
Distrik 8, Sector S : Gedung Blender - CEO Rudolf Geddon (23th)
Pukul 23:15
"Bangsatt!! Bagaimana tempat itu sampai bisa ketahuan!! Siapa yang sudah membuka mulut? Siapa!!?
Rudolf Geddon memukul meja dan wajahnya terlihat frustasi dan panik karena bisnis Human Traficking dan Prostitusi-nya telah terbongkar. Dan saat ini juga para awak media sudah sangat ramai menunggu di luar atas kehadirannya untuk memberikan klarifikasi.
Di dalam kamar mewah tempat ia berada terlihat beberapa selirnya yang sedang berbaris mendengarkan berita itu.
Dua asisten prianya yang ada disana juga hanya bisa diam tertunduk. ―"Arath!! Panggilkan Arathh!!"
"B-baik tuan"
Tak lama datanglah seorang pria muda yang berpakaian rapi ala kantoran. Dia berkacamata hitam. ―"Arath!! apa yang sudah terjadi?!! bukankah kau sudah menyuruh anak buahmu untuk menjaga tempat itu? Bagaimana bisa pasukan elit itu berhasil mengetahuinya?"
"Sungguh sangat disayangkan, tetapi itu semua bukanlah kesalahan anak buahku. Aku tidak bisa menjelaskan intinya karena itu di luar perjanjian kita. Yang pasti aku sudah mengirimkan satu orang segera menyelesaikannya"
"Dan jika itu juga tidak berhasil, aku akan melakukan dengan caraku sendiri"
"Ya sebaiknya cepat kau lakukan!! Kehormatanku sangat di pertaruhkan di negara ini!! Aku sudah banyak menuruti semua perintah kalian! Jadi jangan sampai kalian mengecewakanku!!"
Mendengar perkataan CEO muda tersebut, Arath yang sudah hendak beranjak dari tempat itu menjadi naik pitam. Dari kacamata hitamnya terlihat mata merah yang melirik tajam dengan hawa monster pembunuh.
Akibatnya daun telinga kiri milik CEO muda tersebut terpotong sedikit, sehingga ia berteriak panik dan jatuh terduduk bersama ekspresi wajah ketakutannya.
"Jaga mulutmu, aku tidak pernah ingat kalau kita pernah berjanji untuk bekerja sama!" Pria yang bernama Arath kemudian pergi meninggalkan ruang kamar tersebut.
...
Pasukan Infinity Corporation sudah selesai melakukan evakuasinya secara menyeluruh. Satu-persatu dari mobil dan Helikopter mereka pergi meninggalkan lokasi.
Diatas sana ada dua makhluk yang saling bertatapan, dia adalah pemuda yang bernama Enok dan iblis yang bernama Cebeth.
"Kekuatan yang kau pakai itu adalah milik iblis penghianat yang bernama Dagon, dia adalah salah satu iblis kuno legendaris-
WUUSHH!!
__ADS_1
Enok tidak peduli dengan perkataan iblis tersebut, ia meluncur bak tembakan peluru bersama kepakan sayapnya yang merah membara. Pedang Vermiliion yang berada di tangan kanannya siap memberikan tebasan mematikan.
"Heh, tipe yang tidak suka bicara ya?"
Iblis Cebeth menangkis tebasan pedang itu dengan kapaknya, kedua kekuatan yang besar saling berlaga. Dalam setiap tebasan yang Enok berikan, menggetarkan udara disekitar. Bahkan suaranya pun terdengar lebih keras dari tiang pancang yang ada di lautan.
"AAAARGGHHHHH!!"
Amarah Enok bagaikan teluk neraka yang mendidih, teriakan amarahnya membuat tekanan pedang Vermiliion yang di pegangnya menjadi lebih kuat, membuat iblis Cebeth jatuh terpental dan menghantam muatan kontainer yang tertumpuk di bawah.
BLARR!!!
Ledakan besar terjadi di pelabuhan! Letupan apinya menjulang ke atas menerangi daerah sekitarnya yang gelap.
Alarm tanda bahaya pun telah di aktifkan oleh sistem keamanan otomatis di sector tersebut. Membuat orang-orang yang masih melakukan aktifitas disekitar segera berlarian dan mengungsi di titik yang seharusnnya.
Iblis Cebeth bangkit dan berjalan keluar dari kobaran api yang penuh dengan kepulan asap hitam. Tanganya kirinya terputus, membuat darahnya bercucuran keluar.
"Sialan, aku tidak menyangka si malaikat bodoh itu akan datang beraksi kembali. Dia bahkan telah membangkitkan kekuatan yang luar biasa"
"Arath, izinkan aku membuka segel kutukan" ―"Lakukan!"
Kapak yang di pegangnya berubah menjadi senjata pemungkas bangsa mereka yaitu Tombak Trisula yang merah membara. Tatapan kebencian dari bola mata yang hitam dengan pupil mata yang bewarna kuning menatap pemuda yang ada di atasnya.
Iblis Cebeth kemudian melompat terbang mengepakkan sayap merahnya yang lebar. Enok memberikan tebasan api nerakanya kembali, namun iblis tersebut menghindarinya dengan cara berputar bersama sayapnya yang menyelimuti tubuhnya.
Tombak trisula yang panas membara dia hunuskan ke kepala Enok―TRING!! Pedang Vermillion menangkisnya, tepat di dalam tiga sela tombak trisula tersebut. Mereka saling adu kekuatan tekanan, membuat setiap gesekannya mengeluarkan percikan api panas dari besi yang sama-sama membara.
Iblis Cebeth memberikan senyumannya, ―"Ini adalah wujud kami yang sebenarnya, hahaha!" Ekornya yang panjang bergerak! Mata merah yang menyala dari ukiran topeng tersebut melihatnya, namun ekor tersebut sudah melilit kaki kanannya terlebih dahulu.
Dengan mudahnya ia mengayunkan tubuh Enok lalu menghempaskannya dalam kecepatan tinggi hingga membentur permukaan keras yang ada di pelabuhan.
DUAR!!!
Lantai yang terbuat dari beton itu hancur seperti kentang rebus yang di hempaskan. Enok tergeletak di dalam bongkahan batu beton yang hancur, kaki kanannya putus dan tubuhnya terluka parah. ―"Hahaha!! Manusia tetaplah manusia! Tubuh kalian itu sangat lembek! Hahahaha!!
"Aa-rghhh"
__ADS_1
Topeng Enok mendapatkan cipratan darah dari sekujur tubuhnya, meskipun begitu ukiran mata pada topeng tersebut tetaplah merah menyala.
"Tidak usah repot-repot untuk bangun!" Iblis Cebeth terbang menukik bersama tombak trisulanya yang ia hunuskan mengarah tepat di bagian perut Enok.
Tangan kiri Enok mengambil jarum Agulha dengan cepat lalu melemparkannya. Melihat jarum itu melesat ke arahnya, iblis Cebeth terpaksa berhenti dan menangkisnya.
Jarum Agulha terpental berputar dan menghilang di tengah udara. ―"Hampir saja! Kurang ajar, itu adalah senjata terkutuk yang mampu membunuh iblis hanya dengan satu tusukannya"
"Arghhh.. Hahh.. Hahh.. "
Meskipun kehilangan satu kakinya, Enok tetap bangkit berdiri dengan keadaan yang terluka parah. "Secara kekuatan harusnya aku tidak kalah, tapi ketahanan fisik tubuhku benar-benar parah. Apanya yang manusia super?"
"Jangan cengeng begitu anak manusia!!" ―Suara itu? Jangan bilang, topeng ini juga ada pemiliknya?"
"Tentu Saja!! Tutup saja matamu, biarkan aku yang menyelesaikannya! ―Tidak!! Aku tidak akan biarkan hal itu terulang lagi, Hahh.. Hahh.."
"Hah~! Dengarkan aku anak manusia, aku sudah tahu semua tentang dirimu dari Malaikat bodoh itu. Namaku adalah Iblis Dagon! ―Apa? Iblis kau bilang?"
"Kita tidak ada waktu, kau ingin membuat dunia ini damai dan indah bukan? ―Yah itu benar, tidak mungkin kau akan berkata ingin melakukan hal yang sama bukan?"
"Tentu saja tidak! Aku tidak ada urusan dengan manusia, Aku memiliki tujuan lain. Yaitu membalas dendam dengan para iblis." Iblis ini kenal Jealous? Baiklah akan kucoba untuk mengikuti skenarionya.
"Dengan tubuh lembekmu itu, kau tidak akan pernah bertahan lama bertarung melawan kami para bangsa iblis yang memiliki tingkatan kekuatan yang berbeda" ―Baiklah, memang sepertinya tidak ada jalan lain. Demi membuat dunia ini damai, bersekutu dengan iblis pun akan ku lakukan.
"Heh, aku tidak seburuk itu!"
Enok menutup matanya, dan setelah melewati pandangannya yang gelap ia melihat banyak kobaran api yang sangat panas. ―"Tapi kenapa aku tidak merasakan panas sama sekali"
"Tentu saja, karena kau adalah orang yang telah (Dia) pilih" Iblis Dagon berjalan keluar dari pilar api raksasa yang berkobar memperlihatkan wujudnya sedikit demi sedikit
Sosok Iblis Dagon yang muncul dihadapannya, membuat Enok terdiam. Sosok itu memiliki dua sayap api yang melebar dengan tulang-tulang bewarna merah. Tanduknya dua mengarah kedepan. (Spesifiknya lihat gambar).
Postur tubuh mereka berdua sangat jauh berbeda, mereka saling berhadapan dan iblis itu memberikan jabatan tangan dengan telunjuk jarinya. Dengan perasaan hati yang berdebar-debar, Enok menyambut jabatan tangan tersebut.
Kobaran Api merah datang, dan langsung menyelimuti mereka berdua.
...
__ADS_1
Iblis Cebeth dibuat terkejut melihat pemuda bertopeng yang ada di depannya. Di karenakan tubuh Enok mengeluarkan api besar yang menyelimuti tubuhnya, lalu membentuk pilar api raksasa yang menjulang ke atas langit. Membuat seluruh penjuru kota distrik 8 dapat melihat cahaya api merah tersebut menerangi kegelapan malam.
Dari kacamata hitamnya, pria pasukan elit yang bernama I.C.O melihat pilar api raksasa tersebut dari Helikopter terbangnya yang sedang menuju ke lokasi.