Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Siapa Mereka berdua?


__ADS_3

“Kenapa harus masuk OSIS, Bu?” Tanya Ryan kepada guru BK. Beliau menjawab dengan nada santai “apa? Kalian tidak mau? Kuberitahukan saja hal ini kepada orang tua kalian, bagaimana?” Mendengar perkataan itu sontak mereka berdua langsung merespon


“j-jangan Bu, jangan!” Jawab mereka berdua dalam keadaan terdesak dan terpaksa menerima hukuman dari Bu Erna.


“baiklah.” Jawab keduanya dengan perasaan terpaksa.


“sudah diputuskan. Kalian berdua akan menjalani hukuman di OSIS sampai masa bakti kalian berakhir!”


Kemudian Ryan bertanya Bu Erna


“tapi kenapa hanya kita yang masuk OSIS? Kan masih banyak juga siswa yang bolos dan bermasalah juga? Tanya Ryan kepada Bu Erna


“Kenapa? Karena kalian yang paling buruk kelakuannya dan lebih parah dari yang lain.”


Melihat mereka berdua, Bu Erna teringat akan janji yang ia pernah buat dengan kedua orang tua mereka. Saat itu, Beliau masih duduk dibangku SMA.


“Erna, saat kau sudah menjadi guru bisakah kamu didik anak Tante?” pinta orang tua dari 2 anak tersebut, dan Erna pun menjawab


“baik,Tante.”


“janji,ya?” lanjut permintaan dari orang tua 2 anak tersebut. Dengan percaya diri, Erna menjawab


“janji.”


Pada saat itu Bu Erna memang sudah kenal dekat dengan orang tua dari Ryan dan Alfan karena dulu beliau tinggal masih satu lingkungan dengan mereka sebelum akhirnya menikah dan ikut dengan suaminya pindah.

__ADS_1


__________________________________________________________________________________


Kembali ke ruang BK


Bu Erna menjawab “karena kalian yang paling Bandel dan susah diatur”.


Bukan hanya karena janji itu melainkan juga karena dari dulu mereka berdua sudah memiliki jiwa anak bandel.


“ tapi kan Bu” belum selesai ucapan dari Ryan dan Alfan langsung dipotong oleh Bu Erna


“apakah hukuman ini masih kurang untuk kalian?”


“Ini sangat tidak bagus sekali karena kedepannya, aku tidak bisa pergi bebas kemanapun dan kalau aku berbuat masalah lagi, pasti aku akan mendapat hukuman yang jauh lebih berat lagi.”


Pikir Ryan yang sudah mengetahui kedepannya akan sulit jika iaasih berbuat masalah lagi.


“Dari ekspresi wajahnya, sudah dapat dipastikan bahwa dia hanya pasrah dengan keadaan saat ini dan dia juga sudah tahu jika melakukannya lagi pasti akan ada hukuman tambahan dari Bu Erna.”


Bu Erna berkata” kalian bisa mulai bergabung hari ini. Nanti akan aku beritahu kepada pembina OSIS bahwa ada yang akan bergabung sekaligus akan aku suruh anggota OSIS untuk mengawasi kalian jika kalian berbuat masalah lagi.”


“Baik,Bu” kata Ryan & Alfan yang hanya pasrah menerima hukuman.


Mereka berjalan keluar dari ruang BK dengan menyisakan kekesalan dihatinya.


“sial, kenapa jadi memburuk. Kita jadi gak bisa bebas seperti dulu lagi” kata Ryan

__ADS_1


“Apa kau masih belum terima dengan hukuman yang Bu Erna berikan?” Tanya Alfan


“Tentu saja,lah! Kalo hukumannya selain gabung OSIS aku masih terima dan pasti kukerjakan tapi kalau OSIS, aku gak terima!” Kata Ryan dengan rasa kesal.


“Mau bagaimanapun kekesalanmu itu tidak mampu merubah kenyataan bahwa kita dihukum.” Kata Alfan


Ryan berjalan didepan Alfan dan mereka berdua masih sibuk berbicara dan dari jauh lebih tepatnya dari arah kiri, terdapat dua cewek terlihat terburu-buru. Kemudian, salah satu dari mereka menabrak Ryan sehingga mereka berdua terjatuh. Berkas yang dia bawa pun berserakan dilantai. Tak lama, Ryan pun bangun setelah cewek tadi. Betapa kagetnya Ryan setelah melihat kecantikan dan aura dari cewek yang menabraknya tadi. Cewek tadi pun bertanya.


“kau nggak apa-apa?”


Ryan menjawab


“ng-nggak apa-apa,kok.”


Cewek tadi memunguti berkas-berkas yang berserakan dan bergegas pergi.


“Aku minta maaf karena sudah menabrakmu dan aku harus segera ke kelas karena sudah masuk jam pelajaran. Oke , sampai jumpa”


“Sampai jumpa” jawab Ryan dengan wajah yang masih terlihat kagum dengan auranya. Akan tetapi, dia lupa menanyakan nama dari cewek tadi dan dia merasa menyesal.


“ah sial! Aku lupa tanya namanya,lagi. Apa kau tau dia, Alfan? Tanya Ryan


“Tidak, aku baru pertama kali melihatnya” jawab Alfan


“ harusnya aku tadi tanya namanya, tapi aku merasakan bahwa aku akan dipertemukan kembali Dengan dia disuatu tempat. Semoga saja aku bisa bertemu dengannya,lagi.”

__ADS_1


Disamping dia merasa akan bertemu kembali dengan dia, Ryan juga berharap agar bisa bertemu lagi dengan cewek yang menabraknya tadi.


__ADS_2