E. A.N. E : Unreality In Reality

E. A.N. E : Unreality In Reality
Chapter 19 : "Type subject Unknown"


__ADS_3

Semua para pekerja yang ada di pelabuhan sudah ku sucikan, mereka tunduk meminta maaf kepada budak-budak wanita yang sudah di bawanya. Delapan pria berbadan gempal tadi berjanji kepadaku akan mengantarkan mereka pulang kepada keluarganya masing-masing dengan selamat.


"Bawa ini,"


Aku memberikan simbol Jealous kepada salah satu orang pekerja yang akan kembali berlayar untuk mengembalikan para budak wanita itu.


Para budak sudah menghirup udara bebas dan keluar dari jeruji besinya. Mereka terlihat tersenyum bahagia setelah kucabut semua rasa kebencian yang ada di dalam hatinya.


"Lebih tepatnya mereka seperti terlahir kembali"


Jealous pernah mengatakan padaku jika simbol miliknya itu mampu mengusir para iblis kelas rendah. Mereka akan melihat simbol itu sebagai seorang malaikat yang mengerikan sehingga mereka akan takut untuk mendekat tanpa mengetahui apa dibaliknya.


Para pekerja dibagian luar sudah beres, sekarang aku akan lanjut masuk ke dalam Gedung bangunan yang cukup besar untuk mensucikan pekerja yang lainnya.


Pengawas itu bilang, di dalam ada 34 Ibu hamil, 45 gadis dewasa, dan 105 gadis di bawah umur.


"Benar-benar biadab!"


...


Aku sudah masuk di bagian depan tanpa harus menyelinap seperti seekor tikus. Semua berkat topeng penutup tabir kebenaran ini, ia mampu mengubah segalanya menjadi kebohongan. Dengan tenangnya aku berjalan sambil melemparkan jarum Agulha ke satu persatu pekerja yang aku temui.


Gedung itu kelihatannya hanya memiliki satu lantai, namun setelah ku tanya salah satu dari mereka. Di bawahnya terdapat ruangan bawah tanah tempat para budak-budak wanita itu di sembunyikan.


Aku pun turun kebawah melewati tangga yang berbentuk siku, dan di saat aku ingin membuka pintunya. Aku mendengar tangisan kesedihan anak-anak yang terus memanggil orang tuanya.


Ahhh, dadaku tiba-tiba merasakan panas.


Pintu yang berkarat itu telah ku lewati dan ada dua cabang yang terbentang di hadapanku. Aku memilih untuk berjalan ke kiri, di bagian kanan kulihat para budak-budak itu lemas tak berdaya. Yang tergambar di wajah mereka saat ini adalah penderitaan dan hilangnya sebuah harapan.


Ketika aku ingin sampai di ruangan yang paling pojok aku benar-benar terkejut dengan apa yang aku lihat. Bagaimana tidak, di sana ada seekor iblis yang sedang memakan janin ibu hamil langsung dari perutnya.


Aku tidak tahu kenapa, tapi tubuhku rasanya panas sekali. Amarahku yang tertahan membuat ruangan menjadi panas dan bergema, sehingga iblis tersebut menyadari kehadiranku.


Wajahnya sangat menjijikan, belum lagi yang ada di mulutnya itu. Belum sempat ia berkata, tangan kananku bergerak spontan memotong kepalanya dengan pedang Vermillion yang muncul dengan sendirinya tanpa harus aku panggil.


Kepalanya terpenggal dan terjatuh di atas lantai kamar yang kotor dan lembab, namun dia tidak mati. Benar apa yang di katakan oleh Jealous, pada akhirnya para iblis itu memang harus dihabisi dengan jarum Agulha ini.

__ADS_1


JLEB!


Dia berubah menjadi pasir hitam. Disana aku jatuh terduduk melihat wajah penderitaan pada ibu hamil yang sudah meninggal tersebut. lagi-lagi aku menangis, hatiku seakan di pupuk oleh dengan dua hal ini. Yaitu amarah dan kebencian. Rasanya sangat sesak dan menyakitkan. Namun di satu sisi entah kenapa aku merasakan nikmat, apa karena aku sudah terbiasa?


Aku menusukkan jarum Agulha ke seluruh para budak wanita yang ada di ruangan bawah tanah tersebut. Suara tengisan bahagia pun memecah kegelapan yang ada di dalam sana.


"Maafkan aku, selama ini aku tidak tahu ternyata di distrik 8 tempatku tinggal ada kebiadaban seperti ini. Bagaimana di belahan dunia lain, mereka sekarang pasti meminta pertolongan pada tuhannya"


"AARGHHHHHH!!!!"


Aku berteriak meluapkan semua kekesalan yang ada di dalam hati ini. "Padahal aku sudah memiliki kekuatan malaikat, tapi tetap saja aku menangis seperti seorang pecundang. Hahaha"


"Payah, kau benar-benar payah Enok!! Ahahaha'


...


Dalam kegelapan malam Enok berdiri di atas sebuah Gedung, mengawasi para budak itu bersama para pegawai yang telah dibersihkan hatinya.


"Mulai besok mereka akan berhenti bekerja di tempat itu, dan tabir kebenaran akan segera terbuka di distrik 8 ini"


Suara helikopter dan sirene mobil polisi mulai berdatangan. Itu karena sebelumnya aku meminta kepada salah satu pegawai untuk segera memanggil pihak berwajib.


"Ah, begitu rupanya. Ternyata kota ini benar-benar dalam kekacauan. Sepertinya perpecahan terjadi dalam sistem internal pemerintahan, sehingga kemungkinan besar merekalah yang harus turun tangan"


Ada 8 mobil mini van datang bersama sirinenya. Mobil itu bewarna hitam, di bagian belakangnya terdapat sebuah simbol dan tulisan perusahaan Infinity Corporation.


Masing- masing dari 5 Helikopter juga menurunkan beberapa pasukan khususnya. Mereka langsung datang menghampiri para korban untuk mengamankannya.


Selang itu dilakukan, aku merasakan kekuatan dahsyat datang melesat bagaikan misil yang ingin menabarakan dirinya pada salah satu Helikopter yang sedang mengudara.


Alarm tanda bahaya berbunyi dari dalam helikopter tersebut, namun sebelum benturan itu terjadi aku lebih dahulu datang menyambutnya.


Dalam kecepatan gerakanku, aku menggunakan pedang Vermillion untuk menebasnya wujudnya yang mulai terlihat nampak, dan kami berdua pun saling berhadapan.


TRING!!


Dia menangkisnya dengan sebuah senjata. Itu adalah sebuah kapak yang cukup besar.

__ADS_1


"Jadi kau manusia biadab yang berani ikut campur urasan bangsa kami"


Bicara apa iblis sialan ini? Mendengar perkataanya saja membuat amarah ku bergejolak sangat luar biasa. Di dalam dadaku ini darahku terasa mendidih bagaikan api neraka.


"AAAARGGHHHHHHH!!!"


Teriakan amarah Enok menggetarkan ruang dan tempat sekitar, semua orang biasa yang ada disana terlihat kebingungan dengan fenomena tersebut.


"Cepat-cepat semuanya, masuk ke dalam mobil" ucap salah satu pasukan khusus.


Disana ada 18 pasukan khusus Infinity Corporation, yang sedang memandu para korban untuk segera masuk ke dalam mobil mini van dan juga helikopternya.


"Alpha tim kepada markas pusat, sensor kami mendeteksi ada dua iblis yang saling berhadapan di atas tempat kami berada saat ini. Menunggu perintah untuk pemusnahan"


"Diterima! Satelit akan mengambil gambar untuk mengidentifikasi level mereka"


Di sekitar tubuh Enok terlihat aura yang bewarna merah membara. Iblis yang berada di depannya pun merasakan hawa panas itu.


"Hahahahah, lucu sekali ada manusia yang bisa memakai kekuatan iblis"


"Namaku adalah Iblis Cebeth, aku di tugaskan untuk melindungi dan menjaga para budak-budak wanita itu untuk di jadikan mesin pembuat anak, yang gagal akan di jadikan makanan untuk kekuatan kami. Sisanya akan di jual oleh para manusia-manusia bodoh itu"


SLASH!!!


Amarah yang tak tertahankan membuat tangan kanan Enok yang memegang pedang Vermillion bergerak spontan memberikan dua tebasan api neraka yang melesat bagaikan kecepatan angin ke arah iblis Cebeth.


Iblis itu melihat dari balik dua tebasan yang menuju ke arahnya, yaitu ada sepasang mata merah menyala yang penuh amarah. Udara yang ada disekitar pemuda itu pun seperti menguap, seakan ingin merobek ruang hampa.


Iblis Cebeth menangkis dua tebasan api neraka dengan kapak besarnya, namun kekuatan dari tebasan yang terlalu besar sehingga membuatnya jauh terseret mundur. Ekspresi wajahnya yang sedang menahan serangan itu terlihat sangat mengerikan, ia lalu membuang tebasan tersebut ke arah kanan. Sehingga melesat ke bawah dan memotong 2 buah tiang Crane pengangkut kontainer besar.


Potongan dari dua Crane tersebut jatuh perlahan, mengeluarkan suara besi yang saling bergesekan dan akhirnya tercebur ke dalam laut.


"Kami sudah mendapatkan gambarnya, dia bukanlah iblis jenis Shetan. Kemungkinan levelnya lebih tinggi."


"Dan untuk yang satu lagi, kami belum pernah melihatnya. Dia terlihat seperti manusia namun berwajah iblis. Sistem memberikan namanya secara otomatis. Dia adalah tipe (Unknown)"


"Disarankan seluruh tim untuk segera mundur, Kapten I.C.O akan segera meluncur ke TKP"

__ADS_1


Unknown yang berwajah iblis dengan ukiran mata di topengnya yang merah menyala. Tubuhnya benar-benar membara bagaikan api neraka. Sedangkan iblis yang dihadapannya tersenyum menyeringai menakutkan.


__ADS_2