Dunia Mencari Bakat

Dunia Mencari Bakat
22


__ADS_3

Mereka diberikan masing-masing buku, pulpen serta semacam meja berjalan. Mereka dibagikan kelompok untuk membuat koreografi dan memutuskan lagu apa yang cocok nanti. Tentu semua kelompok di acak yang single pun ikut serta.


Tentu saja anggota Glitters sendiri enggan bersatu dengan anggota lainnya, terutama Linda dan Stella yang memilih satu kelompok dengan Sakura.


Sakura terserah mau berkelompok dengan siapa, mau dia solo juga tidak masalah bahkan lebih enak. Tapi ada 3 peserta yang bergabung dan kelompok mereka pas.


Saat mereka berdiskusi tentang gerakan dan lagu, udara begitu panas. Mereka juga mengibaskan baju kaos. Sakura mengambilkan minuman tadi yang masih banyak.


"Mau?" Tanya Sakura menawarkan.


"Wah, boleh tuh," kata peserta 1 bernama Ani.


"Beli kapan Teh? Memangnya boleh? Warung juga kan tidak begitu dekat," kata Linda heran.


"Pakai gelas itu saja," kata Ren menunjuk.


"Hehehe ini dikasih," jawab Sakura kemudian menuangkan isinya.


"Sedikit saja. Siapa yang kasih?" Tanya Stella ikut minum.


Sakura mengangkat bahunya. "Aku tidak tahu. Tapi selain minuman ada tulisan ini," kata Sakura memberikan kertas itu pada mereka.


"Wah! Ada penggemar kamu rupanya," Teriak Sasa dengan keras.


Beberapa peserta mendengar kebisingan mereka dan kaget. Jadi selama dihukum ada yang memberikannya minuman?


"Hahaha mana ada," kata Sakura geleng-geleng kepalanya.


Pelajaran istimewa belum dimulai, selama 2 hari mereka semua akan dikenalkan dengan beberapa juri, pengawas latihan dan beberapa tempat. Mereka juga mendapatkan 3 lembar tugas dari para pelatih.


"Nanti kita tampil dengan salah satu anggota BTS kan?" Tanya Ani membaca.


"Iya," jawab mereka berlima bersamaan.


Ani membayangkan akan sangat canggung tapi juga membanggakan bisa tampil dengan dilatih oleh mereka meskipun bukan masuk ke dalam murid spesial.


"Semoga mereka memberikan kita tarian yang mudah ya," kata Sasa.


Mereka semua lupa kalau gerakan BTS sangatlah penuh enerjik. Sakura juga tidak begitu yakin apakah dia bisa mengikuti mereka.


"Benar juga ya," kata Ren yang menepuk dahinya tampaknya hampir kebanyakan lupa, dengan siapa mereka nanti akan diajarkan.


Setelah mereka selesai mengerjakan tugas kelompok, waktu rehat pun tiba dan mereka kembali ke kelompok masing-masing.


Untunglah anggota Glitters yang lain berada jauh dan tampaknya tugas mereka belum semuanya selesai. Sakura lega semua sudah selesai dan mereka bisa makan siang saat itu juga.


A sangat kesal melihat Sakura, Stella dan Linda berjalan dengan santai karena sudah selesai. Hari berikutnya pun masih sama, setiap Sakura berada sendirian di lorong meskipun bukan hukuman.

__ADS_1


Bergantian anggota BTS menaruh sesuatu dia monumen kayu tersebut. Mereka jadi ketagihan untuk memberikan dukungan. Mereka semua pun tahu rintangan bagaimana yang dihadapi oleh Sakura, sama dengan mereka di masa lalu.


Sakura tidak menyangka kalau mereka masih saja menaruh makanan untuknya sampai-sampai beberapa sudah hafal.


"Wuidiiih dapat bingkisan lagi?" Tanya Stella sudah terbiasa.


"Iya nih. Padahal kan Teteh bukan sedang dihukum tapi datang kepagian," kata Sakura menunjukkan beberapa cemilan.


"Masa iya sih petugas yang disana?" Tunjuk Ren ke Suga yang sedang mengangkat tong sampah.


Mereka terdiam tapi karena sudah dikasih, Sakura memakannya bersama-sama. Terpikirkan olehnya akan membalasnya nanti.


Tentu saja hari berikutnya giliran Jimin yang menaruh, tapi sebelum menaruhnya dia sudah melihat beberapa snack yang dia tukarkan. Jimin dan Jhope pun senang memperhatikan peserta lain dan hanya Sakura yang selalu berbagi.


Banyak yang sirik karena Sakura baru jadi murid disana sudah memiliki penggemar rahasia. Sakura tidak peduli dengan begitu bisa membuatnya semakin semangat.


Sakura kembali lagi di pelajaran berikutnya dengan senang dia menyimpan cemilan di monumen itu dan memasuki kelas.


Suga, Jhope dan RM melihat dan senyum sumringah mengambil makanan tersebut yang dimakan oleh semua anggotanya.


"Apa dia tahu ya kalau kita secara bergantian menaruh makanan?" Tanya Suga.


Mereka semua berpikir.


"Kurasa tidak, dia hanya ingin membalas saja lagipula apa ini tidak berlebihan? Dia kan sudah tidak dihukum lagi," kata JK mengambil cemilan lain.


Mereka dengan sengaja menunggu diam-diam melihat siapa yang menaruh makanan. Tentu para pelatih memberitahukan hal itu pada manager BTS dan terpaksa mereka tidak datang.


Suatu ketika karena mendengar berita tersebut MC Korea datang untuk melihat. Benar saja beberapa peserta saling duduk menunggu.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya MC Korea dengan Bahasa Indonesia yang lancar.


Mereka semua terkejut MC tersebut berada di belakang mereka semua, mereka lalu kabur tanpa menjawab pertanyaannya. Makanan yang disimpan oleh Sakura sudah tentu dapat diambil oleh anggota BTS dan MC menggelengkan kepalanya.


Lagi-lagi Sakura dihina dan diejek sebagai Anak Emas karena mendapatkan makanan yang diduga dari para BTS. Sakura sama sekali tidak tahu toh siapapun yang memberikan makanan, berarti membuatnya semangat.


"Aku yang dikasih kenapa kalian yang ribet?" Tanya Sakura lewat.


Semakin membuat semuanya semakin memanas. Dan sampai ke MC Korea yang agak cemas.


"Lebih baik kalian hentikan karena sudah banyak peserta yang curiga kalau ini ulah kalian," kata MC agak cemas.


Mereka semua kaget.


"Lalu bagaimana? Kami senang kok kalau dia bisa sampai ceria lagi," kata V.


"Iya, kami juga tidak mengharap kalau ada bayarannya. Tapi kan selama ini dia juga memberikan kita cemilan khas Bandung," kata Jimin.

__ADS_1


"Benar. Tapi posisi dia akan menjadi sulit sekali. Lalu dia juga sering diserang oleh yang memuja kalian. Tolong hentikan," kata MC.


Mereka semua hening sambil makan. JK jadi tidak enak hati, dia yang awalnya hanya ingin membuatnya tidak sedih. Malah jadi keenakan karena banyak diberi makanan juga.


"Lalu bagaimana?" Tanya Jin.


"Besok biar orang-orang dari kru kita yang beraksi. Para pelatih juga setuju mereka akan membantu. Kami akan sengaja memperlihatkan menaruh makanan seperti yang kalian lakukan," kata MC menganggukkan kepala pada beberapa pelatih.


"Setelah ini lebih baik kalian lihat saja bagaimana dia berjuang," kata salah satu pelatih menggunakan bahasa Korea.


Semuanya kecewa tapi apa boleh buat.


Keesokan harinya seperti yang direncanakan dan memang banyak yang menantikan. Ternyata kru dari pihak gedung dan pelatih menaruh makanan yang bisa diambil kapan saja. Peserta tertawa riuh dan bernafas lega kalau dugaan mereka salah.


"Ternyata yang menaruh makanan itu kru gedung lho," kata peserta mengejek saat Sakura lewat. .


"Soo whaat," jawab Sakura menyanyikan lagu BTS dengan riang.


Peserta terkesan sebal dan sejak itu pula monumen itu dipindahkan jadi para peserta todak lagi berbuat iseng.


Hari kelima tiba, BTS masih harus memperhatikan pilihan mereka dan meyakinkan tidak salah memilih. Beberapa harus ditukar karena berperilaku angkuh.


"Hufff! Tidak terasa ya sudah hari kelima saja. Inilah hari yang dinantikan," kata Jupi bersemangat.


"Hei! Ada yang berubah," kata Kiara dengan heboh.


"Kenapa?" Tanya Rossa yang sedang berdandan kaget juga.


"Baca ini," kata Kiara memberikan sebuah buku laporan.


Mereka bertiga membaca, dan Vidi datang terlambat dan ikut membaca. Mereka tidak percaya dan saling berpandangan.


"Ini kan gawat. Kenapa tiba-tiba begini?" Tanya Jupi.


"Panggil salah satu anggota dari kelompok ini. Dia harus tahu, aduh kenapa jadi begini sih? Mana sebentar lagi penjurian putaran kedua," kata Vidi.


"Oke," kata Kiara lalu keluar mencari beberapa orang.


"Aku bantu deh," kata Rossa keluar menyusul Kiara.


"Ini pasti karena statusnya yang langsung dipilih itu," kata Vidi menerka.


"Beberapa mereka melakukan penukaran sepertinya ada yang bertingkah," kata Jupi.


"Iyalah pasti. Siapa sih yang tidak mau langsung dipilih?" Tanya Vidi


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2