
"Kita harus bersiap-siap," kata Suga.
Mereka sudah siap dengan penyamarannya setelah kru datang dan memberikan kode bahwa mereka semua harus menuju panggung.
Jhope masih terus memandangi botol itu. "Wah, boleh juga nih," katanya sambil memasang topi satpam ke kepala.
V lalu melihat foto petugas kebersihan dalam ruangan itu dan mengangguk. "Benar juga sih petugas kebersihan di gedung ini kan sudah tua usianya dan lihat wajah mereka," tunjuk nya.
Mereka semua melihat, pantas mereka sangat bangga saat seragam-seragam mereka dikenakan oleh BTS. Ada kemungkinan seragam itu tidak akan mereka cuci sampai selamanya.
"Hahaha!" Kata mereka semua tertawa.
"Sudah sudah nanti kita tua juga sama seperti mereka," kata Jin yang masih agak tertawa.
"Wajah tua nan imut," kata Jimin berpose.
"Jadi sekarang... kita bisa memakai pembersih wajah ini bersama-sama," kata RM memeluk mereka semua.
Mereka keluar dari markas dengan disertai beberapa kru di belakang. Sambil menuju panggung, mereka masih berbincang mengenai Sakura.
"Tumben kamu tidak kabur didatangi perempuan?" Tanya Jimin merangkul temannya itu.
Jk menggaruk kepalanya. "Aku juga kaget tiba-tiba dia menepuk bahuku dan tertawa begitu saja. Mungkin karena waktunya cepat ya," katanya tertawa.
"Kamu kan sedang melamun karena tidak kebagian botol kan jadi tidak mendengar kedatangannya," kata Jhope tertawa.
"Yaa bisa jadi tapi Hyung benar, langkah kakinya tidak terdengar," kata JK berbalik badan.
__ADS_1
Mereka tahu mana mungkin adik kecil mereka berbohong, karena sekali bohong pasti ketahuan. Mereka semua terdiam dan berpikir.
"Tidak mungkin dia..." kata V agak takut dan merapat ke Jin.
"Hei hei," kata Jin menenangkan.
"Kami membantu dia mendandani temannya lho," kata Jimin memecahkan ketegangan.
"Lagipula aku tadi kan mengantarkan dia dan langkah kakinya ada kok saat dia keluar dari Lift," kata RM membuyarkan pikiran suudzon mereka.
Tiba-tiba, "AH! Aku tahu! Itu pasti karena sepatunya! Dia kan pakai sepatu kets sedangkan yang lainnya sepatu perempuan," kata Jin mulai mengerti.
"HEEEEI," Seru sisanya menatap JK yang mencubit pinggangnya rame-rame.
"Iya ya dua teman lainnya juga kalau berjalan tidak ada suara karena menggunakan sepatu kets. HAHAHAHA!!" Kata JK tertawa keras sambil berlari menghindari cubitan Jin dan V.
Mereka memasuki area ruang tunggu peserta sesuai urutan yang akan dipanggil. Beberapa dari mereka agak penasaran mengenai tim Glitter Sakura.
"Aku masih penasaran dengan perempuan berhijab itu, apa yang akan dilakukannya?" Tanya Suga.
"Ya, aku takut soal tariannya meskipun seragam sudah dia modifikasi," jawab Jimin.
Jhope dan JK dengan tatapan iseng, memasuki ruang tunggu dan mencari tim Glitter. Lalu mereka menemukannya Sakura tengah bersiap.
"Kabarnya dia mengatakan sendiri kalau orangnya sulit diatur," kata RM yang ikut masuk.
"Kita lihat saja apa yang akan dia lakukan di panggung," kata Jin lalu menarik kerah baju anggotanya menuju aula.
__ADS_1
Sakura menaruh tas ranselnya dan mengambil sebuah topi yang dia sengaja pinjam dari Ayahnya sebelum pergi. Tidak terlihat tua tapi masih keren. Berwarna hitam keabu-abuan dan dia memasang jarum di kepalanya juga.
Hijab dia ikat tapi tidak ketat agar tak mengganggu gerakannya nanti di panggung. Dia melepas jaketnya dan memasukkan ke dalam tas, lalu mengambil syal yang sudah disiapkan. Untungnya warnanya sama dengan seragam yang dikenakan.
Atasannya berwarna putih dengan dua warna kesukaannya serta rok hitam yang memiliki belahan dan dibuat hiasan cantik. Sakura menggunakan jarum yang memiliki kepala kelinci dan kucing, dia sematkan ke topi supaya tidak jatuh.
Selintas kamera memang menyorot persiapan para peserta di dalam termasuk mereka menyoroti persiapan Glitter.
"WOW!" Seru mereka setelah melihat Sakura sudah siap.
"Sama sekali tidak menduga ya. Tidak mungkin sih dia hanya menerima begitu saja soal baju. Daebak!" Kata Jhope dan Jimin bersamaan lalu ber tos.
Sekarang model baju yang dipakai Sakura jadi berubah.
"Model seperti itu belum ada kan?" Tanya Jin. "Itu bisa jadi ide untuk seragam kita juga," katanya mengedipkan matanya.
Mereka setuju dan mengarahkan kamera ponselnya lalu memfoto penampilan Sakura yang bergaya tanpa sepengetahuannya.
Syal itu Sakura tali kan dengan erat agar tidak jatuh. Stella juga Linda melihatnya dan bertepuk tangan. A dan D sangat kaget, B dan C juga terlihat seragam meski berbeda hiasan.
Mereka tidak bisa berkata apapun selain menahan kesal dan marah.
"Kok?" Tanya A.
"Kenapa? Ini kan seragam hasil kamu yang jual ke kita. Ya tapi karena pendek sekali jadi kami ubah ternyata masih sisa banyak kain," kata Linda memperlihatkan hasilnya.
A terkejut ternyata Sakura menyadari kalau seragam yang dia buat diubah menjadi pendek. "Gila! Bagaimana caranya dia bisa tahu? Wah! Tampaknya nih orang tidak bisa dianggap remeh nih,"
__ADS_1
Bersambung ...