
Dalam dunia yang gelap aku mendengar suara orang-orang menjerit meminta ampun. Siapa itu? siapa yang meminta tolong? Kenapa tempat ini gelap sekali?
"Ayaaah tolong aku"
Aku mencari sumber suara itu berasal, namun tempat ini benar-benar gelap sekali.
Setiap aku bergerak, aku mendengar suara tebasan dan suara orang yang mulai menghilang.
Setiap aku mencoba meraba, aku mendengar orang yang menangis dan memohon ampun.
Hentikan, tolong hentikan. ―"Ehehehe"
Suara itu, aku seperti pernah mendengarnya. Aku berusaha mengingatnya namun suara jeritan orang yang tersiksa membuatku susah untuk mengingatnya.
"Mati kau!! Ahahahaha"
Tolonglah, siapapun itu tolong hentikan. Aku terduduk di dalam kegelapan, menutup telingaku mencoba mengingat semuanya agar bisa terbangun dari mimpi buruk ini.
"Enok, aku berhasil mengambil kebencian mereka. Ahahaha"
Siapa, siapa itu, suara siapa?
"Tolong, tolong jangan bunuh ibuku" Itu adalah suara anak perempuan yang memohon ampun.
"Kenapa aku harus mendengar ampunan dari seorang keluarga iblis yang sudah banyak membunuh manusia?"
"Tolong ampuni kami, kami tidak pernah melukai apalagi sampai membunuh. Kami hanya ingin hidup dengan damai"
"Haah? Kalian ini gila ya? Kalian itu iblis, bagaimana bisa kalian berkata seperti itu?
"Tolong ampuni kami, kami berjanji tidak akan pernah mengganggu manusia" Dengan wajah sedih dan air mata yang tulus, seorang ibu bersujud dihadapan seseorang yang mengambil alih tubuh Enok. Anak yang berada di belakangnya berdiri menangis sesenggukan.
Enok tidak peduli, ia kemudian mengambil jarum Agulha dari tangan kanannya.
"Kau tahu, aku benar-benar tidak peduli"
Jarum Agulha siap menembus perutnya, dan sang ibu pasrah dengan memasang wajah senyuman terakhir dalam sujudnya. "Hii-Hii!!" Enok menyeringai dari balik topengnya.
"Ibuuuuu!!!
Gadis kecil menangis dan berteriak melihat ibunya akan segera di tikam.
__ADS_1
"Hentikaaaaaaan!!!"
Teriakan Enok dari dalam kegelapan hatinya, membuat orang yang menguasai tubuhnya saat ini berhenti melakukan serangan.
"Enok? Kenapa kau memintaku untuk berhenti? Mereka ini iblis, bukankah kau ingin sekali menghabisi mereka semua"
Di dalam kegelapan Enok menangis seperti orang gila. Dia berteriak karena merasakan dadanya yang sesak dan menyakitkan.
"Hentikan, tolonglah, siapapun dirimu, tolong hentikan. Jangan siksa mereka, biarkan mereka pergi, keluarga mereka sedang menunggu kepulangannya,"
"Enok? kau tidak mungkin berjalan sambil menghindari semut bukan?"
"Tidak hentikan!! Jealous!! Tolong hentikan wanita ini!! Jealouss!!"
Aku berteriak sekeras mungkin memanggil nama malaikat jatuh itu, dan sangat mengharapkan kedatangannya untuk menghentikan kegilaan yang terjadi di dalam kepalaku saat ini. Sekarang aku bersujud menangis, bingung dengan perasaan dan pikiranku yang saling bertentangan.
"Baiklah, Enok jika itu maumu"
Tiga cahaya yang ada di ukiran topeng Ruwana itu akhirnya padam. Tubuh Enok langsung jatuh lemas dan tersandar ke dinding belakangnya. Melihat itu, ibu yang bersujud tadi berdiri kembali dan hendak menghampiri Enok yang lemas tak berdaya.
"Jangan hiraukan saya, ibu silahkan pergi dari sini. Tolong ibu jangan pernah menggangu manusia lagi untuk selamanya! Katakan itu pada keturunan kalian."
Mata sang ibu mulai berkaca-kaca setelah mendengar kemurahan hati yang diberikan oleh pemuda bertopeng tersebut. Ia kemudian menggendong anak perempuannya dan pergi meninggalkan tempat itu. Disana, Enok tertinggal sendirian dan duduk seperti orang yang putus asa.
Sementara itu di suatu tempat yang lokasinya tidak jauh dari sebuah pelabuhan, rumor tentang pembantaian iblis mulai terdengar oleh mereka para iblis-iblis yang membaur dalam aktifitas kehidupan manusia.
"Apakah kau sudah dengar beritanya, sekarang ada orang lain yang akan memburu kita selain para pasukan elit itu"
Mereka sedang bekerja, memberi makan gadis-gadis belia yang sedang di kurung dalam sebuah penjara yang gelap dan kotor.
"Tidak usah khawatir, wilayah kita di jaga beberapa iblis tingkat atas. Mereka tidak akan berani datang kesini. Lagi pula tempat ini tidak akan mungkin bisa ketahuan, semuanya benar-benar mengunci rapat mulutnya"
Tiba-tiba dari balik koridor seorang pria berbadan gempal datang memikul dua orang gadis dibawah umur di kedua pundaknya.
"Oi, ini anak yang baru kami dapat kemarin. Wajah dan bodynya sangat oke punya."
Ia meletakkannya dua gadis itu di atas meja makan yang sudah usang.
"Wahh mantap nih barangnya, bagaimana kalau kita coba dulu"
Ada empat orang pria berbadan besar yang sedang berdiri sambil memandangi dua gadis yang tak berdaya tersebut.
__ADS_1
"Aku juga ingin bermaksud seperti itu, tapi kau kan tahu sendiri akibatnya"
"Tenang saja, kalau kita bisa jaga rahasia bersama semua akan baik-baik saja"
Di atas meja itu sedang tergeletak seorang gadis muda yang berumuran sekitar 13 tahun, mulutnya diperban, kedua tangan dan kakinya di ikat. Wajahnya sembab penuh dengan air mata yang sudah mengering.
"Hentikan, apa yang ingin kalian lakukan. Anak gadis itu adalah pesanan gubernur distrik 8 ini, mereka akan segera dibawa 3 hari lagi"
"Sialan, bukankah si perut buncit itu sudah mendapatkan yang jauh lebih muda dari ini beberapa hari yang lalu"
"Sekali-kali biarkan kami merasakan yang lebih muda juga lah!"
"Tidak bisa! Kalau sampai terdengar olehnya kalian bisa mati nanti, atau kalian memang ingin mati?"
Mereka berempat merenungi perkataan itu, namun tetap memandangi tubuh dua gadis tersebut sambil menahan air liur nafsunya.
"Aah sial!! Kalau tahu begitu dari awal tidak akan ku bawa kesini!!" seseorang marah dan pergi melanjutkan tugasnya memberikan makanan untuk mereka para budak yang sedang di dalam penjara.
"Sebaiknya kau urus saja para wanita hamil yang ada di ruangan sana, jangan sampai mereka kekurangan gizi. Kita harus mendapatkan anak yang sehat"
Tiga orang pria berbadan besar tersebut pergi melanjutkan tugasnya. Sedangkan laki-laki muda yang baru datang tadi datang menghampiri dua gadis belia tersebut.
"Tidak apa-apa, kalian tidak usah takut. Kalian nanti akan di rawat dengan baik, apapun yang kalian mau pasti akan terkabulkan" laki-laki itu memberikan senyuman yang baik untuk mereka yang jatuh dalam penderitaan batin.
...
Sementara itu di suatu tempat di atas gedung pencakar langit, terlihat seorang pemuda yang duduk ditepian gedung tersebut sedang menikmati sejuknya angin serta pemandangan indah dari kesibukan kota yang ada di distrik 8.
Angin sejuk yang bertiup dari barat membuat rambut pendeknya yang halus terombang-ambing seperti ingin menutupi topeng yang ia pakai di wajahnya.
"Nah, Jealous" ―Ada apa? Kelihatannya kau sedang tidak bersamangat hari ini?
"Iyah, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan semua ini!" ―kenapa? Apa yang membuatmu menjadi berpikiran seperti itu? Apakah karena wanita yang ada di dalam topeng itu.
"Itu salah satunya" ―Kalau bukan itu lantas apa penyebabnya?
"Kau kan sudah hidup ratusan ribu tahun, apakah ada iblis yang baik hati pernah kau temui?" ―Ahahahah, maaf kalau aku harus menertawakan itu.
"Terus terang aku sudah bosan mendengar pertanyaan semacam itu, tapi tidak apa-apa akan aku jawab."
"Pada dasarnya sifat iblis hanya ada satu yaitu menuju kehancuran dan berdiri di atasnya bersama bendera mereka, rata-rata dari mereka semua seperti itu. Tapi akan kuceritakan kau sesuatu, dahulu kala ada sebuah cerita tentang seorang iblis wanita yang sangat cantik dan seksi. Dia adalah seorang putri ketiga dari raja iblis Satan. Namanya adalah Ara Nua"
__ADS_1
Sementara Enok sedang bersama hatinya yang gundah gulana, kejahatan yang terselubung terus terjadi di berbagai tempat. Pasukan Infinity Corporation terlihat sibuk bersiap untuk berangkat dalam rombongan mobil khususnya yang akan menuju ke suatu tempat.