
"Nih kalian yang pilih deh kancingnya mau yang mana," kata Stella.
"Waah," kata B memandangi kancing yang lucu.
"Hmmm guru TK memang beda ya," kata C manggut-manggut.
C memilih bentuk air dan B memilih ikan beberapa jam seragam mereka juga jadi hanya dengan dibuat model yang berbeda. Rok mereka memang ingin terlihat pendek karena posisi tengah.
"Ada gunanya juga ya Teteh bawa mesin jahit serba guna ini. Tidak terlalu kecil dan pas dalam kantong juga," kata Sakura tersenyum.
"Terima masih ya Teh Sakura," ucap mereka berdua agak malu.
"Ya sama-sama. Nih sudah jadi, A dan D sudah pulang?" Tanya Sakura mencari.
"Sudah lah mereka tidak mau tahu soal seragam yang penting sudah dibagikan. Sebenarnya kita juga baru tahu kalau rok dan atasan dibuat sependek ini," kata B.
"Lho bukannya kalian berkomplot soal seragam model begini?" Tanya Linda.
Mereka berdua saling berpandangan.
"Memang tanpa mengikutsertakan kalian bertiga, mereka memutuskan tema seragam adalah cheerleader, tapi kami berdua menolak. Kamu juga pasti tahu kan kelakuan A bagaimana kalau di kantor," ucap C.
"Di tempat kerja kalau dia dapat tugas mengurus seragam kantor, di luar akal sehat jadinya," kata B.
"Ya memang makanya aku dan Stella tidak yakin soal seragam ini," kata Linda.
"Berarti seragam yang tidak berubah itu punya A dan D ya," kata Sakura berpikir.
"Iya biarkan saja lagipula pas kan setiap bagian posisi berbeda model an seragamnya. Suruh siapa kita tidak diikutsertakan dalam pemutusan soal seragam kan," kata Stella.
Mereka semua setuju, B dan C pamit untuk pulang dengan perasaan senang.
"Pasti nanti mereka akan bilang seragamnya dibuat sama ibu mereka," kata Stella.
"Biarkan sajalah. Mungkin mereka tidak enak kalau Teteh yang bantu perbaiki bisa merusak pertemanan mereka kan," kata Sakura membereskan semuanya dibantu Linda dan Stella.
Jhope dan Jimin tersenyum dan memutuskan untuk memasuki mobil lalu memberikan laporan. Supir menjemput RM dan V yang berada di gedung lain, mereka menuju hotel, berbelanja sebentar lalu bersiap menuju Jakarta.
Di hari yang ditunggu-tunggu, tiba juga. Orang tua Sakura memberikan restu dan doa supaya menjadi pemenang. Anne dan Fitria juga memberikan dukungan meskipun mereka hanya bisa menontonnya lewat TV.
"Yang semangat ya, yang ikut ada ribuan jangan sampai patah semangat," kata Ibu agak sedih tapi senang.
__ADS_1
"Akan ada banyak pesaing bahkan Haters juga. Kamu jangan sampai kalah!" Kata Bapaknya memeluk.
"Tidak menang pun tidak apa-apa siapa tahu iklan itu benar. Kamu bisa berfoto dengan mereka bertujuh kan lumayan," kata Fitria.
"Ehehehe," kata Sakura yang biasnya adalah Jimin.
"Tapi kalau memang jangan jadi sombong. SEMANGAT!!!" Kata Anne lalu memeluk kakak keduanya itu yang akan pergi.
"Doakan terus ya! Semangat," kata Sakura pada dirinya sendiri.
Sakura pergi diantar oleh GoGo sampai di Travel tempat mereka berjanji ketemuan disana. Sakura melihat ada banyak sekali bis travel yang tujuannya sama dengan dirinya.
"Teteh!" Seru Linda melambaikan tangannya.
"Hei! Teteh kita terlambat," kata Sakura mengambil nafas.
Setelah itu mereka menunggu depan bangku lalu satu per satu yang lain datang tersisa tinggal A.
"A lama sekali sih!" Tukas yang lainnya kesal.
"Tenang jadwal kepergian kan pukul 9. Ini baru jam 7," kata Sakura melihat jam tangannya.
Linda sedang mencari sesuatu dan dia bengong lalu mencolek Sakura. "Teh, bawa kosmetik?" Tanyanya cemas.
"Alhamdulillah," kata Linda lega.
Sakura membuka ponsel dan ibunya berpesan, "Jangan lupa sholat. Ibu sudah masukkan mukena dan sajadah kecil ke koper kamu." Sakura tersenyum.
"Iya lah kita mau tampil masa tidak bawa kosmetik. Tapi asli deh A pasti belum mandi," kata B memperlihatkan chatnya.
Semuanya menggelengkan kepala.
"Aku ketinggalan untung Teh Sakura bawa hehehe jadi bisa pinjam nanti," kata Linda.
"Oh, kamu bisa dandan? Tapi kok biasa saja sih wajahnya seperti pucat," kata suara yang baru tiba.
"Kamu? Tidak sopan sekali sih nih anak," kata Stella.
"Biarkan sajalah. Buat apa dandan menor kan belum pertunjukkan," kata Sakura membalas.
A akhirnya sampai dengan diantar supir. A agak ketawa sinis memandang Sakura.
__ADS_1
"Mau kemana kamu? Menor sekali. Ada undangan ya?" Tanya Stella ketawa.
"Enak saja. Harus menor eh sedikit menor dooong siapa tahu kan bisa bertemu BTS di sana jadi aku harus cantik," kata A agak genit.
"Hei hei! Bisnya sudah siap ayo naik!" Kata D langsung menarik tasnya.
Ternyata bukan hanya mereka saja pagi itu yang akan berangkat tapi sekitar ada 20 bis yang dengan tujuan sama. Para supir menaikkan koper mereka ke bagasi.
Di dalam Sakura duduk dengan C, Linda tentu dengan Stella depan Sakura. Depan lagi bertiga, mereka mengobrol dan memakan cemilan. Tampak Sakura dan Linda menawari makanan hanya D saja yang menolak.
"Kok kalian beli makanan begituan sih?" Tanya D.
"Memangnya kenapa? Enak lho, daripada mual," kata Linda.
Memang perjalanan mereka sangat jauh, D tampak berpikir perutnya belum makan dan akhirnya dia ikut makan juga.
"Aku beli onigiri nih. Ayo diambil," kata Sakura membagikan onigiri.
Mereka semua mengambil yang mereka sukai. Lumayan ada yang menawari makanan sarapan.
"Menurut kalian BTS itu akan ada disana tidak sih? Kalian pasti lihat juga kan iklannya," kata B sangat antusias.
Mereka berpikir iya juga sih.
"Itu bisa saja hanya iklan semata untuk menarik perhatian semua orang supaya ikut kan," kata C yang membuang bungkus di kantong plastik.
"Aku sudah tanya sih ke petugas pendaftaran soal itu. Mereka juga tidak tahu apakah BTS memang ada atau hanya iklan," kata Stella.
"Kalian sudah latihan kan?" Tanya Sakura.
"Aku berdebar-debar jadi sering lakukan di rumah," kata Linda yang mengatur nafasnya.
"Kalau kita sudah tidak perlu lagi tuh latihan segala. Gerakan dan posisi kan sudah langsung bisa. Ya kan semua?" Tanya D dengan bangga.
Mereka semua mengangguk mantap.
"Baguslah kalau sudah hafal," kata Stella.
"Iya, sebelum kita mulai jangan lupa berdoa dulu! Jangan sampai sekarang kalian percaya diri eh di depan juri seperti robot," kata Sakura yang tertawa.
Mendengar itu, mereka semua terdiam dan mulai tegang. Sambil menunggu kedatangan di Jakarta, mereka tidur sejenak. A dan D tentu saja membicarakan soal dandanan mereka nanti.
__ADS_1
Bersambung ...