
Kedua gadis yang bersama Jordy melangkah ke depan dan sembari berkata
“serahkan saja ini pada kami berdua.”
Jordy mencoba mempercayakannya kepada Fani dan Emi walaupun dia sendiri sudah tau kalau Ryan tidak akan kalah hanya melawan dua orang saja Tetapi Jordy percaya akan kemampuan dari keduanya.
“Walaupun aku tau hasilnya akan seperti apa, tetapi aku biarkan kalian berdua mencoba kemampuan Ryan terlebih dahulu.”
Sementara itu Ryan yang masih khawatir karena dia akan menghadapi dua cewek dan notabenenya cowok tidak boleh melakukan kekerasan kepada cewek
“huh ... gw merasa kasihan kepada diri gw sendiri yang akan jadi pengecut gara-gara bertarung dengan cewek. Itu pengecut banget gak, sih?.” Gumam Ryan yang sudah bersiap menghadapi Fani dan Emi
Kedua kubu saling menatap dan bersiap dari kejauhan. Suasana sepi dan ada aura yang kuat dari keduanya terasa saling berbenturan namun Ryan memiliki aura yang lebih dominan yang membuat suasana sekitar berubah menjadi tegang. Kemudian Fani dan Emi menantang Ryan dengan berkata:
“kami berdua tidak akan gentar walaupun lawan kami itu terkuat di kota B.” Kata Fani dan Emi yang menandakan mereka sudah siap
Ryan yang mendengar tantangan tersebut hanya tersenyum sinis dan membalasnya dengan berkata:
“Jangan salahin gw kalau nanti wajah cantik kalian gw buat bonyok.” Ujar Ryan
Mendengar perkataan Ryan, emosi mereka memuncak.
“Karena kau sudah meremehkan kami, tak akan kubiarkan kau menjumpai pagi lagi.” Gumam Fani
Tanpa ragu, Fani dan Emi langsung menyerang Ryan mendadak dan hal itu membuat Ryan terkejut dengan kecepatan pergerakan dari keduanya yang lebih cepat dari orang yang sudah dia lawan selama ini.
“....”
“mereka lebih cepat dari semua musuh yang pernah gw lawan selama ini.”
Ryan reflek dengan menangkis serangan keduanya yang cepat dan langsung dibalikkan serangan dari Fani dan Emi namun berhasil ditangkis yang menyebabkan mereka terdorong kebelakang karena saking kuatnya pukulan dari Ryan.
“Ugh ... Ternyata pukulannya lebih berat dari yang aku bayangkan.” Kata Fani
“seberapa berat latihannya agar sampai seberat itu pukulannya?” kata Emi
“kita coba lagi, Emi.”
Emi membalasnya dengan mengangguk
Mereka kemudian kembali menyerang Ryan dengan formasi bergantian depan-belakang tanpa henti yang cukup menyulitkan Ryan namun semua serangan dari keduanya bisa diatasi walaupun sempat kerepotan.
“heh ... Ternyata kalian berdua lumayan hebat juga. “ ledeknya
“jangan senang dulu, kau. Akan aku buktikan siapa yang paling kuat.”
Sembari berbicara, Fani dan Emi melanjutkan serangannya terus-menerus tanpa henti dan tak memberi kesempatan untuk Ryan.
“malam ini akan aku hajar kau dan kubuat kau menarik kata-katamu itu.”
Ryan yang mendengar itu hanya cengengesan dan menjawab
“Silahkan saja.”
“menarik kata-kata yang sudah kulontarkan ialah hal yang tak pernah kulakukan.” Lanjutnya
Pertarungan semakin intens, kedua kubu saling adu serangan satu sama lain dan tak ada yang tumbang dari kubu Fani kali ini namun tenaganya semakin berkurang akibat adu serangan terus menerus dengan Ryan. Setiap kali Fani dan Emi menyerang dengan pukulan, Ryan akan memblok serangannya tersebut atau terkadang juga menghindarinya dan membalasnya dengan pukulan atau juga tendangan yang terarah nan kuat.
Tak lama, mereka kemudian sedikit menjaga jarak agar bisa merenggangkan ototnya yang dilanjutkan dengan serangan langsung keduanya. Ryan yang sudah melihat gerakannya sedari tadi tidak merasa terkejut. Namun setelah semakin dekat, Ryan menduga kalau serangan mereka bukanlah serangan yang sama seperti sebelumnya.
“Emi, selesaikan pertarungan ini dengan combo kita!.” Kata Fani
“oke!.” Jawab Emi setuju dengan rencana Fani.
Ryan yang curiga kalau serangan itu bukanlah serangan biasa, tak bisa menangkis sempurna serangan keduanya yang menyebabkan pertahanan Ryan terbuka akibat kurang sempurna dalam menahan serangan keduanya.
“tak kusangka serangan combo, tapi gw gak akan kalah semudah itu.”
Ryan kemudian mengencangkan otot kaki kanannya dengan kuat dengan badannya yang kurang seimbang karena menerima serangan dari Fani dan Emi langsung menghantam keduanya hingga terlempar ke belakang sementara Ryan terjatuh karena kehilangan keseimbangan.
__ADS_1
“Ckk ... Ternyata benar apa yang dikatakan oleh ketua. Dia bukan Orang sembarangan.” Kata Fani sambil mengontrol pernafasannya.
“sepertinya kita tidak bisa mengalahkannya kalau hanya berdua saja.” Kata Emi.
“sudah kuduga kalau kalian berdua bukanlah tandingannya.”
Terdengar ucapan seseorang dari belakang Fani dan Emi, ternyata itu ialah suara Jordy pemimpin geng Black Wings.
“sekalipun kalian mengeluarkan segenap kemampuan kalian agar bisa mengalahkannya, hal itu akan sia-sia belaka karena perbedaan kemampuan kalian dengannya.”
Perkataan dari Jordy membuat keduanya terdiam namun dengan perasaan marah yang tergambar dari pandangan keduanya.
“gw akan bantu kalian berdua menghajar dia karena dari segi kekuatan kita bertiga sudah setara dengannya.” Jelasnya
Ryan yang masih tergeletak tiba-tiba dihampiri oleh Alfan dengan santainya dia berkata
“kau sepertinya butuh bantuan?”
“begitulah. Ternyata mereka kuat juga. Cuma, gw doang yang lengah.” Jawab Ryan
Tiga orang dari Black Wings yang melihat Alfan mendekati Ryan mulai merasakan kalau mereka akan melawan Ryan dan Alfan. Jordy dan dua cewek bersamanya merasa kalau pertarungan akan menjadi semakin berat karena ikutnya Alfan dalam pertarungan.
“Sepertinya dia akan ikut juga.” Ujar Jordy
“Ini akan jadi pertarungan yang berat.”
Walaupun dari segi jumlah masih kalah, namun dari segi kekuatan geng Black Wings masih dibawah Ryan dan Alfan. Kedua kubu baru pertama kali bertemu dan belum paham secara pasti kekuatan dari lawannya masing-masing. Black Wings mengetahui Ryan dan Alfan ialah terkuat di kota B saat ini karena sebuah rumor yang beredar saat peristiwa geng terkuat yang diketuai oleh Andi dikalahkan oleh Ryan dan Alfan yang sekarang bukanlah musuh lagi.
Malam ini akan kubuktikan siapa yang terkuat sekarang. Era kalian sudah berakhir, Ryan Alfan. Kata Jordy dalam hatinya.
Akan aku layani kalian malam ini sampai kalian puas. Kata Ryan dalam hatinya.
Keadaan sekitar seketika sunyi, tak ada suara dan gerakan dari keduanya. Keduanya terlihat memasang muka serius dan mereka saling bertatapan dari kejauhan.
Hembusan angin malam menyertai duel mereka. Selembar daun yang jatuh ke tanah menjadi awal dari pertarungan mereka dan sekaligus menjadi ajang balasan dari geng Black Wings karena sudah dikalahkan dipertarungkan sebelumnya. Kini mereka dipimpin langsung oleh Jordy dengan dua anggota dibelakang.
Pertarungan mereka terlihat tidak seimbang, kubu Ryan dan Alfan terlihat menguasai pertarungan sedangkan kubu black Wings yang notabene hanya menambah satu orang malah mereka yang terdesak. Terjadi jual-beli Serangan kali ini walaupun dengan keadaan jomplang.
Gerakan mereka sama cepatnya namun black Wings selalu dalam keadaan terdesak. Hal ini karena setiap mereka melakukan serangan, serangannya akan ditangkis dengan tangkisan luar atau tangkisan dalam. Beberapa kali serangan mereka berhasil mengenai dada ataupun kepala namun masih bisa bertahan.
Kemudian serangan cepat dari Ryan dan Alfan datang kepada mereka namun beruntung masih bisa bertahan walaupun lengan Jordy merasa sakit dan nyeri yang sepertinya tulangnya mengalami keretakan akibat menahan serangan yang cepat dari Ryan, sedangkan Fani dan Emi berhasil menghindari serangan Alfan.
“Ngkh”
“lenganku ... “
“Kau baik-baik saja, ketua?” tanya Fani ke Jordy
“aku baik-baik saja, hanya sedikit nyeri saja.” Jawab Jordy.
Serangan apa itu tadi? Terlalu cepat sampai aku tidak bisa menghindarinya. Pikir Jordy
Serangan cepat dari Ryan dan Alfan rupanya membuat tulang lengan dari Jordy retak sedangkan serangan Alfan tidak mengenai Fani dan Emi karena keduanya berhasil menghindar.
Kalau aku terkena serangan ini satu kali lagi, akan berakibat fatal. Jangan sampai aku kena serangan itu lagi. Pikir Jordy
“akan lebih baik kalau kita menyerang mereka terlebih dahulu dengan seperti halnya mereka menyerang kita tadi.” Kata Fani
“Kau benar, jangan sampai mereka berhasil membuat serangan seperti tadi dan jangan beri kesempatan kepada mereka.” Ucap Jordy
“Ternyata dia hebat juga bisa bertahan dari serangan cepat tadi.” Gumam Ryan
“Fan, sepertinya kita harus lakukan serangan tadi sekali lagi.” Kata Ryan
“Kau benar, Yan. Sepertinya kita harus mencobanya sekali lagi.” Jawabnya
Dari yang kulihat, sepertinya jordylah yang mendapat damage besar dari serangan tadi karena kedua cewek itu berhasil menghindar. Pikir Alfan
“Mereka datang, Yan.”
__ADS_1
“Ya, aku tau.” sahutnya
Nampaknya mereka mulai menyerang terlebih dahulu karena efek dari serangan tadi ternyata fatal bagi Jordy dan harus memulai serangan terlebih dahulu serta berusaha tidak memberikan sedikitpun kesempatan pada Ryan dan Alfan untuk menyerang.
Sebelum serangan mereka sampai, Ryan merasa kalau ada yang aneh dengan mereka.
Gerakan itu, tidak salah lagi. Pikir Ryan
Hal itulah yang membuat Ryan dan Alfan yang tadinya dalam keadaan siap, tiba-tiba mereka lebih memilih bertahan.
Jordy memukul Ryan dengan tangan kirinya, namun berhasil dihindari oleh Ryan. Tetapi dibelakangnya sudah ada Fani dan Emi yang bersiap menendang Ryan. Namun tendangan keduanya berhasil diatasi oleh Alfan. Ternyata Fani lolos dari Alfan dan dengan cepat langsung menendang Ryan. Tendangannya berhasil mengenai Ryan namun tak cukup untuk menumbangkannya. Sontak Ryan langsung membalas serangan itu dengan tendangan agar mereka menjauh darinya.
Tak cukup sampai disitu, mereka terus melakukan serangan tadi dan membuat Ryan dan Alfan kesulitan untuk menyerang. Setelah percobaan kedua, serangan dari ketiganya memberikan damage besar ke dadanya yang mampu membuat Ryan sesak napas selama 5 detik karena pukulan kuat dari duo Fani dan Emi. Tepat sebelum serangan lanjutan dari Fani dan Emi, Alfan berhasil menangkis serangan dari keduanya lalu membalas serangan yang mereka lakukan pada Ryan dengan tendangan yang keras dua kali kearah perut keduanya dan membuat keduanya terdorong ke belakang.
Serangan belum usai. Jordy kemudian datang dari belakang Fani dan Emi serta menunggu kesempatan melakukan serangan balasan kepada Ryan dan Alfan. Alfan yang belum sempat bertahan, kalah cepat dengan serangan Jordy. Saat serangan Jordy hampir mengenai Ryan dan Alfan, tiba-tiba Ryan menangkis semua serangan dari Jordy dan memukulnya dengan keras mengarah ke ulu hati namum berhasil ditangkis oleh Jordy sehingga berbelok ke arah dada sebelah kiri.
“ketua!!”
“Sial! Sekali lagi, Emi.”
Emi membalasnya dengan anggukan saja.
Akan kupertaruhkan semua tenaga yang tersisa dalam diriku agar bisa menumbangkan mereka. Pikir Fani
Melihat Jordy tumbang, keduanya dengan cepat melakukan serangan dengan tenaga terakhir yang tersisa. Tanpa pikir panjang, mereka langsung mengincar keduanya dan melancarkan pukulan dan tendangan kearah Ryan dan Alfan. Namun karena tenaga mereka yang sudah tak tersisa, serangan tersebut tidaklah kuat dan dibalas oleh Ryan dan Alfan dengan pukulan dan tendangan kuat kearah keduanya. Karena serangan itu, kedua cewek tersebut tumbang dan pingsan akibat tenaga terkuras habis dan serangan kuat yang mengarah keduanya.
Ryan kemudian terdiam sebentar dan kemudian mengatakan.
“Sudah kubilang kan, sekarang aku jadi orang pengecut karena menghajar kalian berdua hingga seperti ini. Bagi pria, ini merupakan tindakan pengecut dan rendah.”
Sehabis pertarungan itu, Ryan kemudian memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena sudah tengah malam dan nampaknya mereka juga sudah merasa lelah karena pertarungan panjang.
“udah tengah malam aja, pulang yuk, fan?” ajak Ryan
“yuk, udah lelah juga gara-gara pertarungan tadi.” Jawabnya
Sementara di restoran dekat bekas pertarungan Black Wings dengan Flammable, 3 orang misterius masih disana, entah apa yang mereka lakukan sehingga betah berlama-lama walau pertarungan sudah berakhir.
Dua orang cowok yang masih bertanya-tanya tentang kelanjutan setelah geng legendaris itu habis dalam satu malam.
“Lalu, apa yang terjadi setelah geng tersebut tiada?”
Kemudian cewek tersebut melanjutkan ceritanya “mungkin ini terdengar kurang meyakinkan tapi inilah yang terjadi pada saat itu.”
Setelah tragedi tersebut, beberapa jam kemudian polisi datang untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Namun, penyelidikan tersebut hanya sebentar dan tidak diusut tuntas mengenai tragedi mengerikan malam itu. Hal ini karena kepolisian diisi banyak orang yang kurang kompeten sehingga mereka tidak bisa melaksanakan tugas dengan maksimal.
Beberapa hari setelahnya, orang tua dari korban pembantaian malam itu mendatangi kantor polisi pusat kota untuk meminta agar kasusnya diusut tuntas. Tak hanya orang tua korban, tetapi teman dari korban juga datang berbondong-bondong ke kantor polisi. Sayangnya, pihak berwajib tidak mewujudkan permintaan tersebut.
Satu bulan setelahnya, efek dari kehilangan geng legendaris itu terasa bagi kota B. Situasi makin tak terkendali, kericuhan, pertikaian, perang antar geng yang sering terjadi bahkan antar aliansi yang menyebabkan kota B saat itu tidak terlihat seperti kota yang aman, melainkan kota yang mencekam.
“lalu, bagaimana 4 orang itu tiba-tiba muncul? Dari mana mereka?”
Semenjak kehilangan seniornya dan anggota geng lainnya, dua pemuda tersebut terlihat putus asa dan kehilangan arah tujuan hidupnya karena seniornya selama ini yang dia kagumi dan dia respect. Saat itu seisi kota tidak tahu bahwa ada dua orang yang masih hidup setelah kejadian pembantaian malam itu.
Saat itulah 4 orang dari anggota geng seniornya yang dicari senior sampai meregang nyawa tiba-tiba datang ke tempatnya dan bicara dengannya serta menitipkan sesuatu kepada kedua pemuda itu dan mereka bilang bahwa itu titipan dari seniornya. Titipan itu diterima namun dua pemuda itu tidak memaafkan 4 orang itu terkait kejadian malam itu.
Belum beranjak ke bulan berikutnya, malam itu kantor kepolisian tiba-tiba dibom oleh seseorang yang tak dikenal. Ledakan bom itu begitu besar sehingga menewaskan beberapa pihak berwajib terbaik dan kompeten. Setelah kejadian itu, tidak ada yang bisa mengusut tuntas kasus bom malam itu bahkan tidak diketahui siapa yang melakukannya dan atas dasar apa melakukannya.
Karena itulah pihak berwajib mengalami kemunduran karena peristiwa bom tersebut. Sebenarnya malam itu menjadi malam perdana 4 KAISAR ONLINE berkuasa setelah seminggu berdiri. Mereka berempatlah yang membuat kota ini tidak seperti setelah ditinggal geng legendaris.
“apa dikota tidak ada yang tau akan lokasinya?” tanya salah satu cowok
“Hanya kita dan dua orang pemuda yang pernah satu geng dengannya.” Jawabnya
Sementara itu di tempat kamar yang gelap, didepan PC.
“apa karena itu kalian bersikukuh menutup hati kalian, Ryan Alfan.”
Semenjak itu, kau marah denganku dan lainnya karena itu.
__ADS_1
“suatu saat nanti, akan kuberitahu yang sebenarnya terjadi dan mungkin bisa memahami apa yang tertulis dalam surat itu.” Gumam pria itu
Sepucuk surat penuh kerahasiaan.