
Duduk di meja makan yang luas dengan di layani beberapa orang pelayan,keannu Edwards nampak seperti seorang raja .
Selesai makan ia nampak bersantai di ruangan tengah bersama James,Arthur ,Liliyan .
"Aku ingin kalian tahu ,aku ingin kalian menyembunyikan indentitas ku di hadapan Emily pelayan baru itu.!?"kata keannu pelan namun tegas suaranya
"Kalian semua harus bersikap biasa saja padaku....saat ada Emily di dekatku,aku tak mau ,gadis itu tahu siapa aku sebenarnya!?"kata keannu dengan dingin.
Ketiga orang itu kompak mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan para pelayan yang tahu dan mengenal anda tuan besar!??"tanya Liliyan dengan mimik ingin tahu.
"Berusaha bungkam ...mulut mereka,aku tak ingin ada yang memberitahukan siapa aku !?kepada Emily, karena Emily adalah wanita yang ingin ku dekati sekaligus ku sakiti!?"kata keannu sambil menatap ketiga orang itu intens.
"Baik tuan besar ..!?"kata ketiganya kompak.
Keannu tersenyum dalam diamnya ,ia berfikir bagaimana cara mendapatkan apa yang dia inginkan dari Emily menghancurkan hidup gadis itu dan juga semua keluarga nya.
Kemarahan dan kebencian menjadi satu di hati seorang keannu.
Entah kenapa wajah cupu Emily membuat keannu benci namun juga suka.dua perasaan yang bertolak belakang,yang di rasakan nya.
Tiga jam kemudian...
Keannu di ruang fitness , berolahraga adalah kebiasaan yang sudah menjadi bagian penting dalam hidup keannu.
Ia akan tahan berjam-jam hanya berolahraga.tak heran kalau bodi lelaki itu tercetak sempurna.
Otot-otok yang tersimbul menambah pesona seorang keannu.dengan keringat yang membasahi tubuh nan menawan.
Emily baru saja pulang dari kuliah .
Dengan segera ia masuk ke ruang fitness untuk membersihkan ruangan itu.
Ia kaget melihat keannu sedang berolahraga ...
__ADS_1
"Maaf mengganggu ,keannu aku akan membersihkan tempat ini!?karena menurut yang aku dengar tuan Edwards suka tempat ini!?"kata Emily dengan senyum manis nya.
"Kau tidak menganggu ,kerjakan apa yang ingin kau kerjakan"kata keannu acuh.
Emily menatap secara sembunyi-sembunyi lelaki di hadapannya,sungguh sangat tampan dan menawan,sudah berapa banyak wanita yang jatuh di dalam pelukan lelaki itu.fikir Emily dalam hati.
Dan apa hubungannya dengan tuan besar Edwards.emily sudah lama tinggal di mansion ini ,kira-kira dua bulan tapi ia tidak pernah melihat tuan Edwards sama sekali.
Hanya namanya saja sering di sebut orangnya nggak pernah terlihat.
"Kalau kerja itu jangan melamun !?"sapa keannu dengan suara dingin .
Emily mendonggak ke asal suara , nampak keannu sedang melap keringatnya dengan handuk .dan menghampiri nya.
"Aku ingin tahu,apa yang kau lakukan di pesta itu...!?"kata keannu dengan senyum mengejek .
Emily diam tidak menjawab tapi ia tetap menatap mata keannu tajam.
"Apakah kau sengaja ,ingin mencari seorang pria dan menggoda nya...sungguh rendah harga dirimu!?"
Emily mendelik marah ...
"Kurang ajar...!??"desisnya sambil mengetatkan tangannya hingga terasa sakit .
"Berani..nya kau menghina dan mempertanyakan kwalitas ku!?"jawab Emily dengan suara marah.
Ia sangat marah bahkan kepalanya serasa panas.hatinya juga panas.
"Aku...di jebak..oleh seseorang dan nyatanya aku masih suci,seharusnya aku menuntut mu ...dengan perbuatan mu itu!!"jelas Emily dengan kesal.di alihkan perhatian ke arah lain.
"Ha....ha...ha...,kau mau menuntut aku....yang benar saja !?"seringai keannu meremehkan.
"Kau ...tampan,tapi kau sangat menyedihkan, meniduri wanita jelek seperti ku..,apa kau tak bisa mencari wanita yang lebih baik dari aku "balas Emily dengan mengejek sambil tersenyum sinis.
"Ha..ha..ha..kau sangat menyedihkan!?"ucap Emily sambil melangkah pergi.
__ADS_1
Membuat keannu mendelik tajam sungguh perempuan berprilaku buruk .bisa-bisanya ia menertawakan seorang keannu .dia fikir aku tak bisa cari wanita cantik dan menidurinya.tapi harga diri seorang keannu lebih besar.tak bisa tidur dengan sembarang wanita.karena aku mabuk saja...aku bisa begitu terhadapnya.
Keannu sangat marah dengan perasaan tidak suka ,ia melangkah pergi dari ruangan itu.
Di dapur Mansion....
Emily menegak air es yang ada di lemari pendingin.dengan cepat, ia ingin mendinginkan hatinya yang sedang marah.
Sikapnya di perhatikan sesosok tubuh tinggi berparas tampan.
Joe...chef mansion ini,ia paling sering memperhatikan keberadaan Emily.
"Hai....!?"sapa Joe lembut
Emily menatap pria itu dengan senyum manis.
Ia baru sadar kalau di dapur mewah ini,ada sosok penuh pesona seperti Joe.
"Hai .juga !?"jawab Emily pelan.
Emily nampak sedikit terpesona dengan keberadaan Joe.
Joe menyerahkan sebuah piring berisi sebuah backforest ...kue berwarna coklat yang di lumuri dengan coklat.ke arah Emily.
"Ini untuk mu...!?"kata Joe dengan manis.
Emily tersenyum manis ,ia jadi lupa rasanya marah dengan keannu tadi.
"Terimakasih chef!?"kata Emily pelan
"Duduklah..,aku akan membuat menu masakan spesial untuk tuan Edwards!?"kata Joe sambil mulai sibuk.
"Apakah tuan Edwards,ada di mansion ini,kok aku tidak melihatnya!?"tanya Emily dengan rasa ingin tahu,ia penasaran dengan tuan Edwards.
Joe .. terhenyak kaget ,ia sadar bahwa keberadaan keannu di mansion harus di rahasiakan.
__ADS_1
"Tidak ,...aku hanya ingin membuat menu kesukaan tuan,lalu assisten pribadinya yang akan mengantar nya!?"kata Joe memperbaiki bicaranya,walau ia berbohong yang penting perempuan ini percaya.