
Iblis Urait mecengkram kaki kanan Enok dengan sekuat tenaga. Ia kemudian mulai mengayunkannya seperti sebuah tongkat besi. Lalu disaat ia ingin melemparkannya, Enok tanpa sadar memelintir kaki kanannya sendiri seperti sedang memeras pakaian basah.
Tanpa ada rasa peduli dengan yang terjadi pada tubuhnya, Enok malah memberikan sebuah tendangan kaki kiri ke kepala iblis tersebut. Sehingga cengkraman itu berhasil terlepaskan, dan iblis itu terhempas jauh menabrak mobil-mobil yang terpakir di jalanan hingga terjadi ledakan besar.
Mata dari ukiran topeng Ruwana itu masih memperlihatkan cahaya kuningnya yang menyarak, bahkan terlihat dari balik kepulan asap hitam dari tempat iblis itu berada.
"Akh, sakit juga. Sudah lama aku tidak bertarung seperti ini. Kau hebat anak man-
Dua bola mata bercahaya kuning itu sudah tidak terlihat lagi di depannya. Iblis itu terkejut, matanya berlari mencari keberadaan pemuda yang bertopeng itu.
BUAK!!!
Satu tendangan kaki kanan memangkung keras kepala iblis Urait hingga leher kepalanya bengkok dan menyatu ke bagian dada tubuhnya. Belum selesai dengan serangan itu, Enok menangkap kedua tangannya, menariknya kebelakang lalu memutarnya 180 derajat, kemudian dipatahkannya pergelangan tangan iblis itu sampai ia terlihat memohon.
Iblis itu menjerit kesakitan dengan suara yang terdengar aneh. Ia memohon untuk meminta ampunan, dan menyesali perbuatannya. Pemuda bertopeng Ruwana itu tidak peduli, karena ia tahu sifat dasar iblis sebenarnya. Kemudian menendang kedua kaki iblis tersebut secara cepat sampai terlipat kedepan.
Maka jatuh lah iblis Urait ke atas permukaan bumi seolah sedang meminta ampunan kepada seseorang yang ada di depannya, adalah potongan mayat tubuh wanita yang ia bunuh sebelumnya.
Bukannya menyesali perbuatannya, Iblis itu tertawa terbahak-bahak dalam sujudnya.
"Sampai kapan pun aku tidak akan sudi bersujud di depan manusia, hahaha!"
Pemuda bertopeng Ruwana itu kemudian berjalan mendekati Iblis Urait, lalu berhenti tepat di hadapannya yang bersujud. Ia kemudian memberikan kaki kanannya terhadap iblis itu dan berkata,
"Aku bisa saja membunuh mu dengan mudah, tetapi biar kau nikmati dulu penderitaan atas perlakuan burukmu terhadap manusia" Suara yang keluar dari balik topeng Ruwana terdengar seperti suara seorang wanita.
"Hahaha, terserah apa perkataanmu. Kami bangsa iblis akan selalu menang! Kami lah yang akan membawa bendera kemenangan di hari akhir nanti! Kalian para manusia hanyalah makhluk bodoh dan lemah! Ahahaha!"
"Oh begitu"
Satu jarum Agulha muncul dari ruang hampa, pemuda bertopeng Ruwana itu kemudian memberikan aura kebenciannya untuk menyelimuti jarum tersebut.
Ia mulai menusukkannya dari bagian tulang ekor punggungnya.
Tusukan pertama, membuat iblis itu geli dan berteriak.
__ADS_1
Tusukan kedua, membuat iblis itu menjerit kesakitan.
Tusukan ketiga, membuat iblis itu berteriak dan menangis.
Tusukan keempat, membuat iblis itu mulai ke hilangkan suaranya.
"Minta maaflah kepadanya, maka akan ku lepaskan dirimu" Dalam sujudnya iblis Urait terdengar mengatakan sesuatu, yang hanya bisa di dengar oleh pemuda bertopeng Ruwana tersebut.
"Sampai saat terakhir pun kalian masih tetap angkuh, ya"
Jarum Agulha itu muncul kembali, ia kemudian menusukkannya di bagian terakhir, yaitu kepalanya. Iblis bertingkat level 9 itu musnah seketika dan berubah menjadi pasir hitam.
Tak lama, pemuda bertopeng Ruwana itu melangkah mendekati potongan bawah mayat tubuh wanita yang ada di dekat mobil terbalik. Dengan menggunakan kekuatan kebenciannya, dua tubuh mayat wanita yang terpisah itu berhasil menyatu kembali ke sedia kala.
Setelahnya, ia kemudian mengusap wajah wanita tersebut agar tidak terlihat meninggalkan ekspresi kesedihan di wajah kematiannya.
"Maafkan aku, ternyata suara meminta tolong tadi adalah dari dirimu."
Di saat dirinya sedang berkabung, di balik teriknya sinar matahari, seseorang tiba-tiba datang mendarat dari atas ketinggian langit, yang suara hentakan kakinya ketika mendarat membuat pemuda bertopeng Ruwana itu terpaksa menoleh ke arahnya.
Dia adalah pria berambut putih yang bernama kapten I.C.O seorang pasukan khusus dari perusahaan yang bernama Infinity Corporation.
Cahaya kuning dari mata yang menyarak di ukiran topeng Ruwana mulai padam, kemudian topeng yang berfungsi sebagai penutup tabir kebenaran itu menghilang dari wajah pemuda yang bernama Enok.
"Apa yang kau lakukan disitu, apa kau tidak dengar alarm peringatan telah dibunyikan?"
Aneh, kenapa aku seperti sedang mendengar suara seseorang yang berbicara kepadaku. ―Anak muda, apakah kau mendengarkanku? Atau kau sedang terluka.
Iya aku dengar, tapi kenapa aku tidak bisa menjawab mu? aku sama sekali tidak ingat apa yang sudah terjadi. Tubuh wanita itu utuh kembali bagaimana bisa?
"Hei, apa kau sedang terluka? Kenapa diam saja?"
Ketika ia menepuk pundak bagian kiriku barulah semua indraku berjalan normal kembali, membuatku tersentak bangun dari lamunan kegelapanku.
"Hei kau tidak apa-apa? Kenapa kau diam disini? Apakah wanita itu saudaramu?"
__ADS_1
"Aaa, bukan. Ketika aku sedang mencoba melarikan diri, aku berpapasan dengan dirinya yang sudah meninggal. hatiku merasa tidak tega, jika hanya membiarkannya tergeletak begitu saja."
"Ahh, kau pemuda waktu itu yang ingin menguburkan anjing ditengah hujan deras bukan?" ―Eh, anjing? itu adalah mayatku pak! Ahh, benar juga aku baru ingat. Kalau aku dilindungi hukum kebenaran menjadi kebohongan.
"Bagaimana bapak bisa tahu?" Siapa pria berambut putih ini? Kenapa rambutnya putih? Apa dia sudah ubanan di usia mudanya?
"Orang yang menyelamatkan mu waktu itu adalah anak buahku, namanya adalah Den"
"Anak buah?"
"Perkenalkan, namaku adalah kapten I.C.O" ―Ai She O? kode nama macam apa itu.
"Ya, nama saya Enok." Aku menyambut jabatan tangannya. Ia kemudian mendatangi mayat wanita yang tergeletak.
"Apa sebenarnya yang terjadi disini, kenapa tubuh wanita ini tidak ada bekas luka dan bercak darah sama sekali" ―Aku sendiri juga ingin mengetahuinya.
"Pak ICO bagaimana keadaan orang-orang yang ada di distrik 8? Apakah mereka semua berhasil di evakuasi?"
"Yah beberapa, tapi tenang saja. Kami semua adalah pasukan khusus, semuanya memiliki kekuatan diatas manusia normal" ―Apa yang sedang dia teliti dari mayat wanita itu?
"Apakah kalian ini semacam organisasi hero untuk melawan monster semacam mereka?"
"Bukan, kami adalah pasukan dari Infinity Corporation" ―Iya, kalau itu aku memang sudah tahu.
"Wanita ini berumur berkisar 23 tahun, malang sekali nasibnya. Aku akan membawanya" ―hah, membawanya? Apa yang ingin kau lakukan?
"Tentu saja untuk di otopsi lebih lanjut. Kau sebaiknya cepat pergi dari sini, tidak ada yang tahu iblis-iblis itu kapan akan datang menyerang lagi" ―Kau bisa membaca pikiran ku juga ya?
Pria berambut putih yang bernama ICO tersebut melompat tinggi menuju ke suatu gedung yang sudah ada helikopter menunggu di atas sana.
"Astaga! Dia bahkan bisa melompat tinggi seperti yang kulakukan."
Dia bilang dirinya adalah seorang kaptain, apakah orang yang sudah memiliki pangkat tinggi seperti itu bisa mempunyai kekuatan sama sepertinya? Tetapi dari mana sumber kekuatan besar itu berasal? Semakin hari, aku semakin menemukan fakta-fakta terbaru tentang kebenaran yang ada di sekitarku.
Benar juga, aku harus mencari tahu kenapa iblis-iblis itu serentak menyerang distrik 8? Apakah karena aku tinggal disini? Ataukah mereka memang sengaja melakukannya agar menghambat tujuanku?
__ADS_1
Sialan! Apa semua ini ada hubungannya dengan wanita misterius yang sudah membunuhku di malam itu?
Enok melanjutkan tugasnya, untuk mencari orang-orang yang memiliki kebencian yang ada didalam hatinya