Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Confuse


__ADS_3

Sementara itu, dihari yang sama.


Sebelah Utara kota B, sedikit kearah timur.


Lokasi, SMA 4 Kota B


Beberapa hari, atau mungkin 2 hari jelang Classmeet,


Semua kelas termasuk kelas Kami telah membagi siapa saja yang akan berpartisipasi dan meramaikan acara Classmeet.


Aku juga sempat diajak oleh salah satu teman sekelasku untuk ikut dalam tim futsal. Eden mengajakku dan berkata “kaulah satu-satunya yang bisa mengimbangiku.” Karena dia dulu saat kelas 1 ialah top scor futsal Classmeet.


Awalnya aku tidak mau, tapi dia tetap tidak mau menyerah dan terus mengikutiku dan terus-terusan meminta tolong kepadaku dan dengan terpaksa aku menerima ajakannya.


“Huff... sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menerima tawaranmu.” Aku menjawabnya dengan helaan nafas terpaksa.


Kemudian, nampak dari ekspresinya yang bahagia dan puas setelah berhasil memaksaku ikut dalam tim futsal.


Setelah selesai dengan Eden, Aku dengan Alfan segera ke ruang OSIS karena kata Rena ada hal yang perlu dibahas sebelum nantinya Classmeet dimulai. Kemungkinan itu hanyalah pengecekan terakhir semuanya sebelum classmeet nantinya akan dimulai walau terbilang awal karena masih ada 2 hari lagi dan sepertinya semuanya juga sudah selesai.


Saat kami berdua berjalan menuju ke ruang OSIS, aku bertemu Andy yang sepertinya sedang menunggu kami. Kemudian dia menghampiri kami dan berjalan bersama menuju ruang OSIS.


Dalam hati, aku masih ragu, apakah aku harus memberi tahu Andy dan Randy mengenai siapa orang yang memberitahuku tentang apa yang 4 orang akan lakukan di Classmeet mendatang dan mestinya mereka berdua juga tidak akan percaya sepenuhnya kepada orang brengsek itu. Aku juga paham kalau mereka juga pasti punya maksud tersembunyi dan hal itu sudah pasti akan dilakukan karena info yang aku dapatkan ialah info yang tidak ada transaksi antara kami berdua. 4 orang dari dewan 4 penjuru pasti memberi info gratisan disertai dengan hadiah yang membuat kerepotan sang penerima info tersebut dan yakin sudah kalau hal tersebut secara sengaja dilakukan hanya untuk kesenangan mereka semata.


Setelah berfikir panjang, aku memutuskan untuk tidak memberi tahu mereka karena tidak ada waktu untuk mendiskusikan masalah ini kembali dan akan lebih baik kuberitahu Andy saat nantinya terjadi.


Kami akhirnya sampai di depan pintu ruang OSIS, nampaknya baru Amelia saja yang datang sedangkan yang lain masih belum sampai di ruang OSIS. Dia terlihat rajin dan semuanya pun sepakat dengan pernyataan ini. Dia terlihat imut saat memakai kacamata dengan gagang berwarna merah dan beberapa temannya menganggap jika Amelia sangat cocok menjadi sekretaris layaknya di perusahaan besar walaupun rambutnya hanya sampai bahu saja dan berbanding terbalik dengan sang ketua OSIS yang baru saja sampai yang memiliki panjang rambut sampai ke pinggang dengan tekstur yang lembut, halus, dan hanya mencium bau dari sampo serta melihat rambutnya saja mampu membuat hati terasa tenang. Tekstur rambut dari Amelia dan Rena keduanya sama, yaitu sama-sama lebat, lembut, dan halus.


Entahlah, sejak kapan aku mulai membicarakan mengenai keindahan tubuh cewek, padahal tadi aku dan Alfan hanya fokus pada apa yang akan terjadi nantinya saat mereka berempat menunjukkan diri mereka.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, anggota OSIS yang lain datang.


Pertemuan akan segera dimulai walaupun hanya sekedar evaluasi akhir jelang Classmeet dan tidak disangka juga akan selesai secepat ini.


Pertemuan diawali dengan Rena yang meminta perhatian bahwa ada yang perlu Amelia sampaikan dan dilanjutkan dengan suara amelia yang sedang berbicara dihadapan kami semua. Dia menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan dan salah satu tim yang kena ialah tim ku yang mendapat bagian sebagai keamanan selain sound sistem, perlengkapan, dan konsumsi, terutama konsumsi bagi wasit dan peserta yang ikut lomba. Kalau di tim kami, hanya sebuah kata “tetaplah patroli, tertibkan semua murid dan jamgan sampai ada keributan, apalagi sampai membuat keributan.” Untuk tim sound sistem diberikan diberikan arahan agar selalu cek sound, mic, rol dan semua hal terkait sound sistem. Bagian perlengkapan diberikan arahan agar cek perlengkapan untuk perlombaan nanti dan pastikan juga alatnya tidak ada yang kurang ataupun rusak.


Pertemuan kali ini hanya sebatas itu saja dan beberapa pesan kecil dari ketua OSIS sebelum pertemuan diakhiri.


Setelah pertemuan selesai, aku dan Alfan langsung pulang sebab aku malas sekali kalau waktuku seharian dihabiskan di sekolah saja, rasa jenuh, bosan, kurang nyaman menjadi satu dan membuatku tak kerasan yang kemudian jadi penyebab aku memilih langsung pulang dari pada menunggu yang lainnya pulang dan lagi pula, tidak ada lagi hal yang penting setelah ini selain mereka yang menjadikan sekolah sebagai rumah kedua karena dirumah tempat mereka dibesarkan hanya terdapat pertengkaran antar keluarga saja.


Hal ini berbanding 180° denganku dan Alfan yang merasa tenang, santai, aman, dan damai.


Kami pulang melalui jalur tengah atau jalan alternatif lain dengan rute yang melewati area pesawahan, desa dan area hutan yang sudah memiliki akses jalan aspal dan dilengkapi lampu disisi jalan.


Setelah lamanya perjalanan pulang, akhirnya sampai dirumah dan sudah mulai gelap. Aku berpisah dengan Alfan yang juga sudah memasuki rumah kami masing-masing. Sebelum berpisah, Kami berjanji malam ini kumpul di discod mau ngobrol santai mungkin juga sambil bicarakan mengenai maksud dari informasi salah satu dari dewan 4 penjuru sialan yang merepotkan.


“jujur saja, aku berterima kasih kepada salah satu dari mereka karena telah memberikan informasi yang penting kepada kami. Tapi, aku ragu kalau mereka tidak memiliki niat lain.” Pikirku saat ini.


“mereka licik dan bahkan menurutku lebih licik dari orang berdasi yang membohongi orang kecil.”


 “Setidaknya, kami harus memiliki persiapan yang matang guna menghadapi kemungkinan terburuk dari ini, ialah mereka membagi atau menjual informasi tentang situasi kami sehingga ini akan merugikan kami.”


Yang jelas, kami tidak akan percaya 100% kepada mereka kalau mereka tidak menyertakan bencana didalam informasi tersebut karena mereka punya reputasi buruk dimata kami dan gangster lainnya.


Sembari berfikir, aku sembari jalan menuju kamar dan bersiap untuk mandi karena hari sudah gelap. Aku kemudian turun dari lantai 2 kamarku berada dan menuju kamar mandi. Aku berada didalam kamar mandi ± 15 menit dan setelah itu aku langsung kembali ke kamar dan ganti baju.


Walaupun aku dan Ryan sudah mengambil kesimpulan kalau mereka pasti merencanakan sesuatu dari masalah kami yang mungkin saja berniat membesarkan masalah kami serta membuatnya rumit serumit melepaskan tali yang saling menyangkut dan membentuk bola kecil.


Sembari menunggu malam, aku kemudian turun ke lantai bawah dan menuju ke dapur untuk mencari sesuatu untuk dimakan malam ini. Ternyata, sudah tersedia di meja makan. Disana sudah ada ibu yang berada di dapur, dekat dengan meja makan.

__ADS_1


Makan malam dengan lauk ikan itu suatu kesenangan yang tiada Tara. Satu suapan yang membuatku ketagihan dan nambah lagi sampai kenyang. Lalu, aku pun ingat janji dengan Ryan.


“Hampir aja lupa, malam ini kita mau ngobrol bareng, bukan?”


Setelah kaget sebentar, aku kemudian bergegas menuju kamar dan menutup pintunya, setelah itu aku buka tab discod. Ternyata Ryan belum memulai percakapan namun terdapat tanda aktif. Ku coba chat dia terlebih dahulu agar tau apakah dia sedang di kamar atau tidak.


Sementara itu,


Dikamar Ryan,


Terdengar bunyi notif pesan discod yang itu merupakan pesan dari Alfan,


Nampaknya, dia sedang memberi tanda apakah aku ada di kamar atau tidak. Terlihat jelas dari chatnya yang hanya sapaan ringan saja. Selain itu, chat sapaan pendek itu seperti memberi kode kalau dia ingin segera memulai ngobrol penting malam ini.


Aku kemudian memulai obrolan suara dan seketika dia langsung merespon.


Disaat aku akan memulai obrolan, tiba-tiba muncul pesan yang sepertinya dari orang itu. Isinya terlihat mengejutkan dan ini membuatku semakin waspada dengan orang itu.


[From: ER ]


[Now]


[ Classmeet kali ini akan sangat ramai dan seru. :)]


Setelah aku lihat pesannya, aku segera memfoto chat dia dan mengirimnya ke Alfan,


“Sudah kuduga.”


reaksi Alfan setelah melihat chat dari foto Ryan.

__ADS_1


__ADS_2