
Dia terus memandang ke depan, sembari menunggu jawabanku, memandangi mobil-mobil yang melaju saling berlawanan di ruas jalan tol.
"Aku... Gagal" yah, itulah jawabanku. Aku harap kau tidak akan menertawakan ku. "Apa maksudmu gagal? Bukankah kau pernah bilang begini, "selama aku masih hidup, aku masih belum gagal"
Eh? Dia masih mengingatnya. Itukan kata-kata yang sering ku ucapkan kepada teman-teman untuk memotivasi mereka waktu masih semasa kuliah.
"Enok" ― "Ya, ada apa Lyla" jawabku yang berdiri sampingnya.
"Sebenarnya ada yang ingin ku sampaikan padamu, karena itulah kau kupanggil kesini. Aku memilih tempat ini karena anginnya sejuk, dan tamannya juga kelihatan indah" oh jadi itu alasannya, syukurlah.
"Enok!!" nadanya sedikit berbeda, dia kelihatan serius. "I-iya ada apa??"
"Apa kau masih mencintaiku?" mendengar pertanyaannya itu darinya membuat otak ku sulit berpikir, hati dan pikiranku saling bentrok satu sama lain, mulutku menjadi gagu seketika.
Jika aku menjawab pertanyaannya, itu sama saja aku mengakui bahwa diriku ini seorang pecundang, pasalnya kami sudah lama tidak saling bertemu selama 10 tahun. Dengan keadaan ku yang menyedihkan ini, apakah pantas aku untuk menjawabnya?
Tapi jika aku tidak menjawabnya, itu sama saja aku membohongi perasaanku sendiri dan itu pasti akan menyakiti hatinya. Asal kalian tahu, aku sudah jatuh cinta padanya sejak aku dan dia masih di sekolah dasar.
Dia masih menunggu jawabanku, baiklah akan ku jawab. "Ya, aku masih mencintaimu" hahh, dia pasti akan tertawa setelah mendengarnya. sebenarnya aku malu untuk menjawab, mengingat siapa diriku sekarang.
"Hiks,Hiks" Eh? dia menangis, kenapa? Apa aku sudah mengatakan hal yang salah?
Ini diluar skenario hidupku, aku tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi. Karena biasanya orang selalu menertawakanku, itulah sebabnya aku tidak pernah membawa sapu tangan untuk momen seperti ini.
Aku bahkan lupa untuk membeli tisu astagaa!! Bodohnya kau Enok!
"Dasar, bodoh! Seharusnya kau memberikan aku sapu tangan. Sudah lama tidak bertemu tapi benar-benar sama sekali tidak ada perubahan" isi pikiranku terbaca olehnya yang menangis sesenggukan, aku hanya bisa menunduk dan meminta maaf kepadanya.
__ADS_1
"Kenapa sih, kenapa kau masih menyimpan rasa itu! Kenapa perasaanmu tidak berubah sama sekali setelah 10 tahun kita tidak pernah bertemu..kenapa Nok!!?"
Eh Kenapa aku dimarahi? Apa dia ingin aku untuk melupakannya? Tapi kenapa? Ah, aku tahu arah pembicaraan ini. Baiklah aku mengerti, aku siap mengikuti naskah mu Lyla. Tidak apa, hatiku sudah sering merasakan rasa sakit.
"Maafkan aku, aku tidak bisa melu-
Belum selesai aku bicara dia sudah menunjukan apa yang sudah aku pikirkan sebelumnya. Sebuah cincin berlian yang menghiasi jari manis ditangan kanannya. Dia tidak berbicara, tapi aku tahu apa yang sedang dia rasakan. Tidak apa, kau berjuang demi tujuan, angan dan cita citamu. Kalau waktu itu kau terus bersamaku mungkin semua angan itu tidak akan pernah menjadi kenyataan sampai sekarang.
Baiklah, akan kubuatkan skenario terakhir yang terbaik untukmu. "Ehh, kamu sudah menikah? Harusnya kamu senang dan bahagia, kenapa malah menangis" Dia mulai mengusap air matanya dengan tisu.
"Semua karena kebodohanmu, karena itu aku ingin memutuskan hubungan itu disini. Biar hatiku ini bisa tenang!!" Lyla, ternyata kau juga menyimpan perasaan itu selama ini. Maafkan aku, karena tidak bisa membantu untuk mewujudkan impianmu bersamaku.
Aku berdiri tegak dihadapannya, menarik nafas yang dalam, menutup kedua mataku dan menunggu sebuah perkataan yang akan mengubah hidupku untuk selamanya.
"Nok, mulai sekarang kau harus berhenti mencintaiku, berhentilah memikirkanku, berhentilah menyesal karena tidak bisa bersamaku, dan berhentilah beranggapan kalau aku ini sebagai tujuan semangat hidupmu!!" dia benar-benar meluapkan semua perasaan yang sebenarnya terhadapku bersama air matanya yang jatuh tumpah ruah.
Tidak! Kau tidak boleh menangis Enok! Kau harus menyelesaikannya disini! Apa kau ingin terus menyiksa perasaannya?!! Mataku sudah berkaca-kaca, semua yang kulihat mulai berbentuk gelombang. Aku harus menegarkan hatiku.
Aku menghadap kelangit agar air mataku tidak tumpah karena melihat wajah sedihnya "Saya Enok, dengan ini menyatakan.. Akan.. Akan... !!! Melupakan Lyla untuk.. Selama.. (aku merasakan ada dua butir air hangat yang jatuh di wajahku) selama.. Selama-lamanyaaa~. Di part terakhir aku membuat nada seriosa. yang kemudian ditutup dengan sebuah senyuman.
Dia tertawa geli dalam tangis sedihnya. Syukurlah. "Dasar!! Awas ya kalau kamu datang ke mimpiku lagi!!"
"Siap! Saya tidak akan datang!" dia tertawa lagi, mission sukses.
Dia mulai bersiap-siap untuk pergi, aku harus memberikan kado itu untuknya. Sebagai permintaan maaf karena tidak bisa hadir di acara pernikahannya. "Lyla tunggu sebentar, ada sesuatu yang ingin aku berikan"
"Eng, apa?"
__ADS_1
Baru aku berniat untuk menunjukan barangnya, tiba-tiba suara alarm di tengah kota terdengar sangat kencang sekali. Aku pun kaget dan bingung suara alarm apa itu. Lyla juga terlihat sudah ketakutan. Apa sebenarnya yang terjadi?
"Suara alarm apa itu? kenapa semua orang-orang berlarian?" Aku melihat orang-orang yang berada di taman bawah berlarian ketakutan.
"Apa kamu tidak tahu, beberapa hari ini sering muncul monster aneh yang membunuh warga sipil"
Hah? apa yang kau katakan, kau pasti bercanda bukan? Monster? ini adalah dunia nyata. yang kau sebutkan itu hanya ada di karangan fiksi.
"Kyaaaaaaaa!! Tolonggg!! Siapa saja tolong akuuu!!" Suara teriakan wanita meminta tolong terdengar keras.
Aku melihatnya, wanita itu berada di ujung bawah sana, di dekat sebuah toko. Dia terlihat berdarah-darah dan mencoba berlari dengan merangkak.
"Apa itu?" Aku melihat sesuatu berjalan di belakangnya.
Sosoknya tinggi membungkuk dengan tubuh bewarna merah, kaki dan tangannya panjang. Ia bertanduk.
"Nok! itu lihattt!!" Lyla berteriak histeris.
Aku melangkah kedepan agar nampak lebih jelas lagi. Wanita itu tidak berdaya, dan sosok itu terus berjalan mendekatinya.
"Itu ada polisi! Dia pasti akan menolongnya!" masih ada harapan disana.
Eh, kenapa polisi itu lari meninggalkannya? Bukankah tugas kalian melindungi warga sipil tapi kenapa, kenapa kau meninggalkan seorang wanita yang tak berdaya.
"Cepat tolongg diaaa, Apa yang kau lakukan dasar bodooh!!!" Aku benar-benar merasa kesal dan marah, jadi aku meneriaki polisi itu dari atas fly over. Ia tetap terus berlari untuk menyelamatkan nyawanya.
Monster itu sudah berada dibelakang sosok wanita tersebut, tangan kanannya mulai bergerak ke atas. Wanita itu menangis memohon ampunan, dia terus berteriak meminta tolong, berharap seseorang datang untuk menolongnya.
__ADS_1