Dunia Mencari Bakat

Dunia Mencari Bakat
19


__ADS_3

Linda dan Stella kaget sekali melihatnya.


"Ya ampun, Teh. Jungkook gitu loh. Serius?" Tanya Linda bengong.


JK dengan malu senyum ke arah Sakura sedikit melihat wajah aneh Sakura.


"You soo taller ( Kamu begitu tinggi )," kata Sakura dalam mic nya secara refleks.


Teriakan cacian atau hal yang membuat Sakura jatuh sama sekali tidak berfungsi. Sakura fokus menatap JK yang badannya tinggi melebihi dirinya.


"He was more taller than me ( Dia lebih tinggi dariku )," jawab JK menunjuk pada RM yang menatap dan senyum padanya.


Sakura berpikir, "Benar juga sih," kata Sakura memakai bahasanya sendiri.


JK tidak mengerti lalu MC memberitahukan dengan bahasa Korea. Dan JK hanya tertawa mendengarnya


"Baik, supaya mudah sisa anggota akan mulai memilih peserta yang menurut mereka pantas dijadikan murid atau rekan. Silakan," kata MC lalu mengatakan hal yang sama menggunakan Korea.


Yang dipilih sudah tentu histeris kesenangan meski ada beberapa peserta yang menunjukkan respon berlebihan. Di antara mereka yang terkesan cuek hanya Sakura yang membuat Linda tertawa.


"Baiklah, aku mau bertanya pada... Sakura deh," kata Rossa memberikan mic.


"Iya," jawab Sakura yang masih agak malu karena JK ada di sisinya.


JK sengaja memberikan jarak karena dia tahu bajwa wanita berhijab tidak boleh bersentuhan dengan yang bukan mahramnya. Meskipun Sakura memakai baju panjang yang lumayan tebal.


"Biasnya kamu siapa?" Tanya Rossa sambil tertawa.


Sakura terdiam menatap JK sekilas, JK memberikan kode tangannya bahwa dia tidak apa-apa.


Semuanya menanti jawaban Sakura.


"Park Jimin," jawab Sakura yang malu lalu disoraki oleh yang lainnya.


Jimin tertawa ramah dan melambaikan tangan membuat Sakura tidak bisa menahan ketawanya. Sayangnya Jimin memilih Asna dari kelompok tim ke 6, yang juga berhijab.


"Waaa sayang ya. Kecewa tidak nih ternyata kamu malah dipilih oleh anggota paling muda yaitu JK?" Tanya Rossa.


"Iya ya justru JK duluan kan yang bergegas menghampiri kakak itu. Aneh!" Kata penggemar.


"Apa mereka sudah saling mengenal?" Tanya yang lainnya.


"Ya.. hahaha inginnya sudah tentu sama bias sendiri tapi kalau JK yang memilih saya, ya oke saja sih," jawab Sakura.


Linda sendiri berdiri dengan RM yang sama-sama agak cemas. Yah kalau fans yang aman ada di Suga, RM, Jhope, dan Jimin. Yang berbahaya di V dan paling zona merah tentu Jungkook. Stella juga begitu tapi melihat kesan Sakura yang cuek sekali, tampaknya akan baik-baik saja.


"KEMBALIKAN JK KAMIII, JANGAN REBUT DIAAA," Teriak fansnya JK.


JK hanya menghela nafas, tentu dia pun merasa terganggu. Dia agak berpikir apakah keputusannya salah? Dan memandangi para kakak-kakaknya yang memberikan kode harus berhati-hati.


Sakura yang mendengarnya hanya mendengus, tidak sadar bahwa mic yang dipegangnya masih menyala. "Cih, pacar juga bukan hanya fans. Percaya diri sekali," katanya ke arah fansnya.


Otomatis semuanya terdengar dan Sakura menutup mulutnya. MC menjelaskan pada mereka apa yang baru diucapkan oleh Sakura.


Mereka semua menahan tawa dan melihat sikap Sakura yang sangat tidak peduli. Menurut mereka memang Sakura tipe perempuan yang cuek dengan siapa mereka.

__ADS_1


"Haduh, tanpa sengaja si Teteh malah mengibarkan bendera perang," kata Linda menggelengkan kepala.


Memang semua wajah fans JK merah padam apalagi disana ada JK yang juga tertawa mendengarnya.


Jimin tidak mengira bahwa Sakura adalah penggemarnya dan dia menyayangkan harus JK yang ada di sisinya. Linda dipilih RM dan V, Stella oleh Suga tentu saja, dia juga masuk ke tim Glitter.


Sakura dan peserta pilihan diminta bergabung dengan peserta lainnya, yang kebanyakan mereka memandanginya sinis. JK sendiri yang langsung memilihnya, sedangkan yang lain harus dalam proses melihat-lihat.


Sakura tidak peduli dengan pandangan mereka, pengalaman juga sih bisa berlatih dengan JK. Sedangkan para BTS juga berdiri terpisah dengan para peserta.


"Hmmm jadi itulah kenapa kamu langsung berlari keluar ruangan dan mendahului kakak-kakakmu ya," kata Jin membelai kepalanya dengan sayang dan gemas.


"Hehehe maaf Hyung," jawab JK cekikikan.


"Yang benar ya dilatihnya," kata Suga dengan pandangan dinginnya.


"Siap, Hyung," kata JK langsung bersikap wibawa.


"Jangan ajari dia gerakan yang sulit dan hindari gaya yang biasa kita lakukan," kata Jimin dengan wajah serius juga.


Karena kadang anggota yang bungsu itu sering melakukan kejahilan, jadi tidak heran mereka berenam mencemaskan pesertanya.


"Ternyata ada maksud ya," kata V menepuk bahu JK.


"Jangan sampai bersentuhan ya," kata Jhope mengingatkan.


JK hanya menelan ludah memandangi wajah peringatan dari kakak-kakaknya itu termasuk V dan Jimin.


"Kalau kamu merasa tidak bisa menangani, cerita pada kami," kata RM yang tidak mau ketinggalan.


"Siaaaal, aku kurang cepat," kata Jimin memegang kepalanya.


"Tenang saja aku akan menjaganya dan tidak akan bersentuhan secara langsung. Tapi kalau dia duluan yang memegang aku bagaimana?" Tanya JK.


Mereka semua terdiam.


"Sepertinya itu hanya khayalan mu saja. Perempuan berhijab yang tahu aturan tidak akan dengan sengaja menyentuh kita. Kamu lihat kan tadi saja dia menyebut Jimin sebagai biasnya, ada rasa dia menahan diri untuk menyambut," kata Jhope menjelaskan.


"Ahh benar juga waktu kamu berdiri di sampingnya juga dia dan kamu memberi jarak kan. Jadi menurutku tenang saja, dia perempuan yang tahu aturan agamanya," kata RM menenangkan.


"Ah, baiklah," kata JK meski dia merasa agak sedih. Suga juga menghela nafas padahal dia yang paling penasaran, ingin sekali banyak bertanya mengenai apa yang selalu mereka gunakan di atas kepala.


"Bagaimana caramu menjaganya? Kamu kan takut pada perempuan, kebetulan saja waktu itu dia bertanya padamu kan," kata V agak aneh.


JK garuk kepala, dia pun keheranan. "Habis dia berbeda dengan yang lainnya sih," katanya dengan malu.


"Tidak centil atau genit," kata RM memandanginya sesaat.


"Gayanya juga cuek, dia bisa membuat model baju yang tidak disadarinya," kata Jhope.


JK mengiyakan apa kata keenam kakaknya meskipun sangat heran.


"Kukira akan bisa mengalahkan lari kamu," kata Jin menghela nafas.


"Kalian kenapa sih?" Tanya JK dengan tatapan aneh membuat mereka semua memandanginya sambil menghela nafas.

__ADS_1


"Kamu ini tidak sadar atau memang tidak tahu sih?" Tanya V menatapnya.


"Apa?" Tanya JK lagi.


Setelah selesai ditetapkan jadwal berlatih, peserta dan kelompok yang lulus diharapkan membawa koper dan tas mereka, untuk menempati asrama.


Saat Sakura hendak mengambil kopernya, beberapa peserta melewatinya sambil mencibir.


"Enak sekali dong langsung dipilih," kata A dengan tatapan sebal.


"Tapi Teteh juga heran kenapa bisa langsung dipilih? Yang lain kan malah lihat-lihat dulu," kata Sakura menarik kopernya sambil jalan.


"Kata MC dan juri juga mereka tidak asal pilih kan. Berarti mereka melihat ada sesuatu yang berbeda dari Teteh kan," kata Stella.


Banyak sekali yang mencemoohnya, Sakura tampak berusaha tidak mendengarkan meski jalannya semakin lambat. Linda melihatnya dan menepuk tangannya.


"Jangan didengarkan, Teh. Mereka iri karena sebagian besar peserta fansnya JK. Yah, idola mereka sendiri tidak memilih kan. Ayo Teh semangat! Seminggu lho," kata Linda tertawa.


"Seminggu," kata Sakura dan Stella bersamaan sambil menerawang langit.


"Eh, kamu! Apa sih sebabnya JK sampai memilih kamu secara langsung? Kamu juga tidak begitu cantik deh," kata peserta lain. Dia dan teman-temannya tertawa keras.


"Hah? Situ Oke?" Tanya Sakura yang lalu berjalan cepat meninggalkan mereka yang kesal setengah mati.


"Kalau menurut Linda aih karena Teteh cuek deh. Mereka mau bicara apa, ya Teteh lurus saja bagus sih tapi komen Teteh tadi, seperti menegakkan bendera merah," kata Linda.


"Hahh sudahlah sepertinya hari-hari Teteh mulai berat dari sekarang. Kenapa tidak Jimin sih? Atau Jhope yang kalem," kata Sakura memijat lehernya.


"Mereka juga tidak menduga kalau JK bakalan lari paling cepat. Sepertinya mereka bertujuh inginnya memilih Teteh. Apa Teteh yakin tidak punya kemampuan lain?" Tanya Stella penasaran.


Mereka bertujuh lalu tiba di kamar mereka yang ternyata luas dan terdapat kasur 7 buah juga. A, B, C dan D langsung berebut posisi dekat jendela. Sakura, Linda dan Stella tidak heboh mereka memutuskan mau dimana.


"Hoaaaaa. Capeknya," kata Sakura langsung rebahan di kasur.


"Kalian lihat tidak luar gedung sudah jadi lautan manusia lho," kata A menyisir rambutnya.


"Pastilah kabar soal mereka bertujuh sudah disebarkan kru televisi kan, jadinya mereka langsung kemari," kata C melepaskan seragam dan ganti baju.


"Apa mereka tahu ya soal seseorang yang langsung dipilih oleh anggota termuda?" Tanya D sambil tertawa.


"Padahal kan kita juga menarinya lebih semangat. Tapi kok bisa ya?" Tanya B menatap ke sebelah mereka.


"Kok bisa ya kalian berempat tidak lelah ghibah orang?" Tanya Linda lalu rebahan juga.


"Kelihatannya Teh Sakura betul-betul lelah ya, sudah tidur saja tuh," kata Stella memeriksa.


"Hahaha Teh Sakura kalau bertemu bantal sudah deh, lep menuju dunia mimpi. Kita juga tidur yuk daripada dengar 4 orang ghibah," kata Linda.


Mereka berempat sudah tentu sebal karena mendapatkan Jhope tapi ada juga yang mendapatkan RM.


"Tapi kan ya berkat Teh Sakura juga kita bisa menang lho. Dia merias kita dengan baik jadi kita hentikan membicarakannya," kata C yang juga bersiap tidur.


Ketiga yang tersisa saling berdiam diri dan melihat C yang juga sudah terlelap.


"Benar juga sih. Kalaupun dia langsung mendapatkan perhatian JK juga karena dia bertingkah curang kan," kata B.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2