Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Pertemuan – Andi II


__ADS_3

Pagi dihari Senin yang berat menurutku karena 2 hari berturut-turut aku begadang bersama Alfan dan tidak ada hal penting yang dibicarakan dari begadang tersebut selain pembicaraan mengenai OSIS dan game saja. Aku bangun dari tempat tidurku yang bantalnya sudah tidak tau kemana perginya mungkin saja jatuh ke bawah tempat tidur. Lalu aku turun dan lekas mandi walaupun rasa kantuk masih menguasai karena aku begadang sampai jam 3 tapi lain halnya dengan Alfan yang tidur 30 menit lebih dulu dari aku (berdasarkan riwayat chat kami). Selesai mandi, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 6.50. Awalnya aku tidak terkejut dengan jam tersebut dan aku baru kaget setelah Alfan datang dan mengigatkan aku jika sekarang aku sudah jadi anggota OSIS. Awalnya aku terburu-buru berangkat dan bergegas sebelum akhirnya jalan seperti biasa. Sambil memikirkan apa yang akan terjadi nanti ketika masuk gerbang. Mungkin akan terjadi hal yang buruk atau yang lainnya?


Jam menunjukkan pukul 7.00 dan untuk sampai sekolah kurang lebih membutuhkan waktu 15 menit sebelum akhirnya sampai ke sekolah. Jika dari rumah itu bisa sampai 30 menit dan tempat dimana kami tinggal merupakan pedesaan yang sudah agak lebih modern dengan adanya banyak sekali jaringan internet yang sudah masuk ke desa kami. Kami biasanya berangkat menggunakan sepeda. Seringnya sepedaan bareng. Kadang aku bersepeda sedangkan Alfan bonceng kadang sebaliknya. Biasanya setelah sampai dekat dengan jalan raya, kami titipkan sepeda di tempat penitipan dengan biaya Rp. 5000 per hari. Tetapi berbeda dengan yang sekarang. Kami berdua sama-sama tidak naik sepeda karena sepedaku rantainya putus dan belum aku perbaiki sedangkan Alfan sepedanya dibawa ibunya ke pasar pagi jam 6 dan belum pulang. Karena itulah, kami tidak bersepeda. Kami langsung menunggu angkutan atau bus untuk ke sekolah.


Setelah sampai tujuan, kami turun dan kemudian masuk ke sebuah jalan yang tidak dilalui bus ataupun kendaraan beroda 4 karena jalan yang kami lalui merupakan jalan khusus kendaraan roda dua dan tiga. Kami kemudian sampai di sekolah setelah menempuh perjalanan panjang dan jam Sudah menunjukkan pukul 7.15 dan sepertinya masih bisa masuk karena aku lupa ternyata jam masuk kelas dimulai pukul 7.20 sedangkan jam pelajaran pertama dimulai 10 menit setelahnya dan hampir saja telat kalau tadi kami tidak lari.


Semua pelajaran telah selesai.


Setelah aku mendengar suara bel itu, aku dan Alfan segera ke ruang OSIS karena ada sesuatu yang akan kami lakukan kali ini dan masih sama seperti kemarin yaitu mengenai Andi bahwa kami ingin menanyainya langsung kepadanya dan ingin mengetahui langsung dari ucapannya jika saat itu adalah dia dan juga tak lupa mengenai apakah Andi masih ada hubungan dengan teman-temannya karena kami juga masih bingung dan aku tidak ingin berburuk sangka kepada teman-temannya tapi setidaknya aku dan Alfan harus waspada terhadap mereka.


Akhirnya dia datang setelah kami tunggu selama 10 menit sejak datangnya Amelia. Kami langsung mendekatinya seraya berkata kepadanya “bisa ikut kami sebentar?, Ada yang perlu aku bicarakan sama kau.” Dan kemudian membawa Andi keluar dari ruang OSIS dan membuat Amelia bertanya-tanya.


Aku kemudian bertanya


Ryan :”Apa kau adalah orang yang dulu pernah membuat masalah di SMP kami dulu?”


Andi :”akhirnya kau ingat juga, Ryan.”


Ryan :”apa kau kesini untuk mencari masalah dengan kami, lagi?” tanyaku dengan serius

__ADS_1


Andi :”kau pasti sudah tau,kan? Mengenai diriku yang sekarang.”


Ryan :”.........”


Andi terlihat tersenyum


Andi :”Santai saja, aku sudah tidak ada hubungan dengan mereka seperti yang kalian tahu.”


Awalnya kami terkejut tapi akhirnya kami sadar bahwa dia mungkin sudah tau megenai kabar tentang dirinya yang dikenal anak yang rajin di sekolah dan terlepas dari masa lalunya yang sangat berandal. Tapi bagaimana dia tau menganai apa yang akan kami tanyakan? Apakah dia masih ingat tentang 3 tahun yang lalu? Entahlah mungkin saja dia masih ingat. Oleh karena itulah, dia mengatakan “ Akhirnya kau ingat juga, Ryan.” Kepadaku seolah dia tau jika aku sudah lupa peristiwa itu.


Andi :”jadi, ada perlu apa denganku?” di bertanya sebab kami berdua mengajaknya bicara


Andi :”jadi kau sudah tau sebanyak itu?”


Ryan :”Heh....tidak juga?”


Andi :”aku sudah tidak ada apa-apa lagi dengan mereka. Kabar yang kalian dapat itu memang benar. Tetapi aku juga tidak mengatakan jika aku tidak membawa teman SMP ku ke sini.” Kata dia


Ryan :”apa maksudmu?”

__ADS_1


Alfan :”jangan bilang jika kau ingin buat masalah lagi dengan kami bersama temanmu!”. Kata Alfan dengan nada tegas


Andi :”tidak-tidak. Teman yang kubawa bukan teman yang kalian pikir,kok!” dia berkata dengan santainya


Andi :”Mereka berdua adalah orang yang baik dan aku sudah ditolong oleh mereka beberapa kali. Aku bersyukur karena mereka berdua sudah menolongku dari kebiasaan burukku yang dulu.”


Ryan :”lalu, apa yang akan kau lakukan?” tanyaku kepada Andi setelah mendengar ceritanya.


Andi :”Entahlah”.


Alfan :”apakah kau tau apa yang mereka rencanakan?” tanya Alfan kepada Andi


Andi :”aku sudah 1 bulan tidak tau kabar mengenai geng mereka. Tapi, mereka juga masuk ke SMA sini jadi, aku sudah bisa membayangkan jika mereka masih akan buat masalah lagi.”


Andi :”aku akan kabari kalian dan aku juga akan bertindak karena sekarang aku adalah anggota OSIS.”


Ryan :”sepertinya pandanganku kepadamu sudah berubah.”


Andi :”terima kasih.” Kata disertai dengan senyuman pertemanan

__ADS_1


Tak ku sangka, dia sudah jadi anak yang baik dan dia juga sudah berbeda seperti kabarnya. tapi....ini merepotkan. Pikirku.


__ADS_2