
D sangat kesal sekali mereka menghubungi tapi Stella dan Linda beralasan kalau pekerjaan mereka lebih penting.
"Kalau kalian tidak datang, lalu bagaimana dengan nanti?" Tanya D di telepon.
"Masih lama ini. Kan kita semua juga sudah hafal, posisi juga. Asalkan kita jangan lupa latihan di rumah. Teh Sakura saja meneruskan kuliahnya kan," jawab Stella lalu menutup teleponnya.
D kesal sekali, karena hanya mereka berempat yang ada disana. RM dan Jimin agak kecewa tapi mereka tahu toh latihan mereka juga sudah bagus. Mereka akan kembali di hari yang lain menunggu kabar dari pegawai DMB.
Hari Sabtu tiba, Sakura, Linda dan Stella diberitahukan untuk wajib datang. Pembagian seragam tentunya.
"Pokoknya kalian harus datang! Jangan lupa beritahukan saudara kamu juga oh iya biayanya Rp 150.000 ya jangan lupa," kata D dalam telepon lalu dimatikan.
Linda menggerutu dan mengatakannya pada Stella. "Mahal sekali ya seragam macam apa tuh?"
"Aku sih lebih cemas yang bagian Teh Sakura," kata Stella.
"Iya juga ya. Semoga tidak sesuai perkiraan. Masa iya sih dia membuat seragam diluar imajinasi?" Tanya Linda.
Mereka lalu bersiap datang Linda juga sudah memberitahukan Sakura. Dan dia sedang menuju tempat yang dikatakan D.
Sakura berdebar dan menarik nafas hari Senin mereka bertujuh akan pergi ke Jakarta. Dengan persiapan yang matang, baju dan segalanya sudah dimasukkan dalam koper. Nomor peserta juga sudah masuk ke tas ranselnya yang besar.
Sakura menceritakan semuanya kedua orang tuanya selalu mendukung meskipun tidak bisa datang kesana. Sabtu ini mereka semua datang ke tempat latihan seperti biasa, namun karena penuh harus cari tempat lain.
"Di sini saja. Taman ini juga tidak begitu banyak dikunjungi orang," kata A melihat-lihat.
A sudah lebih dahulu datang sambil membawa kantung besar berisi seragam. Semuanya sudah lengkap dan tentu tidak sabar dengan seragamnya.
"Seragam sudah jadiiii ayo ayo kumpulkan uangnya," kata A menagih.
Sakura datang terlambat karena harus mengurusi sesuatu di kampus. "Maaf terlambat. Mana seragamnya? Nih uangnya," katanya menyerahkan uang.
A membagikan semua seragam yang terbungkus kantung hitam plastik. Semuanya antusias tapi tidak dengan Sakura.
RM, V, Jimin dan Suga yang datang ke taman itu tentu dengan penyamaran yang sempurna. Tidak ada yang menyadari kehadiran mereka di tengah-tengah hiruk pikuk orang.
Sudah menjadi hal yang lumrah banyak bule bertebaran, termasuk orang Korea dan Cina. Mereka berempat juga penasaran seperti apakah seragam yang dibuat.
Semuanya kaget termasuk Sakura yang mengangkat seragamnya. "Apa maksudnya sih ini seragam?" Tanyanya dengan keras.
Seragam miliknya bagian atasan pendek, kalau dipakai perut ke bawah agak terlihat. Lalu roknya hanya sebatas kaki atas. Sakura melongo saat dia pas kan di badannya.
__ADS_1
Stella dan ketiga temannya menganga kaget melihat penampakan seragam Sakura. Ternyata mereka juga sama mendapati ukuran seragam serta panjang yang berbeda.
Hanya Sakura dan Stella yang berbeda dari yang lainnya.
"Tidak akan apa-apa kan toh kalian berdua selalu di barisan belakang juga. Nah kalau bajunya dibeginikan juga tidak akan terlalu seksi kok," kata A menjelaskan.
"Gila! Ini sih pendek sekali! Yang lebih parah lagi, kamu kan tahu kalau Teh Sakura pakai hijab! Tolong ya kondisikan!" Teriak Linda sebal.
"Parah sekali ya kamu. Kan? Aku juga bilang apa, kalau satu kelompok sama mereka kacau!" Kata Stella marah.
A yang agak takut menatap D. "Ini kan saran dari ketua, aku hanya mengikuti saja," katanya.
Sakura yang merasa agak konyol memakainya meski ukurannya memang agak longgar. "YEE YEE YEE WE ARE A, WE ARE B!!" Katanya dengan gaya cheerleader.
"Keterlaluan asli kalian berdua! Tahu begini lebih baik kita cari anggota lain deh!" Seru Linda sambil mengomel baju itu ke tanah.
"Jelek sekali! Bahan seragamnya juga ini sih bahan kaos. Bahan biasa! Kamu menipu ya," kata Stella.
"150 gila," kata Sakura mendengus.
"Ini mahal," kata A memungut agak kesal seragam yang dia buat ternyata dikatakan murahan.
Sakura meneliti seragam miliknya dan membalikkan menyelidiki sesuatu.
Empat anggota BTS menganga juga melihat ukuran seragam yang dipegang oleh Sakura dan Stella. Sangaaaat mini!!
RM tidak dapat menahan rasa marahnya kemudian berjalan hendak melemparkan kata-kata inggris pada mereka namun, Jimin mencegahnya.
"Jamkkanman, RM. Hijab-eul sseun salam-i mueongaleul saeng-gaghago issneun geos gatda. Balageondae geuneun talchulguleul chaj-assseubnida
( Tunggu dulu, RM. Tampaknya yang berhijab sedang memikirkan sesuatu. Semoga saja dia mendapatkan jalan keluarnya )," kata Jimin menunjukkan.
RM masih saja menahan marah tapi menatap Sakura yang memang sedang berpikir keras. Sakura membuka lipatan pada baju lalu rok. Dia tampak berpikir mengenai sesuatu dan kaget.
"Meonjeo geuga yunipom-e mueos-eul halji al-abolkkayo?
( Bagaimana kalau kita lihat dulu apa yang akan dia lakukan pada seragamnya )?" Tanya Suga yang juga penasaran. Kesal? Semuanya juga kesal mana ada yang mau memakai seragam sependek bikini?
"Fine!" Jawab ketus sang Leader. Toh dia juga tidak bisa serta merta memarahi mereka, bisa runyam kalau ketahuan anggota BTS ada di Bandung.
"Teh, bagaimana ini? Pendek sekali," kata Stella mengomel memandangi miliknya juga.
__ADS_1
"Sini coba lihat, Teteh penasaran sesuatu deh," kata Sakura.
Stella memberikan seragamnya yang super pendek kepada Sakura. Sakura mulai memeriksa juga, membuat Stella dan Linda berpandangan aneh.
Sakura memperlihatkan sesuatu sambil berbisik. "Ini ternyata masih bisa dipanjangin," katanya memperhatikan A dan D yang sibuk dengan kedua teman lainnya.
Stella dan Linda kaget. "Serius Teh?"
"Sudah, kalian bayar saja," kata Sakura.
"Tapi Teeeh," kata Stella agak keberatan.
"Biar Teteh yang mengakali seragam pendek ini. Oke?" Tanya Sakura mengedipkan matanya.
Seragam mereka semua memang agak mirip seragam Cheers dengan dibuat 2 warna yang berbeda yang menjadi kesukaan masing-masing anggota. Dibuat miring juga sayangnya tidak cocok dengan nama kelompok mereka yang baru.
"Nih uangnya," kata Stella ogah-ogahan memberikan pada A.
A tampak senang sekali yang ternyata mereka juga sudah membuat yel-yel tanpa sepengetahuan ketiganya.
Mereka berempat memutuskan untuk pergi dari taman itu. Tinggallah mereka bertiga yang pindah ke tempat yang lebih tertutup.
"Lalu ini mau diapakan?" Tanya Stella memandangi seragamnya yang kelewat mini.
"Sini. Alasan kenapa Teteh datang paling akhir karena ada tugas menjahit. Makanya bawa ini di kantong," kata Sakura membuka tas ranselnya laku mengeluarkan kotak sedang. Isinya ternyata mesin jahit berukuran sedang yang bisa dilipat. Ada benang jahit, jarum, gunting dan peralatan lainnya.
Mereka berdua kaget lalu bersorak senang. "Iya ya Teteh kan bisa menjahit. Wah!" Kata Linda senang.
"Jadi ini maksudnya mau dirombak? Teteh bisa?" Tanya Stella.
"Lihat nih ya, menurut Teteh ini sebenarnya taktik licik si A supaya terlihat pendek. Padahal..." kata Sakura yang melepaskan semua benang-benang.
JREEENG!!!
Baju atasan Sakura menjadi sangat panjang. Mereka berdua kaget bukan main.
"Jangan-jangan sebenarnya semua seragam ini panjang?" Tanya Linda.
"Dan karena tidak bisa dipotong, mereka lipat sampai pendek?" Tanya Stella.
Bersambung ...
__ADS_1