
Apa yang dikatakan Randy itu membuatku hampir membuat spekulasi yang mungkin saja tepat sasaran, karena kami sudah diberitahu siapa yang mereka incar? Motifnya mengincar itu apa? Kemungkinan terburuk yang terjadi ialah jika mereka benar-benar akan mengacaukan Classmeet yang sudah ditunggu banyak siswa.
Yah ... Itu kemungkinan terburuknya dan jika seperti itu, mereka sampai harus mengacaukan Classmeet hanya untuk mengalahkan kami itu hal yang konyol dan tentu akan sangat beresiko mengingat mereka juga bagian dari siswa SMA 4.
Dan mungkin bisa terjadi yang hubungan simbiosis Parasitisme yang terjadi saat itu dan aku cukup yakin mengenai ini karena mereka tidak akan mungkin rela mencoreng nama baik mereka dan bertarung ditempat terbuka dengan ditonton oleh seluruh siswa SMA 4 yang jelas akan merugikan mereka sendiri.
Saat aku menyampaikan mengenai kemungkinan skenario yang akan mereka pakai, mereka berdua menjawab kalau itulah maksudnya mereka kami harus hati-hati. Walaupun aku yakin jika aku pasti bisa menang melawan 10 ketua divisi black wings, namun membuat masalah lebih jauh lagi itu bisa dikatakan bodoh.
Semua yang kukatakan itu barulah sebuah spekulasi agar aku bisa terhindar dari masalah yang lebih besar. Tapi, kami akan tetap berhati-hati dan jangan sampai aku mempermalukan diri sendiri. Dan juga ..... Kami juga tidak tau seperti apa wajah dari 4 orang itu bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami.
Setelah itu, kami mengakhiri perbincangan discod dan aku sendiri sedang rebahan di kasurku sembari mengingat tadi, secara tiba-tiba, terdengar bunyi notifikasi discod yang tidak aku close melainkan aku masih didalamnya. Dia orang yang sepertinya aku pernah melihat nama itu dan berhubungan orang yang kukagumi dulu saat aku masih memanggil dia “senior” terkadang aku panggil “Bang” dan dia tau segalanya.
“Dia ... Kenalan senior. Apa yang dia mau dariku?”
Aku yang penasaran mengenai tujuan dia menghubungi ku dan dari mana dia tau akun ku pun menjawab panggilannya.
“Dari mana kau tau ID discod ku!” tanyaku dengan agak bentak
“kau lupa siapa diriku, yah? Makanya kau menanyakan hal sepele itu.” Jawabnya dengan santai
Dia adalah salah satu dari empat orang yang namanya sudah terkenal se Antero kota metropolitan kota B dan juga salah satu dari beberapa orang yang wajahnya tidak pernah menampakkan diri.
__ADS_1
Dia juga orang yang merepotkan dan suka seenaknya sendiri. Seluruh geng di metropolitan kota B tau tentang dia tak terkecuali seniorku dan kami berdua.
Dia adalah hacker dan sekaligus informan yang tidak memihak siapapun dan tindakannya sering memicu pertempuran antar geng karena seperti yang sudah aku katakan kalau dia itu seenaknya sendiri bagaikan dewan pengawas dan pengatur kota B dan itu bukannya tanpa bukti, itu karena rumahnya berada di sisi timur kota B dan tiga orang yang lain berada diposisi mewakil 4 arah mata angin.
Entah apa yang dia mau sampai-sampai dia repot-repot menghubungiku, mungkin karena ada hal penting yang ingin dia sampaikan kepadaku. Aku tidak yakin jika dia mau membagi informasinya kepadaku karena dia orangnya pelit banget dan susah diajak kompromi.
“..... Langsung saja, apa maumu?!” tanyaku mengenai tujuannya
Dia cengengesan sebelum menjawab pertanyaan ku.
“hanya ..... Sekedar berbagi info yang kau butuhkan.” Jawabnya
“gak mungkin lo mau bagi info ke gw.”
“itu belum lama, menurutku masih seumur batita saja.”
“Kalau memang lo mau berbagi info, katakan sekarang yang Lo tau!.” Kataku dengan tegas
“hehehe .... Baiklah, aku akan mengatakannya.”
“Ini mengenai hal yang ingin kau tau.”
__ADS_1
Itu membuatku sedikit bersemangat
“kau pasti ingin tau kapan 4 orang itu mau gerak kapan, bukan?”
“....”
“Mereka akan gerak tepat saat Classmeet dan 4 orang itu adalah bawahan dari Reza dan Samuel yang notabene punya kualitas dalam menyusun strategi.” Jelasnya
Sudah kuduga mereka akan gerak saat Classmeet nanti
“itu jelas merugikan dia, bukan?”
“Tidak ... Mereka akan gunakan cara lain yang tidak beresiko seperti itu.”
“lalu, .... seperti apa?!” tanyaku
“entahlah .... Seperti apa .... Cara yang akan mereka gunakan.”
Dia menjawabnya seolah dia tidak tau akan hal itu.
“oh .... Satu lagi, mereka jurusan yang beda denganmu.”
__ADS_1
Kemudian, terdengar suara bib tanda dia mengakhiri obrolan denganku.
Aku seperti pernah mendengar nama mereka dan berusaha mengingat kembali dan itu rasanya belum lama. Tapi dimana? Kenapa harus lupa disaat seperti ini?