
Pilar api yang menjulang tinggi ke atas langit secara perlahan mulai memudar dalam putaran kobaran api merahnya yang menyala-nyala. Wujud sosok iblis Dagon pun akhirnya terlihat dengan jelas.
"Wujud itu, kau! Ternyata benar, kau benar-benar menjadi budak malaikat jatuh itu"
"HELL SONG!"
Iblis Dagon memberikan satu tebasan dari pedang Vermillion yang ada di tangan kanannya. Sebuah kilatan lava api neraka yang membentuk bulan sabit membelah permukaan pelabuhan beserta iblis yang ada di atasnya.
"Arrggghhh!!!
Iblis Cebeth baru menyadari tangan kirinya terpotong ketika darahnya menciprat keluar. "Hahh..kurang ajar! Hina sekali ada iblis yang bekerja sama dengan manusia rendahan!"
Serat-serat api muncul dan menyembuhkan kembali lengan iblis Cebeth yang terpotong.
"Kau kira aku akan takut hanya karena kau dinamai iblis kuno yang lagenderis itu? Semua tidak lebih hanya cerita dongeng ribuan tahun yang lalu!"
Iblis Cebeth menghilang dari pandangan dengan kecepatan kilatnya. Ia kemudian muncul dengan tombak trisulanya yang ingin menusuk jantung iblis Dagon. Namun serangannya berhasil di tangkis dengan pedang Vermillion, memaksa mereka untuk saling berduel tekanan kekuatan senjata kembali.
Daya kekuatan tekanan yang diberikan iblis Cebeth dalam adu tebasan dua senjata iblis tersebut memperlihatkan jauhnya perbedaan di antara mereka berdua. Ekspresi wajahnya menggambarkan dirinya yang begitu kesulitan untuk mengimbangi tebasan pedang Vermillion milik iblis Dagon.
Setiap ia mencoba menangkis, tangan iblis Cebeth yang memegang senjata trisulanya selalu bergetar dan hampir lepas tercampak dari genggamannya. Mata iblis Dagon yang merah membara tidak menunjukan dirinya sedang kesulitan, dia bahkani belum mengucapkan sepatah kata pun.
Kekuatan tekanan iblis Cebeth yang mulai melemah dirasakan oleh iblis Dagon. Oleh karena itu, dalam adu tiga tebasan terakhir ia sedikit melebihkan kekuatannya, sehingga membuat iblis Cebeth terpukul mundur dan hampir jatuh dibuatnya.
Pada momen itulah iblis Dagon mengepakkan sayap apinya, membuat dirinya terbang melaju sedikit ke atas lalu memberikan 6 tebasan api neraka saling menyilang yang bernama "Hell Song!"
"Ahahaha! Jangan kau kira aku akan kalah!"
Tombak trisula milik iblis Cebeth mengeluarkan kilatan petir api hitam yang memunculkan 3 gelombang energi dari ujung trisulanya. Dia berteriak keras, melepaskan seluruh kekuatannya pada serangan itu.
"Piercing Piece!!"
BLAARR!!
__ADS_1
Suara benturannya lebih kuat dari suara guntur yang menyambar dalam hujan badai. Getarannya pun sampai terasa dalam jarak radius 3 kilometer. Membuat semua orang yang sedang mengungsi dan bersembunyi merasa seperti adanya gempa berkekuatan 4.5 skala rikter mengguncang distrik 8.
"Ahahaha! Kau itu sudah terlalu tua, julukanmu hanya sebatas nama. Dasar iblis penghianat!! Ahahaha-a?"
"HELL SONG!"
Satu tebasan api neraka yang berukuran 10 kali lipat membuat seluruh pelabuhan menjadi terang benderang. Kecepatannya yang melesat dalam kedipan mata tak mampu di hindari Iblis Cebeth. Sehingga ia kali ini benar-benar terkena telak.
"A-Aaaaaaaaa
Ledakannya menghancurkan seisi pelabuhan yang berada di pinggir lautan. Air-air menguap ke atas, lalu membuat hujan dengan temperatur air laut yang mendidih. Membasahi iblis kuno legendaris bernama Dagon yang sedang mengambang di udara dengan sayap apinya yang merah membara.
"Bodoh aku hanya sedang mencoba kekuatanku, setelah ribuan tahun lamanya tertidur"
Suara helikopter datang mendekati lokasi, dibalik kacamata hitamnya terlihat ada satu mata biru yang menyala.
"ICO disini, bersiap untuk pemusnahan"
"Diterima! Berhati-hatilah, kekuatannya sangat luar biasa! ―"Dimengerti!"
Dibawah sana Ia melihat pesisir pantai pelabuhan yang terpotong dan porak-poranda. Semua kotak kontainer dan beberapa kapal hancur tak tersisa.
"Benar-benar kekuatan penghancur yang sangat luar biasa, dari wujudnya sepertinya dia bukan iblis biasa. Dia bahkan memiliki sebuah pedang, apa yang terjadi? Apakah mereka tidak saling berteman?"
ICO kemudian mengambil Pistol yang terdapat di bagian paha celananya, lalu mulai membidikan ke arah iblis Dagon yang ada di atas sana. Di dalam bidikannya, sosok iblis itu terkunci dengan tepat. Namun ketika ia mengedipkan matanya, sosok itu menghilang dan sudah berdiri di hadapannya.
Iblis Dagon berdiri dan menatap manusia yang berukuran kecil di bawah lututnya. ICO terlihat tak gentar, iya justru mengambil jarak mundur kebelakang dan mengubah pistolnya menjadi sebuah pedang energi.
"Apa yang kau ingin lakukan manusia?"
"Apa yang terjadi disini? Apa tujuan kalian sebenarnya?"
"Bukan urusanmu, aku hanya ingin membunuh para iblis. Itu saja"
__ADS_1
"(Membunuh para iblis katanya? Apa dia sedang bergurau? Kau itu kan iblis!)"
Iblis Dagon kemudian berbalik badan dan menatap ke atas langit. Dengan satu kali kepakan sayap apinya, ia langsung melesat terbang jauh ke atas meninggalkan pria berambut putih itu sendiri. ―"Hei tunggu! Jangan lari!!"
Iblis Dagon terbang di ketinggian yang tidak bisa di lihat dengan mata telanjang oleh manusia. "Heh, dasar manusia!"
"Anak muda, aku sudah selesai dengan urusanku. Sisanya lakukan sesukamu"
Kedua mata iblis yang merah menyala padam, ia kemudian terbang berputar untuk melepaskan wujud iblisnya dan mengembalikan wujud manusia milik Enok.
...
Enok membuka matanya perlahan-lahan, "Ee! A-aaaaa!!" Dia panik dan terkejut melihat dirinya berada tinggi sekali dari permukaan bumi.
"Hahh~, tinggi sekalii! Apa yang terjadi?"
Apa pertempurannya sudah selesai? Ehh! Kaki kananku kembali seperti semula? Bagaimana itu bisa terjadi?
Nama iblis di dalam topeng ini adalah Dagon. Kekuatannya sangat luar biasa, ini sedikit membantuku untuk membasmi iblis tingkat tinggi seperti mereka.
Jika iblis yang telah dikalahkan tadi adalah penjaga distrik 8 ini, seharusnya pergerakanku sudah aman dan aku bisa melanjutkan langkah ku berikutnya.
Yaitu menusuk Gubernur Biran orang yang memimpin distrik 8 ini, lalu mengambil seluruh kebencian orang-orang yang bekerja disana, agar mereka benar-benar bisa mengemban tugasnya dengan benar. Dengan begitu, seluruh masyrakat distrik 8 akan hidup damai dan sejahtera.
Berikutnya adalah Rudolf Geddon, seorang crazy rich muda sekaligus CEO perusahaan Blender yang ternyata dalang dibalik perdagangan manusia dan penjualan organ manusia di pasar gelap antar negara.
"Mendengarkannya saja sudah membuat darahku naik! Orang itu sudah dipastikan bukanlah seorang manusia!"
Sial! Mungkin akan memakan waktu lama bagiku untuk dapat mendamaikan seluruh dunia. Tapi itu tidak masalah, lagi pula hidupku abadi. Semua akan terwujud pada waktunya.
BWUSH!
Enok mengepakkan sayap hitamnya dan menghilang di kegelapan malam.
__ADS_1
Keesokan harinya Enok datang ke pabrik tempat ia bekerja untuk meminta maaf karena sudah tidak masuk kerja selama 4 hari. Sifat Torang beserta anak buahnya yang telah berubah membuat mereka menjadi manusia yang baik tanpa ada satu titik warna hitam hatinya. Karena itulah Torang memaafkan kesalahan yang di lakukan oleh Enok, ia pun memberikan senyuman hangat dari dasar hatinya sebagai seorang manusia.
Maafkan aku, karena belum bisa memberikan senyuman yang sebenarnya. Di hadapan kalian aku harus tetap menjadi Enok yang pecundang dan payah, tapi aku berjanji, suatu hari nanti aku akan tersenyum bersama dunia.