Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Classmeet


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu, sebelum pertarungan Ryan Alfan dengan Black Wings,


Rena sedang membuka laptopnya dikamar, teringat akan sesuatu.


“huh, kenapa baru ingat sekarang. Aku tadi lupa minta kontak Ryan dan Alfan. Malam ini juga ada rapat panitia Classmeet.”


Selang beberapa saat, sebuah nada terdengar dari hp Rena.


“...”


Ternyata ada panggilan masuk dari Amelia. Malam ini OSIS ada rapat mendadak mengenai Classmeet yang belum tersampaikan di sekolah. Alhasil mereka memutuskan untuk mengadakan rapat pada malam hari.


“Amel, ya. Semoga dia punya kontak mereka berdua.”


“Halo, Rena. Apa kau punya kontak dari Ryan dan Alfan? Soalnya aku gak punya.”


“tungg- apa kau juga tidak punya kontak mereka?” tanya Rena


“eh...kukira kau punya, jadi aku tanya kau.” Jawab Amelia


“sayangnya aku juga tidak punya kontaknya. Aku lupa meminta kontaknya. Apa ada anggota OSIS yang punya kontak mereka?”


“um ... Aku akan coba tanya ke Andi. Dia sepertinya dekat dengan mereka.”


“baiklah, aku tunggu.”


Amelia kemudian menutup panggilan dan menghubungi nomor Andi


“Kuharap dia punya kontak mereka.”


Suara handphone berdering dari hp Andi. Dia agak bingung kenapa panitia Classmeet menelfon malam ini. Dia kemudian mengangkat telfonnya.


“halo, Mel. Apakah semuanya sudah berkumpul dalam rapat?”


“Andi, apakah kau punya kontaknya Ryan dan Alfan? Aku lupa buat minta kontaknya.” Tanya Amelia

__ADS_1


Aku memang punya kontaknya, tapi aku tidak yakin kalau mereka bisa dihubungi saat ini. Mereka mungkin masih bertarung dengan Black Wings.


“Ya, aku punya kontak keduanya. Akan kukirim kepadamu sekarang.”


Bunyi notifikasi pesan masuk terdengar dari hp Amelia. Terlihat dua kontak milik Ryan dan Alfan sudah terkirim ke hp Amelia.


“Makasih ya, Andi. Akan kuhubungi mereka berdua.”


“beberapa menit sebelum kau menghubungiku, nomernya sudah tidak aktif. Kemungkinan mereka tidak sedang memegang hp atau mungkin ada urusan lain yang lebih penting.”


Aku juga tidak yakin kalau itu merupakan urusan yang penting. Nyatanya mereka mungkin saat ini masih berurusan dengan geng Black Wings, jadi aku tidak yakin juga kalau malam ini mereka ikut. Nomornya juga tidak dapat dihubungi yang artinya mereka masih bertarung dengan Black Wings.


Amelia kemudian mencoba menghubungi Ryan dan Alfan namun tidak mendapat jawaban Amelia kemudian mencobanya berkali-kali, namun hasilnya tetap sama yaitu nihil.


“Tidak ada jawaban dari keduanya. Terpaksa harus meeting dengan anggota seadanya.”


Pesan kemudian muncul di notifikasi ponsel Rena.


[Amelia, Now]


“Ujung-ujungnya gak bisa hadir juga, Senin akan kuhadang dia didepan gerbang dan kutanyai kenapa gak ikut meeting.”


Rena kemudian ikut bergabung video conference yang didalamnya sudah hampir semuanya masuk kecuali Ryan dan Alfan. Andi dan Amelia selaku ketua panitia Classmeet juga hadir dalam meeting online tersebut.


Andi yang sebenarnya mengetahui alasan kenapa Ryan dan Alfan tidak bergabung pada meeting online malam ini tidak bisa mengatakan kepada Rena dan Amelia.


Sebenarnya aku tau alasan mereka tidak bergabung dalam meeting online malam ini, tapi aku tidak akan bilang kepada mereka akan hal ini.


“Besok akan kutanyai mereka kenapa tidak hadir di meeting malam” kata Rena


“Baiklah, kita mulai meeting malam ini walaupun dengan anggota seadanya.” Kata Amelia selaku pemimpin meeting malam ini.


“malam ini kita membahas persiapan jelang Classmeet nanti.”


Keesokan paginya, didepan gerbang.

__ADS_1


Ada 3 orang menunggu seseorang didepan gerbang, dua cewek dan satu cowok. Dari ekspersinya, mereka tampak kesal dengan seseorang, mungkin saja ada hubungannya dengan mereka menunggu seseorang didepan gerbang.


“Mana mereka? Kenapa belum datang juga?” Ucap cewek berperawakan bak model


“tunggu aja, sebentar lagi pasti sampai.” Kata cowok yang berada dibelakangnya


Sementara itu, orang yang mereka tunggu


“entah kenapa malam itu ada sesuatu yang kita lupakan, sesuatu yang penting.” Kata Ryan yang merasa aneh kemarin malam


“Aku juga berpikir demikian.” kata Alfan


Sesampainya disana, mereka dikagetkan dengan keberadaan Rena, Amelia dan Andi yang menunggu didepan gerbang.


Eh ... kenapa ada disini? Ada apa ini? Pikir Ryan


“kenapa kalian berdua tidak hadir dalam pertemuan tadi malam?” tanya Rena kepada keduanya dengan tatapan amarah


Wah ... Ternyata pertemuan OSIS pada malam hari, aku gak bisa ngomong alasannya kenapa gak hadir karena malam itu aku sedang melawan Black wings. Pikir Ryan


“I-itu karena kami sedang ada tamu dadakan malam itu, jadi kami tak bisa ikut pertemuan.” jawab Ryan yang sedang mencoba membuat alasan.


“...”


Tampaknya Rena ada rasa tidak percaya dalam dirinya mengenai alasan dari Ryan, Tetapi dia akhirnya menerimanya.


“Oh, jadi gitu. Lain kali izin dulu kalau ada sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.” Kata Rena


Untung saja dia mau menerima alasannya. Ujar Ryan dalam hatinya merasa lega.


“kali ini, ada yang ingin kami sampaikan kepada kalian, Ryan dan Alfan.”


“....”


Apa yang ingin disampaikan Rena, Amelia dan Andi kepada Ryan dan Alfan?

__ADS_1


__ADS_2