
Sore hari setelah pertemuan kami dengan Andi, Salah satu anggota OSIS yang juga sepertinya pernah terlibat suatu hal dengan kami dan itu bukan insiden yang biasa saja tetapi insiden yang besar. Yang kami ingat hanyalah kejadian 3 tahun yang lalu saat kami masih berseragam SMP dan saat itu aku tidak tau apakah orang yang saat itu terlibat baku hantam dengan kami itu adalah Andi atau bukan, tapi jika itu dia lantas apa tujuan yang sebenarnya dia masuk ke SMA ini? Apakah untuk balas dendam atas kekalahan dia dulu atau bukan? Yang kudengar kabar tentang dia yaitu jika dia hanyalah pelajar biasa yang ternyata dia anak yang rajin dan tidak pernah bolos ataupun membuat masalah seperti kami. Tetapi anehnya, tangan dia berkata lain saat aku bersalaman dengan dia dan aku sangat tahu bahwa itu bukan tangan orang yang rajin belajar karena tangan dia memiliki tekstur kasar (walaupun tidak sekasar kami). Dan Alfan sepertinya mengetahui keanehannya dari tadi.
Cahaya matahari dilangit sudah berwarna kemerah-merahan, banyak motor berlalu-lalang yang sudah menyalakan lampu motornya serta lampu jalan yang sudah menyala terang pertanda hari sudah semakin gelap dan waktu menunjukkan pukul 17.45 di jam hpku. Alfan pun berkata kepadaku.
Alfan : “ Yan, nanti malam jam biasa di pos ronda kita bicarakan hal yang tadi.”
Ryan : “ok. Apakah kau sudah tau dari awal?
Alfan : “hanya dugaan kasar saja dan perlu kita bahas nanti di taman seperti biasa.”
Ryan :” okelah.”
Waktu sudah hampir pukul 18.00 dan biasanya adikku mengkhawatirkan aku yang pulang terlambat setiap hari dan ini sudah kulakukan sejak SMP dulu tetapi dia tetap mengkhawatirkan aku (mungkin karena dia sayang pada kakaknya yang selalu membuat masalah) jadi wajar saja jika dia khawatir padaku jika aku pulang terlambat. Adikku adalah adik tercantik dan dia sangat manis serta memiliki kepribadian yang kalem namun, dia juga bisa tegas (aku juga pernah melihat ketegasannya) dari wajahnya terlihat hanya seperti cewek cantik yang lemah lembut tetapi dia juga mempunyai Sifat tegas. Semua cowok yang sekelas dengannya pun tidak tau akan sifatnya yang lain.
Aku sangat yakin jika dia sedang menungguku di depan pintu. Tak lama kemudian, aku sampai di rumah dan benar saja saat aku membuka pintu, dia sudah menungguku di depan pintu.
Ryan :” aku pu-lang.” kataku saat melihat dia sudah didepan pintu
Sarah :”se-la-mat da-tang, kaak.” Dia menatapku dengan wajah yang menyeramkan
__ADS_1
Ryan :”eh...Sarah, kok didepan pintu gitu. Nunggu siapa?” tanyaku Sambil pura-pura tidak tau
Sarah :”sedang nunggu kakakku yang pemalas dan suka buat masalah.” Jawabnya dia menunjukkan bahwa dia kesal karena aku sering pulang terlalu sore.
Sarah :” apakah kakak membuat masalah disekolah lagi?” tanya dia kepadaku karena dia sudah tau jika aku terlambat karena membuat masalah lagi.
Ryan :” ya begitulah.” Jawabku dengan tenang
Sarah :”sudah kuduga. Apakah kau tidak bosan jika membuat masalah terus?”
Ryan :”kali ini aku diberi hukuman yang menurutku lebih berat dan merepotkan dari yang pernah aku jalani.” Aku menambahkan alasan
Ryan :”bukan. Melainkan suruh masuk OSIS sampai masa bakti ku habis.” Ku jelaskan kepada Sarah alasanku terlambat
Sarah :”baguslah. Dengan begitu kau bisa lebih lagi kedepannya dan ini sangat baik untuk kakak serta agar kebiasaan lamamu hilang.”
Aku tau alasan dia berkata begitu karena dia khawatir agar aku bisa mewujudkan impianku. Aku selalu baik kepadanya dan mungki saja ini bentuk balas Budinya kepadaku. Dia lebih disiplin dari pada aku dan tak jarang aku mendapat ceramah dari dia agar lebih disiplin. Dia juga cerdas dan dia juga mengatakan bahwa akan sia-sia kelebihan yang sama dengan dirinya itu malah tidak dimanfaatkan dengan baik olehku. Ya selama ini nilaiku di sekolah aman-aman saja walaupun aku suka membuat masalah dan aku tidak pernah terlibat remidial di semua mata pelajaran.
Aku langsung menuju kamar mandi karena sudah kotor dan waktu juga sudah petang. Aku masih memikirkan mengenai tangannya yang sepertinya aku kenal lama karena melihat tangannya serta dirasakan dari teksturnya tersebut.
__ADS_1
Malam pun tiba dan jam hpku menunjukkan pukul 20.00 dan sesuai janji kami akan membahas ini di taman tempat biasa kami datangi. Alfan tiba 10 menit setelah aku dan kemudian dia berkata
Alfan :”aku sudah tau siapa dia, Yan.” Dia berkata sembari jalan menuju dimana aku duduk.
Ryan :”jadi kau sudah tau siapa dia. Kau dapat info dari siapa?” tanyaku penasaran siapa yang memberi informasi tentang Andi kepada Alfan.
Alfan :”aku mendapatkan informasi ini dari teman lamaku saat SMP yang masih satu lingkungan dengannya sejak SMP dan dia bilang jika Andi merupakan anak yang dulu pernah membuat masalah dengan SMP kita.” Jelas Alfan kepadaku sambil duduk dan memegang sekaleng minuman soda.
Ryan :”sudah kuduga kalau yang saat itu adalah dia.” Kataku sambil mengingat kembali perstiwa di SMP 3 tahun yang lalu.
Saat peristiwa 3 tahun yang lalu, kami tidak tau jika itu adalah Andi karena saat itu dia mengenakan masker serta berambut pendek layaknya security dan kami juga terkejut saat dia mengajak kami berkenalan karena ciri-cirinya yang sama namun, penampilannya sedikit berubah dan lebih rapi dari peristiwa 3 tahun lalu.
Ryan :”apakah kau tau maksudnya masuk SMA kita?” tanyaku kepada Alfan karena penasaran tujuan dari Andi.
Alfan :”Saat ini aku belum tau tujuan dari Andi tapi mungkin saja ada maksud balas dendam atas kekalahan dulu.” Jelas Alfan kepadaku
Ryan :”sekarang yang terpenting yaitu kita tetap awasi Andi.” Kataku karena masih curiga dengan Andi.
Kami masih waspada apakah Andi hanya sendiri di SMA atau dia masuk bersama teman-temannya saat SMP dulu karena masih sedikit informasi yang kami dapatkan mengenai Andi ini dan mungkin saja dia menyiapkan sebuah rencana yang matang yang kita tidak tahu kapan akan dimulai.
__ADS_1