
Semua produk kosmetik unik dan lucu yang dibeli Sakura dari toko online, semua dipakai. Keempat teman Linda dan Stella tentu tidak kalah semakin bete melihatnya.
"Eh, kita tampil kedua lho. Kok bisa ya kuta mau tampil kamu asyik membantu tim musuh," kata A dengan nada ketus.
D melihat mereka bertiga dengan pandangan marah karena meskipun mereka didandani, tapi polesannya terkesan elegan berbeda dengan mereka berempat.
"Oh iya maaf ya. Terima kasih. Boleh aku tahu merk nya?" Tanya peserta tersebut.
"Nih," tunjuk Sakura. Beberapa menuliskan yang mereka tidak punya dan pamit berpisah.
"Masih sempat-sempatnya yaa bantu orang lain," kata A dengan berjalan melewati Sakura.
"Sudah yuk, Teh," kata Linda membawa tasnya.
Sakura agak memperlihatkan seragamnya karena jaketnya dia buka. A agak heran melihatnya.
"Kamu kok seragamnya agak beda ya?" Tanya A menatap curiga.
Sakura memandangi jaketnya dia menepuk keningnya kelupaan. Linda dan Stella agak melotot.
"Lalu kalian berdua juga deh seperti tidak yang aku buat," kata A memandangi B dan C.
"Ah, perasaan kamu saja. Sama kok," kata B berusaha menyembunyikan kenyataan.
D juga ikut memeriksa dan memang sih ada yang berbeda. Baju A dan D agak mini sedikit terlihat perut mereka sedangkan B dan C agak tertutup atau panjang.
"Rok juga... memangnya ada ya motif begini?" Tanya D menarik rok mereka berdua.
Semuanya hening Sakura membereskan peralatan make up dan Linda serta Stella mengobrol soal pentas nanti.
B dan C hanya diam saat mereka berdua memperhatikan lalu memandangi milik mereka. A memiringkan kepalanya mengingat-ingat seperti apa seragam yang dia buat.
"Sudahlah, sama kok kita ya," kata C ke B.
"Iya. Mungkin kamu lupa saja seperti apa bentuknya karena tidak ada yang berubah kok. Memang segini," kata B meyakinkan A.
"Aku kan buatnya..." kata A menggigit jari tangannya memandangi mereka berdua. "Mana mungkin mereka tahu kalau aku sengaja melipat baju dan rok? Mereka kan bodoh," pikirnya.
"Lalu kamu juga Lin, kok perasaan..." kata D menunjuk.
"Kalian bertiga jangan-jangan," kata A lebih curiga.
"Lah memang aku beda kan dengan Stella. Lupa? Sama kok kita seragamnya dengan yang kamu kasih hanya memang aku kenakan jaket kan kita pentas masih lama," kata Sakura buat alasan.
__ADS_1
Akhirnya mereka beranggapan memang tidak ada yang beda dan Stella memperingatkan harus lebih hati-hati lagi. Kejutannya nanti saat mereka maju.
Semua peserta yang kelompok maupun perseorangan mulai berjalan menuju aula yang diberitahukan. Perasaan berdebar, tegang namun bangga juga merayap di masing-masing diri peserta.
Kelompok Glitter melewati Jin, V, Jk dan Jhope yang berdiri masih memakai seragam penyamaran mereka.
Sakura menatap mereka bertiga lalu menundukkan kepala dan tersenyum. Mereka juga sadar dan membalas apa yang Sakura lakukan. Linda dan Stella juga melakukan hal yang sama tapi A dan ketiga temannya tidak, merasa mereka lebih tinggi.
"Lin, jangan lupa pakai parfum meski kita di atas panggung," bisik Sakura.
"Iya dong," kata Linda.
Mereka menunggu giliran. Sakura mengambil parfum unik dengan ukuran kecil namun harumnya semerbak. Jhope tentu penasaran yang dia lihat, Sakura selalu mengeluarkan barang-barang unik.
Di tempat lain beberapa menit saat Sakura dan kawan-kawan hendak menuju tempat penjurian, keempat anggota BTS yang bersama Sakura disana juga ijin undur diri.
Mereka berempat bersiul senang mendapatkan bayaran. "Mereka pasti akan iri," kata Suga sambil melihat botol itu.
"Hahaha," tawa RM.
Mereka memasuki aula markas BTS yang dibuat oleh staf DMB. Disambut lalu menunjuk ke arah benda yang mereka masing-masing miliki.
Jhope, Jin, V dan Jk yang berada di markas duluan cemberut setelah tahu cerita dari Leader.
"Kami juga mau. Kenapa kalian tidak meminta lebih," kata mereka berempat.
"Bagaimana ya memintanya? Kami kan dibayar karena membantu dia menawari tangan kita jadi piringan," kata Jimin membelai punggung JK.
JK menolak tangannya, Jimin menghela nafas menatap botol miliknya.
"Pokoknya, aku juga mau!" Kata JK merenggut tidak mau memandangi Jimin.
"Haduh," kata Jin memijat keningnya.
RM datang dan menepuk bahunya. "Nih, ambil saja punyaku," katanya meletakkan di tangannya.
"Tidak mau, itu kan punya Hyung. Aku ingin punya sendiri juga. Lagipula aku yakin Hyung memberinya terpaksa kan. Tidak usah," tolak JK sambil cemberut, ingin menangis tapi dia tahu itu usaha mereka membantu orang.
Jhope dan Jin masih bisa menerima dan mengerti namun V pun sama dengan JK yang langsung berjongkok berlawanan arah dengan mereka.
"Ayolah, jangan seperti anak kecil!" Kata RM berkacak pinggang. Nasib sebagai ayah kedua untuk mereka berdua.
V sama ditenangkan oleh Suga tapi dia menolak dan cemberut sambil membuat gambar menggunakan jarinya di karpet.
__ADS_1
Rossa muncul dan melihat suasana yang berbeda. Dia melihat botol di tangan beberapa anggota lain, dan mengerti.
"Naega mudneundamyeon? Nuga i jel byeong-eul gajigo issneunji al-a
( Kalau aku yang minta bagaimana? Aku tahu siapa yang bawa botol gel ini )," kata Rossa menawari diri.
Mereka bertujuh menatap ke arah suara itu, JK dan V langsung berdiri dan menundukkan kepala. Rossa mengatakan hal itu karena JK dan V tampak bete.
"Haji anhda. Pil-yo eobs-eum. Gwaenchanh-a ulineun geunyang nongdam
( Jangan. Tidak perlu. Tidak apa-apa kami hanya bercanda )," ucap V dan JK bersamaan.
Rossa menatap mereka berdua lalu tersenyum. "hwagsilhabnikka? ( Apa kalian yakin )?" Tanyanya.
JK dan V mengangguk, agak gugup tidak ingin merepotkan orang lain. "Najung-e mul-eobolge ( aku minta ya nanti )," kata mereka berbarengan pada keempatnya.
Datanglah Vidi dan Kiara yang baru selesai syuting lagu.
"Oh! Produk itu memang terbatas sekali sih hanya menyediakan 50 botol sehari," kata Vidi menunjuk.
Mereka semua memasang alat penerjemah karena melihat ketiga juri memakai bahasa Indonesia.
"Serius? Mahal?" Tanya Rossa kaget.
"Sedang promosi jadi harganya lumayan murah. Asli cairannya tidak lengket di tangan lalu lembut," kata Kiara.
Terlihat mereka berempat agak dongkol mendengarnya, ketiga tersisa menenangkan dengan mengatakan akan berbagi. JK lalu memutuskan untuk keluar ruangan agar tidak terlihat sedang kesal.
Para Hyung dan V tidak bisa berbuat banyak, karena sekalinya JK marah atau kesal harus dibiarkan sendiri.
JK memutuskan duduk di depan pintu gedung yang sekarang tampak sepi. Dia mendengus mengingat kakak-kakaknya memiliki barang yang bagus.
Dia duduk termenung tanpa disadari sepasang sepatu kets muncul dan berjalan ke arahnya. Sakura datang saat keluar dari lift dia tampaknya agak tersesat saat ijin menuju toilet.
"Lho, ini kan lantai dasar kok malah ke sini?" Tanya Sakura sambil garuk kepala. Dia melirik kanan dan kiri dan menatap petugas satpam yang sedang melamun.
Sakura ingat ada satu petugas yang wajahnya tampak tidak ceria, lalu dia mengambil botol gel itu. "Iya ya botol ini masih terlalu banyak, aku cukup hanya bawa 2 saja. Hmmm apa petugas itu mau ya? Nah pas sekali untuk petugas sisanya," kata Sakura.
Dia berjalan dengan langkah santai menuju tempat JK berada. JK masih belum sadar, dia tenggelam dalam kesedihannya.
"Hmmm? Kelihatannya sedang melamun. Bagaimana ya?" Pikir Sakura. Lalu dia mencoba menepuk bahunya berkali-kali, lalu karena tidak juga sadar, Sakura agak keras menepuknya.
JK menatap ke belakang dengan malas pikirnya Suga atau Jin yang datang. Tapi dia langsung panik saat ternyata...
__ADS_1
"Y-yes?" Tanya JK gugup.
Bersambung ...