
Semua pelajaran hari ini telah selesai...”
suara itu juga membuat Ryan dan Alfan teringat bahwa mereka harus menjalani hukuman yang langka mulai hari ini sampai kelas 3 nanti. Rasa kesal yang menyelimuti Ryan tadi pagi sudah lenyap karena munculnya cewek cantik yang menabraknya membuat dia terbayang-bayang oleh pesona dari cewek tersebut. Alfan kemudian berbicara kepada Ryan.
“Yan. Kau masih memikirkan cewek yang menabrak kau?”
Ryan menjawab:” kok lu tau, sih?”
“Dari ekspresimu yang dari jam pelajaran pertama sampai terakhir kau ngalamun sambil senyum-senyum tidak jelas itu sudah cukup membuatku tau bahwa kau memikirkan cewek itu.” Kata Alfan
“Lalu apa ada masalah?” Tanya Ryan
“Tidak. tertarik pada pada lawan jenis itu wajar. Sebaiknya kita cepat ke ruang OSIS mungkin saja mereka sudah menunggu kita”
Ryan terlihat mengeluh lagi sambil menjawab “ya..”
Sesampainya diruang OSIS, mereka disambut oleh salah satu anggota OSIS. Dia adalah seangkatan dengan Ryan & Alfan namun beda jurusan.
“apakah kalian berdua Ryan & Alfan?” Tanya cewek itu kepada Mereka berdua
Alfan menjawab “iya, benar.”
“Aku Amelia dan Aku salah satu anggota OSIS. Aku sudah dengar tentang kalian berdua. Duduk dulu sambil tunggu yang lain datang.” Hari ini Amelia lah yang datang paling awal karena biasanya dia datangnya tidak terlalu awal.
__ADS_1
Ryan mencium bau parfum yang dia kenal. bau parfum cewek yang belum dia kenal sebelumnya dan dia seperti pernah bertemu dengan pemilik parfum ini tapi dia belum kenal. Bau parfumnya perlahan semakin kuat dan ternyata parfum tersebut milik cewek yang menabraknya tadi pagi.
“oh...ketua, selamat datang.” Sambut Amelia kepada Ketua OSIS
“oh...Amelia. hari ini kau datang awal,ya?” tanya ketua OSIS kepada Amelia
“ya entah kenapa aku hari ini sedikit lebih disiplin dibandingkan dengan hari lain.” Ujar Amelia
“pertahankan kedisiplinanmu itu karena kita jadi contoh dari yang selain OSIS.” Kata ketua
“Baik!” kata Amelia
Sementara itu, Ryan dan Alfan hanya melihat percakapan mereka berdua. Ryan terlihat sudah tau pemilik dari parfum tadi, ternyata milik ketua OSIS. Ryan melihat ketua OSIS tersebut yang tingginya sekitar 173cm, hanya selisih 2cm dari Ryan yang tingginya 175cm. Ryan tidak menyangka bahwa akan dipertemukan kembali ditempat yang sangat membosankan. Hal ini juga dirasakan oleh Rena yang selaku ketua OSIS di SMA 4 namun ekspresi wajah Rena hanya biasa saja menanggapi keadaan ini dan hanya fokus menyambut anggota OSIS baru.
“Ya,benar.” Jawab Ryan & Alfan
“selamat datang di OSIS. Mulai sekarang kalian akan menjadi anggota OSIS sampai masa bakti kalian habis. Jadi, mohon kerjasamanya” jelas Rena Selaku ketua OSIS
“Apa ada kegiatan hari ini?” tanya Amelia kepada Rena (selaku ketua OSIS)
“Kita menunggu yang lain datang dan pembina OSIS juga akan datang untuk menyampaikan sesuatu.” Kata Rena
Tak lama kemudian, semua anggota OSIS datang dan diikut pembina OSIS. Pertemuan OSIS ini hanya untuk menyambut anggota baru yaitu Ryan dan Alfan. Nama dari pembina OSIS adalah Pak Feri, dia guru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan umurnya 40 tahun, tingginya sama dengan tinggi Rena.
__ADS_1
“baiklah kita mulai saja. Sebenarnya ini hanya pertemuan guna memperkenalkan anggota OSIS baru namanya Ryan & Alfan. Kalian semua tolong jelaskan tentang struktur organisasi kita.” Kata pak Feri
Semua anggota OSIS menjawab ”baik,pak.”
“oh ya, saya ada urusan hari ini dan tidak bisa lama disini. Saya tinggal dulu,ya?” Kata pak Feri pamit karena ada urusan lain.
Semua anggota OSIS “iya,pak.”
Tiba-tiba ada salah satu anggota OSIS yang datang menghampiri Ryan dan Alfan dan kemudian memperkenalkan dirinya
“Gw Andi. Salam kenal.”
“Salam kenal” Ryan dan Alfan
Ryan dan Alfan merasa bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya entah dimana mereka bertemu, tetapi yang pasti mereka merasa sudah pernah bertemu sebelumnya dan mereka merasa tidak asing dengan si Andi ini dan mereka merasa harus mendiskusikan ini berdua.
Ryan : “Apa kau merasa ada yang aneh, Fan?”
Alfan : “ya, aku merasa pernah bertemu disuatu tempat entah dimana itu yang jelas pernah bertemu dan bukan hanya sekali saja.”
Ryan : sepertinya dia juga sudah bertemu kita sebelumnya, namun dia sengaja merahasiakan itu karena dia yakin bahwa suatu saat kita akan berurusan dengannya, tapi aku kurang yakin jika kita akan berurusan dengannya nanti. Semoga bukan pertanda buruk.
Alfan : “semoga saja bukan.” Tambah alfan
__ADS_1
“Aku kurang yakin jika itu bukan bertanda buruk. Karena aku merasa pernah terjadi sesuatu yang besar dan melibatkan kami berdua didalamnya dan sepertinya akan terjadi hal yang lebih besar lagi.” Alfan berkata dalam hatinya