
Mereka benar-benar mengantarku sampai ke rumah (kosan). Akibatnya, ini menjadi tontonan orang-orang yang ada disekitar dan dibuat kebingungan dengan situasinya.
"Terimakasih komandan!" Aku memberi salam hormat kepada mereka bersama senyuman ku yang tak berarti.
Helikopter itu sudah pergi. Ahh, hari ini benar-benar sangat melelahkan. Persetan dengan semua yang terjadi, lebih baik aku mandi dan lekas tidur untuk mereset kembali otakku. Aku berjalan masuk ke dalam kos tanpa menghiraukan mereka semua.
***
Badanku terasa hangat kembali setelah kedinginan akibat mandi air hujan. Aku keluar dari bathroom dan melangkah menuju tempat tidur.
"Benar-benar sangat berantakan" ucapku yang melihat kondisi kamarku sendiri.
"Tapi biarlah, tidak ada juga yang peduli, tidak ada teman juga yang akan datang kesini" Aku lalu lompat ke atas tempat tidur.
BAM!
Kruuk~ "Laparkah kawan,"
Aku bangkit dari tempat tidur, kemudian menghampiri mini kulkas yang ada disebelah lemari bajuku.
"Tidak ada apa-apa" memang seharusnya hari ini adalah jadwalku untuk berbelanja membeli stok makanan di kulkas.
"Apa boleh buat," Aku terpaksa pergi ke mini market yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kos ku tinggal.
Pintu kos aku tutup, dan aku ingin berjalan keluar dari pekarangan. Aku merasa seperti di intai oleh seseorang, karena itu aku mencoba memastikannya dengan melihat keadaan disekitarku.
"Tidak ada apa-apa, mungkin hanya perasaanku saja"
Langkah kaki ku tiba-tiba berat, begitu juga badanku. Aku kebingungan, dan tiba-tiba tubuhku mematung didekat sebuah tiang listrik yang ada di pinggir jalan.
"Ada apa ini, kenapa jalananya mendadak sepi"
"Oii siapa saja, tolong aku! Badanku kesemutan, aku tidak bisa bergerak!!" Aku berteriak berharap seseorang mendengarnya dan datang menghampiriku. "Asli, tidak ada satu orang pun yang lewat". Sial, sebenarnya apa yang terjadi pada hidupku.
Tiba-tiba aku melihat gumpalan asap hitam menyembur dari balik tiang listrik, lalu aku mendengar suara langkah kaki yang berat dan suara rantai yang berbenturan dengan besi.
Aku terperanjat seketika, lagi-lagi sosok yang aneh muncul dihadapanku. Dia sangat tinggi hampir setara dengan tiang listrik, wujudnya nampak seperti manusia, dia berjubah hitam yang robek-robek, wajahnya tidak kelihatan, dan ia terlihat membawa sesuatu di belakang pungggunnya.
"Ma..malaikat pencabut nyawa" ucapku ketakutan.
__ADS_1
"Jangan seenaknya memanggil nama seseorang, anak muda"
Anak muda? Entah kenapa aku merasa tidak asing dengan nada dan kata-katanya itu.
"Tentu saja, akulah yang telah menyelamatkan hidupmu"
Dia bisa membaca pikiranku, siapa kau? Apa maksudmu telah menyelamatkan hidupku.
"75% ya. Kebencianmu yang ada di dalam hatimu cukup besar juga, tapi tidak apalah. Kau memiliki sesuatu yang orang lain tidak memilikinya"
Apa yang sedang dikatakan makhluk besar ini? Ahh, lagi-lagi hidupku penuh dengan keanehan. Tuhan benar-benar tidak suka jika melihat aku hidup normal dan bahagia.
"Kenapa kau berkata seperti itu kepada tuhanmu, bukankah kau ingin orang-orang sampah itu mati?"
Eh? kenapa dia bisa tahu, sebenarnya siapa makhluk ini. Apakah dia tuhan?.
"Aku? Tuhan? Ahahaha. Dasar manusia, selalu mengagungkan hal yang diluar nalar logikanya"
"Hei jawab pertanyaanku! Kau itu siapa!! Cepat lepaskan aku, perutku ini lapar!!"
"Ya ya, sebelum itu. Mari kita pindah dulu ke ruanganku"
...
Aku membuka mataku. Dan yang kulihat pertama kali adalah tumpukan ribuan,ratusan ribu pedang yang tertancap di padang pasir yang sangat luas.
"Jumlahnya milyaran, dan semua itu bukanlah sebuah pedang. Melainkan sebuah jarum"― "Jarum?" sahutku.
Aku mencoba berpaling melihat keberadaannya. Dia sedang duduk di sebuah kursi besar dan ada satu buah meja yang di atasnya terdapat botol besar bewarna hitam, juga satu buah gelas dengan bentuk yang istimewa.
"Apa kau masih merasa lapar?"
Aku memegang perutku dan sadar jika rasa lapar itu sudah tidak ada lagi. Diriku benar-benar kebingungan dengan keanehan yang terus terjadi, membuatku menjadi lelah dan terduduk di atas padang pasir ditemani bersama milyaran jarum bewarna hitam tersebut.
"Sudah jangan terlalu dipikirkan, nanti kamu bisa gila" Bisa-bisanya dia berkata seperti itu.
"Hahh, baiklah. Sekarang tolong jelaskan, kau sebenarnya siapa. Dan apa yang sudah terjadi pada hidupku.
"Aa, dari mana kita mulai sebaiknya ya.." suaranya terdengar seperti seorang kakek-kakek. Apa dia sudah tua?
__ADS_1
"Oi, aku bisa mendengarkan itu!" Sial, aku lupa dia bisa membaca pikiranku.
"Aku adalah seorang malaikat, namaku Jealous" ―Malaikat? Tapi wujudmu terlihat sangat menyeramkan, malaikat itu harusnya bercahaya.
"Ho? Begitukah pemikiran manusia tentang malaikat?" ―Yah, aku pernah membacanya disebuah buku.
"Sama seperti halnya dengan manusia, bentuknya sama namun memiliki rupa yang berbeda-beda. Aku juga sebelumnya pernah bercahaya, tetapi karena suatu kejadian wujudku menjadi seperti ini" ―Kejadian? Apakah kau membangkang dengan tuhanmu?
"Ehmm, Yah kurang lebihnya bisa dibilang seperti itu. Anyway, seperti yang kukatakan barusan. Aku adalah orang yang telah menyelamatkan hidupmu"
"Kau seharusnya sudah mati waktu itu, apakah kau ingat?" ― Tidak! Aku sama sekali tidak memiliki ingatan apapun tentang kejadian itu.
"Ah aku lupa membuka kunci ingatan mu" Dia mengambil sesuatu dari dalam jubah lengannya. Yang kalau aku tidak salah lihat, bentuknya seperti kotak kecil dengan ukiran bentuk yang aneh.
Krek! Dia memutar kuncinya.
Seketika itu juga aku yang sedang terduduk diatas padang pasir, mendapatkan gambaran kehidupan sebelumnya, dan aku melihat diriku mati dibunuh seekor iblis yang memiliki senjata celurit besar ditangan kanannya.
"Haaaaaaakh!!" Aku shock dan ketakutan setelah mengingatnya, pasalnya semua rasa pahit,sakit,dan kesedihan waktu itu mengalir kembali kedalam ingatanku.
"Sesak!! Dadaku sesak sekali!!, tolong!! Lylaaa!!!" Aku menangis dalam kesedihan yang mendalam.
"Sesakk!! Dadaku sesakkk!! Saking sesaknya dada ini, aku sampai jatuh bersujud dihadapannya.
"Tolong hentikan!!" Aku berteriak memohon.
"Fuuuh, itulah alasan mengapa aku mengunci ingatanmu sebelumnya. Agar rasa kepedihan itu tidak terulang kembali didalam hatimu"
Krek! Suara kunci yang berputar balik.
"hahh..hahh..hahh" Aku terengah-engah, lalu terbaring berbalik menghadap ke atas langit yang penuh dengan debu kegelapan.
"Jadi sebenarnya aku ini memang sudah mati ya. Lalu, kenapa aku bisa hidup kembali. Apa kau yang sudah menghidupkan ku?"
"Tidak ada satupun ciptaanNya yang bisa menghidupkan orang mati kecuali mereka adalah orang yang terpilih." ―Lalu, apa sebenarnya yang terjadi.
"Apa kau ingat, waktu itu kau telah membeli sebuah gantungan disebuah toko."―Iya benar, memangnya kenapa. Itu hanyalah sebuah gantungan, aku membelinya karena aku suka dengan motif dan warnanya yang hitam. Melambangkan kehidupan dan hatiku saat ini.
"Itu adalah wujud manifestasiku"―Hahh? Apa yang kau lakukan ditempat seperti itu? Apa kau tidak ada kerjaan?
__ADS_1
Makhluk yang mengaku malaikat ini benar-benar mengatakan hal yang diluar nalar manusia, aku tidak tahu apa tujuannya. Tetapi, akan ku ikuti skenarionya.