
"apa-apaan orang itu. gua gak salah apa-apa malah diserang!!" kata Ryan
"tapi setelah itu, dia akhirnya minta maaf, kan? dan masalahnya sudah selesai." kata Alfan
"iya juga,sih."
setelah kejadian tadi, merdeka berdua sempat heran kenapa masih ada orang yang seperti itu? tanpa sebab yang jelas, salah satu dari orang itu yang bernama Reza melancarkan pukulan ke muka Ryan dan langsung ditangkap sebelum sampai ke muka Ryan dan langsung dipukul keras sekali sampai terpental ke belakang.
"karena sudah di luar. nongkrong, yuk?" Ajak Ryan
karena mereka berdua sudah berencana mengobrol mengenai dua gadis menarik perhatian mereka berdua dan ini merupakan pembicaraan antar lelaki. kemudian Alfan menjawab "oke. ayo!"
mereka berdua menuju tempat biasa mereka ngobrol saat malam. yups, Taman dekat rumah mereka dan sebelum mereka ke taman, mereka terlebih dulu membeli minuman botol dan kali ini Ryan membeli minuman kopi karena Ryan ingin begadang malam ini karena menurutnya, sangat disayangkan jika melewati sebagian waktu malam dengan tidur dan bukannya Ryan selalu tidur dini hari terus. Ryan juga terkadang tidur lebih awal walaupun jam 11 malam, tapi menurut Ryan jam segitu dibilang sangat awal.
Alfan sendiri, dia hanya membeli makanan ringan karena dia masih punya minuman yang sore tadi Alfan beli. dan kali ini penjaga warungnya ialah Sang suami. dan dia bertanya kepada Ryan dan Alfan.
"apakah kalian tadi mendengar suara seperti tabrakan?" tanya dia
"Ya. bahkan kami menghampirinya dan seperti biasa warga sini tidak mau berurusan dengan anak muda seperti kami. tapi hebat juga warga sini sudah tau jika tabrakan itu melibatkan anak muda semua." Kata Ryan
"bagaimana tidak, orang sini itu tidak ada yang seperti itu dan kalaupun ada, pastilah bukan orang dewasa melainkan anak muda karena anak mudalah yang sering begitu."
"gua gak kaget,sih ketika dia bilang gitu karena pada dasarnya orang sini gak mau berurusan dengan anak muda karena merepotkan dan susah dinasehati dan terlebih lagi, mereka sudah tidak peduli jika hal seperti tadi terjadi kembali." Pikir Ryan
"dari yang kulihat tadi, sepertinya kau berhasil membuat mereka pergi, Yan. hebat juga lu." kata penjaga warung
"oh ya ... pertama. Salah satu dari mereka menyerang kau dan setelah itu minta maaf. menurutku itu aneh, sih? benar kan, Fan?" kata penjaga warung
"..... ya menurutku juga begitu." kata Alfan setuju dengan pernyataan penjaga warung
mereka lupakan pembicaraan tersebut dan segera pergi ke taman. di taman itu terdapat bangku tempat biasa mereka duduk dan begadang tanpa tujuan yang jelas dan kali ini mereka akan membicarakan hal yang sudah tentu disukai para lelaki tapi bukan pembicaraan yang mengarah ke mesum namun tetap saja, ini pembicaraan yang mereka sukai terlebih lagi Ryan, namun berbeda dengan Alfan yang tidak seperti Ryan sampai kagum pada dua cewek tersebut. ya benar, mereka membicarakan tentang cewek yang mereka jumpai di bus saat pulang sekolah tadi sore dan lebih membuat kagum Ryan saat mereka berjalan ke arah tawuran dan salah satu kubu lari ketakutan padahal jumlah mereka lebih banyak dan bisa saja dua cewek itu kalah dengan segerombolan cowok. sampai saat ini, Ryan masih terbayang-bayang dengan dua cewek itu apalagi aura kecantikan mereka yang bisa dirasakan, tubuhnya yang seksi, bagian dada yang lebih besar dari pada milik Rena apalagi Amelia dan dilihat saja, mereka sudah tau jika tubuhnya sering dilatih. kalau masalah kecantikan, dua cewek itu lebih unggul dibandingkan Rena dan Amelia.
"Fan, menurut Lo tentang cewek itu, gimana?"
".......apanya? ah .... mereka terlihat lebih unggul daripada cewek lainnya dalam hal kekuatan." jawab Alfan
"bukan itu!! yang gua maksud itu menurut sudut pandang lain misalnya kecantikannya atau mungkin bodynya atau mungkin pahanya." kata Ryan menjelaskan ke arah penyegar mata
"kau jika sudah ada cewek seperti itu pasti kau akan semangat." kata Alfan
"emang kenapa? kan normal kalo lelaki itu suka dengan gadis asalkan jangan dirusak karena itu anak orang."
__ADS_1
walaupun Ryan terlihat tertarik dengan dua cewek itu tapi Ryan masih bisa mengendalikan dirinya dan dia paham bahwa merusak anak orang itu jelas tidak baik dan itu hanya kenikmatan yang sementara. banyak anak muda di kota B yang suka mempermainkan cewek dan dianggap cewek itu tidak lebih dari pemuas diri mereka dan kebanyakan yang melakukan itu ialah anggota Geng kroco sedangkan Geng besar tidak melakukan hal yang seperti itu dan malah melindungi mereka dari lelaki yang kurang ajar.
".....tapi, .... aku memang suka dengan mereka berdua karena mereka mampu memukul mundur Geng tanpa harus mengotori tangan mereka." Kata Alfan
"lu benar. kelihatannya dua cewek itu kayak petarung, gitu." kata Ryan
Kemudian tersenyum sambil memandang langit malam yang indah dan penuh dengan bintang yang kelap-kelip
"besok bakal ketemu lagi gak, ya?" kata Ryan dengan harapannya bertemu kembali dengan mereka besok
"tidak mungkin. karena menurutku itu sebuah kebetulan, saja." Kata Alfan
"Semangati dikit kek jangan malah bikin gua lemes!."
kemudian Alfan tertawa dan menjawab
"maaf maaf. becanda, Yan."
malam itu, mereka mengobrol sampai tengah malam dan pulang pukul 00.00 dengan wajah puas mereka terlihat jelas.
***
pukul 20.00
suara gemercik air dikamar mandi sangat jelas terdengar dan menandai jika ada seseorang yang masih mandi. terdengar aneh jika ada orang yang mandi di jam segini walaupun ini belum larut malam tapi bagi gadis, ini sudah malam sekali untuk mandi dan biasanya hanya laki-laki yang mandi jam segini.
tak lama, sosok gadis berperawakan tinggi muncul dari kamar mandi dengan balutan handuk yang menutupi bagian dada sampai paha. kulitnya yang putih bersih, mulus dan terawat ditambah memiliki Paras yang cantik dan memiliki tinggi 174 cm, berat 48 kg, serta dada yang lumayan yaitu B tetapi tidak tau berapa ukuran pastinya.
dia kemudian berjalan menuju ke lantai 2 dan segera masuk ke kamarnya. dia kemudian membuka lemari baju dan mengambil pakaian dari dalaman, celana pendek, dan tank top berwarna hijau. dia pakai satu per satu dari dalaman sampai yang terakhir tank top. tak lama, handphone miliknya berdering. segera dia ambil dan melihat siapa yang menelponnya.
".... oh, Emi. kukira siapa."
suaranya halus terdengar dari gadis itu.
"akan aku suruh dia untuk bicara lewat discod."
kemudian dia matikan panggilan tersebut dan menuliskan pesan singkat ke nomor temannya yang bernama Emi yang bertuliskan [bicara lewat discod] dan kemudian dia mengirim pesan itu ke Emi. centang dua berwarna biru terang muncul pertanda Emi sudah membacanya. tak lama, komputernya yang masih menyala dan belum logout dari akunnya, tiba - tiba terdengar suara gadis yang lembut dari komputernya.
"hei, Fani. aku ganggu, gak?" kata Emi
"gak. sama sekali gak ganggu. ada apa?" Kata Fani
__ADS_1
"gini. ingat yang sore tadi?" tanya Emi
"ingat. yang kita mau bantu temen lagi tawuran itu, kan?" jawab Fani
"iya. selama ini, kenapa gak ada yang berani melawan kita berdua? padahal kita kan cewek." kata Emi
"mereka kan udah tau siapa kita dan tau seberapa kuatnya kita wajar aja kalo mereka lari pas liat kita." kata Fani dengan nada sombongnya
"mereka juga lebih cupu dari yang pernah kita lawan Minggu lalu." tambah Fani dengan membandingkan lawannya dulu
".....eh Fani. kau tadi liat, gak. cowok yang naik bus tadi sore." Kata Emi
"um..... yang mana? kan cowok itu banyak!" kata Fani
"iiihhh!!.....yang pake seragam itu!!. mereka naik bus sekitar 10 menit sebelum kita turun deket area tawuran itu." Kata Emi seperti cewek yang manja dan berusaha mengigatkan Fani yang dilihatnya sore tadi
"um ..... oh, yang itu. emang kenapa? kau suka sama salah satunya?" Tanya Fani dengan ekspresi nyengir
"iihh.....gak gituu!!!" Elak Emi dengan suara manjanya
"hehehe .... maaf maaf."
"mereka kelihatannya ganteng dan juga berani. sepertinya mereka itu juga petarung? dan juga ..... mereka tipeku." kata Emi dan setelahnya, Fani mendengar suara Emi yang sedang kegirangan dengan sosok Ryan dan Alfan.
"tuh kan. aku bener,kan? ngaku aja." Fani iseng kepada Emi
"iihh kau ini emang suka iseng. hmph." kata Emi
"hehehe ..... tapi,.....aku juga suka, sih sama salah satu dari mereka Sama sepertimu juga." Jujur Fani kepada dirinya sendiri serta mengakuinya kepada Emi
"tuh kan. kau juga sama." goda Emi kepada Fani
"iihh apaan, sih." kata Fani yang berusaha tidak jujur kembali pada dirinya walaupun wajahnya terlihat memerah karena malu.
mereka asik mengobrol sampai tidak terasa sudah larut malam
"dah malam, nih. off dulu, ya? ngantuk." kata Emi
"ya udah. aku juga mulai ngantuk, nih?" kata Fani
kemudian Emi berkata "bye." dan Fani juga menjawab dengan kata yang sama.
__ADS_1