
Di asrama tengah para anggota BTS tentu sangat penasaran alasan JK langsung memilih Sakura. Mereka tahu kalau JK takut dengan perempuan lalu kenapa memilih Sakura yang kelihatannya aktif?
Mereka semua memutuskan memasuki kamar Jin untuk berdiskusi dengan beberapa kru mereka yang mengikuti untuk merekam.
"Ayo masuk, kru di belakang saja," kata Jin membuka pintu.
"Pintunya dibuka saja," kata Jhope.
Mereka duduk bersila di bawah karpet lantai asrama sambil menyiapkan beberapa makanan dan minuman.
"Lalu kamu coba jelaskan kenapa memilih Sakura?" Tanya RM langsung to the point.
JK garuk kepalanya dan tersenyum malu-malu. "Ahhh dia sangat enerjik sih lalu juga selalu berusaha dengan baik. Aku jadi semangat melihatnya, pokoknya menurutku dia menarik!" Katanya dengan semangat.
Keenam anggota lain memandangnya dengan wajah datar. Mereka tidak percaya soal perkataan JK, karena dia dikenal yang paling jahil dan aturan? Dilanggar semua.
"Hei, dia berhijab. Jaga sikap kamu," kata Jin memandangi adik bungsunya.
"Ah, iya aku tahu kok Hyung jangan cemas," kata JK mengacungkan jempolnya.
"Siapa lagi sih yang jadi pelatihnya?" Tanya V heran. Dia melirik kanan kiri.
Semua hening dan saling bertatapan dan tunjuk-tunjuk. Lalu...
"Aku," jawab RM mengangkat tangan.
Semuanya menganga lebar termasuk JK. "EEEEEEEH!?"
"Kenapa hyung tidak memberitahu tadi waktu di panggung?" Tanya V kaget aslinya.
RM menghela nafas menatap mereka berenam yang menatap baliknya. "Begini, kalian pasti tahu dan melihat sendiri saat semua peserta mendengar bahwa Sakura langsung terpilih sama kamu," kata RM mengarah ke JK.
"Aduh, aku merasakan firasat jelek ini," pikir JK tidak enak.
Mereka mengangguk.
"Efeknya sangat berbahaya juga aku yakin saat kita dipanggil, Sakura sudah berada dalam zona bahaya. Lalu menurut kalian bagaimana kalau aku umumkan sebagai pelatihnya juga? Kalian tahu kan efeknya semakin besar apalagi aku Leader, kamu bungsu paling Hot," kata RM menjelaskan.
Mulut mereka semua membentuk huruf O besar dan mengerti. JK memukul kepalanya tidak berpikir sampai kesana. Tapi kalau ditukar juga tidak mau.
"JK, tukar sajalah dengan aku. Setidaknya denganku pasti aman," kata Jimin langsung.
"Tidak tidak, Hyung. Aku tidak bisa menukar dia bukan barang, aku bisa! Aku akan pastikan dia baik-baik saja," kata JK meyakinkan.
Jimin jelas terlihat sangat cemas dengan adik bungsunya. Kelakuannya juga ajaib.
__ADS_1
RM menghela nafas bersandar ke kursi belakang. "Kita berdua memilih dia padahal aku sudah berencana. Aku juga semangat karena melihat gerakan tariannya sangat enerjik dan dia senang," kata RM.
"Tapi apa kamu yakin dia bisa mengimbangi gerakan kita?" Tanya Jhope meragukan.
Di situlah mereka semua terdiam, lupa kalau gerakan tarian mereka penuh energi dan cepat. Lah Sakura bagaimana ya? Mereka semua berpikir gerakan yang biasanya lembut paling seperti di lagu Butter.
"Ngomong-ngomong," kata Suga yang tiba-tiba bicara mengagetkan semua.
"Ada apa?" Tanya mereka semua serentak.
Suga memainkan jam tangannya dan sambil menunduk, "Aku juga memilihnya," katanya dengan santai.
"APA!?" Seru mereka semua. Para kru hanya bisa tertawa mendengarnya. Kacau!
"Tunggu kalau begini aku jadi penasaran. Siapa saja di sini yang jujur ya memilih Sakura jadi partner? Katakan alasannya dengan jelas," kata RM mulai agak panik.
Mereka hening lalu serentak mengangkat tangan dan saling terkejut memandang ke semuanya. Para kru menepuk dahi mereka dan menggelengkan kepalanya.
Kebanyakan alasan mereka karena gerakan tarian Sakura yang semangat dan ceria saat menari, meski cukup sulit tapi dia selalu berusaha senyum.
"Hahhh kita semua dalam bahaya," kata Jhope menggaruk keningnya.
"Tumben Jhope memilihnya juga," kata V keheranan.
"Ada apa sih?" Tanya JK.
Jimin, RM, Suga dan Jhope terdiam. V, JK dan Jin hanya keheranan kenapa?
"Ayolah katakan alasannya tumben saja kalau sampai Jhope memilih juga," kata Jin bersabar.
"Kami berempat tidak setuju kalau dia harus menarikan gerakan. Kalian tahu kan perempuan hijab tidak pantas melenggok kan badan," kata Jhope senyum.
Mereka bertiga kaget dan terdiam.
"Jadi kenapa Jimin ingin minta bertukar..." kata JK menduga. Sama sekali tidak terpikirkan soal itu sama sekali, dia hanya memilih dan merasa bisa bekerja sama.
"Jangan sampai kalian yaaa membuatnya kelelahan. Ingat, dia PEREMPUAN," kata Jin menekankan.
JK mengiyakan, seram melihat kakak keduanya dengan wajah serius.
"Dia kan bukan yang satu-satunya berhijab," kata V.
"Ya memang pokoknya aku keberatan kalau yang berhijab harus bergerak menari," kata Jimin.
"Aku penasaran sebisa apa dia bisa melakukan gerakan yang cepat," kata Suga berpikir.
__ADS_1
"Hei, kalau tidak salah kalian sempat membantunya merias teman-temannya kan. Berapa hari dia bisa lancar merias wajah?" Tanya Jhope ke anggota lainnya.
"Hmmm sehari sih," jawab RM membuat semua ber WOW.
"Permisi, aku mengantarkan makanan," kata pegawai DMB.
"Ah, asyik! Masuklah," sambut JK dan kawan-kawan.
"Eh, tunggu apa Anda pernah disuruh ke Bandung?" Tanya Jimin dengan malu-malu.
"Oh! Iya karena disuruh untuk meliput tim yang ada disana," jawab pegawai yang bisa berbahasa Korea.
Jimin menatap yang lainnya.
"Berapa hari yang berhijab itu sampai lancar menarikan gerakan yang sulit?" Tanya Jimin lagi.
Pegawai berpikir lalu menghitung. "3 hari," jawabnya mudah.
"3 HARI!?" Serua mereka berenam. Jimin menjentikkan jemarinya, memang Sakura dengan cepat belajar gerakan.
"Ya bagus sih tapi tetap ya sebagian tidak boleh mengajarinya gerakan, 2 orang saja. Jangan terlalu membebaninya, masing-masing kita semua juga punya tugas untuk mengurus tim kan," kata Jimin mengingatkan.
"Aku keluar saja deh dari sebagai pelatih Sakura," kata V dengan ikhlas.
RM menepuk bahu V.
"Ada lagi yang lain? Sebisa mungkin kita harus menghitung perkiraan," kata Jimin.
"Aku," kata Jin angkat tangan.
Pegawai DMB tahu situasinya dan mengungkapkan pendapat. "Apa kalian tahu kalau yang berhijab dari tim Glitter, sangat menyukai lagu Ephipany milik Jin?" Tanyanya.
"Benarkah?" Tanya Jin dengan kedua mata yang menghangat.
Pegawai itu mengangguk. "Tampaknya lagu itu mem boosting semangat hidupnya yang kami tidak tahu ada apa di balik cerianya wajah. Jadi sayang sekali bila Jin tidak masuk sebagai pelatihnya," lalu pegawai itu ijin pergi.
"Bagaimana? Sudah, aku saja yang keluar," kata RM.
"Jangan. Aku tetap akan keluar, aku akan mengawasinya dari kelompok lain. Aku akan pikirkan pengajaran yang lain," kata Jin menepuk RM dan lainnya.
"Sekarang kita buat jadwal supaya tidak saling bertabrakan dan jangan lupa, sisakan hari dimana dia bisa rehat," kata Jhope dengan serius.
7 orang dikurangi 2 sama dengan 5 sebagai pengajar dan pelatih Sakura. Sedangkan dalam grup lain, semua ketujuh aktif tetap yang berhijab mereka sarankan untuk tidak terlalu banyak menari.
Bersambung ...
__ADS_1