
"Wah, parah tuh anak. Aku tagih lagi deh uangnya," kata Stella yang hendak pergi.
"Eeeh jangan, jangan. Biarkan saja, mereka tidak tahu kan kalau aku bisa membuat seragam ini menjadi lebih berbeda lagi," kata Sakura mengedipkan salah satu matanya.
Linda pun lalu meminta seragamnya dirombak juga karena nanti mereka akan disaksikan oleh banyak orang. Orang tuanya juga pasti akan menonton dan mana mungkin dirinya memakai seragam yang kelewat mini.
"Teh, ini mau dibuat bagaimana lagi?" Tanya Linda memperlihatkan baju atasannya.
"Teteh mau dibuat lipatan kecil di tengah nih jadi supaya tidak begitu membosankan. Lalu diberi hiasan juga sepertinya harus belu kancing deh," kata Sakura terdiam menatap mereka berdua.
"Kancing?" Tanya mereka bersamaan.
Ditaruh di atas lipatan ini 4 biji cukup," kata Sakura memperlihatkan rencananya.
"Teteh tidak punya kancing? Biasanya kan pasti ada gitu beberapa," kata Linda yang iseng membuka semua kotak yang ada.
Anggota BTS juga penasaran tapi sayang tidak bisa terlalu dekat ke mereka bertiga takut ketahuan.
"Ada sih, tapi... yah, tidak tahu apa kalian suka atau tidak. Takutnya terlalu kekanakan," kata Sakura yang duduk sambil mencongkel benang-benang.
"Lucuuuuu!" Kata Linda memperlihatkan 6 kotak berisikan kancing-kancing yang berbentuk unik. Ada bentuk bulan, bintang, bunga, ikan air dan sayap.
Stella juga terlihat senang memegang semuanya. "Lah ini ada," katanya.
"Ya takutnya selera kalian berbeda. Kan Teteh kuliah di jurusan keguruan taman kanak-kanak jadi semua barang harus lucu-lucu. Jadi mau bagaimana nih?" Tanya Sakura.
"Ini sajalah Teh, yang sudah ada," kata Linda mengambil lagi yang lainnya.
"A, aswibgedo gakkaiseo *** su eobsda
( Ahhh sayang sekali kita tidak bisa melihat dari dekat )," kata Jimin agak kecewa.
V juga berdiri dengan berjinjit berharap bisa keliatan tapi sia-sia.
"Ya, kalian suka yang mana?" Tanya Sakura yang sudah memanjangkan semua sisa kain dari seragam mereka semua.
"Aku mau bulan," kata Linda.
"Aku ikan saja," kata Stella.
"Oke, kalau begitu Teteh bintang deh," kata Sakura.
Kemudian mereka berdua membantu dengan melipat-lipat baju, mengukur dan disematkan jarum agar mudah dijahit.
Sakura lalu mengeluarkan mesin jahit lipat yang mungil dari dalam tasnya kemudian menempatkan baju itu dengan hati-hati.
"Wah," kata V tidak menyangka kalau ternyata isi tas Sakura ada mesin jahit.
"Satu selesai," kata Sakura memperlihatkan.
__ADS_1
Stella dan Linda menjadi lebih bersemangat melihat hasilnya.
"Kalau soal penempatan warnanya sih memang bagus tapi memang membosankan," kata Stella melihat warna-warna.
Linda memisahkan kancing dan menempatkannya dengan hati-hati. Hasilnya baju atasan mereka menjadi lumayan panjang dan agak longgar membuat jauh dari seksi.
"Mereka menamai grup ini Glitter tapi dari seragam saja sama sekali tidak sesuai," kata Linda.
"Bahkan jauh dari kata Blink tidak sih?" Tanya Stella.
"Selesaaai!" Kata Sakura mengerjakan seragam atasan mereka berdua.
"WOOW!" Seru mereka berdua.
"Roknya?" Tanya Linda.
"Iya dong. Pendek begini apa kalian tidak malu kalau nanti tampil? Pasti orang tua kita juga lihat," kata Sakura mengumpulkan semua rok.
"Iya juga ya," kata Linda lalu ikut melepaskan benang.
"Pintar juga sih A itu tapi kurang cerdas untuk menipu kita," kata Sakura sambil tertawa. "Sebentar kita urus atasannya saja dulu sekarang, Teteh akan mulai menempel untuk kancingnya,"
"Dowadeuligessseubnida
( Coba kita bisa membantu ya )," bisik Jhope pada yang lainnya. Mereka bertiga mengangguk melihat Sakura yang tidak keberatan merombak, mereka hanya bisa diam memperhatikan.
1 jam berlalu.
Seragam atasan mereka tampak sangat berbeda, ada lipatan kecil dan hiasan kancing yang berkilauan. Jimin dan Jhope yang ada di sana tampak kagum karena jadinya sangat bagus sekali.
RM dan V sedang bergerak melihat grup A di gedung yang lain.
"Roknya?" Tanya Stella.
"Ayo," kata Linda memberikan alat lain untuk Stella.
Rok juga ternyata berbeda, A memang mengakali semuanya dengan sempurna namun luput dari detail an yang dilihat oleh Sakura.
Stella dan Linda dibuat selutut sedangkan Sakura sampai lutut bawah.
"Teh, kok terlihat seperti rok penjaga warung kopi," kata Linda agak tertawa.
"Ck! Tidak apa-apa Teteh akan memberikan hiasan juga di pinggiran belah rok ini sampai bawahnya. Pakai iniii," kata Sakura mengeluarkan pita yang bermotif.
"Cantik sekali! Aku juga mau dooong," kata Mereka berdua bersamaan.
Akhirnya lagi-lagi Sakura menjahit belahan rok dengan hiasan pita bermotif. Kesan rok Sakura memang mirip penjaga warung kopi tapi setelah dijahit kembali, lumayan bagus juga.
"Oke, kita siap untuk pertunjukkan!" kata mereka bertiga dengan semangat.
__ADS_1
Di sisi lain...
"Duuh, kok kamu buat seragam sependek ini sih? Kan bukan begini perjanjiannya! Memalukan tahu!" Kata B dan C agak keberatan.
"Lho, kan kalian juga sudah setuju kalau seragamnya kita buat seperti cheerleader," kata A.
"Iya, tapi bukan sependek ini! Bagaimana dong kalau kami harus pakai seragam mini begini, sori sori deh kita pakai. Kembalikan uangnya!" Pintar C melempar seragam itu ke tanah.
A yang sudah agak memerah wajahnya, enggan mengambil baju itu. D mengambil dan memberikannya lagi pada C.
"Sudah! Terima saja deh seharusnya kalian menghargai usaha A dong yang membuat seragam!" kata D.
"Hargai usaha dia? Kamu juga ya haus banget sama jadi ketua. Kalian berdua ini pas sekali ya menipu kami. A, bagaimana bisa kamu membuat seragam tanpa beritahu kami modelnya," kata B.
D tidak bisa berkata apapun, kini B dan C sudah semakin kesal. Tidak sesuai apa yang mereka diskusikan dari hari awal.
"Aku kan sudah bilang," kata A membela diri.
"Kapan? Kami tidak menerima soal model seragam atau ada pilihan lain. Mana harganya juga tidak masuk akal, bahan hanya kaos," kata C terus mengomel.
"Sudah! Aku ketua grup kalian! Pakai dan jangan banyak mengeluh," kata D.
"Cih! Menyesal kami pilih kamu sebagai ketua lebih baik teh Sakura," kata B membuat D terdiam.
RM mendengarkan semuanya dan manggut-manggut lalu pergi juga.
D dan A pulang tanpa mendengarkan kicauan mereka berdua.
"Bagaimana nih? Aku tidak mau deh pakai seragam model bikini," kata C.
B dan C kemudian berjalan ke arah dimana Sakura berada. Sampainya mereka berdua kaget sekali melihat seragam yang diberikan oleh A menjadi lebih bagus dan cantik.
"Eh, seragam kalian kok jadi berbeda?" Tanya C kaget.
"Lho? Kalian masih disini? Aku kira sudah pulang," kata Linda lalu memamerkan.
"Kok," kata B.
"Iya dong kita rombak. Yang benar saja nih, seragam teh Sakura tadinya parah kan. Ternyata A sudah menipu kita nih bagian sini kalau benangnya dilepas, ternyata bahan bajunya masih panjang," kata Stella menjelaskan.
C melihat seragamnya sendiri dengan menggunakan alat yang diberikan oleh Linda. Mereka berdua tersentak kaget dan sangat geram.
"Kita ditipu!" Teriak B kesal.
"Sakura, kamu mau tidak modifikasi seragam kami juga? Aku malu kalau harus pakai seragam bikini," kata C dengan malu.
B juga meminta ingin dimodifikasi dan mereka meminta maaf untuk kejadian yang hari-hari sebelumnya.
Sakura menyanggupinya dia merubah dengan gaya yang berbeda sesuai posisi tarian mereka nanti.
__ADS_1
"Lipatannya aku buat berbeda arah ya, jadi nanti juri bisa melihat perbedaan posisi kita," kata Sakura.
Bersambung ...