
Emily menatap mansion dengan gaya Eropa yang menampilkan suasana megah nan mewah.
ia tak percaya ternyata ,pria yang terkenal dengan gaya khas , pemuda dengan penampilan urakan.bukan pria miskin tapi pria dengan kekayaan membuat tertegun.
mansion gaya Eropa. ini bukan harga murah.hanya orang dengan penghasilan jutaan dollar yang mampu tinggal di tempat ini,semua kepribadian Yun yang misterius membuat Emily bertanya siapa pria ini sebenarnya.
di kampus Yun tidak menggunakan mobil mewah ,hanya matic saja.
uang jajannya pun tidak banyak , seperti anak orang kaya pada umumnya.
pria yang aneh ..,kini melihat kediaman pria itu.emily tampak melongo heran .
Yun ternyata bukan orang miskin seperti nya.
masuk kedalam rumah besar dan itu , Emily tampa benggong ...,tak habis mengerti .
apa pekerjaan Yun sebenarnya.
perabotan rumahnya sangat mewah dan antik.sangking kagumnya Emily tak sadar kalau Yun memperhatikan nya ,dengan senyum lucu.
"Emil...apa yang kau lihat ,sampai segitunya!?"sapa Yun mengagetkan Emily.
Emily merasa sangat malu...
ia mengagumi arsitektur rumah dan gaya pengaturan rumah ini
"tidak..aku hanya kagum ,tidak percaya ini rumah mu !?"jawab Emily malu .
Yun tergelak santai dengan tatapan menggoda ia berkata .
"ini mansion keluarga kami,tapi semua dekorasi adalah karya kakak ku..."
"dia adalah seorang jenius dalam urusan menata rumah"
jawab Yun lagi .
__ADS_1
"ayo...aku tunjukkan kamar mu !?"
"nanti kalau dia pulang ,aku akan bawa kau menghadap nya ,agar kau tahu apa yang akan kau kerjakan!?"lanjut Yun sambil menarik tangan Emily pelan.
ia menjelaskan semua ruangan di rumah itu.
Emily mendapatkan kamar agak besar....
ada juga ruangan untuk dia belajar .
Yun sangat perhatian dengannya,walau kadang sikapnya sangat tidak menyenangkan,dingin acuh dan tak acuh.
setelah kepergian Yun, Emily menata baju di dalam kopernya,kedalam lemari.
hati nya kembali sedih.
bisa -bisanya keannu Edwards menuduhnya merusak penelitian nya.sedang ia sendiri merasa tidak melakukan itu.
ia sudah berfikir keras dengan semua kejadian di hari sebelumnya ,saat ia membersihkan laboratorium keannu.
tapi kenapa semua kesalahan tertuju padanya.
Emily menghembus napas panjang,hatinya sakit sekali.kalau boleh ia jujur hatinya sudah jatuh kepada keannu.
ia merasa ingin selalu ada di dekat pria itu.namun keannu terlalu kaku ,datar , dingin dan tak tersentuh.untuk dia Emily cuma seorang pelayan.
tidak ada artinya sama sekali.
kini ia harus menata hidupnya dari awal sudah cukup ia jadi benalu hidup keannu ,ia ingin menyelesaikan kuliah..,menjadi pribadi yang mandiri dengan kecerdasan otaknya.
memikirkan hal itu Emily menjadi bersemangat kembali.
Emily memejamkan mata ,dan tertidur ..
hati dan otaknya yang berfikir keras harus butuh istirahat..
__ADS_1
Emily terlelap....
********
Yin baru saja pulang dari tempatnya bekerja .dan ia agak heran melihat Yun adik nya sedang asyik berolah raga sepeda di halaman mansion.
melihat mobil kakaknya masuk ke dalam pelataran mansion .
Yun nampak menghampiri mobil kakaknya.
dengan gaya bak seorang body guard ..
ia mencoba membuka pintu mobil Yin.
"selamat..datang tuan muda Yin!?"
"apa anda ingin saya bawakan tas anda!?"ucap Yun dengan sikap hormat ..
gaya dan sikap Yun membuat sang kakak geleng-geleng kepala.
"tumben ni cowok urakan jadi baik , biasanya sikapnya tampak acuh tak acuh saja ,kalau dia pulang !?"kata hati Yin dengan tatapan aneh,ke arah adiknya.
Yun hanya memonyongkan bibirnya,ia tahu kakaknya sedang heran dengan sikapnya.
kakaknya itu harus di baiki hatinya ...,agar keinginannya untuk memperkerjakan Emily teman satu kampus itu,di setujui.
Yun merasa kasihan dengan Emily yang terlantar di jalanan.
walau ia manusia yang dingin dan acuh tapi terhadap orang kesusahan ia tak tega ...
kepribadian baiknya itu juga adalah warisan dari sang papa. yang juga seorang dermawan.
Yin dan Yun tumbuh dalam keluarga yang menganut prinsip dasar kemanusiaan.
oleh karena itu melihat nasib Emily yang sedih itu ,Yun jadi ingin menolongnya,padahal pelayan di mansion sudah banyak.
__ADS_1
entah apa yang akan di katakan Yin ,nanti.fikir Yun dengan hati binggung.