
Beberapa hari kemudian mereka datang dan berlatih lagi, orang-orang merekam sambil berpura-pura menelepon. Sakura sempat secara kebetulan memergoki orang itu lalu mereka kabur padahal Sakura hanya mau membuang sampah saja.
"Kenapa Teh?" Tanya Stella.
"Kalian sadar tidak? Ada orang yang selalu merekam kegiatan kita?" Tanya Sakura sambil memakan kue.
"Aku tahu! Mungkin itu orang dari Jakarta yang memeriksa kegiatan kita! Pegawai dari Dunia Mencari Bakat," kata C.
"Jadi mereka mau membuktikan ya soal kebenarannya," duga Stella.
"Nah itu karena ada juga kan yang mendaftar untuk cari tahu apakah BTS ada sebagai juri atau tamu," kata B.
"Iya ya kalau mendaftar hanya untuk bertemu BTS ya memang hanya alasan saja. Kalau pun kalah yang penting sudah bertemu kan," kata D.
"Jangan sampai karena kehadiran mereka, formasi kita hancur dan tidak fokus!" kata B semangat.
Mereka semua setuju dan bertingkah seperti biasanya sambil terus menghafalkan gerakan dan posisi. Sakura tiba-tiba mules.
"Hei, aku ijin ke toilet! Lin, Teteh ke toilet dulu ya sakit perut nih," kata Sakura memegang perutnya.
Keempat orang itu memandangi Sakura sambil mengigit bibir bawah, A dan D saling bertatapan.
"Oke Teh," kata Linda melanjutkan latihan.
Sakura lalu berlari menuju gedung belakang dan D serta A meminta ijin untuk pergi ke toilet.
"Bukannya tadi kalian sudah ke toilet," kata C aneh.
Stella menyikut Linda. "Teh Sakura tidak apa-apa ke toilet sendirian? A dan D ke toilet juga padahal kan mereka baru saja kembali," katanya.
Linda tersentak. "Iya juga ya," lalu beranjak untuk menyusul.
Saat menyusul, RM dan V berusaha menghalangi mereka dengan bolak balik berjalan berlawanan arah.
"Ck! Siapa sih nih orang? Dari tadi coba seperti halangi kita lewat deh," kata Linda kesal.
Kemudian mereka mengarah ke gedung dimana Sakura menuju kesana. Melihat Sakura sudah dihadang oleh mereka berdua, A dan D. RM menurunkan topinya dan berpura-pura mendengarkan lagu, berdiri agak dekat dengan mereka.
"Ada apa ya?" Tanya Sakura yang mau masuk.
"Hmmm begini ya, kami agak keberatan kalau kamu yang jadi pemimpin grup," kata A dengan nada angkuh.
"Aduuuh, soal itu nanti ya aku lagi kebelet nih," kata Sakura buru-buru masuk.
D menahan. "Eh, susah sekali sih dengarkan dulu kita dong," kata D menahan tangan.
Sudah diujung tanduk, terpaksa Sakura menepis tangan D dan dia meringis kesakitan.
"Kita tunggu deh, sepertinya benar dia kebelet," kata A.
Lalu Sakura bergegas masuk dan... lega kemudian keluar lagi. "Masih ada saja," gumamnya.
__ADS_1
"Kamu lama ya di dalam," kata D.
"Suruh siapa juga kalian menunggu. Lagian aku baru tahu kalau dianggap sebagai ketua grup. Grup ini kan yang buat Linda atau Stella, ketuanya ya salah satu dari mereka," kata Sakura mengelap tangannya dengan tisu.
Mereka berdua diam mendengarnya. "Mereka? Kurang layak juga," kata A tertawa angkuh.
RM terkejut ternyata alat penerjemahnya berfungsi dan dia menahan mulutnya untuk tidak terkejut.
"Menurut kalian aku?" Tanya Sakura.
"Iyalah, memangnya siapa lagi yang ada di sini. Lagipula kamu yang lebih menonjol," kata A.
"Aku? HAHAHA!" Sakura tertawa keras membuat mereka berdua sebal.
"Kenapa sih," kata D dengan jutek.
"Habisnya kamu mengarahkan banyak lagu, gerakan lalu suruh kita menciptakan gerakan sendiri kan," kata A.
"Hahaha kalian sadar tidak sih? Dari awal juga kan tidak ada yang bisa mengatur grup. Gerakan kalian asal dan kacau lalu dengan gerakan asal mau ikut kompetisi? Sebelum mulai juga, kita semua langsung ditendang," kata Sakura dengan santai.
RM menahan tawa mendengar yang dikatakan oleh Sakura, ya memang benar gerakan mereka semua kacau sekali.
"Ya kita bisa kok mengatur semuanya. Jadi kamu tidak perlu deh membantu kita, lebih baik mulai sekarang dengarkan saja yang kita lakukan," kata D.
"Ya silakan saja kalau kalian mau begitu aku tidak akan ikut grup. Lebih baik keluar daripada harus mempermalukan diri tampil dengan kalian," kata Sakura yang berlalu.
A dan D menghadang lagi. "Kok keluar sih?"
"Ya. Kalau kamu keluar jumlah kita berkurang kan jadi terus saja ikut. Maksudku hanya... soal ketua jangan kamu," kata A.
"Terus kamu menyarankan siapa?" Tanya Sakura yang sudah tahu intinya.
"Aku. Aku ketuanya," kata D dengan cepat.
"Aku setuju," kata A.
Sakura mengangkat bahu dan berjalan lagi. RM bermaksud pergi juga ketika lagi-lagi Sakura masih dihadang
"Apa lagi siiiih? Rese ya kalian lama-lama," kata Sakura bete.
"Kamu harus setuju kalau aku yang jadi ketuanya dan kamu harus patuh! Jangan mengacau," kata D sambil menunjuk.
Sakura mendengus. "Baru sekarang ketika semuanya sudah rapih kamu ingin jadi ketua? Kemana saja kamu saat semua gerakan kacau? Ada solusi? Kamu sendiri lebih bagus gerakannya? Posisi salah, gerakan sembarangan mau jadi ketua," kata Sakura mengomel.
D langsung menahan emosi menatap Sakura. A tidak bisa membalas.
"Aku lihat sendiri ya sejak hari pertama kita latihan, yang kamu lakukan hanya nyinyir dengan gerakan semua teman kamu. Kalau ketua seharusnya lebih sigap dan mencari jalan keluar. Sejujurnya gerakan kamu juga sama sekali tidak kena dengan lagu deh, mana ada gerakan balet juga," kata Sakura.
Wajah D memerah, semua temannya sulit mengikuti gerakannya. Sikap Sakura kemudian berubah dari yang santai menjadi sedikit dingin. RM kaget melihatnya lalu V datang. Mereka bersikap seperti adik dan kakak yang bertukar ponsel.
Sakura mengenakan celana jeans berwarna biru dan baju atasan yang memiliki bordiran dan gambar unicorn sepanjang lutut, lalu mengenakan jaket bulu berwarna abu-abu.
__ADS_1
"Silakan saja," kata Sakura yang menyilang kan kedua tangannya di depan D.
"Ma-mau apa?" Tanya D mundur.
"Kok kamu takut? Kalian berdua yang berniat merundung, malah takut karena sikap aku berubah? Kita lihat saja apa kamu mampu membuatku tunduk pada perintah?" Tanya Sakura.
"Maksudmu apa!?" Tanya A menjaga D.
"Jujur ya aku orangnya sulit menerima perintah dari siapapun kalau dia tidak memiliki kapasitasnya sebagai Ketua, seperti kamu. Menurut aku, kamu tidak cocok menjadi ketua tapi yah, siapa yang tahu juga kan. Aku mau lihat seberapa besar usaha kamu membuat aku patuh," kata Sakura lalu mendorong bahu D dengan tangan kirinya dan berjalan.
A dan D melongo, D menepuk bahunya yang dengan begitu mudah terdorong oleh Sakura.
"Yang penting sekarang, kamu ketuanya," kata A.
"Hm! Memangnya aku takut sama dia? Belum tahu saja rencana kita kalau berhasil, dia dan kedua orang itu yang akan dikeluarkan!" Kata D.
Sakura menghampiri Linda dan Stella dan menceritakan semuanya. Mereka berdua bengong dan sudah menduga kalau pasti mereka akan bermaksud menguasai.
Mereka berdua juga kembali dengan langkah yang songong. Diumumkan lah bahwa D sebagai ketua grup Flowery, sisanya agak keberatan tapi karena D memaksa, akhirnya setuju.
"Oh ya soal nama Grup, kita akan mengganti menjadi Glitter. Nama Flowery terlalu kekanakan ya," kata D menatap sinis ke arah Sakura.
"Glitter? Bukannya itu lebih aneh?" Tanya Stella bengong.
"Supaya lebih dikenal dong kalau Flowery agak cewek sekali ya," kata D asal lalu duduk.
"Selera dia memang aneh kan," bisik Linda.
"Glitter harusnya lebih heboh dong tapi ketuanya saja kurang kreatif. Tidak ada gunanya," gumam Sakura menatap D.
Linda dan Stella tertawa.
RM dan V keluar mereka duduk dari kejauhan memantau kelompok D.
"Geudeul-e daehae eotteohge saeng-gaghaseyo?
( Menurut kamu bagaimana soal mereka ? )" Tanya V menatap ketuanya.
"Yeojaneun uidojeog-eulo Dlaneun innaesim-eul siheomhaneun geos gatseubnida
( Yang perempuan itu tampaknya sengaja menguji kesabaran orang bernama D )," jawab RM.
Mereka berdua memperhatikan gerak gerik D yang mulai memerintah dan melihat Sakura yang enggan melakukannya.
"Dleul hoejang-eulo seonchulhaneun de dong-uihaeya haeseo neomu antakkabseubnida.
( Sayang sekali dia harus setuju memilih D sebagai ketua )," kata V agak sedih.
RM setuju. "Ne, geu bun-ui dilegsyeon deogbun-e ileohge jalhal su issneundedo
( Ya, padahal mereka sebagus ini karena arahan darinya )," RM menghela nafas.
__ADS_1
Bersambung ...