
Sore hari kali ini, kami habis berkelahi dengan geng motor yang asal parkir di tengah jalan. Bukannya sopan santu malah menyerang bagai iblis yang memiliki semangat maksimal.
Kami yang tadinya bisa pulang seperti jam biasa, malah sampai rumah telat 30 menit. Sebenarnya kami bisa menyelesaikannya dengan cepat tapi, menurutku itu kurang seru kalau dibuat langsung end pertarungannya.
Awan yang tadinya berwarna oranye, sekarang berubah menjadi biru kehitaman dan itu pertanda kalau hari sudah hampir gelap.
“Yah .... Telat lagi, telat lagi.”
“Kalau saja kita tadi tidak bertarung dengan geng itu, mungkin kita akan sampai rumah seperti biasanya.”
Yang berkata barusan adalah Alfan, kawanku dan sekaligus partner
“haruskah kita bilang ke Andy dan Randy?” kataku
“sebaiknya bilang saja dan mungkin mereka tau hal ini.” Kata Alfan yang memberi saran kepadaku
“Ok. Malam ini, ketemu di discod.”
“Oke.” Jawabnya
Aku pulang dan membuka pintu depan dan seperti biasa, adikku yang cantik, tinggi, idola, dan sekaligus bisa bela diri (walaupun gak Sejago aku) tapi itu saja sudah cukup menurutku.
Aku kembali dicurigai berkelahi lagi dan kali ini, aku gak bisa mengelak walaupun sebenarnya merekalah yang salah.
__ADS_1
Aku kemudian menuju kamar dan melepas pakaianku bergegas mandi.
Aku masuk ke kamar mandi yang didalamnya sudah gak ada orang mandi karena ini sudah petang dan biasanya orang dirumahku, kalau mandi sekitar pukul 5 sore, sedangkan aku mandi ini sekitar pukul 5.30 sore.
“Tadi tuh leader-nya ngomong apaan, ya?”
Aku kepikiran perkataan leadernya yang berkata sesuatu sebelum kami pergi cukup jauh untuk jangkauan pendengaran.
“Semoga itu bukan pertanda buruk.” Harapku
Waktu petang.
Gedung kosong disebelah barat laut kota metropolitan B
Dua orang dari sebuah geng motor, sedang dihajar oleh dua cewek yang sepertinya kedudukannya lebih tinggi dari dua cowok itu.
Dua cewek itu terlihat seperti dua nightmare yang sedang menghakimi mereka dan memandangnya dengan tatapan merendahkan dan hina.
Dibelakang cewek itu, terdapat 8 orang yang 5 orang duduk dan 3 lainnya sedang tidur, Ada yang sambil duduk dan ada yang tidur diatas papan yang halus yang sepertinya itu triplek yang bahannya dari serbuk kayu yang dipadatkan.
Dua cowok itu sedang menunggu nasib dirinya.
Apakah akan dihajar lagi atau bahkan lebih buruk dari itu?
__ADS_1
Sementara itu,
Rumah Ryan. Jam 20.00,
pertemuan virtual dengan Andy dan Randy.
Saat mulai masuk discod, suara mic cek yang unik keluar. Itu bukan dari aku yang sedang cek mic tapi dari discod sendiri yang punya suara unik saat mulai masuk.
Aku kemudian memulai pembicaraan ringan sembari menunggu Andy dan Randy sementara aku bicara dengan Alfan.
Orang yang dibicarakan akhirnya masuk. Karena aku malam ini akan bicara mengenai perkelahian sore tadi dan ada masalah apa mereka denganku?
“gw mau bicara soal tadi sore, saat gw battle sama geng motor.”
“bukannya wajar kalo lu itu kayak jadi buronan polisi. Karena lu diburu oleh geng seantero kota metropolitan B.” Kata Andy
“gak gitu. Saat gw jalan pulang, gw denger suara dari leader-nya yang ngomong sesuatu tapi gw dengernya hampir kayak ancaman tapi kurang jelas,gitu.” Jelasku
Discod sepi sebentar selama 3 menit dan kurasa dua orang itu sedang memikirkan sesuatu.
Kemudian mereka on mic kembali dan bicara kepada aku dan Alfan.
“Sebaiknya, hindari dahulu mereka.”
__ADS_1
Perkataan dari Randy tersebut membuatku kaget dan bertanya-tanya.
Kenapa? Ada apakah sebenarnya? Yang memenuhi kepalaku.