Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Andi


__ADS_3

Jalan sudah semakin sepi, tidak ada seorangpun yang lewat. udara semakin malam semakin dingin hingga terasa sampai ke tulang. Kami berdua masih berada di taman, masih mengobrol hal yang tadi kami bicarakan berdua sembari meminum minuman kaleng yang kami beli di warung yang jaraknya dekat dengan taman tempat kami mengobrol, lebih tepatnya diseberang jalan (warung 24 jam) ditambah dengan penerangan taman yang redup, kondisi taman yang sepi, gelap di bagian yang tidak diterangi dan lampu jalan yang menerangi jalan yang sepi serta langit malam yang cerah dipenuhi dengan bintang-bintang membuat malam ini begitu tenang dan damai sehingga kami betah berlama-lama menikmati keindahan malam hari ini.


Pembicaraan Kami berdua masih berlanjut karena rasa ingin tau yang lebih mengenai Andi yang motifnya belum jelas (yah aku ini memang tidak suka hal yang merepotkan, sih). Alfan berusaha mencari info lebih lanjut mengenai Andi sedangkan aku mengandalkan Alfan karena temanku banyak yang tidak tahu mengenai si Andi ini. Kalau informasi mengenai temannya, aku sudah tau jika temannya Andi merupakan anak yang sering mangkal pada malam hari dan biasanya mengganggu cewek yang sekiranya seumuran dengan mereka. Aku sih tidak masalah kalau mereka mau membuat masalah dengan orang lain yang sekiranya tidak melibatkan aku maupun orang yang aku sayangi.


Berdasarkan informasi dari temanku (sebelum ke taman aku sempat mencari tau mengenai Andi lewat teman SMA ku yang dulu pernah satu SMP dengan Andi tetapi tidak ikut gerombolannya) dia mengatakan bahwa yang dia tahu ialah temannya yang sering menganggu cewek yang lewat di jalan yang terdapat mereka disana dan untuk mengenai Andi, dia tidak tau sedangkan yang dia tahu hanya itu saja. Kemudian aku mengatakannya kepada Alfan :


Ryan :”yang gw tau itu temennya suka mangkal dan mengganggu cewek yang lewat depan mereka.” kataku kepada Alfan berusaha menjelaskan informasi yang aku dapat


Alfan :”apa mereka itu masih ada hubungan dengan Andi?” tanya Alfan kepadaku dengan penasaran


Ryan :”gak tau. itu saja yang gw dapet dari seorang temenku.” Jelasku kepada Alfan lagi


Alfan :”mungkinkah dia sdah tidak ada apa-apa lagi dengan temannya itu?” Tanya Alfan meragukan hubungan Andi dengan temannya

__ADS_1


Jujur saja setelah mendengar pertanyaan Alfan itu, aku kembali mengingat pertemuan kita dengan Andi dan perkataan dari teman Alfan yang mengatakan jika Andi telah menjadi anak yang rajin belajar dan aku pikir mungkinkah dia sudah benar-benar berbeda dengan Andi yang dulu yang dikatakan pernah terlibat insiden 3 tahun yang lalu? Aku mulai mendiskusikan ini dengan Alfan:


Ryan :”apakah dia sudah beda dengan yang kata temen lu itu terlibat insiden 3 tahun yang lalu?” tanyaku kepada Alfan sambil melempar kaleng minuman ke tempat sampah


Klutak!!! Bunyi kaleng yang aku lempar ke tempat sampah berhasil masuk dan tepat pada sasaran


Alfan :”maksudmu?” tanya Alfan kepadaku dengan penasaran


Ryan :”itu Lo yang kata temen lu dia tuh dah jadi anak yang rajin.” Kataku berusaha menjelaskan kepada Alfan maksud perkataanku.


Ryan :”kau benar. Kurasa begitu saja dulu sampai kita dapat info lainnya. “ kataku menyetujui apa yang Alfan putuskan, karena si Andi ini memang anak yang masih misterius sambil berharap ada informasi lain lagi (yah ........ Ini karena aku ingat peristiwa 3 tahun yang lalu dan fakta bahwa Andi itu pelaku penyerangannya).


Ryan :”kau tau, apakah temannya yang ikut dengannya itu berapa banyak?” tanyaku kepada Alfan

__ADS_1


Alfan :”dari yang temanku bilang, dia masuk ke SMA kita bersama dengan sedikit anak, entah aku tidak tau apakah temannya itu masih setia dengannya atau sudah tidak.” Kata Alfan dengan ragu mengenai informasi yang dia dapatkan ini. Pasalnya, Andi sudah tidak ada hubungan dengan temannya lagi dan dikatakan dia juga sudah jadi anak yang rajin. Lantas, apakah temannya ini sudah membuat geng sendiri dan punya rencana untuk berbuat rusuh lagi? Karena mereka adalah orang selatan kota yang notabene adalah suka perusuh dan berbanding terbalik dengan orang Utara kota yang cenderung damai tetapi mereka memiliki otot yang kuat karena mereka tinggal di daerah Utara dan dekat pantai.


Lain halnya dengan kami yang orang timur kota yang seringnya, kami terlibat dengan kerusuhan yang dibuat oleh orang selatan dan kami selalu terseret ke dalamnya (karena teman kami didalamnya) maka bukan aneh kalau kami langsung ikut campur dan terkadang malah mendapat serangan tiba-tiba yang membuat kami terpaksa harus menghadapinya.


Tetapi kali ini, apa yang terjadi sungguh tidak terduga. Jika Andi itu dulunya adalah ketua dari kelompoknya? Lantas kenapa Andi yang keluar dari gengnya tersebut? Dan sepertinya bukan aku saja yang merasa begitu. Alfan mungkin juga merasa demikian karena keanehan ini dan malah mungkin memang benar spekulasi dulu jika dia kesini hanya untuk balas dendam atas kekalahan dia dulu atau malah dia ingin lepas dari masa lalunya? Oleh karena itulah, kami memutuskan untuk menganggap bahwa Andi sudah tidak punya hubungan dengan temannya lagi dan sembari waspada jika dia melakukan gerakan selanjutnya serta kami berdua masih ingin mendapatkan informasi lebih banyak mengenai dia, yaitu Andi.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 23. 00, maka udara disekitar semakin dingin apalagi aku hanya memakai kaos lengan pendek dengan warna abu-abu gelap dan celana pendek setinggi lutut saja yang terdapat saku kiri dan kanan dan warnanya biru gelap seperti langit malam yang cerah sedangkan Alfan memakai kaos lengan pendek sama sepertiku hanya saja warnanya beda. Dia berwarna merah tua dan terdapat saku kecil di sebelah kirinya sedangkan bawahnya dia memakai celana panjang berwarna hitam. Kemudian Alfan berkata kepadaku


Alfan :”gimana? Mau pulang atau disini dulu?” tanya Alfan sambil menatapku dengan santai.


Ryan :”sini dulu,lah! Belum tengah malam juga?” jawabku


Alfan :”apa kau berencana agar besok bisa tidur sampai siang?” kata Alfan berusaha menebak rencanaku

__ADS_1


Ryan :”hehehe..... Sudah kuduga kau tau rencanaku. Lagian besok kan hari minggu?” jawabku sambil mengatakan alasannya kepada Alfan.


Alfan :”huf ..... Baiklah, karena besok hari minggu, tidak apa apa lah walaupun sampai tengah malam.” Kata Alfan dengan awalan menghela nafas pertanda terpaksa ikut rencanaku.


__ADS_2