Dunia Mencari Bakat

Dunia Mencari Bakat
6


__ADS_3

"Dangsin-i jinjihadamyeon geu salam-eun dangsincheoleom boibnida. amugeosdo ilchihal su eobs-seubnida. geuneun wae hoejang-i doego sip-eohaji anhneunga?


( Yang itu mirip kamu ya kalau sudah serius, tidak ada yang bisa menandingi. Kenapa dia tidak mau jadi Ketua )?" Tanya V agak menyayangkan.


"Heum, eongmangjinchang-inikka gil annaeman haneun geos gat-eunde, majnayo?


( Hmmm, menurutku dia hanya memberikan arahan saja karena memang berantakan, bukan )?" Tanya RM.


Kembali ke kelompok Glitters.


"Jadi, kita akan latihan lagi kali ini dengan penuh semangat ya!" kata D dengan ceria.


Tidak ada yang menjawab, Sakura dan lainnya menari ogah-ogahan. Mereka bertiga menari sesuai gerakan mereka sedangkan yang keempatnya bergerak sama namun berbeda.


D kesal jadi ini maksud Sakura dengan tidak memperdulikannya sebagai ketua?


"Ayo dong samakan gerakannya dengan kami! Kalau begini terus, bisa-bisa kita kena tendang sejak awal," kata D mengulang apa kata Sakura.


"Itu kan kata-katanya Sakura ya," kata B agak aneh.


"Sudah! Sudah! Aku sudah lelah!" Kata C yang kemudian berhenti.


"Kita belum selesai. Ayo berdiri," kata D meminta C.


"Kenapa sih kamu seperti buru-buru? Toh masih ada 4 hari lagi kan," kata B yang juga sudah tidak kuat latihan.


"Iya tuh. Rehat rehat," kata Sakura yang masih semangat.


"Kalau begini bagaimana kita bisa lolos?" Tanya D memaksa semuanya berdiri.


Linda bete dan mencolek Sakura. "Teh, kenapa juga mau pilih D jadi ketua?" Tanyanya.


"Teteh kan tidak tahu. Kalian juga kenapa tidak dari awal sih antara Linda sama Stella jadi ketua," kata Sakura.


Mereka berdua diam, toh tidak mengira kalau memang benar mereka berempat masuk bergabung.


"Sebal," kata Linda cemberut.


"Sudah deh biarkan saja daripada nanti ujungnya berabe sama mereka," kata Sakura yang senam sedikit.


"D di tempat kerjanya juga selalu begitu. Ingin jadi ketua tapi tidak cocok. Sekarang maksa sekali," kata Stella menggerutu.


Sakura garuk-garuk kepala. Oh ya RM dan V masih belum tahu kalau Sakura berhijab karena dia memakai topi dari jaketnya jadi tidak terlihat. Mereka pikir Sakura laki-laki yang bahasanya lembut mirip Jimin.


"Panaaas," kata Sakura mengibaskan kipas. Dia lalu melepaskan jaketnya barulah RM dan V terkejut.


"D-geunyeoneun hijab-eul sseunda?

__ADS_1


( D-dia berhijab )?" Tanya V kaget sekali melihatnya.


RM pun tidak percaya apa yang dia lihat kini. "mabsosa! ( Astaga )!" Serunya sambil menutup mulutnya.


Angin menyambut hijab bunga-bunga Sakura untuk bergoyang diterpa angin.


"Fuih! Luar biasa setelah bergerak, jadi semakin panas," kata Sakura.


"Lagian sudah siang masih pakai jaket," kata A menertawakan.


"Lembang kan dingin meski sudah siang juga," kata Sakura lalu minum air.


Sakura berdiri dan menyimpan jaketnya hampir sebelah V lalu duduk di lingkaran lagi.


"Jadi kalian maunya apa? Kita sebentar lagi tampil lho," kata D agak kesal.


"Ketua masa tidak punya solusi? Kita latihan sendiri-sendiri saja?" Tanya Sakura.


Mau tidak mau saran Sakura lagi-lagi D terima dan memilih latihan bersama kelompoknya.


"D, katanya kamu mau jadi ketua kok masih juga nurut sama saran dia?" Tanya A kesal.


"Sudah deh! Urusan begituan kamu pikirkan. Ayo," ajak D.


RM agak keberatan melihat Sakura yang berhijab baginya tidak begitu baik dilihat, perempuan berhijab banyak menggerakkan badannya di depan.


"Boda! Geudeul-eun yeonseubhal geos-ibnida. eoseo haebwayo


( Lihat! Mereka akan berlatih. Ayo )," ajak V.


RM akhirnya ikut dengan V sambil berpikir jalan agar Sakura tidak masuk. Dia menikmati lagu saat melihat Sakura bergerak, mereka berdua memilih untuk tidak melihatnya.


Mereka menari dengan irama lagu yang beat membuat RM memperhatikan setiap gerakan Sakura. Lekukannya tidak ada yang melanggar apalagi pakaiannya ternyata berukuran agak besar.


"Segsihaji anh-eun dongjag-eulo chum-eul chunda jinjja


( Dia menari dengan gerakan yang tidak seksi kok )," kata seseorang datang menemani mereka berdua.


"Neo jinsim-iya?


( Serius )?" Tanya mereka berdua bersamaan.


"Ne, jega nog-eumhaessseubnida. Hijab-eul chag-yonghaneun salamdeul-eun hangsang heolleonghan os-eul ibseubnida. Geulaeseo geugeos-eun geuui mom-ui gogseon-eul boyeojuji anh-eul geos-ibnida. Geuneun gyuchig-eul algo


( Ya, aku yang merekam mereka. Yang berhijab itu selalu memakai baju yang longgar jadi tidak akan memperlihatkan lekukan tubuhnya. Dia tahu kok aturannya )," kata orang tersebut.


Beberapa jam kemudian akhirnya mereka berempat datang dan melihat latihan ketiganya. D tampak tidak suka karena menurutnya gerakan grupnya lebih bagus.

__ADS_1


D kemudian mendapatkan ide agar Sakura tidak terlihat mencolok. Yoh sekarang dia Ketua, tidak akan ada yang bisa melawannya.


"Posisi berubah ya. Sakura di bagian belakang saja dengan Stella, kalian kan badannya tinggi. Linda dan A di tengah sisanya kami bertiga di depan. Jadi Sakura posisi kamu selalu di belakang ya," kata D tanpa menerima komentar lainnya.


Sakura sih tidak masalah mau di mana posisinya belakang, tengah, pinggir atau depan sekalipun. Tidak masalah juga kalau dikeluarkan.


"Kok diubah sih? Jadi aneh dong," kata Linda keberatan.


"Aku ketua lho jadi kamu tidak berhak keberatan ya," kata D dengan sombongnya.


"Maksa," kata Linda. Membuat D agak kesal.


"Sudah deh terima saja. Perintah ketua kok dilawan," kata C.


"Kita berdua memang tinggi sih ya," kata Stella.


"Ho oh," jawab Sakura tertawa.


"Besok jangan lupa datang tepat waktu ya untuk latihan lagi," kata D mengingatkan.


"Aku tidak bisa ada kuliah pagi sampai sore," kata Sakura.


"Bisa kan kamu cuti dulu demi grup," kata D.


"Maaf deh, soal kompetisi itu nomor 100 bagi aku. Oke deh, selesai kan? Aku masih ada grup belajar dengan teman kampus lainnya. Aku duluan ya," kata Sakura membereskan tasnya.


"Hei! Yang benar saja dong apa karena aku yang jadi ketua?!" Tanya D menghampiri Sakura.


"Bukan tapi karena aku memang ada jadwal kelompok lain," kata Sakura yang bersiap pergi.


"Heh! Kamu mau aku keluarkan dari grup?" Tanya D mengancam.


"Silakan. Yuk ah duluan!" Kata Sakura melambaikan tangannya.


"Kita juga deh. Yuk," kata Linda. Stella berdiri mereka berdua juga pergi.


"KALIAN HARUS DATANG TEPAT WAKTU!" Teriak D kesal sekali.


Besoknya D dan teman lainnya sudah datang tapi Sakura, Stella dan Linda tidak ada penampakan sampai sore. Pegawai DMB serta beberapa anggota BTS pun menunggu.


"Bagaimana ini? Kelihatannya Sakura memang sibuk kuliah deh," kata B.


"Si Stella sama Linda kemana sih? Mana mungkin mereka kerja?" Tanya D marah.


C menunjukkan jadwal masuk dan benar saja Stella dan Linda memang masuk kerja.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2