
Emily membersihkan apartemen tempat ia dan keannu Edwards tinggal satu atap.
ia tahu bahwa ,menyentuh ruangan paling privasi di tempat ini adalah sebuah hal yang harus jadi perhatian nya.
ruangan Laboratorium milik keannu.
dari pada akan membuat sang pemilik ruangan marah,sebaiknya tidak sama sekali.
Emily hanya membersihkan dan merapikan ruangan ini saja.
ia lelah dan duduk di sofa ,masih dengan kaus tangan karet,pengepel lantai .
terkadang ia merasa dirinya hanya seorang pelayan dari pada istri.pekerjaan sehari-hari hanya memasak dan membersihkan rumah.
mencuci baju keannu, tidak di lakukan karena keannu tidak suka barang privasinya,di ganggu.mencuci adalah tugas pelayan nya di mansion yang datang dua hari sekali ke apartemen ini ,mengambil pakaian kotor.
ia melihat pintu apartemen terbuka.
keannu pulang dengan membawa buku-buku tebal di tangannya.
menatap Emily dengan tatapan tajam.
"aku tak menyangka bahwa kau memiliki pengemar setia !?"ucap keannu dengan suara tajam dan mencemooh Emily.
"maksud Tuan...!?"tanya Emily binggung.
"Yin ...,seharusnya kau bilang kalau kau dekat dengan seorang"
keannu menatap tajam ke mata Emily.
Emily tak menjawab namun ia merasa sangat binggung dan tidak memahami kata -kata keannu yang di ucapkan dengan kasar itu.
"aku tidak ..punya seseorang yang khusus"ucap Emily pelan.
"oke ..tapi ku harap di lain waktu ,kau bisa menjaga sikap mu Emil?agar orang tidak salah sangka dengan diri mu"
keannu berkata sambil melangkah masuk ke kamar.
di tinggal nya Emily yang masih binggung itu .
__ADS_1
apa maksud perkataan nya , Emily tidak mengerti.
sungguh aneh..
"apa otaknya sedang kusut" sekarang bathin Emily dalam hati
"bisa juga sang jenius itu otaknya jadi error "kata hati Emily lagi .
ia melanjutkan aktivitas nya kembali,kali ini ia memasuki ruang dapur dan memasak beberapa makanan.
keannu selalu makan tepat waktu.
lelaki itu sangat cerewet dengan makanan yang di sediakan untuknya.harus sesuai dengan standar kesehatan.
keannu tiba-tiba melihat ponsel Emily bergetar.
di lihat notifikasi panggilan.
nama Yin tertera di ponsel.
keannu jadi kesal,dan sedikit merasa tidak nyaman dengan perasaan nya saat ini.
"hei ..Emil , ponsel mu berdering"panggil keannu dengan suara dingin.
Emily ...mematikan kompor nya dan mengambil ponsel itu dari tangan keannu
"keannu menahan ponsel itu.
"setahu ku,kau terlalu miskin untuk bisa membeli sebuah ponsel mahal ini"sindir keannu pelan namun suaranya terdengar jengkel.
"aku baru sadar,ternyata kau punya ponsel mahal"ucapnya lagi.
dengan cepat Emily mengambil ponsel di tangan keannu.
"ini hadiah dari seorang teman "kata Emily pelan.
tapi matanya menatap tajam ke arah keannu.
"apa perduli mu coba !?"tukas Emily berani
__ADS_1
ia harus berani dan tidak mau ditindas lagi oleh pria super tampan di depannya.
keannu agak kaget mendengar suara Emily yang cukup berani,karena biasanya perempuan ini takut dan tak berani membantah.
apa ia sudah mulai menentang ku...fikir keannu dengan tatapan tajam menembus hati Emily.
"yang jelas aku perduli,kau ini adalah istri dari Edwards masa ponsel saja kau di berikan orang lain"jawab keannu dingin
"aku perintahkan kau...buang ponsel itu,kalau tidak maka aku yang akan merusaknya dan membuangnya"perintah Keanu tegas.
Emily melototi keannu dengan marah.
enak sekali dia..memaksaku membuang ponsel ini.
ini pemberian Yin.
"tidak ...aku tak akan membuangnya!?"ucap Emily dengan keras .
Keanu mendekati Emily dan merebut ponsel itu dari tangan Emily .
setelah ponsel itu di tangannya ,ia melempar ke dinding.
ponsel bermerek Apple itu hancur berantakan.
keannu tersenyum sinis .
sedang Emily bergetar tidak percaya ,bahwa lelaki di depannya ini bisa berbuat begitu kejam.
air matanya mengalir di pipinya.
"aku...sudah memperingatkan mu...dan kau menantang aku "
"itu akibatnya tidak menurut perintah ku,hal ini harus kau ingat ya...aku tak suka di bantah atau di tolak"ucap keannu sambil berlalu dari hadapan Emily.
Emily nampak sedih dan marah.
dua perasaan yang membuat airmata frustasi itu keluar dari mata indahnya.
"dasar manusia es balok...tidak punya hati dan perasaan"ucap Emily dengan suara bergetar hebat.ia.marah sangat marah.
__ADS_1
namun keannu tak mendengar kata-kata Emily ia pergi dengan wajah dan ekspresi datar dan dingin.