Dunia Mencari Bakat

Dunia Mencari Bakat
14


__ADS_3

Sakura yang ada di hadapannya tersenyum lalu memberikan produk botol yang dia miliki, JK hanya kebingungan. Sakura agak sedikit tidak lancar berbahasa asing, ya dia pikir JK adalah orang asing.


"Using this. Your face will fresh


( Gunakan ini. Wajahmu akan menjadi segar )," kata Sakura agak malu. Sudah seperti sales girl saja dia memberikannya.


Jk kaget dan memandangi botol tersebut tanpa berkata apapun, baru saja dia berpikir apakah harus mencoba meminta? Lalu di gelengkan kepalanya dan melamun. Sekarang botol yang sama seperti kakak-kakaknya, dia dapatkan.


Sakura bisa melihat betapa girangnya pemuda tukang sapu-sapu itu.


"How you know?


( Bagaimana kamu bisa tahu )?" Tanya JK masih dengan suara yang agak kaget.


"What?


( Apa? )" Tanya Sakura kebingungan. Dia menatap JK, dan berpikir tinggi sekali pemuda ini. Masa iya dia seorang tukang bersih-bersih?


"Errr... All my friend's got this from you maybe and you now... Give this for me?


( Hmm.. semua teman-temanku mendapatkan ini darimu mungkin dan sekarang kamu... memberikan ini untukku? )" Tanya JK masih tidak percaya. Lalu dalam pikirannya dia berjanji tidak akan melamun yang aneh-aneh lagi.


"Oh... Hahaha I don't know if you really want it. So you mad to them? Because they have it


( Oh... Hahaha aku tidak tahu bila kau sangat menginginkannya. Jadi kamu marah pada mereka? Karena mereka memiliki ini )," kata Sakura memegang perutnya karena geli.


"Well, little...


( Ya, sedikit... )" kata JK dengan wajah yang memerah karena menyadari bahwa penyakit malu pada perempuan muncul. Tapi entah kenapa tidak ada perasaan takut pada Sakura.

__ADS_1


Saking terkejutnya JK tidak sempat lari atau bersembunyi, suara langkah kaki Sakura terdengar jelas padahal. Mungkin karena pikirannya waktu itu tidak ada di Bumi ya.


Jin keluar beserta dengan lainnya karena cemas, JK lama tidak kembali lalu menahan semuanya serentak. Mereka alhasil saling bertabrakan dan marah pada Jin.


Sebelum mereka membuka mulut, Jin sudah terlebih dahulu menutup mulut mereka dengan sadis. Dan menunjukkan pemandangan di depan.


"Pernyataan cinta ya?" Tanya V agak sebal. Yaaa mereka sudah terbiasa dengan pernyataan cinta melalui media sosial, chat dalam ponsel, atau bahkan saling berhadapan. Dengan fans.


"Ssst," kata Jin menaruh jari telunjuk di mulutnya, sambil mengusir semuanya masuk ke ruangan.


Jimin yang penasaran, lolos dari genggaman Jin dan berusaha mengintip. Akhirnya V, Suga dan Jhope juga menyusul. Jin kesal dan RM hanya menggelengkan kepalanya saja tapi dia juga penasaran.


"Itu bukan pernyataan cinta tapi lihat. JK kita diberi produk yang sama dengan kita semua bahkan..." kata Jimin memata-matai.


"Kita semua? Aku kan tidak," kata Jhope agak iri dan mendengus.


Jimin yang lainnya hanya terdiam, mereka lupa hal itu. V juga cemberut tapi kemudian wajah mereka berdua gembira melihat Sakura juga memberikan botol lainnya. V menghitung ya, totalnya pas dengan mereka yang belum kebagian.


Dengan syarat dan bahasa yang terbata-bata, hanya RM, Jhope dan JK yang mengerti maksudnya. Sakura agak panik menunjukkan waktu untuk rapat nanti.


RM mengantarkan dan memberitahu dengan bahasa yang pelan dan jelas, agar Sakura mudah mengerti. Sakura berterima kasih meski terlihat sangat aneh pada keenam petugas yang lain. Suara Suga tentu merasa familiar bagi Sakura, tapi tidak yakin.


Jin menawarkan bantuan untuk menuju lift namun RM mengatakan bahwa dia yang akan antar kan. Karena Jin agak keceplosan menggunakan bahasa Korea.


RM dan Sakura berjalan menuju lift mereka berenam bernafas lega, markas mereka hampir ketahuan. JK tersenyum malu menatap botol itu dan pamer bahwa dia memilikinya juga.


Beberapa menit kemudian RM kembali, dalam lift dia mendengarkan penjelasan Sakura dengan bahasa asing yang agak rancu. Membuat RM mendengarnya seperti teka teki bersilang tapi dia mengerti.


Jhope dan V langsung menyambar membuat JK kaget dua kali lalu tertawa. "Kalian!" Serunya lalu dia memang lupa membagikannya.

__ADS_1


"Wow, jadi dia datang untuk memberikan ini? Apa dia sebenarnya mencari kita tapi tidak tahu lantai mana bisa kembali? Apa dia pelupa?" Tanya Jhope agak aneh lalu mencium bau enak dari botol itu.


"Mungkin dia terpana dengan pesonaku," jawab JK menduplikat gaya Jin.


"Yang benar saja," kata Jin tertawa keras dan mengacak rambut member termuda itu dengan lembut.


"Bercanda. Kata dia, masih punya beberapa produk ini dan ingat petugas sisanya yang belum sempat dia beri. Bisa cepat ingat begitu, bagian mananya yang pelupa?" Tanya JK menatap Jhope dan lainnya.


Mereka semua terdiam dan berpikir. Memang aneh sih.


"Lalu bilang apa lagi peserta jilbab itu? Ah ya, namanya Sakura," kata RM.


Mereka semua mengangguk dan mengacungkan jempol pada RM.


"Sempat-sempatnya tanya nama," kata Suga dengan datar.


"Katanya supaya wajahku tidak kusut seperti para petugas yang sebelumnya," kata JK dengan polos.


Sontak semuanya tertawa keras, ya tentu mereka tahu petugas gedung itu seperti apa tampangnya.


"Akhirnya aku dapat!" Teriak JK sangat girang sambil menari lagu Mic Drop.


"Dengan niatan yang berbeda tentunya," pikir mereka bertiga menatap lucu tingkah JK.


Setelah itu mereka memasuki markas lagi dan mencobanya, wajah mereka segar dan lembuuut, baunya pun harum.


V takut menciumnya namun terus menerus mencoba. "Jadi dia suka harum yang seperti ini," katanya.


"Enak juga wanginya. Katanya dia punya 20 botol di rumahnya," kata RM yang terus memegang kedua pipinya.

__ADS_1


Mereka semua memandangi RM. "APA!?" Teriak bersamaan.


Bersambung ...


__ADS_2