kalian harus centil, genit dan blink-blink tahu kan?" Tanya Jupi lagi.


Linda, Stella dan Sakura hanya menahan tawa saat semua juri menyerang keempat sisa lainnya. Mereka tidak bisa menjawab, dan memegang mic menahan kesal.


"Tapi penampilan kalian biasa saja lho. Anehnya kenapa hanya bagian belakang saja, mereka bertiga yang berbeda dari anggota tengah dan depan? Seragam mereka bersinar sedangkan kalian yang depan seksi sendiri. Menurut aku Flowery lebih cocok ya, kalian bisa bebas memakai seragam mau yang seksi atau kalem," kata Rossa memencet bel hijau.


A dan lainnya bersyukur meski mereka memandang Sakura dan keduanya dengan tatapan sinis.


"Kelompok kalian siapa yang pertama membentuk?" Tanya Vidi.


"Saya," kata D mengangkat tangan, alih-alih Linda.


Juri tidak yakin karena terlihat mereka berempat tampak pecah dengan sisa tiga anggota lain.


"Aku tidak yakin lho," kata Rossa berbisik.


"Maksud saya yang mengumpulkan kalian menjadi tim siapa? Kamu kan hanya ketua ya," kata Jupi dengan lebih jelas.


D akan mengangkat tangan lalu Linda langsung duluan. "Saya," katanya.


"Oke. Lalu pertama kamu ajak siapa?" Tanya Jupi lagi.


"Teman dekat saya, Stella. Lalu Teh Sakura, sisanya mereka berempat," tunjuk Linda.


Mereka berempat saling berpandangan.


"Lalu kenapa bukan kamu yang jadi ketuanya?" Tanya Kiara heran.


"Saya sih mau saja," jawab Linda.


"Lalu?" Tanya Jupi.

__ADS_1


"Dia yang dipojok malah mengira Teh Sakura ketuanya," jawab Linda.


Sakura tertawa dengan menutup mulutnya. Karena badannya tinggi sudah pasti dikira sebagai ketua.


"Kalau ternyata Teh Sakura yang jadi ketua tim kamu setuju atau tidak?" Tanya Rossa tertawa.


"Tidak. Justru bersyukur," jawab Linda membuat yang lainnya tertunduk.


Anggota BTS juga lebih ingin Sakura menjadi Leader karena mereka sudah melihat jiwa seorang pemimpin.


"Kenapa?" Tanya Jupi.


"Teh Sakura orangnya kreatif, bisa menyeimbangkan kemampuan kami semuanya dan lebih memilih gerakan yang bisa kita ikuti. Kita bebas mengeluarkan ide gerakan atau bahkan lagu pengiring, berbeda dengan Ketua di sana," jawab Linda tidak peduli.


"Bagaimana dengan Sakura sendiri? Kamu mau jadi ketuanya?" Tanya Kiara.


Mic diberikan pada Sakura. "Tidak, memang aku bisa semua itu tapi sebagai pemimpin aku kurang bisa tegas. Jadi Linda saja lagipula dia yang pertama mengajak saya ikut," kata Sakura.


"Hmmm tapi di biodata yang kami baca, usia kamu lebih tua dari mereka berenam. Ini agak mirip grup BTS ya yang dimana, Jin pasti kalian tahu usianya lebih tua tapi yang jadi Leader malah yang agak muda yaitu RM," kata Vidi membuat semua penonton bertepuk tangan tangan meriah.


"Saya lihat kamu seperti antara RM dan Jin, kok bisa ya Sakura?" Tanya Kiara mengamatinya.


"Saya tidak tahu," jawab Sakura memerah.


Mereka semua tertawa, sebagian tidak setuju tapi sebagian memang merasa demikian. RM merasa begitu, Jin hanya tertawa mendengarnya. JK bengong saat tahu usia Sakura lebih tua darinya.


"Bukannya lebih mirip Hyung Jin?" Tanya JK pada V yang sedang tertawa.


"Kamu tidak masalah bila diperintah oleh yang muda?" Tanya Rossa.


"Asalkan benar kegiatannya, ucapannya bukan hanya sekedar, 'Aku ini ketua' hanya agar semua anggota diam. Aku akan sulit diatur bila dia hanya status saja tanpa ada isinya," jawab Sakura.


"Wow! Oke, bagus jawabannya," kata Kiara bertepuk tangan.


MC menenangkan para penonton untuk melihat Jupi yang mulai serius.


Para BTS kemudian duduk dengan tegak untuk lebih menjelaskan jawabannya.


"Hmmm ya oke oke saja dia kan seorang Leader yang banyak pengalaman dari zero sampai menjadi Hero. Dia tahu bagaimana menangani anggota muda dan yang tertua. Darinya aku bisa banyak belajar menjadi Leader yang baik, sama dengannya," jawab Sakura membuat RM berwajah malu menutup topinya.


"Kamu tahu siapa anggota paling tua di BTS?" Tanya Vidi sambil tertawa.


"Kim Seokjin," jawab Sakura dengan mantap.


Seruan deburan tepuk tangan dan sorakan menyambut dan bergema, tentu mereka juga merasa kalau acara ini sebenarnya karena ada mereka bertujuh.


"Hahaha menurut kamu nih ya pantas tidak sih kalau Jin itu anggota paling tua?" Tanya Rossa yang menahan tawa karena tahu Jin berada di dalam gedung.


Jin menutup wajahnya dan tertawa.


"Menurutku lebih pantas RM karena terlihat seperti lebih tua mungkin karena sikapnya yang kebapakan," jawab Sakura membuat yang lain tertawa terbahak-bahak.


Jin bersorak dan menepuk bahu RM dengan keras. Anggota yang lain meledak dan mengejek dirinya yang sabaaarrr sekali.


"Kenapa?" Tanya Kiara dengan masih tertawa keras.


"Ya itulah RM usia muda tapi sikapnya seperti sudah tua, Jin kebalikannya tapi kalau sudah galak, memang mengerikan. Kalau Jin galak, baru kelihatan sebagai Leader yang sangat ditakuti," jawab Sakura dengan polosnya membuat yang lain tertawa kembali.


Mereka semua kebingungan dan hanya Linda yang menghela nafas.


"SELAMAT KEPADA KELOMPOK GLITTER. KALIAN LULUSSS!!!" Seru MC yang masih tertawa.


Semua anggota berteriak histeris dan berpelukan sudah tentu Sakura dengan Linda dan Stella, sisanya mereka berempat.


RM dan anggotanya masih belum puas kenapa juri tidak bertanya soal hiasan yang mereka kenakan alih-alih hanya soal dandanan wajah.


"Mungkin para juri juga sudah tahu siapa yang berjasa besar membuat hiasan dan tampilan mereka," kata Suga saat melihat kegalauan RM.

__ADS_1


"Kita sudah tahu bagaimana sikap orang yang tengah berkompetisi. Mereka akan berusaha mencolok dan meninggalkan orang yang disebut saingan. Meski pekerjaannya telah membuat mereka lulus," kata Jimin menatap mereka yang ada di panggung.


"Benar juga hanya sayang sekali bila para juri harus memilih mereka semua. Kenapa sih tidak dipilih orang yang bagus lalu disatukan dengan kelompok lain?" Tanya V memandangi ketuanya.


RM hanya berpikir sambil meletakkan dagunya di atas kepalan tangannya.


"Yang paling belakang bagus ya seragamnya ada hiasan, lalu wajah kalian juga dibuat semacam hiasan berbeda. Siapa yang membuatnya?" Tanya Rossa.


RM, Jin dan V memandangi yang lain secara yang mereka pertanyakan akhirnya keluar juga. Saat hendak menjawab oleh A, Stella sudah langsung berbicara.


"Teh Sakura yang buat. Saya memberikan saran bagaimana kalau diberi hiasan di kedua pipi, dan Teteh yang memikirkan polanya," jawab Stella melirik A yang malu.


Sakura malu namanya disebut lagi, seharusnya tidak perlu. Para juri terpesona begitu juga dengan peserta lainnya.


"Wah! Lain kali saya juga mau dong dibuatkan," kata Kiara menunjukkan pipinya yang mulus.


"Hehehe boleh," jawab Sakura dengan malu.


"Saya juga melihat ya dandanan kalian bertiga memang bertiga. Apa memang konsepnya dibedakan? Yang namanya Linda posisinya tepat ya apalagi hiasan baju tampaknya disetarakan sesuai dengan gerakan," kata Rossa.


"Hiasan dan warna seragam, selaras. Posisi tengah juga seragamnya berbeda lho jadi memang konsepnya depan, tengah dan belakang berbeda ya. Kami tidak bosan melihatnya, hanya saja tolong nanti kalian bergerak jangan di belakang saja," kata Jupi memberikan saran.


Mereka berempat secara tidak terduga mengakui bahwa konsep mereka yang mendadak sangat bagus. A tidak menyangka bahwa ide Sakura akan sangat diterima. Mau tidak mau mereka hanya bisa tersenyum kecut.


"Terima kasih kami memang merencanakan ini supaya tidak membuat bosan juri," kata D.


Stella dan Linda menyikut pinggang Sakura lalu dibalas dengan lirikan mata. Akhirnya mereka semua menundukkan kepala dan pergi ke belakang panggung. 6 kelompok dan 12 peserta single akhirnya selesai diuji dan mereka diminta untuk menunggu keputusan juri.


Para BTS mendapatkan perintah harus datang ke sebuah ruangan terpisah.


"Kira-kira ada apa ya?" Tanya Jin penasaran.


Mereka memasuki ruangan dan Manager memberikan keterangan yang sama serta memberikan kartu pada masing-masing anggota BTS.


"Kartu ini saya berikan kepada kalian untuk memilih salah satu orang yang menurut kalian, dia bisa sukses menjadi murid kalian," kata Manager.


Mereka bertujuh menerima kartu berlambang C besar. Dan penasaran.


"Apa ada syaratnya?" Tanya Suga.


"Bebas. Kalian bisa memilih satu orang saja sari grup atau single. Kalian bisa memilih karena bakat mereka, kemampuan atau keahlian, atau yah kalian menyukainya karena suatu hal lain. Tapi ingat mereka harus punya kualitas bukan sembarang fans," kata Manager memperingati.


Mereka senang bukan main mendengarnya, sudah mendapatkan bayangan siapa yang akan mereka pilih. Mereka saling bertanya namun memutuskan untuk tidak memberitahukan siapa.


Setidaknya bukan peserta seperti A atau D.


"Ini hebat!" Kata V dengan senang.


"Tentu saja, kami pikir kalian akan bermimpi buruk bila yang menang adalah grup yang menyebalkan atau peserta single yang arogan," kata Manager tertawa.


"Hanya satu orang? Kalau orang itu dalam kelompok?" Tanya Jhope.


"Tidak apa. Dalam kelompok kalian memilih satu, saat penjurian orang yang kalian pilih dalam kelompok dan mereka gagal, kalian bisa ambil dia. Sisanya dipulangkan, dan dia akan menjadi rekan tarian, menyanyi atau yang lain. Mudah kan," kata salah satu kru menjelaskan.


Semuanya bengong tidak dapat berkata apapun, mereka terkejut tapi juga senang.


"Kalian setuju?" Tanya Manager.


"SETUJU!!!" Teriak mereka bersamaan dan menyimpan dalam saku dengan aman.


"Baiklah, sekarang silakan kalian cari yang menurut kalian cocok untuk dijadikan rekan selama kompetisi ini. Ingat hanya satu," kata Manager.


JK langsung membuka pintu dan berlari kencang, dia sudah tahu siapa yang akan dipilihnya. Yang lain juga bergegas mengejar dan menuju aula tunggu dimana semua peserta menunggu.


Manager, para kru serta direktur Dunia Mencari Bakat hanya tertawa melihat gerombolan pemuda Korea berhamburan.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2