Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Classmeet 3 - Pengganggu


__ADS_3

Keduanya langsung bergegas mendatangi 4 cowok pengganggu tersebut dan berusaha menyelamatkan Rena dan Amelia. Mereka sangat yakin kalau 4 orang yang menganggu Rena dan Amelia adalah 4 orang yang pernah Andi katakan. Menurut informasi dari Andi, mereka berempat masihlah bawahan dari black wings, namun tidak jelas berada di divisi mana.


“gw yakin mereka yang Andi maksud karena ada salah satu orang yang tadi kita bertemu saat mengambil sound sistem di lab komputer.” Jelas Ryan


“tampaknya kita harus melakukan kekerasan lagi.” kata Alfan


Disisi Rena dan Amelia, mereka tampaknya tidak bisa melawan karena dalam posisi terpojok sementara tangan dari cowok dengan gaya rambut mohawk tersebut akan menyentuh bahkan melakukan pada tubuh Rena dan Amelia.


Keduanya nampak pasrah, terlihat dari mereka yang memejamkan mata dengan linangan air mata yang menunjukkan ketidakberdayaan mereka pada 4 cowok yang ada didepan mereka karena bukan lawan Keduanya setelah berusaha melawan segenap kemampuannya.


Disaat yang tepat, Ryan dan Alfan datang dan mencengkram tangan cowok yang berusaha menyentuh Rena dan Amelia. Mereka saling menatap tajam satu sama lain karena punya urusan pribadi antara keduanya.


“Apa yang kalian mau lakukan dengan tangan kalian yang kotor itu!?” ucap Ryan dengan perasaan marah menyelimutinya


Sontak mereka menjawab “itu bukan urusanmu. Jangan halangi kami.”


Rena dan Amelia yang merasa tertolong akan kedatangan keduanya langsung pergi ke belakangnya. Keduanya menyadari sesuatu bahwa Rena dan Amelia sempat meneteskan air mata karena ulah mereka.


Kalianlah yang membuat keduanya meneteskan air mata, maka kau akan merasakan akibatnya. Kata Ryan dalam hatinya.

__ADS_1


Ryan dan Alfan mencengkram pergelangan tangan mereka dengan keras dengan pandangan tajam seolah benci dengan perilaku mereka pada perempuan.


Kalian berdua yang telah mengalahkan geng kami, akan kubalaskan kekalahan geng kami di sini. Kata mereka dalam hatinya


Mereka berusaha melawan cengkraman tersebut dengan sekuat tenaga mereka agar tangan mereka tidak terkena efek dari cengkraman yang kuat tadi.


Namun ...


Sesuatu terjadi ....


Hawa mengerikan keluar dari diri mereka yang menyebabkan berubahnya pandangan menjadi sangat buruk, sangat gelap dan sangat benci.


Gw sangat benci dengan orang semacam kalian!!! Kata Ryan dalam hatinya dengan amarah yang membara


Kepalan Ryan menjadi sangat kuat, sangat keras hingga sulit untuk melepaskannya.


“ngkh..”


cengkramannya jadi sangat kuat, tanganku bisa remuk kalau sedari awal aku tidak melakukan perlawanan. Katanya dalam hati

__ADS_1


Emosi keduanya memuncak, Cengkraman tangan mereka sangat kuat, benar-benar kuat dan hampir membuat retak tulang lengan tangan mereka yang terlihat sama besarnya dengan Ryan dan Alfan. Namun sepertinya hanya memar semata karena keduanya seperti menahan kekuatan mereka


Ryan mengangkat tangannya, begitupun dengan Alfan yang sedari awal sudah menyiapkan kepalan tangan hingga ingin memulainya lebih dulu.


“Jawab atau kau akan tau akibatnya!” kata Ryan dengan darah yang masih mendidih


Mereka dengan percaya diri mengatakan “coba saja, gw gak takut!”


Kepalan tangan keduanya yang sangat kuat membuat tangannya berubah menjadi merah membara.


Kan kubalaskan kekalahan geng kami!! Kata mereka dalam hatinya dengan amarah ingin membalaskan kekalahan geng mereka


Keduanya mengangkat tangannya yang sudah siap memukul mereka.


Namun tiba-tiba ...


Keduanya menurunkan tekanan mereka masing-masing.


Sebaiknya tidak melakukannya disini, bisa-bisa masalahnya akan bertambah banyak. Kata Ryan yang mengurungkan niatnya karena posisinya saat ini.

__ADS_1


Aku tidak akan bisa mengalahkannya kalau tanpa persiapan yang matang, sebaiknya aku tahan dulu. Ucap orang yang menjadi lawan Ryan tadi.


Keduanya kubu pun meninggalkan tempat itu.


__ADS_2