Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Dimulainya Rencana


__ADS_3

keesokan harinya


Ryan dan Alfan tetap berangkat sekolah dan kali ini mereka telat masuk tetapi mereka tidak merasakan penyesalan atau merasa bersalah karena telat masuk dan jam menunjukkan lebih dari 07.30 mereka tau bahwa mereka pasti akan mendapat ceramah panjang disertai dengan amarah dari guru BK yang mereka kenal tapi mereka hanya mendengarkan saja dan setelah keluar dari ruang BK tersebut, mereka langsung melupakan kejadian tadi dan seolah tidak terjadi apa-apa dan raut wajah mereka terlihat biasa saja. berbeda dengan kemarin, kali ini mereka berdua tidak lewat jalur selatan melainkan mereka lewat jalur Utara yang melewati pedesaan dan mereka hari ini bersepeda dan sepertinya hari ini mereka sedang dihinggapi rasa malas yang membuat mereka telat masuk tidak seperti kemarin yang masih semangat dan tepat waktu.


"fan, kok rasanya hari ini males banget, ya?"


"iya." jawab Alfan


"bolos?" Ryan memberi pendapatnya


"hari ini di OSIS masih ada banyak persiapan untuk Classmeet Desember nanti, kan? kalau bolos, nanti Rena memarahi kita karena tidak bantu dan ini bisa lebih buruk lagi."


"oh iya, ya. ya udah lah." kata Ryan pasrah


mereka pun berangkat walaupun malas menghinggapi seluruh tubuh dan diiringi rasa bosan yang muncul. oleh karena itulah, mereka telat karena mood mereka hari ini jelek.


setelah didalam kelas, mereka berdua terlihat kebosanan dan Ryan sempat tidur dikelas dan beruntung sekali karena mereka berdua duduk di bangku belakang jadi tidak ketahuan.


akhirnya, seluruh jam pelajaran sudah selesai dan Ryan masih seperti pagi tadi dan segera mereka pergi ke ruang OSIS untuk membuat persiapan Classmeet Desember nanti.


"apakah yang lain sudah datang?" tanya Ryan penasaran


"entahlah, mungkin saja belum." jawab Alfan


"hari ini benar-benar membosankan dan ingin segera pulang." keluh kesah Ryan


"jika kita pulang, kau pasti tau apa yang akan terjadi besoknya." kata Alfan memperingatkan Ryan


seperti kata Alfan, jika mereka pulang segera, maka besok bisa saja dimarahi pembina OSIS dan lebih buruk lagi adalah sampai kepada BK dan mereka tidak ingin hukumannya lebih buruk dari ini. oleh karena itu, mereka tetap lanjut walau bosan sekalipun karena mereka ingin hukuman ini cepat selesai.


Sesampainya di depan ruang OSIS, mereka akhirnya membuka pintu dan terlihat didalam ada satu orang yang sudah menunggu yang lain datang. dia adalah gadis cantik, tingginya tidak setinggi Alfan dan dia sering sekali datang lebih cepat. dialah yang bernama Amelia, teman dari Rena sang ketua OSIS.


"oh, Ryan Alfan, selamat datang." sambutnya


"oh Amelia, ya? yang lain belum datang, kah." tanya Ryan


"iya, belum." jawabnya


Ryan dan Alfan kemudian menuju ke kursi yang ada di depan mereka dan menariknya untuk diduduki.

__ADS_1


Keheningan yang terasa karena mereka bertiga tidak mengobrol karena Amelia sibuk membaca novel kesukaannya sedangkan Mereka berdua hanya duduk dan menaruh kepalanya dimeja dan perlahan tertidur karena bosan menunggu semuanya datang walaupun mereka sudah tau hari ini agendanya apa tapi sebelum ketua datang, mereka tidak mau mulai dulu.


tak lama, Andi datang disusul yang lainnya dan yang terakhir masuk ruang OSIS adalah Sang ketua OSIS yang cantik dan tinggi idaman para lelaki di SMA 4 yaitu Rena.


semuanya menuju tempat duduk dan kemudian Rena menuju tempat duduknya yang segaris lurus dengan Ryan dan Alfan yang baru saja bangun ketika mendengar suara langkah kaki yang banyak dan berisik.


"baiklah, agenda hari ini seperti yang kemarin disampaikan. semuanya harap membantu satu sama lain agar cepat selesai, paham?!"


semua menjawab "paham."


itulah yang disampaikan Ketua OSIS Rena dan setelah itu, Ryan dan Alfan ikut membantu beberapa rekannya di anggota OSIS sebelum akhirnya mereka berdua dipanggil oleh Andi


"oi kalian. sini sebentar!" teriak Andi memanggil Ryan dan Alfan


"pasti dimintai tolong." kata Ryan mengeluh


"mungkin saja ada hal yang ingin dia sampaikan." kata Alfan mencoba berpikiran positif


mereka menuju ke tempat Andi dan kemudian bertanyalah Ryan dengan pikiran negatif.


"pasti kau minta bantu, kan? bukannya itu sangat mudah." kata Ryan meremehkan Andi


"ayolah jangan begitu, itu menang ada benarnya tapi sebenarnya ada yang aku ingin sampaikan kepada kalian."


"mengenai apa? katakan saja!" kata Ryan mendesak


"jadi begini. aku mendapat informasi dari temanku yang merupakan informan, aku memintanya mencari informasi mengenai mata-mata dari geng lain yang masuk ke SMA 4 ini."


"jadi? bagaimana? apakah dia tau sesuatu?" tanya Ryan


"dia bilang, memang benar ada mata-mata di SMA 4 dan jumlahnya 4 orang dan mengenai siapa yang diincar mereka itu dia belum tau tapi katanya ini mempunyai hubungan denganku itulah yang dia katakan."


kata-kata dari sang informan itu membuat mereka penasaran siapa yang mereka incar dan apa alasannya? dan yang membuat penasaran lagi, kenapa ini ada hubungannya dengan Andi?


kemudian Ryan berbisik ke telinga Alfan.


"oi fan, ada yang mau gue omongi. Bisakah kita izin ke toilet dulu?" bisik Ryan kepada Alfan


"memangnya apa yang mau kau bicarakan?" tanya Alfan penasaran

__ADS_1


"nanti aja pasti kau tau. ayo!" desak Ryan


"ya sudah jikalau begitu."


Alfan pun setuju dan kedua mencari sang ketua OSIS, Rena karena mereka harus minta izin dari dia terlebih dahulu.


setelah bertemu dengan Sang ketua OSIS Rena dan mendapat izin, mereka pun pergi ke toilet yang agak jauh dari ruang OSIS. setelah selesai dari toilet yang hanya buang air kecil, bukannya langsung kembali ke ruang OSIS, mereka malah masih di sekitar toilet dan mengobrol mengenai rasa penasaran mereka dengan orang yang berhubungan dengan Andi karena mereka merasa jika itu mereka berdua karena mungkin saja ini berhubungan dengan kejadian 3 tahun yang lalu saat perang geng dan mulai saat itu, memang mulai banyak geng yang tidak percaya dan mulai mengincar mereka apakah kekuatan mereka itu benar kalau mereka mengalahkan satu geng yang merupakan geng teratas di kota B.


"hei fan, mungkinkah spekulasi ku ini benar jika ini ada hubungannya dengan kejadian 3 tahun yang lalu?"


Alfan menjawab "mungkin saja benar tapi, yang jelas kita harus mencari tau dulu siapa yang mengutus mata-mata ke SMA 4 ini dan apa benar kita berdua adalah tujuan mereka karena jujur saja aku sudah mulai bosan dengan semua masalah yang datang silih berganti kepada kita."


"hm...kau benar. aku juga merasakan hal sama denganmu dan ingin rasanya ku selesaikan ini secepatnya."


"hei. apa kau setuju jika kita meminta Andi untuk mempertemukan kita dengan informan itu?" tanya Ryan mengajukan usulan


"hm... tapi untuk apa? kan kita hanya harus mempertahankan diri kita dan kita tidak perlu informan?" jawab Alfan


"kau pasti tau kan kenapa perang itu terjadi, kan? kita akan cari tau mengenai siapa yang mengincar kita dan apakah mereka yang mengincar kita itu mantan dari geng Andi atau bukan? karena mungkin saja mereka mau membalas dendam seperti yang pernah aku katakan padamu. maka dari itu, kita perlu informasi yang jelas."


jelas Ryan


sejenak Alfan terdiam dan kemudian menjawab "kau benar, Ryan."


mereka tetap melanjutkan perbincangan mereka hingga tak terasa 30 menit telah berlalu dan mereka kemudian kembali ke ruang OSIS dan sesampainya mereka disana, mereka langsung ditanyai anggota yang lain kenapa lama sekali perginya dan kemudian Rena mendatangi mereka berdua dan memarahinya yang perginya lama dan itu cuma ke toilet.


disaat yang sama


Ada dua cewek cantik yang tinggi dan memiliki badan yang terawat nan atletis, mereka memakai jaket dengan motif tribal berada di lengan kiri mereka dan memiliki gambar pedang samurai di punggungnya. terlihat resleting jaket yang dibiarkan terbuka dan terlihat kaos dalam yang berwarna merah untuk cewek yang di sebelah kanan dan biru yang disebelah kiri dan warnanya sama dengan warna motif di jaket tersebut serta maskernya juga sama. mereka terlihat sehabis menghajar satu geng yang berada di sekitar mereka jalan. mereka tida membawa apapun hanya tangan kosong belaka dan ini terjadi di lingkungan sekitar SMA 4, tepatnya di belakang sekolah yang terdapat jalan yang tidak bisa mobil atau sejenisnya melewati jalan itu dan sepertinya mereka sedang menyelidiki sesuatu.


"jadi, mereka berdua berada disini, ya? bersama dengan mantan ketua geng nomer satu itu?" kata salah satu cewek yang memakai jaket perpaduan warna hitam merah.


"waktunya kita menjalankan rencana kita sesuai perkataan dia." kata cewek yang berada di sebelahnya


"balik yuk, Emi?" Kata Fani


dan Emi menjawab "yuk".


ternyata mereka mulai bergerak dan menjalankan rencananya.

__ADS_1


__ADS_2