E. A.N. E : Unreality In Reality

E. A.N. E : Unreality In Reality
Chapter 18 : "Stories behind black curtain"


__ADS_3

"Ara Nua? anak raja iblis Satan kau bilang? Entah kenapa, tapi nama Satan itu tidak asing di telingaku.


"Bagaimana ceritanya, aku jadi penasaran?"


"Ara Nua, selain wujudnya yang cantik dan seksi. Dia adalah seorang Tuan Putri yang sangat kuat dan terkenal dengan kekejiannya tanpa mengenal rasa ampun. Suatu hari ia meminta ijin kepada ayahnya sang Raja Iblis Satan untuk pergi ingin membantai seluruh manusia yang ada di suatu wilayah pegunungan"


"Semua iblis sangat mengagumi kekejian yang dimilikinya, sehingga tanpa disuruh pun banyak yang ingin bertarung bersama di belakangnya"


"Sesampainya di wilayah pegunungan itu, ia mulai membantai, membakar, tidak peduli anak kecil, remaja, orang tua, bahkan bayi sekalipun di makannya hidup-hidup" ―Apa? itu benar-benar sangat keji sekali.


"Tapi semua sifatnya berubah secara drastis setelah mereka berhasil membantai semua manusia yang ada disana" ―Berubah? Bagaimana mungkin sifatnya bisa berubah secepat itu?"


"Itu karena seorang Malaikat suci datang menghadang mereka seorang diri, di saat ratusan ribu iblis itu akan pergi. Nama Malaikat itu adalah Malik, dia bersayap dan berbaju serba putih terang bagaikan cahaya." ―Apa yang di lakukan malaikat itu?


"Dia tidak marah ataupun membalas dendam dengan membantai mereka semua. Dia berdiri di hadapan ratusan ribu iblis, lalu meminta semua iblis itu untuk bertobat. Tentu saja jawaban mereka adalah sumpah dan caci maki"


"Karena tidak ada mau yang bertobat, Malaikat Malik kemudian menggunakan salah satu senjata milik Tuhan, namanya adalah Heaven Revealy Sword. Senjata itu mampu menghidupkan orang mati, memurnikan hati kotor, dan juga memusnahkan para iblis hanya dengan satu tusukan"


"Dengan mengucapkan mantranya, milyaran kubik awan yang ada di atas langit di wilayah itu berubah menjadi triliunan pedang Heaven Revealy" ―Seandainya aku memilikinya. Akan ku buat dunia ini damai dan indah.


"Cahaya terangnya mengalahkan cahaya matahari yang ada di siang hari. Iblis-iblis itu ketakutan dan berlarian seperti seekor serangga"


"Namun semua sudah terlambat, Malaikat Malik melepaskan kode mantranya. Maka terjadilah hujan triliunan pedang Heaven Revealy, menghujam ke tubuh mereka semua. Tak satupun ada yang lolos kecuali anak raja iblis Satan, Ara Nua"


"Ara Nua hanya terdiam dan tak bisa mengucapkan sepatah katapun dihadapan malaikat itu. Karena ini pertama kalinya ia menyaksikan kekuatan yang maha dahsyat"


"Malaikat bersayap itu mendatanginya, dan berkata kepadanya. ―Maukah kau bertobat kepada tuhanmu?"


"Kebencian dan kedengkian yang ada di dalam hati Ara Nua menolak itu semua. Ia justru menangis berteriak dan menusuk Malaikat tersebut dengan senjatanya"


"Dan yang terjadi adalah tangan Ara Nua hangus terbakar. Dia pun semakin menjerit dan menangis ketakutan"


"Malaikat Malik masih berbaik hati, ia mengambil tangan kanan Ara Nua yang hangus terbakar dan menyembuhkannya kembali"

__ADS_1


"Ara Nua heran dalam haru tangisnya. Ia kemudian memarahi Malaikat Malik, memaki-makinya lalu menertawakannya"


"Malaikat Malik tidak marah, ia tetap menawarkan jalan kebaikan untuk iblis itu. Akan tetapi Ara Nua tetap bersikukuh dan terus mengulangi perlakuan yang sama, begitupun dengan Malaikat bersayap putih tersebut"


"1785 Hari kemudian, Ara Nua mulai kelelahan. Hatinya yang keras dan hitam mulai berkerak dan menjatuhkan setiap serpihannya. Di hadapan Malaikat Malik ia menangis, dan menanyakan kenapa Malik terus berusaha membujuknya, meskipun dia sudah melukainya berjuta-juta kali"


"Malaikat Malik menjawab pertanyaannya, ―Karena aku melihat ada satu titik cahaya, jauh di dalam hatimu yang gelap. Mendengar itu Ara Nua menangis berteriak keras mengeluarkan semua kebencian dan kegelapan yang ada di dalam jurang hatinya"


"Dan untuk yang terakhir kalinya Malaikat Malik menawarkan jalan kebaikan, ―Maukah kau bertobat dan kembali ke jalan Tuhanmu?"


"Ara Nua menjawab, ―Apakah Tuhan mau menerima tobatku? Aku sudah sangat banyak melakukan dosa yang tak terhitung jumlahnya"


"―Kenapa tidak? Tuhan adalah Sang Maha Pengampun segala dosa. Malaikat Malik membuka topengnya, memperlihatkan wajah sucinya pada wanita iblis tersebut"


"Senyuman yang ada dibalik topeng itu, meluluhkan hati sang wanita iblis. Malaikat Malik kemudian mengambil senjata Tuhan Heaven Revealy lalu menusukkannya tepat di tengah dada Ara Nua"


"Kurang lebih seperti itulah ceritanya, Eng??" Jealous melihat Enok sudah lelap tertidur. ―Kurang ajar, padahal aku sudah bercerita panjang lebar!


"Apa boleh buat, hari ini kau sudah banyak bekerja keras"


***


2 hari kemudian di pelabuhan Tartaglia, pukul 22:11 Malam


Dua buah forklif terlihat sedang aktif bekerja membawa beberapa kali sebuah container kecil yang di dalamnya ada manusia. Di setiap container itu memiliki sebuah kode tertentu. Mereka mengambilnya dari sebuah kapal besar yang baru datang.


Tak lama seorang pengawas lapangan mendatangi dua enam orang pria yang bertugas menjaga pelangsiran para budak tersebut.


"Wah banyak juga para budak yang kalian dapat hari ini"


"Kalian? Apa maksudmu? Kami hanya di tugaskan untuk mengantarkannya agar benar-benar sampai ditujuan"


"Dari mana mereka semua?"

__ADS_1


"Negara Camelot, dan kurasa ini mungkin yang terakhir kalinya kami akan membawa manusia dari sana" ―"Kenapa begitu?"


"Yah, populasi anak perempuan disana sudah mulai habis. Selain itu, pemerintah disana juga mulai bekerja sama dengan perusahaan yang ternama. Aku lupa namanya, yang pasti mereka adalah kumpulan pasukan elit"


Suasana malam yang gelap dan derasnya angin laut yang membawa suara ombak menutupi aktifitas kejahatan manusia yang ada di pelabuhan itu. Tanpa mereka sadari seseorang bersayap hitam dan topeng barunya sedang memantau kegiatan tersebut di atas sebuah Crane pengangkut kontainer ukuran besar.


...


"Jealous, terimakasih. Berkat topeng baru yang bernama Reog ini aku bisa lebih mudah mengendalikan diri. Dan mendeteksi para manusia yang memiliki hati kebencian" ―Tidak hanya itu saja.


"Topeng Reog mampu mengubah amarahmu menjadi kekuatan yang berlipat ganda dalam serangan fisik. Dan menggunakan sebuah pedang yang bernama Vermillion" ―"Vermillion? Pedang macam apa itu"


"Itu adalah pedang bewarna merah terang, yang diciptakan oleh seorang iblis untuk memusnahkan bangsa iblis"


"Menarik, tolong ceritakan padaku nanti bagaimana kisahnya"


"..."


"Tapi baguslah, berkat itu aku akan bisa bertarung dengan mereka. Kalau hanya menggunakan jarum Agulha aku sedikit kesulitan, Iblis tingkat tinggi bisa menghindarinya dengan mudah"


"Karena itu ku Katakan padamu sebelumnya, kau bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah hanya sampai iblis tingkat 8. Tetapi jika ada kesempatan, kau harus lekas menggunakannya" ―Baiklah!


"Aku akan memulai, tolong jangan ganggu aku" ―Siap!


Enok mengepakkan sayap hitamnya dan terbang menuju 8 orang yang ada di bawah sana.


TAP!


Ia mendarat di antara 8 orang manusia, dan tak satupun dari mereka menyadari kehadirannya.―"Agulha" Enam batang jarum Agulha ia tusukan satu persatu kepada mereka. Sontak sifat mereka berubah seketika, bersedih dan menangis atas segala perbuatannya.


Enok kemudian menanyakan siapa dalang di balik perdagangan manusia ini, dan satu persatu dari mereka menjawab, dia adalah seorang CEO ternama yang bernama Rudolf Geddon.


Dari kemarin aku terus mencari informasi yang akurat, dan jawabannya selalu sama.

__ADS_1


"Rudolf ya"


Topeng baru yang dikenakan Enok memiliki ukiran mata dan bentuk mulut yang berbeda.


__ADS_2