
Fitria langsung melempar majalah ke pintu kamarnya dan marah-marah seperti penyihir. Sakura garuk-garuk kepala tidak ada yang mau ikut. Lalu dia mencoba mengajak teman-temannya, sama juga apalagi mereka semua sangat pemalu.
"Hiding camera kok," kata Sakura.
"Mana ada acara begituan kamera tersembunyi. Cari yang lain deh!" Kata A teman dekatnya.
Sakura hubungi yang lainnya dengan memakai taktik lain.
"Kalau ketahuan bohong mau aku lempar kamu ke neraka?" Tanya B temannya yang lain.
"Aaaaa!!" Teriak Sakura stres. "Bagaimana nih?" Tanyanya mondar mandir.
Lalu dia mendengar suara dan berlari menuju ruang TV muncul 7 pemuda yang kece badai yang sedang booming di seluruh belahan negara.
Bangtan Boys alias BTS. Sakura duduk depan Televisi sambil meninggikan suaranya. "Tumben mereka menampakkan diri bukan hanya di iklan," kata Sakura yang terus menonton.
Pindah ke suatu tempat di Jakarta, sebelum ada pengumuman dalam Televisi ternyata pencarian bakat ini adalah kerjasama mereka dengan BTS.
Semua pegawai Dunia Mencari Bakat diberikan ultimatum oleh Direktur, bagi siapa saja yang membocorkan informasi tidak akan mendapat uang lebaran.
Cara itu paling ampuh dan semua orang mengunci mulut mereka masing-masing. Jadi kepala dari perusahaan BTS ini sendiri membutuhkan beberapa orang untuk bisa kolaborasi dengan mereka bertujuh.
Indonesia adalah negara yang memiliki ARMY dengan jumlah terbanyak dan terbesar jadi sasaran mereka sudah tentu Indonesia. Mereka semua setuju toh kapan lagi bisa datang ke Indonesia sebagai warga biasa.
Mereka semua juga antusias saat mengetahui bisa mengajarkan beberapa gerakan pada peserta yang terpilih. Tentu dengan cara tidak boleh disebarluaskan, kebayang kalau bocor semua negara pasti akan berdatangan ke Indonesia.
"Algessseubnida. geuleom yeoleobundo teseuteuhaleo ondago balpyohalkkayo? ( Baik, lalu apa kita akan mengumumkan kalian juga ikut untuk menguji mereka )?" Tanya Jupi dengan serius.
Yups, Juri Indonesia mencari bakat adalah Jupi sang penyanyi terkenal, ada juga Kiara yang ngefans banget dengan Jhope. Vidi dan Rossa. Mereka tentu sangat senang bisa bekerja bersama 7 pemuda berbakat yang mendunia.
"Amado. Ulineun modu dangsin-ui geonmul-eseo gyeongchalgwan-eulo byeonjanghal geos-ibnida.
( Jangan, jangan. Kami semua akan menyamar sebagai petugas yang berada di gedung kalian )," kata RM dengan tenang.
Mereka kegirangan mendengarnya, kelihatannya akan seru sekali!
"Woow! Geulaeseo dangsin-eun chamgajaleul jigjeob mannal geos-ibnida
( Jadi secara langsung kalian akan bertemu dengan para peserta dong )," kata Kiara dengan ceria.
"Ne majseubnida. Geuleoni najung-e tellebijeon balpyoeseo uli ileum-eul eongeubhaji maseyo. geunyang gwang-go
( Iya benar. Jadi nanti di pengumuman Televisi jangan sampai nama kami kalian sebut. Cukup iklan saja )," kata Jimin dengan senyuman menawannya.
__ADS_1
"Kalau begitu oke deh. Waah ini akan seru sekali ya," kata Rossa bersemangat.
"Iya aku juga jadi bersemangat," kata Kiara yang terus menatap Jhope.
Mereka bertujuh sudah sampai di Indonesia 2 hari sebelumnya dan langsung menemui para manajer dan direktur di DMB. Mereka juga senang menikmati keindahan beberapa tempat termasuk Bandung.
Tempat dimana mereka akan susuri untuk melihat para peserta disana.
"Ye, dangsin-eun teugbyeol simsa wiwon-il ppunman anila geudeul-ui haengdong-gwa taedodo al su issseubnida. ttohan sigbyeolhal su issseubnida
( Iya, di samping kalian adalah juri spesial, kalian juga bisa tahu perilaku dan sikap mereka. Boleh juga idenya )," kata Vidi menepuk RM.
Sesuai yang telah disepakati, diumumkan lah pencarian bakat tersebut ke semua media. Para BTS duduk di sebuah ruangan menatap bagaimana cara kerja mereka dan saling mengobrol.
Jupi datang setelah melakukan semua tugasnya ke ruangan dimana BTS berada.
"Dangsin-eun dangsin-i seontaeghal salam-ui teugjeonghan teugseong-eul gajigo iss-eoya habnida, geuleohjyo?
( Kalian pasti punya ciri-ciri tertentu dari orang yang akan kalian pilih, bukan )?" Tanya Jupi ingin tahu.
RM menyerahkan pertanyaan itu kepada Jin. "Mullon-ijyo. Hajiman geugeon uliman-i abnida. joesonghabnida
( Ya tentu saja tapi itu hanya kami yang tahu. Maaf ya )," kata Jin mengatupkan kedua tangannya. Mereka semua tertawa.
"Geugeos-eun jung-yohaji anhseubnida. Chimchag
( Tidak apa-apa. Tenang saja )," kata Jupi tertawa.
"Geuleom dangsin-eun ulileul moleunda. Pyeongsocheoleom baesim-won-eulo ilhasibsio
( Nanti kalian jangan kenal kami ya. Kerja saja sebagai juri seperti biasanya )," kata Jhope sambil senyum jahil.
Kiara yang selesai berdandan mendatangi ruangan BTS juga dan tentu ingin terus mengikuti pembicaraan mereka.
Kiara agak merenggut melihat Jupi bisa mengobrol lama dengan mereka.
"Apa sih? Sini," kata Jupi memanggil Kiara.
"Mwo, bukkeuleobjiman gwaenchanh-a najung-e gat-i sajin jjigja
( Yaah, sayang sekali tapi tidak apa-apa nanti kita foto bareng dulu ya )," kata Kiara agak centil pada Jhope.
"Jangan centil begitu dong. Ingat usia," kata Jupi kembali ke Bahasa.
__ADS_1
"Ih, biarin lah! Kapan lagi coba bisa mengobrol sama mereka. Sirik!" Kata Kiara mengeluarkan ponselnya.
Mereka bertujuh hanya bisa tersenyum karena memang tidak mengerti Bahasa. Jhope tertawa mendengar apa kata Kiara dan mengangguk.
Rossa juga masuk pekerjaannya sudah selesai dan siapa sih yang tidak penasaran berada dekat dengan pemuda-pemuda tampan ini?
"Geuleomyeon chamgajadeulgwa eotteohge sangho jag-yonghal su issseubnikka? dangsin-eun eon-eoleul ihaehaji moshabnida
( Lalu bagaimana kalian bisa berinteraksi dengan para peserta? Kalian kan tidak mengerti bahasa )," kata Rossa mencari tahu.
Mereka semua tersenyum lalu mengeluarkan semacam alat kecil agak mirip dengan yang dipakai oleh Conan Edogawa dan menyimpannya di meja depan.
Mereka bertiga melihat dan saling terkejut menatap sesama juri.
"Ulineun eon-eoleul hangug-eolo ttoneun geu bandaelo beon-yeoghal su issneun jag-eun doguleul bad-assseubnida
( Kami diberi alat kecil yang bisa menerjemahkan Bahasa ke Korea dan sebaliknya )," kata V yang dia peragakan dengan digunakan bisa di kerah leher, telinga atau juga kalung.
Para juri bersorak riuh, jadi intinya mereka juga bisa berbicara biasa dan BTS membalasnya dengan bahasa mereka. Mereka semua terutama sudah tidak sabar melakukan aksinya.
Kembali ke Bandung, Linda mengadakan pertemuan katanya sih sudah mendapatkan 4 orang sisanya. Sakura lalu datang ke sebuah Cafe tempat saudaranya itu menunggu.
"Lho, belum pada datang?" Tanya Sakura yang dia kira sudah terlambat.
"Ya nanti juga mereka datang. Duduk dulu Teh. Lalu Teteh bagaimana? Ada yang mau ikut tidak?" Tanya Linda penuh harap.
"Zero," jawab Sakura yang kehausan lalu melihat menu Cafe tersebut.
"Linda juga sama Teh. Oh iya Teh, kenalini ini teman dekat Linda yang Linda cerita mau ikut," kata Linda mencolek temannya itu.
"Hai, Teh nama aku Stella teman dekatnya Linda," kata Stella mengulurkan tangannya.
"Halo juga. Saya Sakura saudaranya Linda," jawab Sakura, mereka bersalaman lalu melepas tangan dan duduk kembali.
"Yang 4 sisa ini teman satu kantor kalian?" Tanya Sakura.
Mereka berdua berpandangan.
"Teman sih Teh tapi tidak dekat. Dan yaaa mereka semua menyebalkan terpaksa kita ajak karena mereka juga kekurangan 3 orang lagi. Jadi pas kan," kata Linda agak lemas.
"Kalau kurang nyaman lebih baik cari lagi saja," kata Sakura.
"Ya bagaimana lagi? Kita ruangannya berbeda sama mereka tapi kita berdua tahu aslinya bagaimana. Kalau cari lagi, waktunya tidak cukup," jelas Stella memperlihatkan waktu untuk pendaftaran.
__ADS_1
Bersambung ...