Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Andi III


__ADS_3

Setelah melakukan pertemuan itu, kami berdua meninggalkan tempat pertemuan itu dan menuju ke ruang OSIS. Ketika sampai didalam ruang OSIS yang memiliki ukuran kira-kira 7x10 dan tinggi 5 meter itu sudah datang lagi beberapa orang selain Amelia dan Andi yang tadi kami ajak bicara. Yaitu Sang ketua OSIS, Rena. Yang memiliki wajah seperti artis Jepang (yang kumaksud bukan artis JAV) melainkan artis yang bermain di film action sebagai Heroine. Dilihat dari situasinya, sepertinya dia datang setelah kami mengajak Andi keluar untuk bicara. Aku kemudian duduk di kursi yang sudah tersedia dan menunggu pertemuan dimulai sembari berfikir tentang masalah yang muncul.


Sampai saat ini, aku ingin lebih tau banyak mengenai Andi dan mantan gengnya karena itu membuatku penasaran. Memang saat ini, kami berdua belum ada pertanda bahwa kami akan terlibat hal yang besar, tapi kami berdua sudah merasa aneh sejak awal kemunculan Andi dan kabar mengenai beberapa temannya yang berada di SMA 4 walaupun Sekarang dia sudah lepas dari geng lamanya dan menjadi anak baik. Aku dan Alfan akan terus mencari tau agar semuanya jelas Dan sepertinya, aku akan mencari tau lagi atau bisa juga bertanya kepada Andi tapi aku juga belum sepenuhnya percaya dengan Andi.


Pertemuan sudah dimulai, aku yang bengong kemudian di kagetkan dengan suara Rena yang menyadarkan ku dan tau-tau semuanya sudah berkumpul sedang membahas rencana Classmeet Yang akan berlangsung setelah UAS semester ganjil lebih tepatnya bulan Desember dan nilai UTS ku masih aman seperti biasanya, tanpa halangan dan lancar jaya lagian aku dari dulu memang tidak pernah Remidi baik UAS maupun UTS walaupun aku suka bolos, suka buat masalah tapi, masalah nilai jangan ditanya,lah. Alfan juga sama sepertiku dan kami selalu bersama dari dulu.


“Begini. Desember nanti setelah UAS, kita akan mengadakan acara rutin setelah UAS yaitu Classmeet. Untuk tahun ini, Amelia akan menjadi ketua dari kegiatan Classmeet dan untuk lainnya saya serahkan kepada Amelia.” Ujar Rena


“Palingan gue juga jadi tokoh yang tidak punya peran penting” pikirku


Aku memprediksi bahwa aku akan menjadi tokoh yang tidak memiliki peran yang penting karena bagi orang yang baru masuk OSIS, pasti akan diberikan tugas yang mudah dulu dan aku masuk juga karena sebuah hukuman yang harus aku jalani sambil memperbaiki diriku. Yah, aku sendiri tidak berniat mengubah kepribadianku sekarang karena menurutku itu merepotkan, sih


“aku sudah mengatur semuanya. Jadi, aku akan bacakan susunan panitia Classmeet.” Kata Amelia


“Ketua, saya sendiri yaitu Amelia. Perlengkapan: Dani, Endi, Jack, Arda, Abimana, Kak Rudi. Konsumsi : Rena, Eni, Lyla, kak Irna, Ena. Sound sistem: Ryan & Alfan. Dokumentasi: Wiliam. Keamanan: Andi,kak Ika, Randy. Untuk proposal kegiatan, Saya serahkan kepada Kak Marco dan Kak Audy.”


“Walaupun ada yang tugasnya Cuma sebelum hari Classmeet, nanti tetap ada tugas dilapangan sebagai panitia lomba dan bantu ketika hari Classmeet tiba dan ini berlaku juga bagi yang menganggur. Terutama bagi bagian perlengkapan, kalian akan bertugas juga di area lomba.”


“Kok kebagian bagian yang penting,sih?”


Aku merasa aneh jika pemula seperti aku mendapat bagian yang penting yaitu sound sistem dan Alfan kelihatannya juga demikian karena dia lebih cerdas dariku.


“permisi, Bisakah Ryan dan Alfan dipindahkan ke bagian keamanan, karena mereka baru saja gabung jadi, menurutku agak aneh kalau mereka harus ditugaskan di tempat yang cukup merepotkan.” Kata Andi


“hm ... Baiklah, Ryan & Alfan, kalian akan bertukar dengan kak Ika dan Randy di bagian keamanan.”


“Sepertinya aku harus tanya dia.”pikirku


“ya.” “Baik.” Kami berdua menjawab secara bersamaan dan kami harus tanya Andi mengapa meminta agar kami berdua dipindahkan ke bagian keamanan?


Amelia bertanya kepada semua yang hadir diruang OSIS tersebut “apakah ada yang ingin minta diubah lagi?” dan semuanya pun menjawab “tidak.”

__ADS_1


“baiklah, sudah cukup untuk hari ini. Persiapan untuk perlengkapan lombanya, dilakukan mulai besok dan besok akan disampaikan juga mengenai lomba apa saja yang akan diadakan saat Classmeet. Jika dilakukan sesudah ulangan dikawatirkan akan kesusahan karena waktu yang sedikit.” jelas Amelia


Semuanya menjawab “baik.”


Pertemuan OSIS telah selesai. Namun, masih ada yang belum ingin pulang karena menurutku mereka pasti hanya ingin main-main atau mungkin dirumah sepi tidak ada teman mungkin mereka mau mengerjakan tugas sekolah mereka disini, jadi mereka diruang OSIS lebih lama terutama sang ketua OSIS, Rena dan dan Amelia.


Bicara mengenai Amelia, ketika dia mengatakan kak kepada beberapa orang, itu bukan karena mereka Kakak kelas melainkan mereka lebih tua dari Amelia dan mereka seangkatan dengan kami juga dan jujur, mereka lebih tua dari aku. Bisa dibilang mereka itu telat kalau dari dilihat dari umurnya karena mereka seharusnya sudah kelas 3 SMA bukannya kelas 2.


Setelah pertemuan selesai, aku memanggil Andi keluar dan mengajaknya bicara.


“Apa maksudnya tadi itu?” tanyaku


“begini, aku punya rencana. Classmeet itu bisa dibilang salah satu kesempatan kita untuk cari tahu megenai mereka” Jawab Andi


“apa rencanamu?” tanyaku


“sie keamanan merupakan tugas yang paling logis untuk melakukan penelusuran karena memiliki tugas memantau setiap kelas dan memastikan keadaan aman.”


“Ini adalah kesempatan kita. Mungkin mereka membuat masalah tidak sebesar ketika diluar tapi, aku yakin mereka pasti akan melakukannya.”


“begitulah. Karena kalian juga sedang melakukan hukuman, bukan?”


“Kalau masalah hukuman, aku tidak peduli. jika ada yang buat rusuh, maka akan aku hajar dia!” Kataku


“aku pun akan melakukan hal yang sama sepertimu jika mereka mau merusuh.” Alfan terdengar setuju


“kalian memang susah dibilangin, ya.” Gurau Andi


“heh. Jangan sok akrab denganku karena aku masih belum percaya penuh denganmu.” Kataku sambil bersandar di dinding luar ruang OSIS serta kupalingkan wajahku kekiri dari hadapan Andi


“ya iya. Terserah apa kata kau yang penting aku bukanlah seperti yang dulu kau kira.” Kata Andi sambil menghadap ke kanan dan mengangkat tangan kirinya serta meninggalkan kami berdua

__ADS_1


Andi pun berjalan pulang mendahului kami. Bicara mengenai Andi, Dia nyebelin tapi, aku sedikit agak mulai enak perasaanku saat berbicara dengannya. Tapi dibilang akur? Tidak! Kami tidak akur. Aku masih merasa kesal dengan gaya bicaranya yang terdengar agak sombong.


Kami pun pulang setelah Andi pulang karena tidak ada urusan apa-apa lagi selain pulang karena pertemuan OSIS sudah selesai. Suasana jalan yang ramai diiringi suara kendaraan yang berlalu lalang, matahari yang sudah tergelincir ke barat dengan warna langit yang kuning kejinggaan. Rasa lelah membuat beban tubuh ini semakin berat dan rasanya ingin cepat pulang dan mandi.


Mengenai Classmeet, kami belum tau nanti lomba apa saja yang akan ditampilkan tapi, itu tidak ada hubungannya dengan kami karena kami bertugas keliling dan memastikan keadaan aman. Sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu karena ini sudah diluar sekolah dan rasanya tidak cocok membicarakan hal yang berbau sekolah di luar sekolah.


Karena hari ini kami tidak bawa sepeda, kami pulang menggunakan bis sama seperti saat berangkat ke sekolah tadi pagi. Didalam bis, banyak sekali orang yang sepertinya baru pulang kerja ataupun seperti kami yaitu baru pulang dari sekolah. Dilihat dari pakaiannya, mereka sepertinya habis ekstrakurikuler atletik karena mereka berdua menggunakan baju olahraga dan terlihat agak kusam dan sedikit basah. Kelihatannya itu bukan basah kerena air minum atau kran tetapi karena keringat.


Aku kemudian mengambil tempat duduk didepan mereka. Dua orang itu berjenis kelamin perempuan dan terlihat tangguh. Aku suka cewek dengan tipe seperti itu. Setelah 7 menit berlalu, mereka pun turun. Tak jauh dari tempat mereka turun, terlihat ada tawuran. Sepertinya bukan dari SMA 4. Terlihat mereka menghampiri tawuran itu dan terlihat akan menyelesaikannya. Kupikir dia terlau nekat tapi bukan berarti aku tidak mempercayai kekuatan mereka karena mereka lebih kuat dari cewek biasa tapi, sekuat apapun cewek itu, pasti tidak akan bisa melerai dan menyelesaikan tawuran itu. Tadinya itu mereka mau melerai tapi, setelah mereka berdua sudah dibaris depan, semua lawannya terlihat takut dan mundur.


“ini aneh. Kenapa mereka mundur setelah dua cewek itu berada di baris depan?” Pikirku


Alfan yang belum melihat kejadian itu, aku tunjukkan ke jendela bus.


“Fan, lihat. Itu dua cewek itu tadi di bus ini dan mereka melihat tawuran itu langsung didatangi dan aku terkejut. Setelah mereka datang, lawannya langsung kabur seolah-olah dia itu ditakuti oleh lawannya itu.” Jelas aku kepada Alfan


“Ya kau benar. Ada yang aneh.” Kata Alfan


“Hm ... Tapi, sepertinya aku pernah lihat di suatu tempat.”


“hah? Yang bener? Dimana?” tanyaku


“Entahlah aku lupa tapi pernah.” Jawab Alfan


“kalau aku sendiri, aku baru pertama kali ini melihat mereka dan sama sekali tidak tau siapa mereka. Yang jelas, mereka berdua keren.” Kagumku kepada dua cewek itu yang berhasil memukul mundur musuhnya tanpa berkelahi.


“kalau masalah cewek, kau memang nomor satu, Yan.” Gurau Alfan


“laki-laki itu wajar kalau tertarik sama perempuan,kan?”


“benar tapi, jangan sampai berlebihan dalam mencintai perempuan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik!” Tegasnya

__ADS_1


“Oke, pak Alfan.” Gurauku kepada Alfan dengan posisi sikap berdiri dan melakukan hormat


Aku merasa kalau seragam itu pernah kulihat sebelumnya tapi aku sendiri lupa dimana aku pernah melihat seragam itu?.


__ADS_2