Dunia Mencari Bakat

Dunia Mencari Bakat
23


__ADS_3

"Teh," kata pelatih senam mendatangi Sakura dengan agak ragu.


"Eh? Iya, ada apa Bu?" Tanya Sakura berhenti berjalan.


"Hmmm begini beberapa juri istimewa yang kamu sudah tahu siapa, akan memulai pembelajarannya besok. Apa kamu siap?" Tanya pelatih itu membuat Sakura heran.


"Tentu saja," jawab Sakura semangat.


"Bagus. Lalu..." katanya mulai menggigit bibirnya tidak yakin.


"Kenapa lagi sih Bu? Aku tidak berbuat onar," kata Sakura kalau itu maksudnya.


"Bukan... bukan soal itu," kata pelatih.


Tiba-tiba... "Apa kamu tahu kalau 2 anggota kelompok kamu sudah dikeluarkan?" Tanya Rossa yang muncul.


"HAH!? KELUAR!? Tapi mereka tidak pernah ada rencana keluar," kata Sakura membeku di tempat.


"Di keluarkan bukan keluar sendiri. Jadi kamu juga tidak tahu? Kami saja baru mendapatkan informasi ini," kata Rossa memberikan daftar anggota pada Sakura.


Nama Stella dan Linda dicoret, Sakura kaget sekali malah posisi mereka sudah diisi oleh nama yang tidak dia kenal. Untuk membuktikannya Sakura permisi memberikan daftar dan berlari.


Tepat saat Sakura berlari, dia melewati Jungkook yang sedang bekerja. Karena penasaran otomatis dia pun mengikuti karena sempat melihat wajah Sakura yang berubah.


"Linda! Stella! Teteh dengar kalian berdua keluar? Kok bisa? Kan kamu yang ajak Teteh ikut kompetisi ini," kata Sakura ngos-ngosan.


Linda mendelik. "Bukan kita yang keluar Teh, tapi mereka yang tendang kita berdua," katanya menunjuk ke arah A dan D yang berdiskusi.


"Memang sial sekali mereka berempat," kata Stella mendengus.


Sakura menatap mereka yang tertawa senang. "Jangan-jangan tujuan mereka gabung ke kita itu..." kata Sakura menduga.


"Ya sudah tentu kalau kita semua lolos, antara mereka yang keluar atau kita di keluarkan. Mereka sepertinya hanya ingin nampang saja deh Teh. Hati-hati siapa tahu giliran Teteh yang selanjutnya," kata Linda dengan sebal.


JK sudah sampai disana, dia melihat Jhope, V dan Jin menyaksikan pertunjukkan lain. Jin berdiri bersandar pada papan yang ada di dinding, menatap tajam para peserta termasuk Glitters.

__ADS_1


Benar saja D kemudian menghampiri mereka bertiga dengan gaya sok nya. "Eh, Teh Sakura maaf ya Teteh kami keluarkan karena kami tidak nyaman. Kita juga sudah punya pengganti jadi saya minta kembalikan seragamnya,"


Sakura bengong dan mereka berdua memandanginya dengan wajah sebal. "Hahaha boleh saja tapi kembalikan juga uang kami untuk bayar seragam ini," katanya.


"Lho, kok begitu? Kita kan sudah kompetisi," kata D keberatan.


"Kompetisi kan gratis, toh yang punya ide menggunakan seragam juga bukan kita apalagi kamu sengaja memendekkan semua baju," kata Linda dengan jutek.


D tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Ya sudah setengah saja kalau begitu. Kembalikan uang kami bertiga. Mana?" Tanya Sakura.


"Seragamnya dulu. Nanti aku diskusikan sama yang lain," kata D yang hendak pergi.


"Untuk apa? Mana sini jangan banyak alasan deh kan yang penting kita bertiga keluar kan," kata Sakura menjulurkan tangannya.


Dengan menahan kesal, D memberikan uang 200 ribu kepada mereka bertiga. "Seragamnya mana?" Tanyanya.


Hal itu tentu terdengar oleh mereka berempat. JK yang kesal ditahan oleh Jhope dan menggelengkan kepalanya.


"Biasa saja dong!" Kata D sebal harus memungut.


"Biarkan saja supaya tidak panjang masalahnya," kata Sakura melambaikan uang dan membagikan.


JK tidak dapat menahan amarah lagi, dia merebut seragam sebelum D sempat mengambilnya.


"Lho?" Tanya D kaget ada petugas satpam yang merebut seragamnya.


Tanpa hati, JK mencabut kancing di baju itu sampai rok juga, yang meninggalkan seutas benang yang patah.


D dan lainnya kaget sekali bukan hanya 1 tapi semua seragam Stella dan Linda juga. Tapi mereka berdua sudah menggenggam masing-masing. JK memberikan hiasan itu kembali pada Sakura dan pergi.


Jhope tertawa dan menepuk bahunya untuk tetap tenang. Jin juga tertawa, V mengikuti mereka berdua bertanya apakah JK baik-baik saja.


"Impas ya. Ambil saja seragamnya, kita kembalikan dalam keadaan seperti awalan," kata Sakura tertawa.

__ADS_1


Mereka bertiga pergi dengan wajah yang puas.


"Teh, sebenarnya orang yg menyandar di sana melakukan hal yang sama dengan petugas yang tadi. Kira-kira mereka siapa ya?" Tanya Stella menunjuk.


"Masa? Lagipula petugas yang tadi juga mencurigakan. Mirip seseorang ya," kata Sakura berpikir.


"Apa jangan-jangan para BTS melakukan penyamaran lagi?" Tanya Linda.


"Masa sih?!" Tanya Sakura tidak percaya. Lagian buat apa juga mereka masih menyamar?


"Ya siapa tahu Teh mereka mengawasi kita," kata Linda lagi dengan santai.


Mereka sambil mengobrol masuk gedung dan duduk. Mereka sudah dikeluarkan, jadi apa yang harus dilakukan? Tidak ada pengumuman apapun.


"Lalu kita bagaimana sekarang? Pulang?" Tanya Sakura bingung.


"Yah, kalau sudah dikeluarkan kan biasanya disuruh pulang," kata Stella. Linda setuju.


Sakura membuka tangannya dan melihat hiasan itu. Mereka berdua hendak kembalikan tapi Sakura menolak siapa tahu nanti mereka juga butuh.


"Kancing aku dicabut paksa oleh petugas satunya. Mereka agak aneh ya sejak awal kita datang tampak sedang mengawasi," kata Sakura.


"Nah kan, sama!" Kata Linda tertawa.


"Ingat tidak waktu Teteh dandani Linda? Petugas satunya lagi kan tinggi sekali, agak-agak mirip... RM," kata Sakura.


"Linda sih yakin mereka sedang penyamaran lagi," kata Linda tertawa.


"Buat apaaa coba ya," kata Stella menutup mulutnya.


Mereka terdiam mengobrol sambil tertawa.


"Sepertinya memang RM badan dia kan tinggi," kata Stella.


"Nah petugas tadi yang mencabut kancing lebih mirip JK," Kata Linda.

__ADS_1


Mereka bertiga diskusi siapa saja yang cocok. Yah petugas membersihkan jendela sudah tentu Suga dan mereka tertawa terpingkal-pingkal. Mengingat seperti apa Suga membersihkan semua jendela gedung.


__ADS_2