Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Berandal


__ADS_3

Kami masih terbayang andaikan kami yang menjadi lawannya dan tau siapa dia, apa yang akan kami lakukan? Mungkin kami akan melakukan hal yang sama seperti tadi. Aku berharap cepat tau mengenai dua cewek itu karena seragam olahraga itu merupakan seragam dari SMA yang kukenal namun, aku lupa SMA mana itu. Walaupun Alfan belum ingat kembali siapa mereka. Tidak tidak! Lupakan itu. Lagipula Cuma cewek yang ahli bela diri dan kemudian ditakuti karena pernah dihajar sebab melakukan hal yang macam-macam dengan dua cewek tadi. Makanya mereka pergi setelah melihat cewek itu. Mungkin?


Setelah mereka sudah tidak terlihat, kami duduk dengan ditemani suasana membosankan dan kami juga mengobrol sembari menunggu bus sampai tujuan. Langit terlihat berwarna jingga dan ditambah dengan suasana damai saat melihatnya membuat hati terasa damai dan rasa lelah sejenak terlupakan karena terlena dengan pemandangan ini. Tak lama kemudian, bus sudah sampai di tujuan kami yaitu gerbang masuk daerah laut Utara.


Kami jalan dengan santai karena hari sudah sore dan kondisi tubuh yang sudah letih membuat kami tak bisa berjalan lebih cepat seperti biasanya. Sepanjang jalan yang kulihat hanyalah hamparan sawah di kanan dan kiri ku dan kemudian hutan di kanan dan kiri setelah sawah kami lewati. Suasananya lebih gelap dari pada saat belum masuk jalan ini karena tingginya pohon dan sedikitnya cahaya yang masuk seolah waktu sudah pukul 5 sore padahal masih pukul 4 sore. Tak lama setelah kami melewati sawah dan hutan tadi, akhirnya kami sampai di gerbang masuk sebelah barat désa setelah melewati jalan yang berkelok-kelok.


desaku merupakan desa sebelah timur kota dan juga desa paling Utara tapi mayoritas masyarakat didesa kami bukanlah nelayan melainkan petani dan buruh dikarenakan jalan dari desa kami langsung ke laut itu susah dan juga terdapat rawa ditambah masyarakat yang kurang suka dengan profesi nelayan jadi, masyarakat disini bukanlah nelayan namun, ada juga yang berprofesi sebagai nelayan tetapi, jumlahnya tak banyak.


Setelah berjalan Beberapa menit dari gerbang masuk desa sebelah barat, akhirnya kami sampai di rumah. Rumah kami dekat lebih tepatnya berhadapan walaupun tidak pas saling berhadapan tapi enak karena punya teman seangkatan dan sekelas pula serta rumahnya dekat. Jelas itu menguntungkan karena nggak kesepian dan ketika berangkat sekolah atau kemana tidak sendirian kecuali jika itu keperluan pribadi pasti pergi sendiri.


“malam ini mau keluar,gak?” tanyaku


“boleh. Agak malam dikit, bisa?”


“bisa. Emang ada apa?” tanyaku lagi


“gak ada apa-apa. Cuma lagi kepikiran hal tadi.”


“.....hm.....ok. ketemu di warung aja,yak?”


“warung dekat taman itu?”tanya Alfan


“Hm.” Aku mengangguk pertanda jika itu benar.


***


“Aku pulang”


“Selamat datang”


Yang menyambut salam ku ialah ibuku. Inilah keluarga kecil kami yang berbeda dengan keluarga Ryan yang mempunyai adik, sedangkan aku anak tunggal. Rumahku diseberang jalan dan berhadapan degan rumahnya Ryan.


“Ayah dimana,Bu? Tanyaku


“Ayah pulang agak malam katanya.” jawab ibuku


“.... Hm ... begitu,ya? Aku mau mandi dulu.” Kataku


Aku menuju ke kamarku yang berada di lantai 2 dan tidak ada yang lain di lantai 2 selain kamarku dan kamar orang tuaku yang berhadapan dengan kamarku. Setelah menaruh tas, aku turun tangga dan menuju kamar mandi untuk mandi.


Rumahku sama seperti rumah pada umumnya dan menurutku ini cukup luas karena hanya ada tiga orang dalam keluarga ini. Kalau dilihat-lihat, sepertinya berukuran 9x5 dengan tinggi 6.5 meter soalnya aku sendiri belum tau pasti karena aku tidak tanya dengan orang tuaku tapi, sepertinya memang benar segitu ukurannya dan itu sudah termasuk ruang tamu, ruang keluarga, 2 kamar tidur, dapur, WC dan kamar mandi. Oh ya ... Ada ruang kecil dibawah tangga dengan ukuran pintu sekitar 0.7 meter panjangnya dan tinggi 1 meter yang didalamnya terdapat barang-barang bekas yang sudah dibungkus kardus serta alat kebersihan.


Setelah selesai mandi, aku ke kamar untuk ganti baju dan kemudian keluar rumah sebentar untuk ke warung. Jarak rumahku dan rumah Ryan dengan warung sangat dekat. Dari rumahku kemudian belok kanan dan lurus melewati satu rumah dan kemudian melewati perempatan. Setelah perempatan, tepat disamping kanan, terdapat taman tempat kami biasa ngobrol ketika malam dan tepat sebelah kiri jalan ada warung. Aku ke warung hanya untuk membeli minum dan asal kalian tau saja, aku dan Ryan sampai sekarang tidak pernah merokok dan entah kedepannya nanti.


Sesampainya diwarung, ada seorang perempuan yang kira-kira usianya 25 tahunan. Yup, itu adalah penjaga warung dan dia merupakan istrinya dari pemilik warung tersebut. dan dia beda 5 tahun dengan suaminya. Bisa dibilang mereka bergantian. Pagi jam 08.00 – malam jam 20.00 untuk istri dan malam jam 20.00 – pagi jam 08.00. ya, warung ini buka 24 jam.


Aku kemudian mengambil 2 minuman soda kaleng di lemari pendingin.

__ADS_1


“ini dua,Bu.”


“Oke. Jadi totalnya Rp. 14.000, ya.”


Aku ambil uang Rp. 20.000 yang ada di saku celana sebelah kiri dan memberikannya kepada penjaga warung.


“Ini,Bu. Uangnya.” Kataku sambil menyerahkan uang tadi


“kembali Rp. 6000,ya.”


Aku terima kembaliannya dan beranjak pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, aku mengucapkan salam tetapi tidak ada yang menjawab seperti tidak ada orang dirumah. Tapi, seperti masih ada orang dirumah dan rupanya ibuku sedang mandi dan tentu saja salamku tidak dijawab karena suaraku kalah dengan suara gemercik air dikamar mandi.


Aku kemudian menuju ke atas lalu masuk ke kamar dan menutup pintu. Ku taruh kantong plastik yang berisi minuman tadi di meja dan ku ambil handphone dengan headset ku lalu aku hubungkan dengan handphone ku lalu memutar musik rock kesukaanku sembari menikmati minuman soda yang aku beli tadi. Aku ambil hp ku lalu ku buka game online battleground kemudian kumainkan gamenya.


1 jam berlalu dan sekarang jam 18.30 kemudian aku sudahi game Dan matikan hp lalu aku keluar kamar dan turun tangga menuju ke meja makan. Disana sudah terdapat makanan yang sudah disiapkan di meja makan. Dan sepertinya 1 jam lagi ayah akan pulang karena biasanya jam segini, beliau sudah pulang tapi, jika ibu mengatakan kalau ayah pulang agak malam, maka kemungkinan sekitar jam 19.30 pulang.


Aku kemudian duduk di kursi dan menghadap meja makan. Ku ambil piring dan sendok kemudian mengambil nasi serta lauk untuk kemudian dimakan. Soda yang sudah dibuka tadi masih sisa, ku taruh dimeja makan untuk minumku dan masih ada 1 soda yang belum dibuka dan akan kubuka nanti.


Aku makan dengan pelan dan menikmati makanan yang kumakan. Setelah itu, ibu muncul dari belakang ku dan itu membuatku sedikit terkejut. Kemudian aku tanya beliau


“dari mana,bu?” tanyaku


“habis dari warung.”jawab ibuku


“hanya beli mie dan kopi.”


Kopi pasti untuk ayah dan mungkin mie juga. Pikirku


Setelah makan, aku pergi ke dapur untuk cuci tangan biar bersih kemudian aku duduk sambil menonton TV acara talk show. Kurasa sudah lama aku nonton TV dan kemudian ayah pulang.


“Aku pulang”


“Oh ... Selamat datang,ayah.” Kataku


Kemudian aku lihat jam menunjukkan pukul 19.40 walaupun tidak tepat sesuai dugaan.


Sudah kuduga kalau jam segini ayah pulang. Tapi, rasanya waktu berlalu cepat. Pikirku


“ibu mana, fan?” tanya ayahku


“tidak tau.”Jawabku


“oh ... Ya sudah. Ayah mau mandi dulu.”


Sekitar 15 menit kemudian, aku mendengar suara tabrakan motor di perempatan. Suaranya terdengar keras. Kemudian aku keluar dan aku lihat Ryan juga keluar dari rumah karena suaranya yang terdengar keras.

__ADS_1


***


Malam jam 19.45 setelah ayah Alfan pulang.


Malam ini merupakan malam yang cerah dan terang bulan. Jalan yang terlihat lengang dan sepi. Tiba-tiba terdapat 2 motor yang masing-masing terdiri dari 1 pengendara dan 1 pembonceng dan mereka semua pemuda. 2 motor itu datang dari arah yang berbeda. dari arah Utara dan dari arah timur yang merupakan jalan menurun. Terlihat motor dari arah timur melaju cepat sedangkan motor dari arah Utara terlihat santai dan menikmati perjalanan.


Kemudian terjadilah tabrakan yang suaranya keras. Para Pemuda yang menaiki motornya itu selamat walaupun ada lecet dikaki dan siku mereka. Suara tabrakan tadi memicu keluarnya Ryan dan Alfan. Bukannya warga tidak mau ikut campur tapi lebih tepatnya karena ini malam hari, warga banyak yang didalam rumah karena lelah habis bekerja dan tidak mengetahui jika ada keributan diluar.


Bukannya baikan malah terdengar suara saling menyalahkan dari mereka dan sontak membuat Ryan dan Alfan menghampiri mereka.


“oi ada apa ini.” Kata Ryan


“Kau siapa!! Jangan ikut campur urusan kami!!” kata salah satu anak yang datang dari timur


Ryan kemudian memberi mereka peringatan


“Jangan ribut disini!!” kata Ryan dengan nada mengancam


“lebih baik kalian berdamai saja.” Kata Alfan


“nih anak sok banget,sih.” Kata Salah satu anak yang datang dari timur


Kemudian anak itu melayangkan pukulan ke arah muka Ryan dan langsung di tangkis Ryan sebelum mengenai mukanya dan Ryan membalas dengan pukulan keras yang mengarah ke wajah dan membuat anak itu terpental sejauh 1 meter ke belakang.


Dia kuat sekali. Aku sendiri tidak akan bisa menandinginya. pikirnya


Dasar bodoh! Yang kau lawan adalah Ryan. Kau jelas bukan tandingannya. Geramnya terhadap temannya


Rupanya salah satu dari mereka sudah paham dengan kondisinya dan tidak ingin situasinya bertambah buruk.


Kemudian dia mendekati temannya dan membantunya bangun.


“sorry ya, temenku orangnya gak punya sopan santun.” Kata Samuel


Samuel adalah teman dari orang yang berkelahi dengan Ryan tadi. Kemudian Samuel berbisik kepada temannya.


“oi cepat minta maaf. Nanti akan kuberi tahu siapa dia.”


Kalau dia sudah bilang begitu berarti orang ini bukan sembarang orang. Pikir Reza


Ya, Reza adalah nama dari anak yang berkelahi dengan Ryan. Dengan berat hati, dia akhirnya minta maaf kepada Ryan


“S-sorry. Gue udah kasar sama lu.” Kata Reza minta maaf


“oke aku maafkan. Kalau diberi tahu, jangan malah ngelawan!” tegas Ryan


Akhirnya mereka pergi meninggalkan tempat tadi. Ini jadi titik awal datangnya kejadian besar.

__ADS_1


__ADS_2