Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya

Duo Terkuat Yang Diburu Semua Gangster Di Kota-nya
Penantang


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, saat pemuda sibuk dengan gawainya, atau lebih tepatnya mereka sedang Mabar game MOBA populer saat ini.


Terlihat mereka sangat fokus dan menikmati game tersebut sampai terdengar suara teriakan yang lantang dari salah satu pemuda didepan warung tersebut.


“Ayooo!!! Gassss hajarr!!!” terdengar teriakan dari pemuda yang rambutnya menutupi mata kirinya


“sini, loe. By one sama gue sini!!.” Terdengar teriakan tantangan dari pemuda berambut gondrong


Teriakan tersebut membuat Ryan dan Alfan sedikit kaget. Ternyata mereka sedang Mabar dan Alfan sedikit paham dengan situasinya.


“Sedang Mabar, ya? Kayaknya seru. Tapi dari teriakannya seperti hampir lose streak.” Ujarnya


Namun respon berbeda muncul dari mulut Ryan


“iyakah? Kayaknya mereka hanya mau perang biasa.” Kata Ryan


Saat semuanya sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, mereka tidak menyadari bahwa posisi dari Black Wings sudah sangat dekat dengan mereka. Black wings yang mendengar suara ramai yang jaraknya sudah dekat, langsung memutuskan agar menghampiri keramaian itu dan bertarung dengan mereka.


“Suara keramaian, Sepertinya kita sudah dekat. Sedikit lagi kita akan bertarung dengan mereka. Sebelum itu, kita akan sedikit membuat kerusuhan dengan cecunguk disana.”


“Ok siap.” Dua anggota yang ikut Jordy berkata sembari mengangguk


Kemudian mereka bersiap melakukan penyerangan dadakan kepada sekumpulan pemuda yang sedang nongkrong. Mereka datang tanpa persenjataan atau tangan kosong karena mereka habis bertempur dengan Flammable disebelah timur pusat kota B.


Disaat yang sama, sekumpulan pemuda terlihat memerah muka mereka dengan tatapan kemurkaan tampak dari wajah mereka. Kemudian terdengar suara teriakan kemarahan dari sekumpulan pemuda itu. Atmosfer mereka terlihat menakutkan dan agak horor. Ryan dan Alfan yang berada agak jauh dari posisi mereka dan agak merinding dengan aura yang mereka keluarkan. Mereka berdua nampaknya paham apa yang sedang terjadi kepada sekumpulan pemuda yang didepan mereka.


“Lose streak parah, ya? Ternyata benar perkataanmu benar, Fan.” Kata Ryan


“Sudah kubilang apa. Mereka sedang lose streak dan nampaknya terulang kembali.” Ujar Alfan


Tak lama, muncul tiga orang dari arah selatan melalui jalan sebelah barat rumah Ryan dan menyerbu kumpulan pemuda tadi. Mereka berniat menghajar pemuda yang disana sebagai pemanasan sebelum menghajar Ryan dan Alfan.


Kedatangan mereka nampaknya agak kurang tepat. Pemuda yang akan mereka hajar sekarang dalam kondisi berbahaya dengan emosi yang meluap-luap akibat lose streak yang mereka alami dalam beberapa hari terakhir.


Kemudian, geng black wings dengan sisa anggota yang ada, mereka menyerang sekumpulan pemuda terlebih dahulu karena mereka belum melihat posisi Ryan dan Alfan saat itu. Sekumpulan yang mendapat serangan kejutan dari geng terkenal pun tidak gentar, malah mereka terlihat memukul anggota Black Wings dengan emosi yang masih meluap-luap tak terkendali akibat lose streak yang mereka alami saat bermain game MOBA. Salah satu sari pemuda tersebut berkata


“Kenapa kau menyerang kami!?” Tanya pemuda tersebut


Namun tidak ada jawaban dari geng black wings. Mereka terus melanjutkan aksi mereka.

__ADS_1


Kemudian muncul satu pemuda gondrong yang terlihat masih marah dari raut wajahnya karena mengalami lose streak selama beberapa hari terakhir dan menyebabkan dia turun dari peringkat yang sebelumnya.


Dia datang dengan tangan mengepal kuat nan erat serta tangannya yang kelihatan kemerahan tandanya dia sudah mengumpulkan tenaga untuk melampiaskan kekalahannya digame tadi. Beberapa orang yang ikut Mabar juga mengalami hal yang sama. Terasa sangat jelas hawa mengerikan datang dari pemuda tersebut.


Pemuda gondrong dan beberapa temannya mulai menyerang Black Wings dengan membabi buta dan tak kenal ampun serta tidak ada jeda dalam pertarungan tersebut. Pemuda gondrong mulai memukul wajah Jordy, ketua black wings dengan pukulan keras ke wajahnya


“haaaaaaaaaaa.........!!!” suara amukan dari pemuda tersebut


Pemuda gondrong memukul wajah Jordy dengan keras, namun Jordy masih sempat menangkisnya sehingga efeknya hanya membuat Jordy meludah darah.


“cuih.... untung saja aku bisa menangkis serangan berbahaya tadi.” Gumam Jordy sembari meludah dengan terdapat sedikit darah pada ludah Jordy.


“Sebaiknya aku harus berhat—“


Namun tanpa sadar Jordy lengah sehingga pemuda gondrong berhasil mengarahkan tendangan kaki kanan dengan keras nan cepat kearah sebelah kiri perut Jordy dan membuatnya muntah darah. Tetapi mereka tidak berhenti menyerang, pemuda yang lainnya mengarahkan pukulannya ke ulu hati namun berhasil ditangkis memakai tangan kirinya dan menyebabkan jari tangannya mengalami keretakan dan susah untuk mengepalkan tangan kirinya.


“gawat, Aku tidak bisa mengepalkan tangan kiriku. Sepertinya jariku mengalami retak dan sebaiknya aku harus berhati-hati dengan mereka.” Gumam Jordy


“Kenapa aku jadi terlihat menyedihkan seperti ini? Yang seperti ini bukanlah aku yang sesungguhnya.” Kata Jordy


“Fani, Emi, .... Sepertinya kita harus lebih serius lagi.” Kata Jordy memberi perintah ke dua cewek yang ikut dengannya


Sedangkan Ryan dan Alfan hanya mengawasi saja. Namun alangkah kagetnya dia, ternyata gadis yang pernah dia lihat membuat takut sekumpulan pemuda yang tawuran sehabis turun dari bus, ternyata dia adalah anggota geng Black Wings.


“oi oi, yang benar saja, Mereka anggota Black Wings?” kata Ryan yang tak percaya dengan yang dia lihat


“Mereka orang yang berhasil mengusir dua kelompok yang tawuran itu, kan?” kata Alfan


Rupanya Alfan juga terkejut dan tak percaya yang dia lihat.


Ryan kemudian bertanya kepada Alfan,


“serius ini, fan? Kita mau lawan cewek? Aku merasa jadi seorang pengecut sekarang.” Kata Ryan yang enggan melawan cewek


“aku juga sama, yan. Tapi kita lihat dulu situasinya, kalau mereka yang lebih dulu mencari masalah dengan kita, kita terpaksa melawannya.” jelas Alfan


“kau benar, fan.” Kata Ryan setuju dengan Alfan


Pemuda gondrong itupun langsung menyerang Jordy dengan serangan cepat langsung didepannya sembari berkata

__ADS_1


“Jangan coba-coba meremehkan ku!!!” teriak Pemuda gondrong tersebut kepada Jordy


Tap! Tap!


Namun serangannya berhasil ditangkis oleh dua cewek yang dari tadi dibelakangnya. Sekarang giliran dua cewek itu, Fani dan Emi yang maju melawan pemuda gondrong beserta temannya.


“sekarang, giliran kami yang akan menghajarmu, sampah!” kata Fani sembari memandang para pemuda tersebut dengan tatapan yang merendahkan.


Tangan pemuda gondrong yang ditangkap Fani, kemudian meremas tangannya dengan keras sehingga pemuda tersebut terasa kesakitan dan ditariklah pemuda gondrong tersebut kearahnya lalu dia pukul perutnya hingga batuk darah dan tak sadarkan diri.


Sekumpulan pemuda yang melihat temannya dihajar pun tak tinggal diam. Mereka menyerangnya secara bersamaan walaupun mereka berdua ialah cewek. Serangan demi serangan mereka lancarkan ke Fani dan Emi namun tak satupun serangan yang berhasil memojokkan mereka berdua, bahkan membuat mereka berdua kelelahan pun tidak. Mereka bertarung selama 15 menit tanpa jeda dengan kondisi Fani dan Emi hanya bertahan dan tidak menyerang sama sekali.


“mungkin sudah saatnya kita akhiri.” Kata Fani


“Kau benar, Fani. Sekitar 15 menit sudah kita bermain dengan mereka.” Jawab Emi


Perkataan keduanya semakin membuat sekumpulan pemuda naik pitam dan tersulut api amarah. Mereka kemudian menyerang Fani dan Emi dengan kecepatan serangan lebih cepat dari sebelumnya, namun serangan tersebut berhasil digagalkan keduanya dan mereka berdua balik menyerang sekumpulan pemuda tersebut dengan serangan kombinasi dari keduanya yang membuat semuanya terjatuh dengan luka lebam dimuka dan tangan.


Tak kusangka, ternyata pukulan mereka berdua lebih berat dan lebih keras dari yang kuduga. Mungkin saja mereka telah melatihnya sejak lama, makanya bisa sekuat itu. Pikir pemuda gondrong tersebut


Ryan dan Alfan yang sedang duduk agak jauh dari tempat, ternyata tidak membuat keduanya kaget. Justru malah mereka mengatakan kalau sekumpulan pemuda tersebut sangatlah nekat.


“sudah tentu dua orang tersebut bukan tandingan mereka. Sangat jelas kalau merekalah yang nekat ingin melawan balik tiga orang tersebut.” Jelas Alfan


Kemudian, Jordy berkata.


“Aku tau kau ada disitu, Ryan Alfan. Kemarilah dan hadapi kami.”


Ryan tersenyum dan berkata


“sepertinya mereka sudah tau kalau kita ada disini, fan.” Kata Ryan


“kita harus keluar dan hadapi mereka, yan.” Kata Alfan


“Tidak, hanya aku saja yang akan menghadapi mereka berdua. Aku ingin tau seberapa kuatnya mereka.” Kata Ryan sembari berjalan menuju kearah tiga orang dari Black Wings.


“kau serius, Yan?” Tanya Alfan


Ryan menjawab pertanyaan Alfan dengan anggukan.

__ADS_1


“akan ku temani kalian bermain malam ini.”


__ADS_2